Sang Penggoda

Sang Penggoda
KEMBALINYA SANG MANTAN


__ADS_3

Dimas datang dengan wajah kesal, dan murung. Aku mendekatinya sebagai seorang ibu kepada anaknya, lalu Dimas berkata "Wanita bre*****, datang seenaknya, pergi seenak udelnya, gak pakai pikiran apa?".


"siapa yang kakak maksud wanita? apa dia kekasihmu?" Tanya ku pada Dimas.


" Bukan Bun, tapi dia ibuku, ibu kandungku". Umpat Dimas dengan nada kesal.


Aku pun hanya bisa menenangkan pikiran Dimas yang sedang kesal, karena ulah ibu kandungnya. Dimas pun minta izin mau ke kamarku untuk meminjam laptop yang ada di kamarku. Seketika Dimas emosi melihat wanita itu tidur di kamarku dengan pakaian minim, "Apa yang akan terjadi pada bunda setelah ini?", umpat Dimas kepada wanita itu yang tak lain ibu kandungnya.


Lalu wanita itu keluar dari kamar dengan ekspresi pura-pura tidak tahu kalau ini kamar ku.


"Hallo, kamu kan Siska yang jadi guru di sekolah TK A itu kan?", Ucap sang ibu.


lalu dia mengulurkan tangan, seraya berkata, "Kenalkan, aku adalah istrinya Aji, nama aku adalah Mutia".Ucap wanita itu.

__ADS_1


Ryan pulang dari rumah kawannya, berkata,


"Mah, udah bangun? Mana Papa Mah?"


Ryan menanyakan sang ayah, yang belum pulang dari kantor. Ryan pun mempunyai inisiatif untuk menyatukan kembali ibunya dengan sang ayah.


Tak selang lama kemudian, Ayahnya pulang dari kantor, lalu dengan senyum mengembang, melihat wanita yang sudah lama tak bertemu, akhirnya bertemu. Setelah itu Mas Aji, pamit untuk mandi karena merasa bau keringat. "Mah, aku mandi dulu ya. Badanku terasa tak nyaman, bau keringat". Mas Aji pun tersenyum kepada Mutia.


Aku pun teramat polos, jadi tak mengerti permainan apa yang sudah mereka rencanakan, Dimas sudah merasa ada yang tak beres dari kembalinya ibu mereka.


Mas Aji dan Mutia berbicara, sambil tertawa, bahkan terlihat bahagia seperti waktu menikah. Setelah puas ngobrol dengan Mutia, akhirnya suamiku meminta untuk Mutia menginap di sini. Aku pun menyetujui, karena Ryan pasti sangat senang bila berada dekat dengan sang ibu. Ryan mengucapkan "Ma, jangan pergi lagi ya?", ucap Ryan sambil mengiba.


Mutia pun mengangguk. Aku pagi sekali pun berbelanja untuk masak hari ini. Aku sambil masak membuatkan kopi untuk mas Aji, tapi ternyata, Mutia pun merebut cangkir yang sudah berisi kopi dan gula. "sini, biar aku saja yang membuat kan kopi", ucap Mutia padaku.

__ADS_1


Akhirnya, masakan matang, dan suamiku pun bergegas mandi, lalu sarapan, yang di lihat hanyalah sang mantan istri sambil tersenyum, "Makasih ya Mah, kopinya enak, masih sama seperti dulu." ucap Aji kepada Mutia.


Tak terasa, waktu menunjukkan pukul 07:30 WIB, Aku bergegas ganti baju, lalu ku ambil sepeda motor matic kesayanganku. Lalu berangkat sekolah. Pamitan berangkat ke sekolah.


Brrrmmmm


Sampai di sekolah, Untung saja belum terlambat. Lalu aku pun mulai mengajar anak-anak untuk membaca. Dan siang itu aku pulang ke rumah seperti biasa, ku dengar suara desahan, "Aaahh.. Eeenaaak... mmmp Terus". Ku pikir tetangga sebelah yang sedang bercinta. Tapi kenapa pintu di biarkan terbuka, dan pintu kamar pun terbuka, Yang aku lihat, suamiku sedang asyik bergumul dengan mantan istrinya. Aku pun tertunduk lemas, aku melihat sendiri apa yang mereka lakukan. Muka ku merah seperti memendam kekecewaan.


**


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR YA.


DI TUNGGU KELANJUTAN KISAH SANG PENGGODA

__ADS_1


__ADS_2