
Happy reading guys..
semoga kalian terhibur dengan karyaku ini,jangan lupa tinggalkan jejak kalian,itu sangat mendukung authorđź’•
Hasil tes darah Davin hari ini keluar,sesuai dengan janji dokter,Davin dan Alex datang ke rumah sakit untuk menemui dokter mengetahui hasilnya.
Alex menyuruh Davin untuk menunggunya di luar,sedangkan Alex menemui Dokter di ruangannya.
"Bagaimana dok dengan hasilnya"Ucap Alex sangat was-was,semoga Davin baik-baik saja.
"Sel darah di sumsung tulangnya tidak berkembang dengan normal.Sel darahnya menjadi ganas karena menekan perkembangan sel lainnya."Jelas dokter dengan menghela nafas panjang.Membuat Alex semakin tidak mengerti karena penjelasan yang berbelit-belit.Alex sudah kehabisan kesabarannya,dia membuka surat yang berisi diagnosa Davin.
"Apa Davin mengidap kangker darah!"Ucap Alex terkejut dan merasa syok,perasaannya semakin was-was.Tangannya menjadi gemetar ketika memegang lembar surat.Sangat terlambat baginya untuk mengetahui penyakit kronis yang bersarang di tubuh Davin.
"Benar,kangker darah terdapat 3 jenis.Davin mengalami kanker darah bernama leukimia.Sel ganasnya akan bertambah,masuk ke alirah darah dan menyebar ke seluruh organ lainnya.Davin mengalami leukimia stadium tiga,dan sulit untuk di sembuhkan"Jelas dokter yang membuat Alex bertambah terkejut dan matanya yang terbelalak.Usia Davin masih begitu muda,Davin adalah anak yang pintar.Sangat di sayangkan jika usia semuda ini mempunyai penyakit yang amat serius.Alex memandang dokter tidak percaya.Bagaimana caranya Alex akan mengungkapkan pernyataan yang mengejutkan ini.Alex tau benar bundanya Meisya sangat menyayangi Davin dan juga tidak bisa hidup tanpanya.Alex mendengarnya sendiri bahwa Davin adalah penyemangat hidupnya.Ditambah dengan stadium yang hampir merenggut nyawa Davin.
"Apakah Davin bisa di sembuhkan dok?"Alex sangat mengenal penyakit ganas ini.Menurutnya mendengarkan saja membuatnya takut.Alex berharap penuh dengan jawaban dokter kali ini.
"Saya tidak yakin pak, Dan tidak menjamin Davin akan sembuh total,ini hanya mengurangi rasa sakitnya saja.Mengingat kangker Davin stadium tiga.Dan biaya yang cukup mahal"Jelas dokter.Masa bodoh dengan biaya yang mahal,bagi Alex itu masalah sepele.Yang ingin dia dengar adalah Davin yang mempunyai harapan sembuh.Ini soal nyawa.
__ADS_1
"Tidak masalah dok.Berapapun biayanya,saya sanggup membayarnya.Apa dia bisa sembuh dok?"Ulang Alex.Alex sudah cukup geram dengan dokter yang bertele-tele ini.Seolah memandang remeh dirinya tidak mampu membayarnya.Bahkan jika orang lain yang berada di posisinya sekarang dan tidak sanggup membayarnya,apa pihak rumah sakit masih mempermasalahkan uang?
"Kesembuhannya tidak banyak,hanya 30 persen.Ada tiga jenis cara menyembuhkan pak.Pertama,Kemoterapi yaitu obat untuk membunuh sel kangker.Kedua,Radioterapi yaitu radiasi menghancurkan sel kangker,ketiga transplantasi sumsum tulang,mengganti sumsum tulang yang rusak dengan sumsum tulang yang sehat."Jelas dokter.Kini habis harapan Alex,mengingat dokter bilang,Davin memiliki kesembuhan hanya 30 persen.Persentasi yang sangat sedikit.
"Saya akan memberi obat untuk Davin,Lalu bapak harus membawa Davin setiap minggu untuk melakukan radioterapi dan selanjutnya mencari pendonor sumsum tulang.Saya akan berusaha sebaik mungkin"Ucap dokter.
