
Meisya segera membangunkan Alex yang masih terbaring pulas.
"Sayang bangun...katanya mau bikini aku rujak cingur,empek-empek,cireng..."Ucap Meisya sudah menggoyang-goyangkan tubuh suaminya.
"Emps..."Alex hanya menggeliat dan masih tetap tertidur.Pergulatan semalam tentu membuat Alex malas beranjak dari tempat tidurnya.
"Sayang....bangun ih..."Ucap Meisya berusaha membangunkan suaminya.
"Duh...Nanti siangan aja ya sayang."Ucap Alex membuka matanya dan tidur kembali.
"Kamu mau kalau anak kita nanti ngileran."Ucap Meisya menggerutu.
"Ha...ia enggaklah..kamu tuh kalau bicara sembarangan."Ucap Alex langsung membuka matanya lebar-lebar mendengar istrinya yang mengada-ngada.
"Ya udah kalau gitu buatin aku sekarang."Ucap Meisya seperti anak kecil yang merengek.Padahal udah mau kepala 3.Ditambah Meisya yang sedang kelaparan karena telah menguras tenaganya untuk beradu semalam penuh.
"Duh..kenapa ribet banget sih,wanita hamil..Mintanya yang gak ada."Batin Alex.Alex yang mampu membelikan semua apapun untuk istrinya,sekarang tidak bisa berbuat apa-apa.Alex sangat mengantuk.Salah sendiri beradu dengan istri sampai tak ada batas waktu.Sehingga membuat Alex hanya tertidur beberapa jam saja.
"Ia..ia..."Ucap Alex membuka selimut dan bergegas membersihkan diri berlanjut memasak pesanan sang istri.
****
Alex memang pandai memasak masakan luar Negri.Karena Alex nyatanya besar di Amerika.
Dan untuk hal yang di inginkan Meisya,Alex tidak memiliki keahlian.
Alex membuka youtube di ponselnya dan mencoba mengikuti langkah-langkahnya.
Meisya yang menemani Alex memasak hanya terkekeh melihat suaminya.Alex harus memasak 3 jenis makanan sekaligus.Alex sibuk dengan berbagai macam alat masak yang berada di dapurnya.Entah yang mana dulu yang harus ia kerjakan.Meisya hanya memandang merasa terhibur dengan suaminya yang rela memenuhi keinginannya.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian,Ratna dan Robert yang baru saja selesai jalan-jalan di Amerika,melihat seluruh ruangan dapur sangat berantakan.Ratna bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dengan dapur anaknya sekarang.
Lalu Ratna melihat putrinya yang sedang melahap makanan dengan Alex menantunya yang tampangnya juga ikut berantakan seperti dapur.
"Hehe...mama dan papa sudah datang!Alex masak cireng,rujak cingur sama empek-empek.Enak loh ma.mama mau nyobain?"Jelas Meisya.Untungnya Alex berhasil membuat makanan tersebut sehingga Meisya melahapnya.
"Ya ampun,kau suruh nak Alex buatin ini semua masakan.pantas dapur kayak kapal pecah.Kenapa gak nunggu mama sih yang buatin sya.Kan kasian suamimu."Ucap Ratna merasa kasian kepada menantunya yang sudah penuh dengan tepung di seluruh tubuhnya.
"Kan ini keinginan bayi aku mah."Ucap Meisya masih memakan masakan Alex dengan lahapnya.Entah karena lapar atau doyan.Meisya tidak bisa berhenti makan.
"Udah ma,gapapa.Yang penting Meisya senang Alex juga ikut seneng.alex takut anak Alex ileran kalau gak dituruti ngidamnya."Ucap Alex melihat istrinya memakan lahap masakannya.Tak masalah dirinya harus berantakan penuh tepung yang terpenting bagi Alex adalah kebahagian istrinya.
"Hehe bener nak Alex.Emang kalau istri ngidam aneh-aneh.Kamu yang sabar aja ya."Ucap Ratna dan Robert yang menggeleng kepalanya melihat keluarga kecil putrinya.
***
Dan minggu ini sungguh membuat Alex sangat kesal dengan istrinya.Masalahnya Alex telah dianggurin lagi selama 6 hari dan akan menjadi satu minggu jika Alex malam ini tidak berhasil menyentuhnya dan terpaksa tidur di kamar lain.Alasannya lagi-lagi karena permintaan sang cabang bayi yang berada di perutnya.Alex sampai rela tidur dikamar lain,karena istrinya yang tak mau dekat dengannya.
