Sang Penggoda

Sang Penggoda
40.Maaf


__ADS_3

Hy para pembaca yang setiaπŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya....


Setelah perbincangan cukup lama,Meisya mengantar Nira untuk kembali ke kamarnya.Sedangkan yang lain melanjutkan perbincangannya.


"Nir,sekarang kan ada mama.Kau tidur dengan mama ya?"Ucap Meisya yang sekarang sedang berada di dalam kamar Nira.


"Tapi kak,Nira lebih senang cerita dengan kak Meisya."Ucap Nira.Bilang aja biar bisa membuat jarak antara Meisya dan Alex.Nira ini benar-benar pintar memainkan peran.


"Owh,jadi kau tidak mau tidur dengan mama nih?"Ucap Ratna yang baru saja datang.Sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Eh..mama,mana mungkin Nira tidak mau tidur dengan mama.Nira kangen sama mama"Ucap Nira.Untung ada Ratna sehingga Meisya leluasa untuk tidur dengan suaminya.Mungkin sekarang Meisya dan Alex bisa berhubungan intim tanpa ada yang menganggunya.


Sedangkan Ratna memang sengaja menemani Nira karena Alex menantunya bercerita jika, istrinya Meisya tidak tidur bersama lagi ketika Nira datang di kehidupannya.


****


Meisya telah menunggu Alex di dalam kamarnya karena Alex semenjak tadi sedang menemani ayahnya Robert di ruang tamu.Dengan gaun malam yang sangat tipis sehingga pakaian dalamnya terlihat dan lekuk tubuh Meisya yang sangat menonjol.


Meisya merasa tidak nyaman memakainya,kalau bukan karena untuk meminta maaf kepada sang suami yang sering dianggurin beberapa pekan ini Meisya tidak akan sudi menggunakan gaun tipisnya.Gaun ini adalah gaun dari sang mama Ratna di pernikahannya.Meisya tidak pernah memakainya.Meisya baru malam ini memakainya.Menurut Meisya ini terlalu fulgar baginya.


Suara langkah kaki menuju kamar Meisya.Detak jantung Meisya menjadi mendadak cepat.Ingin rasanya sekarang juga Meisya mengambil piyamanya untuk menutupi kefulgarannya.Namun Alex sudah berada tepat pintu kamarnya.Meisya berusaha tersenyum.

__ADS_1


"Tumben kau tidur disini?"Ucap Alex dengan mengangkat salah satu alisnya.Padahal Alex sedang menahan nafsunya yang melonjak ketika melihat istrinya sesexy ini.Namun Alex mencoba tenang.Alex ingin melihat seberapa jauh istrinya berusaha untuk mendapatkan hatinya kembali.


"Nira ingin tidur dengan mama."Ucap Meisya sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.


"Bilang aja kalau kangen.Gak usah gengsi.Nanti aku keburu di ambil orang loh."Ucap Alex berjalan melangkah ke kasurnya dan berbaring.Seolah-olah bersikap dingin terhadap istrinya namun rasanya Alex ingin segera menerkamnya.


"Dih,semenjak kapan suamiku menjadi PD."Batin Meisya.


"Ia kangen!ya udah kalau gak mau tidur dengan aku.Lebih baik aku tidur dengan mama dan Nira."Ucap Meisya berdecak kesal sambil berdiri mau melangkahkan kakinya ke kamar Nira.Namun Meisya berharap Alex menghentikannya.


"Kamu tu..gak pinter ngerayu"Ucap Alex yang tiba-tiba memeluk Meisya.Meisya tersenyum bahagia dan mendadak lega.Akhirnya Meisya tidak sia-sia menggunakan gaun tipisnya.


"Aku tuh..cinta banget sama kamu."Ucap Alex sambil mengecup leher Meisya.


"Owh kamu jadi gak percaya sama aku.Kamu lebih percaya dengan iblis wanita itu"Ucap Alex melepas pelukannya.Ini nih yang bikin Alex tidak suka.Dirinya sering di ragukan oleh Meisya.Padahal Alex sangat mencintai Meisya.Namun Meisya lebih percaya dengan orang lain yang menurut Meisya adalah adiknya.


