Sang Penggoda

Sang Penggoda
42.Di Sandera


__ADS_3

Janga lupa pembaca setiaku...


Tinggalkan jejak.Yang greget dong komentnyašŸ¤£šŸ˜‚bikin semangat author aja.


Alex telah menerima file yang berisikan tentang jati diri Nira palsu.Pelacak sangat cepat mencarinya.Alex merasa sangat puas.Alex melihat file tersebut bersama Ratna dan Robert di ruang tamu.


Betapa terkejutnya Alex ketika pertama kali melihat nama dokumen itu.Sandra prawijit!seperti ledakan bagi Alex.Seseorang yang selama ini menyamar sebagai Nira adalah Sandra.Bukti tersebut semakin kuat dengan adanya beberapa gambar tentang Sandra yang di operasi plastik menjadi Nira.Sungguh sangat canggih bisa mengubah seseorang sama persis.


Ternyata di balik wajah Nira adalah Sandra.Alex meraup wajahnya menggunakan ke dua tangannya.Alex tidak menyangka jika Sandra bertindak sejauh ini.Robert dan Ratna menatap nanar Alex yang terpaku melihat lembaran-lembaran tersebut.


Ratna menjadi penasaran dan merebutnya.Seketika tangan Ratna menjadi gemetar dan membuka mulutnya lebar-lebar yang di bungkam dengan satu tangannya melihat perubahan drastis dari Sandra ke Nira.


"Bukankah ini wanita ular tersebut?Kenapa wajah dia bisa berubah menjadi putriku.Aku tidak percaya."Ucap Ratna.


Bukannya Ratna tidak percaya namun Ratna tidak sudi jika Sandra yang pernah merusak rumah tangga Meisya itu mengubah wajahnya menjadi Nira.Dari lekuk tubuhnya memang terlihat sama namun sedikit berisi.Atau jangan-jangan payudaranya juga merupakan operasi plastik sehingga keras.Bukankah Alex pernah merabanya?lebih tepatnya Alex tidak sengaja menyentuhnya di kala itu.


"Luar biasa...zaman sekarang merupakan zaman super canggih.Kita harus lebih waspada dengan orang sekitar dan jangan mudah percaya."Ucap Robert yang di sertai anggukan oleh Alex.


"Lalu apa yang harus kita lakukan,Alex mama tidak bisa berdiam diri.Kita harus singkirkan wanita ular itu.Kalau tidak dia akan terus-menerus mengganggu hidup putriku Meisya.Dia benar-benar iblis"Ucap Ratna.


"Tidak semudah itu kau menyingkirkanku.Sebelum kau menyingkirkanku.Aku terlebih dahulu akan membunuh putrimu yang kampungan ini."Ucap Nira palsu alias Sandra yang tiba-tiba muncul di hadapan Alex,Robert dan Ratna.


"Ma..sayang...hiks..."Ucap Meisya dengan sepilah pisau di lehernya yang di pegang oleh Sandra.Meisya menangis karena nyawa Meisya adalah taruhannya apalagi ia sedang mengandung.

__ADS_1


"Sayang..."Alex terkejut dan mengepalkan tangannya.Sandra kini benar-benar menyulut emosi Alex yang sekarang sedang mengepalkan kedua tangannya.Jika pisau tersebut tidak berada di leher istrinya mungkin Alex akan menghabisi Sandra menggunakan kedua tangannya sekarang juga.Namun Alex tidak boleh bertindak gegabah,atau nyawa istrinya akan melayang tepat di depan matanya.


"Sya..."Ratna dan Robert ikut terkejut dan ketakutan kerena putrinya takut di bunuh.Pisau itu sudah sangat dekat dengan kulit leher Meisya.Sandra bisa saja menggores lehernya detik ini juga jika ia mau.Orang tua Meisya tidak bisa melakukan apa-apa.


"Apa maumu?kenapa kau selalu mengganggu rumah tangga putriku.Lepaskan dia."Ucap Ratna yang ketakutan dan emosinya menyulut namun tak bisa berbuat apa-apa.


"Aku mau kau kembalikan hartaku dan aku juga mau hartamu Alex fernando."Ucap Sandra dengan senyum sinis dan tatapan tajam.


"Baiklah jika kau mau,tapi lepaskan istriku dulu."Ucap Alex yang berusaha menahan amarahnya yang sedang tersulut.Jika Alex bersikap salah maka nyawa istrinya lah yang akan menjadi taruhannya.


"Tidak...jangan lakukan sayang."Ucap Meisya yang menangis.Ia tidak mau jika sampai Alex jatuh miskin karenanya.


