
Alex terbangun ketika suara shower bergemuruh di telinganya.Alex segera turun melihat kamar mandi.Apakah istrinya sepagi ini telah bangun?
Benar saja,Meisya masih menikmati air yang jatuh di tubuhnya,Alex segera melepas piyamanya yang berbentuk kimono.Ancang-ancang akan meraup istrinya dan tidak akan memberinya lepas kali ini.
Meisya terkesiap ketika sepasang tangan mencengkram gundukan sintalnya,Meisya segera memutar tubuhnya dan Alex langsung meraup bibir Meisya.
Alex ******* bibir Meisya sampai habis dibawah kucuran air shower.Sambil memeluk pinggang istrinya agar semakin dekat dan mendorong Meisya sehingga rapat dengan dinding kamar mandi.Alex mulai menyatukan tubuhnya sehingga Meisya mencengkram bahu Alex dan mendesah kuat bersamaan dengan suara shower yang ikut bergemuruh.
Alex terus menghisap dan ******* semua sisi tubuh Meisya.Meisya semakin mencengkram kuat tak tertahankan.Alex semakin bergerak tidak memberi ruang kepada Meisya.
"Ah..sakit.Pelan-pelan."Ucap Meisya mendesah ketika Alex tidak lagi bisa mengontrol nafsunya yang membuncang.Alex akan bermain dengan sangat lama,bukankah Alex selalu gagal berhubungan intim dengan istrinya karena adik sang istri yang selalu mengganggunya.
Alex ******* bibir Meisya sambil menggendongnya menuju ranjang kamarnya.Alex melemparnya pelan dan meraih kedua tangan Meisya.Memegangnya dengan erat dan memulai beradu kembali.
Alex tidak akan tinggal diam,berapa lama ia harus menahan nafsunya.Biarlah Meisya terus mendesah.Membuat Alex semakin menjadi liar.
"Ah..pelan-pelan sakit..emps.."Meisya terus mendesah.Alex meraup bibirnya agar Meisya diam.Meisya merasakan nikmat namun juga terasa sakit karena Alex semakin erotic menjelajahi setiap inci tubuhnya dan pergerakan yang semakin cepat.
"Tok..tok...tok..."Lagi-lagi suara pintu di ketuk.Alex tidak menghiraukan.Dia terus ******* bibir istrinya dan mengunci tubuh Meisya agar tetap diam tak berkutik sedikitpun.
Prang...
Suara pecahan terdengar sehingga Meisya dan Alex terkejut.Meisya langsung mendorong tubuh Alex.Dan mengambil handuknya.Meisya bergegas merasa cemas.Apa yang terjadi di luar.
Meisya terkejut ketika Nira tersungkur di lantai bersamaan dengan foto pernikahan Meisya dan Alex yang pecah berserakan di lantai.
Meisya segera mungkin mengangkat Nira yang tersungkur di lantai.
__ADS_1
"Maaf kak,Nira gak sengaja pecahin foto pernikahan kakak."Ucap Nira sambil terisak.Sedangkan Alex yang memakai kimono baru keluar dari kamarnya.Alex tak kalah terkejutnya melihat foto pernikahannya yang pecah.Dan menatap tajam Nira.Alex menganggap Nira sengaja menjatuhkan foto pernikahannya.
"Kenapa bisa foto pernikahan kita pecah?"Ucap Alex mengambil fotonya.
"Maaf mas Alex,Nira gak sengaja."Ucap Nira melihat Alex yang terlihat marah.
"Sudah,gapapa Nir..ayo kakak bantu."Ucap Meisya mengangkat tubuh Nira.
"Auw..kaki Nira sakit kak."Ucap Nira tidak bisa berdiri.
"Sayang,angkatkan Nira ke kamarnya.Sepertinya kakinya terkilir."Ucap Meisya.
"Apa,aku lagi?Nir kau benar-benar gak bisa berdiri?"Tanya Alex.Alex tidak percaya kepada Nira bahwa Nira benar-benar terkilir.Andai saja Nira itu bukan adik Meisya.Alex merasa sangat kesal dan geram.Alex masih belum sampai di klimaksnya.Namun Nira berhasil mengacaukannya.Padahal Alex tidak memperdulikam ketukan pintu di kamarnya tadi.
