
Meisya merapikan kemeja Alex selepas mereka bergulat.Begitupun Alex yang juga merapikan rambut Meisya yang berantakan karenanya.Alex mencium kening Meisya yang di sambut senyuman manis yang tersungging di bibir Meisya.
"Makan dulu burgernya."Perintah Meisya ingin melihat suaminya melahap makanan yang di belinya.
"Baik..Sambil kau ceritakan tentang adikmu Nira."Ucap Alex mengambil king burger sambil melahapnya.
"Nira,Nira adalah adikku yang pemalu.Bahkan dulu pernah ada pemuda yang mengejarnya hingga datang ke rumah.Saking cintanya pemuda tersebut memberanikan diri untuk bertemu Nira di rumah.Namun Nira tidak ingin menemui pemuda itu.Adikku sangat pemalu.Pintar memasak.Pintar matematika dalam menghitung adalah keahliannya.Aku sangat menyanginya.Begitu pun dengan Nira dia juga sangat menyangiku.Bahkan Nira sangat tau hal-hal yang aku sukai dan tidak aku sukai."Jelas Meisya bercerita bangga atas sikap adiknya Nira.
Tidak dengan Alex.Yang menurut Alex sikap yang dijelaskan oleh Meisya tidak sama dengan sikap Nira yang Alex perhatikan.Jelas-jelas Nira tidak pemalu.Nira sering memampang kesexyannya di depan Alex.
"Ayo sayang kita pulang."Ucap Meisya mengajak Alex pulang ke rumahnya.Alex mengangkat tubuhnya.Rasanya dia sangat malas untuk pergi ke rumahnya.Pasti ada-ada saja yang Nira lakukan untuk mengacau Alex dan istrinya.
****
Sesampai di rumah Nira menyambut Alex dan Meisya yang baru datang.Ini sudah tengah malam,namun Nira juga masih belum tertidur.
Meisya terlebih dulu bergegas masuk dalam kamarnya.Sedangkan Alex melihat bungkusan makanan yang berisikan udang pedas manis yang masih panas kesukaan istrinya tergeletak di meja.Alex baru ingat perkataan Meisya jika Nira tidak suka dengan udang.Bahkan Nira mengalami elergi terhadap masakan laut.
"Nir,kau sudah makan.Aku membelikanmu udang pedas manis."Ucap Alex tersenyum lebar.
"Benarkah?"Ucap Nira terlihat senang.Alex mengerutkan dahinya.Bukankah Nira tidak menyukai udang?Tapi mengapa Nira nampak terlihat senang.
"Ia jika kau suka.Kau boleh memakannya.Jika tidak,kau buang saja"Ucap Alex langsung pergi meninggalkan Nira menuju kamarnya.
Setelah Meisya mengganti bajunya dengan gaun malam yang di tutup oleh piyamanya,Meisya bergegas pergi menuju dapur untuk menikmati sepiring udang pedas manis.
Namun,Meisya melihat Nira melahapnya dengan habis sehingga hanya tersisa kulitnya saja.Meisya melihat heran dan menghampiri Nira.Bukan karena Nira menghabiskan udang kesukaannya.Namun semenjak kapan Nira menyukai udang.
"Nir,sejak kapan kau menyukai udang?"Ucap Meisya bertanya kepada Nira.
__ADS_1
"Kapan aku tidak suka udang kak?"Ucap Nira tanya balik.
"Nir,kau baik-baik saja kan jika makan udang?"Ucap Meisya merasa cemas.
"Tentu kak.Ni kan udang di berikan mas Alex.Pasti aku suka."Ucap Nira.Meisya merasa kesal mengapa Alex berani memberikan udang terhadap Nira.Baru saja Meiysa menceritakan kepada Alex bahwa Nira alergi dengan udang.Meisya sangat khawatir jika terjadi apa-apa dengan Nira.
Meisya menatap adiknya yang bergegas pergi setelah meminum air.menatap dengan rasa cemas.Meisya segera pergi ke kamar menemui Alex.
"Sayang kenapa kau memberikan udang kepada Nira?"Tanya Meisya.
"Maafkan aku sayang,aku kasian melihat dia.Dia bilang lapar.Jadi aku berikan udangmu.Besok aku akan membelikanmu udang yang sama dan lebih banyak."Ucap Alex pura-pura lupa jika Nira alergi udang.Alex hanya ingin tau reaksi tubuhnya yang katanya Meisya,Nira akan mengalami alergi.
"Bukan aku bermasalah dengan udangku yang di berikan kepada Nira.Kau tau kan jika Nira itu alergi udang."Jelas Meisya.