"Diam!!!"Teriak Nira.Alex semakin mempererat genggamannya.Seakan tangannya ingin melayang juga di wajah palsu Sandra.


Wasiat yang asli tidak mudah di temukan.Tempatnya sangat rahasia.Dan hanya keluarga Fernando yang mengetahui letaknya.Alex memang sengaja meletak wasiat palsu tersebut di ruang kerjanya.Alex segera tandatangi surat tersebut.Sandra menyeringai senang,berfikir akan segera menikmati hidup mewah.


"Hahaha...Sekarang hartamu menjadi milikku.Dasar bodoh...aku tentu tidak puas.Aku juga mau dengan dirimu Alex fernando."Ucap Sandra.Meisya menjadi terkejut sama dengan Ratna,Robert dan Alex.


Sudah di duga oleh Alex bahwa Sandra bukan hanya ingin dengan hartanya.Dia juga menginginkan dirinya.


"Lebih baik kau bunuh aku.Aku tidak sudi jika suamiku menjadi milikmu lagi."Ucap Meisya tidak takut dengan pisau yang hampir menyentuh lehernya.


"Diam,atau tidak nyawamu bersama bayimu akan lenyap."Ucap Sandra menyeringai mengancam Meisya.

__ADS_1


"Baiklah.Aku akan menuruti apa maumu,tapi lepaskan istriku dulu."Ucap Alex.Alex menatap dua polisi yang sebenarnya telah Alex hubungi sebelumnya yang berada di belakang Sandra.Alex menjadi tenang karena polisi tepat waktu.


Lalu ketika ada celah yaitu saat pisau Sandra di jauhkan dari leher Meisya.Saat itu juga polisi langsung menangkap Sandra sehingga pisau yang dipeganginya terjatuh ke lantai.


"Brengsek...Berani-beraninya kau melapor ke polisi.Awas saja kau...Hahahaha...tunggu pembalasanku...hahahahah...hahahaha"Sandra sudah menjadi gila.


Polisi langsung meringkusnya.Sandra hanya tertawa terbahak-bahak seperti kehilangan akalnya.Polisi menyeret Sandra ke mobil yang mungkin ada dua pilihan antara di cebloskan ke penjara atau ke rumah sakit jiwa.


Sedangkan Meisya berlari memeluk suaminya.Alex juga memeluk istrinya yang penuh dengan rasa takut dan trauma.Begitu pun dengan Ratna dan Robert,hampir saja jantung mereka berhenti berdetak melihat putrinya di sandera.Ratna menepuk bahu Meisya.Meisya menangis terisak.


"Maaf sayang..Seharusnya aku bertindak lebih cepat."Ucap Alex memeluk istrinya.Tubuh Meisya masih gemetar.Ratna mengambil minum untuk Meisya yang sudah duduk di kursi.


"Minum dulu sya.."Ucap Ratna.Sungguh Ratna tidak habis fikir jika Sandra ingin menghabisi putrinya.


Padahal Ratna mengetahui sifat putrinya yang memang tidak pernah mencari masalah kepada orang lain.Apakah putrinya ini terlalu baik sehingga orang dengan mudah membodohinya.Meisya mengira orang lain setulus dirinya.Tapi kenyataannya di dunia ini terlalu banyak macam sifat orang.


"Terima kasih nak Alex.Jika bukan karena tindakanmu.Mungkin mama akan kehilangan Meisya."Ucap Ratna yang mulai tadi menangis.Meisya adalah anak satu-satunya dari pasangan Ratna dan Robert.


"Ini kewajibanku sebagai suami Meisya ma."Ucap Alex.Memang benar,jika Alex tidak bertindak dan berfikir seperti ini mungkin Alex juga kehilangan istri tercintanya.


"Benar nak.Masalahnya bukan hanya nyawa Meisya,tapi bayi yang di kandungnya.Meisya beruntung mempunyai suami sepertimu.Ayah saja sebagai orang tua Meisya tidak sanggup menyelamatkan dua nyawa ini."Ucap Robert yang tidak bisa berbuat banyak atas kejadian tadi.


"Yah,ma.Alex juga sangat beruntung memiliki istri seperti Meisya.Terima kasih kalian juga telah membesarkan Meisya dengan baik."Ucap Alex langsung mencium kening istrinya.Meisya sudah bisa menenangkan hatinya.Sekarang ia tersenyum mendengar ucapan suaminya.Meisya sangat beruntung memiliki Alex.Begitu pun dengan Alex.

__ADS_1


__ADS_2