Sang Penggoda

Sang Penggoda
34.Terjatuh


__ADS_3

Alex sengaja menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat.Ini hari sabtu,biasanya Meisya pulang lebih awal.Alex tau kebiasaan istrinya beserta jadwal kerjanya.


Kemungkinan Meisya telah berada di rumahnya,Alex tersenyum lebar segera turun dari mobilnya.Alex mempercepat langkahnya mencari keberadaan istrinya.


"Sayang....Sayang...."Teriak Alex memanggil nama istrinya di sekitar rumahnya.Namun Meisya juga belum terlihat.


"Owh mas Alex udah balik,Kak Meisya masih belum balik bekerja."Ucap Nira yang tengah memasak.Alex melihat arloji yang berada di pergelangan tangannya.Sudah pukul 1 siang,seharusnya Meisya sudah berada di rumah.Apakah Meisya lembur?


Alex mengambil ponselnya yang berada di saku celananya.


"Hallo sayang?apakah kau masih bekerja.sekarang kan hari sabtu!"Ucap Alex mengerutkan dahinya.Sepertinya harapannya tidak sesuai dengan pemikirannya.


"Ia sekarang aku masih sibuk sayang,mungkin juga akan lembur.Sayang nanti dulu ya..Customer sedang ramai di butik."Ucap Meisya langsung mematikan ponselnya.Alex mengerutkan dahinya,belum sempat ia bilang bahwa dirinya sengaja pulang lebih awal.Dia sangat rindu dengan istrinya.Namun Meisya terlebih dahulu mematikan panggilannya.


"Mas..makan dulu.Aku sengaja membuatkan untuk kak Meisya tapi kak Meisya ternyata lembur."Ucap Nira.


Alex memang sangat lapar,dan mendengar bau masakan.Perutnya minta di isi.Segera mungkin Alex menerima tawaran Nira.Alex duduk di dapur sambil menunggu makanan di hidangkan.Nira bergegas mempersiapkan hidangan untuk Alex.


Alex menelan ludahnya,ketika lipatan gundukan sintalnya sangat terlihat jelas di mata Alex.Ditambah ketika Nira menundukkan tubuhnya untuk menyajikan makanan buat Alex.Nira tersenyum manis.Sedangkan Alex menundukkan pandangannya.Mengapa Nira sesexy itu dalam hal berpakaian,apakah dia mengira hanya tinggal dengan Meisya saja kakaknya.Alex segera melahap makanannya tanpa menghiraukan Nira lagi.


Nira memberikan segelas air putih untuk Alex.Dan tidak sengaja gelas yang di pegangnya terjatuh ke lantai.Nira sangat terkejut,begitu pun dengan Alex yang mendengar suara benda yang terjatuh dan pecah.


"Nir,kau tidak apa-apa?"Ucap Alex ketika jari Nira sepertinya tergores pecahan kaca sehingga darah mengalir di ujung jarinya.Nira melihat darah di tangannya dan seketika Nira menjadi pinsan.


Alex terkejut dan membawa Nira langsung ke kamarnya.Alex segera mengambil minyak kayu putih dan di oleskan di bawah hidung Nira dan juga pelipisnya.Alex sangat cemas.Alex menghubungi Meisya namun Meisya tak juga mengangkatnya.


Apa yang harus dilakukan Alex.Alex benar-benar merasa bingung dan sangat cemas.Alex langsung mencari nomer dokter pribadinya.Ketika Alex ingin menghubungi dokter pribadinya,Nira telah sadar.

__ADS_1


"Nir,kau sudah sadar?"Ucap Alex langsung menghampiri Nira yang memegang pelipisnya.


"Dimana aku?"Tanya Nira sambil memijat keningnya.


"Di kamarmu,tadi kamu pinsan.Kenapa?"Tanya Alex sambil melilitkan handsaplast di jari Nira.Nira langsung memeluk Alex.Alex terkesiap di buatnya.Mengapa Nira tiba-tiba memeluknya.Alex berniat melepaskan pelukan Nira.Namun Nira seperti orang ketakutan.


"Ada apa Nir?"Ucap Alex merasa heran.


"Aku tidak bisa melihat darah mas.Aku takut!"Ucap Nira.Alex mengelus punggung Nira agar Nira menjadi tenang.


"Tenang,aku sudah menutupnya pakai handsaplast."Ucap Alex.Alex berfikir mungkin Nira takut dengan darah karena kecelakaan pernah menimpanya.


"Makasih mas Alex.Temani Nira disini,Nira takut."Ucap Nira.Sontak membuat Alex sangat terkejut.Mungkin jika Meisya yang di minta untuk menemani dirinya itu wajar,Namun jika Alex yang di minta untuk menemaninya itu tidak mungkin.