"Tidak sayang.Maafin aku...Aku bodoh,maaf jika aku sering meragukanmu.Lain kali aku akan percaya dengamu."Ucap Meisya mengusap pipi wajah Alex dengan punggung tangannya.Jelas membuat Alex semakin terasangsang.Hanya istrinyalah yang membuat nafsunya benar-benar membuncang dan rasa nikmat yang berbeda dengan wanita lainnya.


"Kalau gitu,cium dong."Ucap Alex.Wajah Meisya menjadi bersemu.Lalu Meisya mencium pipi Alex namun Alex menggeser wajahnya sehingga Meisya mencium bibir Alex.Kali ini Alex benar-benar meraup dan menerkamnya.


Mencium bibirnya lama-lama dengan tangan yang sibuk melepasi gaun tipis Meisya dengan mudah.Lalu membaringkan istrinya di kasur bersamaan dengan dirinya yang telah berada di atas tubuh istrinya.Meisya juga ikut melepaskan kaos dan celana pendek Alex.


Alex mencium setiap sisi tubuh Meisya,Meisya menggeliat nikmat.Menyelusuri sampai bawah yang membuat Meisya mencengkram kuat kain sprei.Lalu berlanjut menyatukan dirinya dengan dorongan kuat yang berhasil membuat Meisya mendesah kuat.Segera mungkin Meisya menutup mulutnya sendiri dengan satu tangannya.

__ADS_1


"Kenapa?"Ucap Alex tersenyum dan berbisik di samping telinga Meisya.Terkadang Meisya terlihat menggemaskan.


"Ih..Kau ingatkan kita hanya berdua saja di rumah.Kalau ayah,mama dengar gimana.Sayang sih ganas banget"Ucap Meisya merasa geram dengan Alex.


"Tapi enak kan!"Ucap Alex tersenyum dan meremas gundukan sintalnya.Meisya menggeliat.Tidak bisa di pungkiri,setiap sentuhan suaminya Alex berhasil membuat sensasi nikmat tak terlupakan.


"Gapapa,mereka udah tidur.Kita nikmati membuat adik untuk Davin"Ucap Alex.Alex mempercepat gerakannya.Sedangkan Meisya menepuk bahu Alex.


"Ah..sayang..eumps..."Meisya terus mendesah.Meisya segera ******* bibir suaminya.Daripada dirinya terus mendesah merasa nikmat,lebih baik ia bungkam dengan ciuman.


Mereka terus bergulat panas sehingga menimbulkan bunyi dari ranjangnya yang juga ikut berirama.Dengan nafas yang juga ikut beradu bersamaan dengan detak jantung yang semakin berdebar.Dengan nafsu yang membuncang,mungkin ini akan menjadi malam panjang bagi mereka apalagi dengan tidak adanya Nira yang akan mengganggunya.


Di lain sisi,Nira terbangun dan turun dari kasurnya dengan pelan-pelan.


"Nir kau mau pergi kemana?"Ucap Ratna yang terbangun.Lebih tepatnya Ratna memang tidak tidur dan pura-pura memejamkan matanya saja.Ratna tau benar,pasti Nira akan mengganggu putri dan juga menantunya.Ratna tidak akan membiarkannya.


"Ke kamar mandi ma,mau pipis."Ucap Nira yang telah berada di pintu kamar.


"Loh.Kamar mandi di kamar ini kan ada.Ngapain kamu mau keluar kamar?"Ucap Ratna.


"Eh..ia ma lupa.Mungkin Nira lagi ngigau.Nyawa masih belum nyatu ma."Ucap Nira terkekeh canggung dan langsung masuk ke kamarnya kembali dan menuju kamar mandi yang berada dalam kamar tidurnya.


"Sekalian nyawamu gak nyatu-nyatu selamanya.Biar gak jadi pengganggu rumah tangga orang."Batin Ratna.Ratna telah melihat sendiri kelicikan wanita yang berpura-pura menjadi putrinya ini.Ratna sangat penasaran di balik wajah Nira itu siapa?Tak masalah bagi Ratna jika dirinya tidak tidur.Ratna akan menjaga iblis keluar dari sangkarnya.Jika tidak Ratna tidak akan segera menimang cucu.

__ADS_1


Ratna berharap Meisya akan segera kembali mengandung untuk menggantikan Davin.Dia sangat menginginkan seorang cucu.Masa tuanya akan terasa lengkap dengan adanya seorang cucu.


__ADS_2