Sang Penggoda

Sang Penggoda
24.Salah tingkah


__ADS_3

Meisya mencium aroma semerbak dari taman bunga yang tak jauh dari rumahnya.Dulu ia sering pergi ke taman bunga bersama Davin.Meisya ingin mengingat kenangan indah bersama putra kesayangannya.Jika masih ingat dulu Davin sering memetik sekuntum bunga untuk sang bunda,lalu Davin meletak bunganya di sisi telinga kanan Meisya.


"Bunda cantik,patut ayah sangat mencintai bunda"Ucap Davin tersenyum lebar melihat bundanya yang cantik dengan bunga yang di petik melekat disisi telinga Meisya.


Meisya berusaha tidak menjatuhkan air mata yang tergenang di pelupuk matanya,sambil melihat ponsel yang terdapat foto anaknya.Meisya melihat senyum Davin yang mengembang.


Sudah cukup lama Meisya menghabiskan waktu di taman bunga.Matahari hampir saja tenggelam,langit sudah gelap,Meisya berdiri dari tempat duduknya untuk meninggalkan taman bunga.


Tiba-Tiba serangkai bunga berdiri di samping dinding tikungan jalan seperti melayang,Meisya semakin mendekat dan menarik bunga itu,sesosok pemuda keluar dari dinding tempat persembunyiaannya.Meisya sangat terkejut.


"Kejutan..."Ucap seorang pemuda yang sangat tampan,tinggi tegap dan maskulin,tentu saja Alex.


Jantung Meisya berdegup kencang.Selain karena terkejut juga karena dia, adalah Alex calon suaminya yang beberapa hari ini Meisya akui sangat merinduinya.


"Kenapa kau sudah berada disini?"Ucap Meisya masih membulatkan matanya.Sebuah kejutan untuk Meisya karena Alex lebih awal datang dari yang dijanjikan sebelumnya.


"Karena aku merindukanmu"Ucap Alex.Membuat wajah Meisya semakin merah merona dan salah tingkah.Meisya berdoa semoga Meisya tidak salah melihat sosok yang berada di depannya.


"E..benarkah?"Ucap Meisya.Semoga juga dirinya tidak salah mendengar.


"Tentu,apa kau tidak merindukanku?"Ucap Alex. Alex tentu ingin tau gadis yang akan menjadi calon istrinya ini merinduinya atau tidak.


"Hahah...ia ak..u juga rindu denganmu"Ucap Meisya terkekeh menutupi rasa malunya.Pipinya merona.Mengapa dirinya bisa salah tingkah seperti ini.Apa yang lucu dari pertanyaan Alex.


Alex sadar jika Meisya salah tingkah.Alex tersenyum, sambil menaikkan salah satu alisnya melihat Meisya.Meisya berhenti terkekeh saat Alex memperhatikan dirinya.Ia menutup mulutnya dan bertambah malu karena salah tingkah.

__ADS_1


Setelah serangkai bunga berada di tangannya.Alex menambah satu kuntum bunga dari tangannya lalu ia selipkan di sisi telinga kanan Meisya.


"Cantik,patut aku menyukaimu"Ucap Alex.Tersenyum melihat Meisya terlihat cantik dengan bunga yang Alex selipkan di sisi kanan telinganya.


Meisya menjadi merona,dan berfikir mengapa Alex melakukan hal sama seperti Davin lakukan,menyelipkan bunga disisi telinga kanannya.


Meisya memperhatikan Alex dan tersenyum lebar.Alex dan Davin sangat mirip,dari kebiasaannya sampai sikapnya.


***


Alex tinggal satu Apartement dengan Meisya,wajarlah mereka akan menikah.Namun berbeda kamar tidur walaupun satu atap.


Meisya baru saja datang dari butik bu Mita,terdengar wangi masakan yang menyeruak di seluruh ruangan.


Meisya tersenyum kagum tatkala melihat Alex yang sibuk memasak.Meisya berfikir betapa sempurnanya pria yang tidak jauh berada di depannya.


Dan sikap berlebihan Alex kepada Meisya,hanyalah karena Alex orang baik,bukan karena ia benar-benar jatuh cinta.


