Sang Penggoda

Sang Penggoda
29.Bayaran


__ADS_3

Alex menaiki tangga rumahnya,Alex baru saja datang dari kantor dan melalui kamar Meisya.Meisya yang bersandar di ranjang sambil memainkan laptop, melihat Alex yang lewat di depan pintu kamarnya yang sengaja terbuka.


"Lex..kau sudah datang?bagaimana dengan Sandra, apa dia percaya?"Ucap Meisya turun berlari menghampiri Alex.Meisya sudah menunggu Alex semenjak tadi dan sengaja membuka pintu kamarnya,agar bisa melihat Alex datang bekerja. Karena untuk menuju kamar Alex,Alex harus melalui kamar Meisya.


"Tentu,apakah kau hanya ingin menanyakan tentang Sandra?"Ucap Alex terlihat lelah,dan sangat berharap Meisya tidak menanyakan hal itu,Alex berharap paling tidak Meisya memperhatikan dirinya.


"Oups...Maaf,pasti kau lelah.Kau sudah makan?"Ucap Meisya tersenyum canggung atas keterlambatannya.Meisya mengumpat dirinya mengapa Meisya tak sepeka itu.


"Terlambat!"Ucap Alex menatap Meisya sambil menaikkan salah satu alisnya.


"Maaf,jangan seperti itu.Aku hanya senang saja,aku bisa melihat sikap asli sandra,aku sudah tau bagaimana cara dia menggoda Eros."Ucap Meisya tersenyum.Meisya mengingat Sandra yang seperti ular kepanasan saat mencoba merayu Alex.Haruskah seperti itu untuk mendapatkan seorang pria.Jika benar?pria hanya mencintai karena sebatas ketertarikan fisik saja yang tentu itu bukan selamanya.


"Baiklah,siapa dulu kau yang suruh!bahkan aktor terkenalpun lewat."Ucap Alex tersenyum dan menaikkan salah satu alisnya.Meisya hanya terkekeh melihat sifat percaya diri Alex.


"Dan,ya apa bayaranku ketika Aktingku berhasil"Ucap Alex melangkah mendekati Meisya.Meisya langsung menatap Alex yang lebih tinggi darinya dan merasa sangat gugup di situasi seperti ini.Situasi seperti ruangan mendadak mencengkram,hampa dan beraroma nafsu yang memburu beserta jantung yang berdetak tidak normal.


"Maksudmu..e..."Ucap Meisya.Meisya memundurkan langkahnya dan Alex semakin dekat sehingga Meisya tersandar di dinding kamar,seperti tak ada ruang lain dan menjadi sangat sempit.

__ADS_1


"Aktingku gak gratis loh."Ucap Alex mengunci Meisya dengan kedua tangannya yang terpaku di dinding.Jantungnya semakin berdegup.Alex semakin mengikis jarak.Bahkan hembusan nafas keduanya saling beradu.


"e..apa yang kau lakukan,e..Jangan bercanda Lex."Ucap Meisya glagapan.Alex menatap Meisya dengan tajam seakan ingin meraupnya.Gadis yang berada di depannya,seakan membuat dirinya ingin bertindak jauh,namun berfikir dua kali untuk berbuat karena wanita yang berdiri di depannya sangat ia hargai.


Dalam hitungan detik,Alex langsung mencium bibirnya.Meisya memejamkan matanya.Alex meraup bibir kecilnya dengan mudah,terasa manis dan manisnya tak ada habisnya.Bukan seperti permen yang selalu di hisap namun hilang.Tapi seperti rasa candu,sekali menikmati,ada rasa ingin mengulangi.


Meisya memegang dada Alex,Alex terus meraup dengan lembut,Meisya hanya mampu memejamkan matanya.Rasanya nikmat,ketika bibirnya di raup dengan lembut.Bahkan Meisya juga tidak ingin melepaskannya.Alex melepaskan ciuman itu dan memegang dagu Meisya.Menatap wajah calon istrinya dengan serius.


Terasa begitu meneduhkan,bibirnya yang kecil mungil,bulu matanya yang lentik,tak ada polesan yang melekat namun berhasil membuat Alex jatuh cinta.Meisya membuka matanya,melihat Alex menatap dengan serius dirinya,mata yang hitam tersebut menunjukkan ketulusan.Meisya sangat merasakan bahwa pria yang berada di depannya ini bisa menjaga dirinya dari rasa sakit.Ia berbeda dengan Eros.matanya tak setulus Alex.


