Sang Penggoda

Sang Penggoda
12.Kehidupan Baru


__ADS_3

Sebulan sudah Meisya berada di Amerika,Meisya sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya.Apartementnya tidak begitu luas,tapi cukup untuk ia tinggali berdua dengan Davin.


Rutinasnya saat ini adalah bersekolah di sekolah desain yang cukup terkenal di Amerika.Bagaimana caranya Meisya untuk membalas kebaikan bu Mita yang sebanyak ini.Meisya hanya berusaha menjadi yang terbaik dan berhasil,lalu memajukan butik bu Mita.Sebelumnya dia mengantarkan Davin putra kesayangannya pergi pulang sekolah yang tak jauh dari sekolah Meisya juga.Hanya anaknya harapan satu-satunya yang bisa menyemangati awal harinya di kota ini.


Hari masih sangat pagi,Meisya terbangun mencoba membuka matanya yang berat lantaran Davin putranya membangunkannya,mengoyang-goyangkan tubuhnya.


"Davin,maaf bunda telat bangun lagi ya"Ucap Meisya melihat putranya terlebih dahulu bangun.Entahlah,mengapa putranya yang sekarang berumur 7 tahun ini selalu pagi bangun.Seperti terbalik,seharusnya Meisya yang membangunkan putranya dimana anak-anak yang lainnya susah untuk dibangunkan.Meisya merasa beruntung mempunyai Davin yang tak pernah merepotkan.


Davin tersenyum,lalu mencium pipi Meisya.Pipi putih pucat itu langsung merona di buatnya,semangatnya menjadi melambung kuat.Meisya menggosok ujung kepala anaknya.


"Sebentar,bunda cuci muka dulu"Meisya melangkah menuju kamar mandi,mencuci muka dan menggosok giginya.Lalu berjalan dengan Davin menuju dapur.


"Bunda,sekarang masak apa?"Tanya Davin kepada bundanya.


"Davin what breakfast do you want?(Davin mau sarapan apa?)"Tanya Meisya melangkah melalui tangga rumahnya.


"Davin wants toast with eggs..eee.. lots of cheese.


(Davin mau roti panggang isi telur,banyak keju)"Ucap Davin.Putranya masih belum fasih berbahasa inggris karena Davin masih satu bulan berada disini.Ia mencoba mengingat-ngingat hafalan bahasa inggrisnya.


"Okey, dear, now you will make for Davin, your best son(Okey sayang sekarang bunda akan buatkan untuk Davin putra terbaik bunda)"Ucap Meisya menundukkan kepalanya agar sejajar dengan tinggi putranya lalu menggosok ujung kepalanya.Meisya membiasakan diri untuk berbahasa inggris kepada putranya agar putranya juga mudah berbicara dengan teman-temannya di sekolah.


"Oke bun,Davin bersiap-siap dulu,mau mandi dulu"Ucap Davin kembali menuju kamarnya berlari tanpa menggunakan bahasa inggris lagi.Lidahnya rasanya masih kelu untuk berbahasa inggris.Menurut Davin itu rumit.Meisya berkacak pinggang melihat sikap putranya.


Beberapa jam kemudian,Davin telah berseragam lengkap,menuju meja makan bersama bundanya yang akan bersiap bersekolah juga.Kalian tau tampilan Meisya cukup berbeda.Semenjak menginjakkan kakinya di negara Amerika banyak perubahan di diri Meisya.Dari penampilannya yang sudah mengikuti Style.Ditambah dengan sekolahnya yang merupakan sekolah desain menuntut penampilan muridnya agar tampak seperti perancang Internasional.Meisya menggunakan jeans ketat sesuai bentuk tubuhnya,dan menggunakan jas yang menutupi bagian bahunya yang terbuka.Dengan higheals yang tidak terlalu tinggi dan nyaman dipakai Meisya seperti sudah biasa menggunakannya sekarang.


"Putra bunda sangat lahap"Ucap Meisya tersenyum melihat putranya memakan lahap roti buatannya.

__ADS_1


"Buatan bunda selalu enak di lidah Davin"Ucap Davin.Mengunyah makanannya.


"Haha..oke sayang,ini kotak bekal makanmu.Ini tidak kalah enak dengan yang di makan Davin"Ucap Meisya menyodorkan bekal makanan ke Davin yang meminum susunya dengan tuntas.


"Davin percaya"Ucap Davin meletak kotak bekal ke dalam tas sekolahnya.Meisya tertawa terkekeh melihat sikap anaknya,yang ternyata sikapnya melebihi usianya yang masih kecil.Putranya sungguh pengertian.


Meisya memegang tangan putranya melangkah keluar menuju mobil yang terparkir di area parkir apartement.


