Sang Penggoda

Sang Penggoda
16.Vanya


__ADS_3

Alex mendapat tepukan yang sangat meriah berkat persentasi yang sangat baik.Namun Alex melihat jam tangannya yang terus berputar,Alex menunggu waktu untuk menjemput Davin.Alex tau persis jam pulang sekolah Davin.Dia sangat peduli kepadanya.Seperti prioritas utama baginya menjemput Davin.


Selesai meeting Alex bergegas menuju parkiran mobil,namun sebelumnya Vanya telah menghentikan langkah Alex.Vanya adalah calon tunangan Alex.Vanya adalah orang Amerika.Bulan depan mereka akan segera tunangan.Wanita cantik dan elegan dengan perhiasan dan busana yang mencolok,dan tentu dengan merk terkenal.Semua orang pasti mengenalnya,Vanya adalah model yang lagi naik daun di Amerika.Bodynya bagaikan biola seperti model pada umumnya.


"Hy..My honey"Ucap Vanya mencium pipi Alex dan bergelayutan di tangan kekar Alex.


"Van..Aku mau menjemput Davin"Jelas Alex sambil melihat jam tangannya berputar sambil menggunakan bahasa inggris.


(Namun author di sini sengaja memakai bahasa indonesia agar pembaca mudah mengerti)


"Siapa Davin?temanmu?"Tanya Vanya,Vanya baru mendengar namanya.


"Ia temanku"Singkat Alex.


"Aku ikut"Ucap Vanya mengikuti langkah kaki Alex bersamaan.Alex mengangguk setuju jika Vanya ikut bersamanya.


Sesampai di depan sekolah Davin yang tentu sangat dekat dengan kantornya,Alex masih menggunakan mobil miliknya untuk menjemputnya karena Vanya bersamanya.


"Davin..Maaf om telat ya"Ucap Alex yang telah 5 menit menjemput Davin.


"Tidak om"Ucap Davin lalu melirik wanita di samping Alex.


"Sayang,ini yang namanya Davin?"Ucap Vanya merasa heran kepada Davin yang ternyata seorang anak kecil.


"Ia dia Davin.Temanku"Ucap Alex yang terkekeh dengan keterkejutan Vanya.

__ADS_1


"Serius..Dia keponakanmu?"Tanya Vanya lagi, tidak percaya.


"Serius dia temanku,bukan keponakanku"Ucap Alex.Vanya hanya melihat tak percaya,semenjak kapan calon tunangannya ini mempunyai teman anak kecil.Vanya memang akhir-akhir ini jarang bertemu Alex lantaran Vanya sibuk dengan modelingnya.


Mereka pun masuk dalam mobil,kini Davin duduk di kursi belakang lantaran ada Vanya yang mengganti tempat duduknya di depan bersama Alex.Vanya hanya diam melihat Alex begitu akrab dengan Davin.Vanya tidak begitu tertarik dengan percakapan mereka.Memang Vanya tidak terlalu menyukai anak kecil.Vanya pun berencana akan mengundur untuk hamil jika menikah nanti dengan Alex.Vanya lebih menyanyangkan tubuh idealnya.


Disisi lain Meisya tidak terlambat untuk menjemput putranya kali ini.Meisya pun telah sampai di Apartement Alex.Meisya terkejut ketika yang membuka pintu bukan Alex.Dia berfikir mungkin dia salah apartement.Namun dia ingat dengan benar.Alex pun keluar yang membuat Meisya lega karena ternyata tidak salah apartement.


"Kau sudah datang?"Ucap Alex.Vanya memandang rendah Meisya,tidak menyukainya ada perempuan yang dekat dengan Alex selain dirinya.Alex sudah menjelaskan Meisya kepada Vanya.Meisya mengangguk sambil masuk dalam apartement Alex.


"Van..buatkan minum untuk Meisya"Ucap Alex.


"Apa?aku tidak percaya Alex menyuruhku membuat minuman.Emang aku pembantumu.Aku kan calon tunanganmu"Batin Vanya terpaksa melangkahkan kakinya ke dapur.Kalau tidak karena Alex adalah calon tunangannya.Vanya tidak akan mau repot-repot ke dapur.


Beberapa menit kemudian Vanya datang dengan membawa dua gelas minuman untuk Meisya dan tentu untuk Alex.Vanya hanya ingin terlihat baik di depan calon tunangannya ini.


