Sang Penggoda

Sang Penggoda
PULANG #2


__ADS_3

Aku pulang tapi tidak dengan tangan hampa, kabar itu menyebar seluruh kota itu, dan tentu aku senang, karena sedikit permainan dari ku. Tentu saja, keluarga Aji mendukung keputusan aku, karena keluarga tidak ingin Tiara kembali kepada Aji, karena sifatnya yang tak berubah, selalu kembali bermain-main dengan pria mencari kepuasan. Ayam betina, yang selalu menjadi pemuas nafsu para pria berkantong tebal. Keluarga mendukung sedikit permainan, tentu aku tidak mudah di taklukkan oleh pria, aku berkomitmen untuk melakukan itu hanya dengan pasangan sah saja. Aji makin bingung dengan apa yang terjadi. Hingga ke gep dalam keadaan polos.


flashback On


"ka, kamu siap dengan konsekuensinya karena kamu bermain-main" Bily mengingatkan sang adik


"Siska siap untuk perang dingin dengan nutup mereka. Bahkan permainan ini belum seberapa di bandingkan rasa sakit ku"


"Mas biarkan setelah ini aku bercerai dari dia"


"Baiklah, jika kau ingin bercerai, apa kamu yakin?"


"sangat yakin Mas"


"Baiklah, tapi mas harap, hubungan kekeliruan kita tetap kompak dan semakin kuat"


"Mas, aku besok pagi harus kerja, gak mungkin abdi negara harus cuti kan belum 1 tahun"


"Kamu beneran jadi abdi negara? Terus pengangkatan gimana?"


"Iya, tenang aja mas, pengangkatan aku di kota kembang"


"Mungkin setelah ini aku akan melepaskan adik Mas Bily, dan memulai hidup baru"


Flashback off


Sesampainya di kota itu, aku pun memulai aktivitas rutin, mengoreksi tugas, dan membuat laporan kurikulum.


Jemari tanganku pun dengan cekatan membuat laporan itu. Tanpa terasa perut sudah demo minta di isi.


Aku langsung menuju kantin di sekolah, dan pesan nasi pecel dan es teh. Kebetulan jam makan siang pasti kantin penuh, di saat bersamaan makanan tiba ternyata Malika pun yang melihatku di meja kantin, dan kita makan siang bersama.

__ADS_1


Tiba-tiba ada pesan masuk di WhatsApp


📨 ***Aji


Kamu dimana?


📨 Me


yang pasti gak di rumah


📨Aji


Kamu selingkuh?" suami jauh masih sempat


ML sama cowok Laen


📨 Me


"Orang ini, makin kesini makin ngelunjak, makin hilang rasa respek aku, maling teriak maling" Siska yang merutuki sikap Aji.


"O iya, tugas sudah beberapa di koreksi, tapi bagian kurikulum minta ada revisi masalah anggaran buku LKS" ujar Malika


"nanti deh bakal di cek,seberapa banyak yang di butuhkan" ujarku sambil mengetik laporan.


"Sis, udah makan belom?" tanya malika


"Belom nih, kebetulan nih udah di demo sama cacing di perut" ujarku yang sambil meringis.


"Ya udah cabut yuk ke nasi Padang, laper nih" ajak Malika padaku


"Yuk, gue juga laper nih.." sambil menuju rumah makan padang

__ADS_1


Di rumah makan Ampera, kami pesan nasi Padang. Aku tak sengaja menyenggol gelas orang itu karena buru-buru kembali ke Disdik.


"Sorry" ucapku tulus.


"Gak masalah" si pria itu tak ingin memperpanjang masalah.


ketika melihat wajah Siska, ternyata sahabat lamanya ketika SMA dulu.


"Siska?" ucap pria itu


"Reno" aku kaget karena penampilan berbeda.


"Wah sudah lama tidak bertemu juga, kamu makin cantik" Reno memujiku.


"Ah...Biasa aja" ucapku


"Kok pakai seragam dinas kamu abdi negara?" ucapnya


"Begitulah"


"Kamu kenapa pakai jas seperti formal gitu" tanyaku pada Reno.


"Aku sekarang abdi negara, hanya berbeda versi" Reno menjelaskan penampilan.


"O iya, kita duluan ya?" ucapku


"Sis, aku minta nomer WhatsApp kamu, boleh?' Soalnya weekend aku mau ajak kamu keliling" ujar Reno.


Siska pun memberikan nomor WhatsApp, dan kembali ke tempat kerja. Siska pun penasaran dengan Reno, jika sama seperti dia, pasti pakai seragam dinas. Sedangkan Reno pakai jas.


**Seperti apa kelanjutan ceritanya? Penasaran?

__ADS_1


tolong like atau vote. Dan nantikan kisah selanjutnya. Terimakasih**


__ADS_2