Sang Penggoda

Sang Penggoda
KECEWA


__ADS_3

JANGAN LUPA UNTUK PENCET TOMBOL LIKE.


Lemas karena apa yang ia lihat, itu membuat matanya sembab, dan air mata meleleh. Wajah cantik siska tak lagi terlihat ceria, tampak muram, dan sembab. Bagaimana ia bisa melupakan apa yang iya lihat. Suami yang sangat dia kasihi, sekarang berubah menjadi seorang pecandu kenikmatan. Bukankah ia dan suami sudah menikah lebih dari satu tahun?


Tak terasa air mata terus mengalir, akhirnya Siska memutuskan untuk menenangkan pikiran sejenak, lalu memutuskan untuk berhenti sejenak di gubug para petani. Sunyi, ia pun berteriak sekencang-kencangnya.


"Aaaaaahh... Kenapa ia menikahi pria yang salah? apa maunya dia, hingga tega mengkhianati kepercayaan yang sudah aku berikan? Tega kamuuu Aji"...


Lalu sore hari aku pun memutuskan untuk pulang ke rumah, dengan pura-pura tidak mendengar, melihat apa yang sudah mereka lakukan. Ketika kembali ke rumah, rasanya dada ini tercabik-cabik. Bagaimana bisa pernikahan yang dia banggakan, ternyata hancur karena pihak ketiga. Siska menahan air mata, dan berpura-pura senyum, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


"Kamu dari mana saja? Bukankah biasanya kamu pulang siang?" ujar Aji


Jawaban singkat terlontar dari mulut Siska "iya".

__ADS_1


Dasar bodoh, kenapa aku harus percaya kalau dia memang mencintai kamu? sedangkan di hatinya hanya di penuhi dengan Mutia. Jangan pernah bermimpi Siska, dia hanya menganggap mu sebagai wanita simpanan tidak lebih dari itu". rutuk Siska dalam hati.


Semenjak hari itu, Siska memutuskan untuk pisah kamar, dan hal itu membuat Aji bingung. Siska begitu dingin, bicara hanya kalau perlu saja. Berangkat pergi mengajar, hanya cium punggung tangan suami, tapi tidak berbicara.


Drrrrt drrrrt drrrrt


"Assalamualaikum, Kak firasat ibu tidak enak, apa terjadi sesuatu dengan mu? Kakak Putri ibu, apa ada masalah dengan tempat kamu bekerja?" Ujar Sinta


"Walaikumsalam Bu, gak ada masalah apa-apa, Alhamdulillah kakak sehat kok Bu, Doain kakak ya Bu, semoga kakak selalu sehat, o iya Bu, bagaimana kabar ayah?", jawabku


Aku masih terngiang-ngiang ucapan ayah, bahwa rumah tangga banyak kerikil tajam.


Tak terasa hari telah sore, Aji pun pulang kantor, tapi mendapati rumah sudah bersih, kasur di kamar mereka, pun tak ada bekas seperti orang tidur, hanya seprei yang di ganti.

__ADS_1


Aji pun bergegas mandi, rumah tampak terlihat sepi, di carinya Siska tapi tak ada di rumah. Aji pun berpikir kalau dia pasti ada di rumah kakaknya.


Sebetulnya Siska sedang pergi mengajar privat, pulang pun selalu di atas jam sepuluh malam.


Tanpa terasa hari demi hari, Siska tak bergeming tetap diam, tapi tetap urusan perut Siska masih toleransi. Bukan tanpa alasan, karena kecewa dengan sikap Aji, yang sudah melukai perasaannya.


Akhirnya, suatu pagi, Aji memutuskan untuk berbicara. Tapi tak seberapa di hiraukan oleh siska. Siska menyadari, bahwa Aji hanya memanfaatkan dia sebagai istri. Dan hanya menggunakan dia sebagai alasan untuk membuat Mutia itu kembali kepadanya.


Apa lagi, Mutia sudah di dukung oleh sang anak. Walau Siska sudah mendapatkan dukungan dari keluarga besarnya. Walaupun Siska tak ingin meributkan hal ini.


Walau bagaimanapun, keluarga Aji geram dengan Mutia. Mereka ingin rasanya menampar Mutia, tapi Siska lah yang berusaha menenangkan Keluarga Aji.


*****

__ADS_1


HAI PARA READERS. JANGAN LUPA VOTE DAN LIKE NYA. TUNGGU TERUS UPDATE SELANJUTNYA. MAAF KALAU BANYAK TYPO NYA. APALAH HASIL KARYA KU TANPA DUKUNGAN KALIAN


__ADS_2