"Ya ampun,maaf sayang.Aku benar-benar lupa."Ucap Alex berpura-pura.Tentu Alex masih ingat.
Tak masalah buat Alex,membujuk Meisya itu sangat mudah baginya.Yang terpenting Alex bisa mengetahui segera mungkin.Apakah Nira itu benar adalah Nira adik Meisya.
"Ia,maaf sayang.Bagaimana jika kita lanjut buat adik untuk Davin."Ucap Alex mengelus pipi Meisya yang sangat marah.
"Itu-itu saja yang kau ingat.Aku akan menemani Nira tidur.Kau tidur sendiri."Ucap Meisya menghukum suaminya dan bergegas pergi.Baru saja mereka baikan.Sekarang bertengkar kembali.Dan masalahnya hanya Nira.
"Tapi sayang..."Ucap Alex menggosok kepalanya yang tidak gatal.Alex menghela nafasnya.Semoga saja besok tidak terjadi masalah kepada Nira.Alex hanya ingin mengumpulkan bukti bahwa dugaan Alex itu benar.Jika tidak,Alex akan benar-benar akan pisah ranjang dengan Meisya.
***
Kebesokan paginya Alex yang baru bangun mendengar wangi yang menyengat hidungnya.Alex segera turun melihat Nira dan Meisya yang sedang memasak.Alex sangat bahagia,ternyata tidak terjadi apa-apa dengan Nira.Bagi Alex ini masih belum bisa di jadikan bukti.Harus banyak yang di gali agar dugaan Alex semakin kuat.
Alex segera kembali ke kamarnya dan segera menuju ranjangnya yang empuk.Alex menunggu istrinya untuk membangunkannya.Benar saja,beberapa menit kemudian Meisya membangunkan Alex yang terlihat tertidur padahal Alex hanya pura-pura tidur.
__ADS_1
"Sayang..bangun."Ucap Meisya menepuk-nepuk bahu Alex.Alex pura-pura bangun dan langsung memeluk Meisya.
"Sayang..bangun,nanti kamu kesiangan loh."Ucap Meisya.Alex semakin memperkuat pelukannya dan mencium bibir Meisya.**********,meraupnya dan bergilir ke leher jenjangnya.
Sekarang memutar tubuhnya sehingga Alex berada di atas Meisya yang sebelumnya Meisya yang berada di atas tubuh Alex.Melepas baju istrinya,dan terakhir melepas celana dalamnya.
Alex mulai menyatukan tubuhnya dan Meisya seketika mencengkram sprei berwarna putihnya untuk melampiaskan rasa nikmatnya yang membuncang.
Alex melepas cengkraman Meisya sehingga tangan mereka bersatu.Mencium bibir Meisya,leher sampai gundukan sintalnya.Meisya beralih mencengkram bahu Alex dan menciumnya disana sambil mendesah.Lalu memaut bibir Alex.
"tok..tok...kak,sarapannya sudah selesai."Ucap Nira.
"Ia Nir,kakak masih ganti baju.Kau duluan kalau mau makan."Teriak Meisya.
"Sabar...semoga dugaanku benar,jika tidak dia akan selalu mengacaukan hidupku"Batin Alex.
"Ah..."Meisya mendesah ketika Alex tiba-tiba mendorongnya lebih ganas.Meisya tau jika suaminya kembali kesal lagi atas Nira yang terus mengacaukan pergulatannya.
"Sayang,sudah...kita harus berangkat kerja.."Ucap Meisya.Alex semakin liar,dan aksinya semakin cepat namun cukup lama.Meisya hanya pasra dan terus mendesah.
Setelah Alex berhasil mencapai klimaksnya.Mereka berkeringat dan mengatur nafasnya yang mulai tadi berderu.
"Ayo kita mandi bareng."Ucap Alex.
"Tidak,kamu duluan."Ucap Meisya yang mencoba memperbaiki detak jantungnya yang berdetak lebih kencang sebelumnya.
"Untuk meminimalkan waktu,sebaiknya kita menggunakan kamar mandi berdua sekarang."Ucap Alex.Alex juga ada benarnya.Namun Meisya takut jika Alex ingin bergulat kembali sehingga waktunya semakin terulur.
"Ayo..."Ucap Alex langsung menggedong tubuh istrinya ke kamar mandi.Alex mandi berdua dengan Meisya.Jika bukan waktunya bekerja mungkin pemikiran Meisya ada benarnya,yaitu Alex akan memulai pergulatan di kamar mandi.Namun Alex sekarang harus bekerja bersamaan dengan istrinya yang tempatnya searah.
__ADS_1