"Aku,sangat beruntung mendapatkanmu!"Ucap Alex di sela-sela mereka berbicara melalui mata.Ada perasaan di masing-masing tempat.Walaupun mereka diam,namun mata mereka saling berbicara.


Bahkan Meisya yang ingin tidur tidak bisa memejamkan matanya,mengingat betapa bahagianya dirinya ketika di cium oleh Alex.Ke kanan ke kiri mencoba merubah posisinya agar terlepas dari fikirannya yang mengarah kepada Alex.


***


"Ough..bagus,kau ingin bercerai denganku.Sebenarnya aku telah lama menunggu momen ini"Ucap Eros.Ketika Sandra mengatakan akan menceraikan Eros.

__ADS_1


Sandra tidak menduga akan mendapatkan jawaban ini dari Eros.Sandra terdiam sesaat.Bukankah ini yang diinginkan oleh Sandra agar segera di nikahkan oleh Alex.Namun terasa begitu mudah,Sandra rasa akan mendapat sebuah penolakan dulu sebelum berhasil.Nyatanya tidak,Eros menginginkan hal yang sama semenjak dulu.


"Apa?e..maksudku,baguslah aku tidak akan bersusah payah untuk menceraikanmu.Tapi aku harap kau jangan menyesal telah menyetujui perceraian ini.Kau tak bisa hidup tanpaku."Ucap Sandra menyembunyikan keterkejutannya.


"Kau pikir begitu,setelah kau tidak menyampaikan keadaan putraku Davin yang membutuhkanku.Dasar wanita licik.Aku baru sadar kau ternyata tidak lebih dari seorang wanita murahan.Aku seharusnya yang menyesal karena meninggalkan Meisya demi dirimu."Ucap Eros.


Dia sangat menyesal telah menukarkan berlian demi kerikil.Seandainya Eros tidak tergiur dengan jabatan dan kedudukan maka ia tidak akan menceraikan istrinya yang penurut dan setia.Atau menelantarkan putranya Davin.Eros sungguh sangat menyesal.


"Owh,Kenapa kau baru menyadari?Baiklah,aku akan mengembalikan wanita kampungan itu kepadamu."Ucap Sandra tersenyum licik.Seperti tujuannya telah tercapai semudah ini.


Sandra berfikir akan mengembalikan Meisya kepada Eros,karena Alex akan segera menjadi suami Sandra.Dan tentu agar tidak menganggu kehidupannya kembali,yaitu dengan menyingkirkan Meisya.


"Apa maksudmu?Jangan bilang kau bercerai denganku karena kau ingin merebut Alex calon tunangan Meisya?"Ucap Eros seolah mengerti benar dengan isi kepala Sandra.


"Hahaha..ternyata kau cukup pintar.Bukankah aku sangat berbaik hati kepadamu,Jadi terima kasihlah kepadaku!"Ucap Sandra menyombongkan dirinya.


"Apa???Jangan lagi kau mengganggu Meisya.Cukup hubunganku saja kau hancurkan"Ucap Eros.Menyadari kesalahannya selama ini.Sebenarnya Eros dulu sangat mencintai istrinya Meisya.Meisya yang sangat pengertian,bahkan lebih tau yang di inginkan Eros.Jika bisa,Eros ingin memutar kembali kehidupan masa lalunya yang begitu indah bersama Davin putra kesayangannya.Eros telah gagal menjadi ayah yang baik bagi Davin.Bahkan Eros dulu tidak mempunyai kesempatan menanyakan kabar Davin.

__ADS_1


"Jangan munafik,bukankah ini yang kau inginkan!"Ucap Sandra.Sandra ingin tertawa geli mendengar Eros yang juga seberengsek dirinya.Sandra mengingat bagaimana Eros melihat Meisya saat ulang tahun pernikahannya.Sangat terlihat jelas,bahwa Eros masih menyimpan rasa cinta kepada mantan istrinya Meisya.Namun Sandra tetap diam memperhatikan Eros.


Sandra meletak gugatan cerainya di meja ruang tamu lalu bergegas pergi meninggalkan Eros yang menatap surat gugatan cerai.


__ADS_2