"Tenang Nir.Ia aku akan menemanimu.Tapi Aku harus mengganti pakaianku dulu."Jelas Alex.Nira mengangguk mengizinkan Alex pergi sebentar untuk berganti baju.


Alex melangkahkan kaki ke kamarnya.Lalu mengambil ponsel dari saku celananya.Alex berusaha menghubungi Meisya.Alex berharap Meisya mengangkatnya.Jika tidak,Alex akan terlalu lama menemani Nira di dalam kamarnya.Menurut Alex itu tidak baik jika seorang wanita bersama pria yang bukan muhrimnya,walaupun wanita tersebut Nira adik Meisya.


Nira sudah tidak ada di tempat tidurnya.Alex mendengar shower kamar mandi bergemuruh.Mungkin Nira sedang mandi.Alex menuju kamar mandi Nira.


"Nir..kau sedang mandi?"Ucap Alex.Sambil mengetuk pintu kamar mandinya.


"Auw...."Terdengar suara rintihan di dalam kamar mandi.Segera mungkin Alex yang berada di kamar Nira menerobos masuk dalam kamar mandinya.


Nira terjatuh tersungkur dengan tubuh tanpa kain sehelai pun.


"Ya tuhan,Nira"Ucap Alex mengambil handuk menutupi tubuh Nira dan menggendongnya.Alex tidak peduli dengan tubuh Nira yang tanpa kain.Yang terpenting Nira sedang butuh pertolongannya.Lalu Alex meletakkan tubuh Nira di atas kasur.

__ADS_1


"Hiks..au..sakit mas Alex."Nira menangis kesakitan.Alex segera memijat pergelangan kaki Nira yang sepertinya terkilir.


"Ah..sakit."Nira merintih kesakitan.Sehingga handuk yang menutup tubuhnya mulai longgar,sehingga gundukan sintal milik Nira terlihat jelas.Segera Alex menundukkan pandangannya lagi.


"Nir,bisakah kau memperbaiki handukmu."Ucap Alex sambil memijat kaki Nira.


"Maaf mas.."Ucap Nira langsung mempererat handuknya menutupi gundukan sintalnya.


Alex sekarang benar-benar sedang di uji keimanannya.Jika bukan dirinya yang sedang di posisi ini.Mungkin pria lain akan segera meraup Nira.


Tubuh Alex berkeringat padahal jelas-jelas bajunya menjadi basah karena menolong Nira yang terjatuh di kamar mandi.


"Mas mau pergi kemana?"Tanya Nira ketika Alex berdiri dari duduknya.


"Aku akan mengganti pakaianku."Ucap Alex melihat seluruh bajunya basah.Lalu Alex bergegas pergi dari kamar Nira.


Beberapa menit kemudian,suara mobil bergemuruh di depan rumahnya.Alex segera melihat lewat jendela kamarnya.Alex menghela nafasnya.Itu adalah mobil milik istrinya.Akhirnya Meisya pulang.Segera Alex keluar kamar.


Akhirnya Meisya melihat keadaan Nira.Alex mulai merasa tenang.Lain kali Alex akan menghubungi Meisya sebelum pulang.Alex tidak akan pulang jika Meisya tidak berada di rumah.Menurutnya itu sangat berbahaya.Bukan dirinya tidak bisa menahan nafsunya.Namun bagaimana jika terjadi salah paham.Alex menghampiri Meisya yang memeluk Nira.


"Maaf sayang,aku sangat sibuk.Aku meletak ponselku di bag."Jelas Meisya kepada suaminya Alex.Alex mengangguk mengerti.


"Nir..apakah kau selesai mandi."Tanya Meisya melihat Nira masih menggunakan sehelai handuk yang melilit di tubuhnya.Alex berdoa semoga Nira tidak memberitahu istrinya,jika Alex menolong Nira dalam keadaan telanjang.


"Ia kak,biar sedikit tenang.Aku tidak bisa melihat darah.Aku trauma dengan kecelakaan 10 tahun yang lalu."Jelas Nira.Alex menghela nafasnya kembali.


"Sayang,ayo kita kembali ke kamar.Biarkan Nira istirahat."Ucap Alex memegang pundak Meisya.

__ADS_1


"Sayang biarkan aku menemani Nira.Nira sedang tidak sehat."Ucap Meisya memohon kepada suaminya.Alex memandang istrinya penuh kecewa.


"Tapi sayang..(melihat wajah istrinya yang berharap Alex menyetujui permintaannya).Baiklah..."Ucap Alex bergegas meninggalkan Meisya dan Nira.Alex sangat kecewa.Bagaimana tidak,dirinya lebih awal pulang hari ini untuk bertemu dengan Meisya.Namun Meisya memilih tidur dengan Adiknya.Sebenarnya ujian apa yang di hadapi Alex?Alex menunduk kecewa dan segera memejamkan matanya.


__ADS_2