Sang Penggoda

Sang Penggoda
RINDU 2#


__ADS_3

Akhirnya aku menginjakkan kakiku ke tanah kelahiran ku. Yah, tepat di hadapanku sahabatku. Risma dan Yusuf. Mereka cukup akrab dari awal semester tingkat pertama sampai sekarang. Senang ketemu mereka.


Aku benar-benar merindukan kampung halaman, tempat aku di lahirkan hingga aku dewasa.


Aku merasa sangat bahagia, karena tanah kelahiranku di kota kawasan industri. Aku pun memutuskan untuk lepas penat dari masalah yang tak jua berujung. Aku di kejutkan oleh sapaan hangat dari Risma.


"Hai, kapan kamu datang, aku kok gak di kabari?" sapa Risma.


"Aku baik, bahkan sangat baik" Jawab Siska.


"O iya, mana suami kamu?" ucap Risma


"Oooh. . Masih ada urusan" namun ekspresi wajah Siska terlihat tidak baik.


"Lupa, kamu sekarang ceritanya lagi liburan nih?" kata Risma.


"Bukan. Tapi aku kemarin ikut tes CPNS, namun aku...." dengan ekspresi murung Siska tak melanjutkan ucapannya.


"Ya udah gak masalah. Lagian juga mungkin belum rezeki" Risma sambil menenangkan Siska.


"Apaan sih kamu, sok tahu" Siska tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa ketawa sih, Lagian kan gak lucu. Apa jangan-jangan kamu udah di terima?" Dengan mata membulat.


"He em" cuma kata itu yang terlempar dari bibir tipisnya.


Dan dalam benaknya hanya ingin melarikan diri dari keadaan yang sulit untuk bertahan dari sang suami.

__ADS_1


Hp pun berdering, ternyata dari keluarga Aji.


"Assalamualaikum.." salamku pada seseorang di ujung telepon


"-------------------" ucap seorang di ujung telepon tersebut.


"Maaf, aku gak bisa datang, karena cuti baru dapat ketika 1 tahun bekerja" penjelasan ku pada orang itu di telpon.


"------------------" seseorang di ujung telepon berbicara.


"Insya Allah, kalau liburan aku usahakan pulang" janjiku pada seseorang itu.


Hari pertama aku bekerja sebagai abdi negara, pekerjaan ku baru di mulai, dan berhubung aku menjadi kepala sekolah di sekolah dasar, dan murid-muridnya pun mengalami perkembangan yang baik.


Setiap hari aku bekerja keras demi melupakan masa lalu yang begitu menyakitkan. Siapa sangka, orang yang kita sayangi malah menikam dari belakang, sakit pasti.


Malam hari di rumah kontrakan, aku pun melakukan sholat isya, tak lupa ku panjatkan doa kepada Tuhan, agar orang tua ku tidak mendengar apa yang terjadi pada rumah tangga putrinya. Hp bergetar ada notifikasi WhatsApp dari kakak iparu.


📨 "Masalah?"


📨 " Suamimu"


📨 "Ada apa dengan mas aji?"


📨 "Aji nikah siri dengan wanita itu, dan kami sebagai keluarga, sangat tidak suka


DEG

__ADS_1


Hati mana. yang tak sakit, suami yang dia banggakan sudah mengecewakannya. Remuk hati ini, mata ini terasa panas, hingga butiran kristal bening meleleh dari mataku.


Aku akan hubungi dia. Dan mencari kebenaran yang sudah terjadi selama ini. Aku bersandiwara demi orang tua ku.


"Dasar bau tanah, Masi aja mesum, besok nikah sama siapa lagi?" umpatku dalam batin


Belum ku pencet tombol, tapi ternyata dia yang menghubungi ku.


"Ma, ada di mana?" basa basi Aji.


"Ada di langit" jawabku dengan ketus.


"Kamu itu ada di mana, kenapa barang-barang kamu gak ada" tanya Aji di seberang telepon


Tiba-tiba seorang wanita pun membuka mulutnya dengan manis dan berkata.


"Sayang, lagi yuk mainnya"


"Sayang, kamu telepon siapa sih?" Dengan nada manja.


Langsung ku akhiri telepon masuk dari pria itu. Kali ini Siska meradang akibat perbuatan suaminya. Siska bekerja di Bandung, kebetulan ini Sabtu, jadi bisa sampai dengan cepat, dan memesan tiket pesawat. Sesampainya di kota itu, Siska pun menemui sang kakak. Ternyata wanita itu dan Aji pun datang.


"Ok, sekarang mau apa kamu?" ucap ku sisnis


"Baiklah gak perlu pura-pura lagi, aku beritahukan siapa dia" Aji pun memilih


"Aku sama dia balikan lagi. Kasian anak-anak butuh ibunya" Aji jawab dengan enteng tanpa bersalah.

__ADS_1


**Bagaimana kisah selanjutnya, LIKE terus ya..


Ini kisah nyata, maaf ya Thor masih belajar nulis. Semoga kalian LIKE**..


__ADS_2