Tapi sebenarnya,jauh di lubuk hati Alex,sudah ada benih-benih cinta yang tumbuh di dalamnya.Jika tidak,kalian cukup pintar mengartikan kebaikan Alex selama ini kepada Meisya bukan?


Meisya menghampiri Alex yang berkutat kepada pisau yang ia gunakan mengiris sayuran dengan begitu ahli.


"Waw..."Meisya sangat terkesan,dan berfikir bagaimana Alex bisa selincah ini mengiris sayur.


"Ah..Meisya..kau mengangetkanku saja"Ucap Alex yang sebelumnya fokus dan terkejut dengan kedatangan Meisya yang tiba-tiba.

__ADS_1


"Kau belajar darimana mempunyai keahlian seperti itu?"Ucap Meisya.Bahkan Meisya yang telah lama menjadi ibu rumah tangga tidak bisa mengiris sayur secepat Alex.


"Aku sudah biasa sya,aku biasa hidup mandiri,jadi seiring waktu aku bisa juga menirukan koki yang biasa tampil di tv."Ucap Alex terkekeh.Sebenarnya apa yang tidak bisa di lakukan Alex?Semuanya terasa mudah baginya.Tapi tentu kalian tau Alex tidak bisa menyaingi bermain game melawan Davin.Jika di ingat Alex kalah dari anak kecil seperti Davin,dirinya cukup malu.


Meisya tidak habis fikir,selain Alex bisa lancar memasak,namun rasanya juga lezat di lidah.


Alex menghidangkan makanan yang dibuatnya di meja.Lalu Meisya menyicipinya hingga melahap habis.Sudah lama Meisya tidak makan sebanyak ini,semenjak kematian putranya Davin.


"Kau lapar atau doyan?"Tanya Alex melihat Meisya yang memakan masakannya dengan lahap.Meisya melihat Alex sebentar dan merubah posisi makannya,lebih gemulai.Meisya baru menyadari jika dirinya makan dengan terlalu cepat dan berusaha menahan malunya.


"Hahaha kamu ni,jangan sungkan sungkan,habiskan jika perlu"Ucap Alex terkekeh dengan sikap Meisya.


Ternyata Alex sebaik ini,patut Davin sangat dekat dengan Alex seperti cicak yang melekat di dinding.


Sikapnya sangat jauh berbeda dengan Eros.Meisya yang pernah buta dengan kebaikan Eros yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kebaikan Alex.


Meisya tidak pernah di perlakukan seperti ini oleh Eros.Jika mengingat masa lalu bersama Eros,Meisya terkekeh karena kebodohannya,kecewa karena terlalu percaya,hati yang sakit dan luka karena mencintainya.


Jika sudah dulu,Meisya tidak bodoh mungkin dirinya akan mengetahui perselingkuhannya dengan Sandra dan Bella yang merupakan temannya sendiri.Jika dulu Meisya tidak percaya,maka Meisya bisa menghentikan semuanya.Jika dulu Meisya tidak mempunyai rasa cinta yang tulus maka dirinya tidak akan sesakit ini dan luka yang masih belum juga ada obatnya.


Penyesalan memang datang terlambat.Tidak perlu disesali.Anggap saja sebagai pembelajaran agar tidak terulang kembali.


Namun itu Eros,Meisya sangat menyesal pernah menikah dengannya.Namun,jika tidak ada dirinya mungkin tidak akan ada Davin.Tapi karena Eros jugalah,Meisya menjadi kehilangan Davin.


"Kan sekarang kamu melamun lagi!"Ucap Alex yang melihat Meisya terdiam menatap piring kosongnya.

__ADS_1


"Kurang?"Timpalnya lagi.Alex terkekeh,begitu pun Meisya yang tersenyum lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Alex meletakkan tumis sayur di atas piring Meisya.Meisya langsung memakannya lagi.


Pemandangan yang begitu canggung untuk kedua sepasang kekasih yang sepertinya sudah ada benih cinta di masing-masing hatinya.Mungkin juga Davin ikut bahagia di atas sana melihat bundanya Meisya bersama Alex,ayah idaman Davin.l


__ADS_2