Tak masalah buat Alex jika istrinya setiap malam ingin dipijat oleh Alex.Ujung-ujungnya ada balasan setimpal buat Alex.Yaitu tentu bisa bergulat dengan istrinya.Namun tidak dengan sekarang,yang berhasil membuat Alex uring-uringan .Seandainya istrinya tidak dalam keadaan hamil mungkin Alex akan memaksanya bergulat seperti waktu Meisya memilih tidur dengan Nira palsu.
Entah bagaimana caranya Alex merayu,istrinya sangat susah untuk di bujuk.Alex berfikir mengapa sang caba bayi tidak menginginkannya.Alex baru tau ada cara ngidam seperti ini yang membuat Alex terasa pusing sebagai suami.
Alex sedang mengintip kamar istrinya untuk melihat keadaan istrinya dan mencari cara agar istrinya mau di sentuh.beberapa menit kemudian Alex mempunyai ide.
Alex melihat istrinya mau keluar kamar,segera Alex mengangkat ponselnya ke sebelah telinganya.
"Hellow...Risa ya...apa kabar?"Ucap Alex.Padahal tidak ada satupun panggilan di ponselnya.Alex hanya mengada-ngada dan berakting di depan Meisya.Alex berfikir siapa tau istrinya cemburu.
"Owh...aku baik-baik aja.Gimana perkembangan permodelanmu.Aku bisa membuat kamu semakin terkenal.Kau tau kan aku mempunyai biro periklanan yang paling terkenal"Ucap Alex yang sesekali melirik sang istri.
__ADS_1
Disisi lain Meisya mendengar percakapan Alex yang sedang menelfon.Meisya mengernyitkan dahinya.Dan merasa penasaran.Segera Meisya menghampiri Alex yang duduk sambil menelfon.
"Oke...mumpung aku ada luang sekarang,aku akan menemuimu.Nanti alamatnya aku kirim lewat pesan ya."Ucap Alex.Lalu Meisya duduk di sebelah Alex.
"Sayang kamu mau kemana?"Tanya Meisya.
"Mau ketemu sama model cantik,mau bahas pekerjaan"Ucap Alex berakting layaknya aktor.Padahal ia tau sendiri secantik apapun wanita di luar sana,ia tidak bisa berpaling dari istrinya yang sangat ia cintai.
"Gak boleh...E..e..ah...badanku sakit semua.Tolong pijetin..."Ucap Meisya merengek menghentikan langkah suaminya yang mau pergi menjumpai wanita itu.Alex tersenyum membelakangi istrinya,tidak sia-sia aktingnya,sepertinya akan berhasil.Lalu Alex memutar tubuhnya menghadap Meisya.
"Bukannya kamu gak mau aku sentuh-sentuh."Ucap Alex menaekkan salah satu alisnya.Padahal hatinya sangat gembira.
"Ia tapi aku mau sekarang kamu temenin aku,pijetin aku..sakit semua."Ucap Meisya tetap ketus untuk menutupi rasa gengsinya.
Tanpa banyak kata Alex bergegas memasuki kamar yang sama dengan Meisya.Lebih tepatnya adalah kamarnya sendiri yang lama ia tinggalkan 6 hari karena permintaan Meisya.
Alex mulai memijat istrinya.Nafsu Alex semakin berkorbar dengan sentuhan-sentuhan di kulit istrinya.Wajar jika keinginannya melonjak.Alex telah berpuasa tidak menyentuh istrinya selama 6 hari.
"Sayang...gimana?udah enakan?"Ucap Alex tidak sabar untuk menerkam istrinya.
"Jenguk dedek sebentar ya."Lanjut Alex.Sebenarnya buat Alex tidak ada kata sebentar.Meisya sangat tau ini akan menjadi pergulatan malam yang sangat panjang.
Meisya hanya bisa pasrah ketika suaminya telah menelanjangi tubuhnya dengan cepat.Alex semakin berhati-hati dengan kandungan istrinya.Ini telah memasuki bulan ke enam.Walaupun nafsunya melonjak Alex melakukan dengan lembut namun sensasi sentuhannya masih berhasil membuat Meisya bergeliat.
Alex memainkan lidah dan bibirnya menghisap dan bermain di semua sisi tubuh Meisya.Dan tak luput dengan tangan yang mencengkram gundukan sintal yang semakin berisi dan kenyal,membuat Alex semakin tak kuasa ingin berbuat lebih agresif.
Alex menyatukan tubuhnya dari arah belakang,sehingga muncul desahan Meisya.Berirama dengan lembut dan terkontrol.Meisya menggeliat mencengkram sprei melampiaskan rasa nikmatnya.
Alex mendorong lembut sambil bibir mencium tengkuk leher dan tangan yang tetap mencengkram gundukan sintal istrinya.Posisi tersebut berhasil membuat keduanya hanyut dalam nikmat dengan malam yang panjang.
__ADS_1