"Please prince .. (Silahkan pangeran...)"Ucap Meisya membukakan pintu mobilnya mempersilahkan Davin masuk dalam mobilnya.Davin tersenyum sumringah dan segera bergegas naek.Begitupun Meisya sudah duduk di depan stir mobil.Memasang sabuk pengaman Davin.


"Jika Davin sedikit tinggi lagi,Davinlah yang akan membukakan pintu mobil untuk bunda"Ucap Davin ketika Meisya melajukan mobilnya.Davin merasa dirinya masih belum kuat membuka pintu mobil milik bundanya,jika ia sudah tinggi akan kuat membuka pintu mobil milik bundanya.Dan akan berencana melakukan hal sama seperti yang Meisya lakukan kepada dirinya.


"Oh ... of course, I would love to be a princess


(Oh..tentu,aku akan senang hati menjadi putri)"Ucap Meisya terkekeh.Begitu pun dengan Davin.


***


Ia melangkahkan kakinya,dengan tas yang di gendongnya.Ia melihat sekitarnya masih sama dengan jalan yang biasanya dia lewati setiap bundanya mengantar dan menjemput ke sekolahnya.


Seorang pemuda menghampiri Davin yang terlihat bingung melangkahkan kakinya ketika di pertigaan jalan,Davin bingung dan lupa harus ke kanan atau ke kiri.


"Hy..adik mau kemana?"Ucap pemuda itu.Davin mengernyitkan dahinya,sedikit mengerti apa yang di ucapkan.


"E..aku mau pulang,tapi gak tau rumahku ke sebelah kanan atau kiri ya om"Ucap Davin berbahasa indonesia.Karena,dirinya masih belum bisa berbahasa inggris tapi paham.Tapi lidahnya seperti kelu untuk berbahasa inggris.


"Hahaha..adik berasal dari indonesia ya?"Pemuda tersebut terkekeh dan berbicara bahasa indonesia.Wajahnya memang seperti orang Indonesia.

__ADS_1


"Om..bisa berbahasa indonesia?"Ucap Davin terkejut.


"Ia,karena saya berasal dari tempatmu juga"Ucap pemuda tersebut tersenyum lebar.


"Oia..perkenalkan nama saya Davin.."Ucap Davin memperkenalkan dirinya.


"Namaku Alex"Ucap pemuda tampan itu yang ternyata bernama Alex.


"Oia,alamatmu di mana,om alex akan mengantar Davin"Ucap Alex yang sedang berjalan kaki tidak sengaja melihat Davin celingak celinguk sendiri.


"Apartement Rose B-4 31"Ucap Davin.


"Owh..apartementmu berhadapan dengan apartement om.Kita searah,tapi apartement kita jauh.Kita naek mobil om ya.tu disana"Jelas Alex.Davin pun melangkah bersamaan dengan Alex yang menurut Davin,Alex itu orang baik


Mereka menuju mobil yang terparkir di sebrang jalan.


***


Meisya tidak dapat menghubungi pihak sekolah Davin.Meisya akan memberi tahu bahwa dirinya akan telat menjemput Davin.Meisya menyelesaikan studynya,Meisya tergesa-gesa berjalan menuju parkiran mobilnya.Lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


Sesampai di sekolah Davin,Meisya tidak dapat tanda-tanda keberadaan Davin.Lalu Meisya turun dari mobil lalu menuju kelas Davin,tapi putranya juga tidak berada di sana.Meisya mencari seluruh kelas.Bahkan,satpam penjaga sekolah mengapa hari ini tidak bertugas.Ia melajukan mobilnya kembali,menuju jalan-jalan biasanya.Namun tidak juga terlihat Davin.Meisya semakin cemas dan was-was.Meisya menyalahkan sekolahnya yang mendadak ada tambahan jam belajar.


Meisya terus berputar-putar menyelusuri jalan.


Hari semakin gelap,Meisya juga tak kunjung mencari keberadaan anaknya.Tiba- tiba suara ponselnya berbunyi.Meisya langsung mengangkatnya yang sepertinya nomer dari telpon rumahnya.


"Hallo bun...Bunda ada dimana?"Tanya Davin.Membuat hati Meisya menjadi tenang mendengar suara yang semenjak tadi di carinya.

__ADS_1


"Sayang,Davin sudah pulang!"Tanya Meisya,Rasa cemasnya sudah benar-benar larut.


"Oke Davin tunggu ya,Bunda segera pulang"Ucap Meisya,Sekarang mobilnya berputar kearah rumahnya.Entah sejauh apa dia mencari Davin.Meisya langsung membuka google Map.Jika perlu,sejauh apapun dia akan mencari kemanapun Davin berada.Itulah peran seorang ibu.


__ADS_2