"Sayang..."Ucap Meisya.Benar saja,ucapanya Meisya selalu berhasil membuat Alex luluh.Alex segera mengangkat Nira dan menuju kamarnya dengan langkah kaki yang cepat.Nira merangkul leher Alex dan tersenyum manis kepada Alex.Alex merasa sangat risih kepada sikapnya ini.Sedangkan Meisya mengikutinya di belakang.
Alex meletak Nira di atas ranjang.Meisya segera memijat kaki Nira yang terkilir.
"Nir,kakak harus segera memberi tahu mama.Kalau kau masih hidup."Lanjut Meisya sambil memijat kaki adiknya.
"Jangan terburu-buru kak.Aku ingin memberi kejutan dengan mama."Ucap Nira tersenyum.Alex mengerutkan dahinya.Selalu itu alasan Nira,bahwa jangan terburu-buru.Setau Alex,Ratna tidak memiliki penyakit jantung sehingga mendadak pinsan melihat Nira.
Seterkejut apa sih Ratna sehingga Nira masih ingin merahasiakan keberadaannya.Alex menatap curiga Nira.Nira datang dengan cara yang tiba-tiba.Dan mengapa Nira baru muncul,padahal kejadiannya begitu sangat lama yaitu sepuluh tahun yang lalu.Alex memegang dagunya menatap Nira.
***
Kebesokan paginya,Meisya mengunjungi kantor Alex.Meisya ingin meminta maaf kepada suaminya yang sedang marah.Dengan sebungkus makanan yang baru di beli Meisya di perjalanan menuju kantor Alex.Semua karyawan memberi hormat menundukkan kepalanya kepada Meisya yang baru saja datang.Mereka tau jika Meisya adalah istri bosnya.
__ADS_1
Alex terkejut dengan kedatangan Meisya.Dan tersenyum singkat.
"Sayang kau sedang sibuk?Aku membelikan king burger kesukaanmu."Ucap Meisya meletak bungkusan makanan di meja Alex.
"Terima kasih."Ucap Alex singkat dan terlihat dingin.
Alex masih marah ketika Nira berhasil mengacaukan rumah tangganya beberapa hari ini.Tadi pagi saja Alex langsung berangkat kerja tanpa mencium kening istrinya.
"Kau masih marah padaku,padahal aku udah batalin janji dengan customer yang ingin konsultasi desain denganku."Ucap Meisya sambil mengelus lehernya yang jenjang.
"Tunggu dulu,sejak kapan kancing kemejamu terbuka?"Ucap Alex melihat kancing kemeja Meisya yang terbuka sehingga lipatan dadanya terlihat.Alex tidak akan membiarkan siapapun melihatnya selain dirinya.Menurut Alex,Alex lah yang berhak melihatnya karena Alex adalah suaminya.
"E..kenapa,terlihat sexy kan."Ucap Meisya ingin memancing suaminya agar bergairah.
"Ia kau sexy di depanku gapapa,tapi jangan di depan orang lain."Ucap Alex menggerutu.
"Ia aku tau,aku baru saja membukanya di depan ruanganmu."Ucap Meisya juga ikut kesal dan memasang kancingnya kembali.Alex menahan tangan Meisya.Sepertinya Meisya berhasil memancing Alex.Alex sesegera mungkin membuka semua kancing kemeja Meisya dengan cepat.Alex melempar jas kemeja kerjanya keseberang arah.
Alex mendorong Meisya bersamaan dirinya di atas kursi besar dan panjang yang berada di dalam ruangan kantornya.Alex segera mungkin mengangkat rok ketat Meisya keatas dan membuka celana dalamnya.
Mereka melakukan pergulatan panas diruangan Alex.Tidak ada siapapun yang berani masuk tanpa izinnya.Bahkan ruangannya meredamkan suara.
Meisya dengan senang hati mendesah.
"Sayang maafkan aku,apakah masih sakit.Sekarang aku akan lebih pelan-pelan.Tidak ada yang akan mengganggu kita disini"Ucap Alex.Meraup bibir Meisya dan mencengkram lembut gundukan sintal yang menantang.Meisya meraung tanpa ada yang mendengar selain Alex yang membuat aksinya semakin frontal namun lembut.Alex tidak ingin membuat Meisya terluka lagi karena keganasannya.
"I love you.."Bisik Alex di samping telinga Meisya.Yang membuat pergulatan tersebut semakin nikmat tak terhingga.
__ADS_1
Hy pembaca yang aku sayangi๐๐๐...
sebenarnya siapa sih Nira?kenapa dia muncul tiba-tiba setelah 10 tahun yang lalu.