"Silahkan minum,sayang ini untukmu juga"Ucap Vanya mempersilahkan Meisya untuk meminumnya dengan senyuman palsunya kepada Meisya.


Meisya meminum seteguk minuman Vanya,Namun rasanya tidak begitu enak di mulut.Ingin rasanya Meisya mengeluarkan minuman yang terlanjur di teguknya.Namun Meisya tidak berani,menyangkut ini tentang perasaan Vanya.Vanya adalah wanita karier dan fokus dengan pekerjaannya sebagai model.Tentu untuk pergi ke dapur adalah hal pertama yang di lakukan Vanya hari ini.


"Kenapa sya?"Ucap Alex melihat Meisya dengan raut wajah tidak biasa.


"Gak papa,minuman buatan nona Vanya enak"Ucap Meisya berbohong untuk menjaga perasaan Vanya.


"Benarkah?"Ucap Alex.Lalu Alex meminum minuman yang sama yang di buat oleh Vanya.Membuat Meisya terkejut,kenapa Alex malah meminumnya.

__ADS_1


Seketika Alex menghamburkan air yang masih berada di mulutnya.Alex tidak mampu menelannya.Sontak membuat Vanya yang berada di sampingnya kaget.Begitupun Meisya juga terkejut.


"Van,ini minuman apaan sih?"Tanya Alex,wajahnya terlihat marah.Sedangkan Vanya memang tidak menyicipi racikannya sebelum di bagikan untuk Meisya dan Alex.


"Kenapa sayang?"Ucap Vanya terlihat cemas.


"Coba aja sendiri"Ucap Alex menawarkan minuman yang dibuat Vanya.


Vanya meneguknya,dan benar saja,ia memuntahkannya juga.Alex merasa tidak enak hati kepada Meisya.Andai tau Vanya tidak bisa membuatnya pasti Alex akan turun tangan sendiri.Dan Alex sedikit kecewa kepada calon tunangannya ini,Alex berfikir ke depan.Bagaimana jika Vanya menjadi istrinya,Vanya tidak akan bisa memasak untuk Alex.


Membuat minuman saja tidak becus.Bukankah ini adalah hal yang paling mudah.Vanya memohon maaf kepada Meisya dan juga Alex.Dan menuju ke dapur.Di sana Vanya tidak berhenti mengumpat,mengapa hari ini dia susah payah untuk membuatkan minuman untuk Meisya dan Alex.Jika Vanya menolaknya pasti Vanya merasa tidak akan di permalukan seperti ini.


Vanya kembali ke ruang tamu dengan rasa malu.Vanya duduk di samping Alex begitu canggung.Sedangkan Alex masih berbincang dengan Meisya.Dan Davin yang sedang bermain game.


"Sya,bukannya kamu sekolah desain,tentunya kamu bisa merancang busana?"Tanya Alex,meningat Meisya sekolah desain.


"Ia benar lex"Ucap Meisya.


"Kamu bisa merancang gaun untuk Vanya.Kita akan segera bertunangan bulan depan"Ucap Alex.Yang membuat Vanya menatap tajam ke arah Alex.Tentu Vanya tidak mau.Vanya telah berencana merancang gaunnya di butik terkenal langganannya.


"Ia bisa lex.Kesempatan besar bagiku untuk merancang gaun nona Vanya.Nona Vanya bisa menentukan desainnya,saya akan memberi solusi terbaik di balik desain yang anda tentukan,dan menambahkan desain hasil pemikiranku jika di perlukan"Ucap Meisya.Vanya hanya diam,hatinya sangat tidak setuju dengan ide Alex.Rasanya ingin menolaknya,namun Vanya tidak ingin membuat Alex berfikir buruk tentangnya.


Vanya berfikir,bagaimana dirinya tidak cantik menggunankan gaun hasil rancangannya,Hatinya begitu kesal dengan keputusan Alex.


"Jika sampai rancangannya tidak pas di tubuhku,aku akan merobeknya"Batin Vanya mengumpat.Vanya adalah wanita sosialita,yang menempel di tubuhnya adalah barang-barang dengan harga selangit.Dan Vanya berfikir Meisya tidak mampu merancang gaun keinginannya.Vanya memandang remeh Meisya yang masih bersekolah di sekolah desain,pasti pengalamannya masih mendasar menurut Vanya.

__ADS_1


__ADS_2