Alex meninggalkan rumah sakit dengan rasa gusar,cemas dan takut.Bagaiamana caranya dia menjelaskan kepada Meisya?Ditambah harapan sembuh dengan persentasi yang sangat rendah,30 persen.Jika mengingat angka itu Alex kehilangan akal.
Alex melajukan mobilnya dengan Davin yang berada di sampingnya.Sesekali Alex melirik Davin,terlihat wajahnya yang ceria itu sebenarnya banyak menahan sakit.Namun Davin pintar menutupinya.
Kejadian di rumah Alex,Davin tidak mampu menahannya.Sebenarnya Davin sering mual ketika minum susu atau memakan sesuatu,bukan bermaksud membuangnya tapi Davin merasa perutnya tidak mau menerima makanan selezat apapun.Padahal Davin sangat menyukai masakan Meisya.Dia juga sering berkeringat dingin,dan tidak nyenyak tidur.Bundanya Meisya tidak mengetahui lantaran kamar tidur mereka berbeda.Itulah mengapa Davin selalu awal untuk bangun.Beberapa hari ini juga dia sering mimisan,tapi tidak ada satupun yang tahu.
Sekarang Alex mengetahuinya.Davin mendengar percakapan dokter dan Alex,Davin mengintipnya.Davin sangat takut jika sampai Alex memberitahukan kepada bundanya Meisya.
"Ha..cemas?cemas kenapa?"Ucap Alex berusaha terlihat seperti biasanya.
"Davin mohon om Alex jangan beri tahu bunda"Ucap Davin.Sontak membuat Alex terkejut dan memberhentikan mobilnya ketika lampu merah.
"Maksud Davin?"Ucap Alex.
__ADS_1
"Ia,jangan beri tahu bunda tentang penyakit Davin"Ucap Davin memandang Alex dengan raut muka menyedihkan.
"Sebentar,Davin tau Davin sakit apa?"Tanya Alex.
"Leukimia kan"Ucap Davin.Yang membuat Alex cukup tersentak dengannya.
"Davin sejak kapan kamu mengalami sakit,kenapa kau tidak bilang dengan bundamu atau om Alex?"Ucap Alex karena Davin mencoba menutupinya.Dan kekecewaan yang amat besar karena telah mencapai stadium tiga yang sulit di sembuhkan.Namun Alex bertekad akan melakukan segala cara untuk menyembuhkannya.
"Davin tidak ingin melihat bunda cemas.Sudah terlalu banyak beban bunda.Merawat Davin seorang diri"Ucap Davin.Anak seusianya bisa berfikiran seperti itu.Membuat Alex terhenyak.
"Davin,om Alex harus memberitahu bunda Davin"Ucap Alex,Alex harus memberitahu Meisya sesegera mungkin,karena mengingat penyakit Davin yang telah stadium tiga.
"Jangan om,Davin mohon"Ucap Davin,Alex kehilangan akal.Mengapa Davin terus memintanya agar tidak memberitahu Meisya.Ini gila.Bagaimana Alex menyembunyikan perkara yang sebesar ini.
"Tidak bisa Davin.Om Alex mohon maaf.Ini bukan perkara kecil."Ucap Alex.Membuat Davin putus asa.Memikirkan keterkejutan bundanya nanti.Apa yang akan terjadi setelahnya.
Alex memeluk erat Davin,Davin sangat mengerti,Alex sangat mencemaskan dirinya.Kini Alex sedang kalut dan gusar.Sampai saat ini Alex masih tidak menyangka penyakit yang bersarang di tubuh Davin.Alex juga berfikir,bagaimana caranya Davin menahan rasa sakitnya selama ini.Sampai-sampai penyakitnya sudah stadium tiga.Alex juga tidak menyalahkan Meisya yang sibuk.Dia sangat tau betul,kesibukannya tak lain untuk kebahagian Davin.
Alex benar-benar kalut,mengapa tuhan menurunkan penyakit seganas ini untuk Davin yang masih kecil.Apa salahnya? sehingga tuhan tega memberi cobaan seperti ini kepadanya.
__ADS_1
tut...tut..tut...
Klakson mobil dari arah belakang menyadarkan lamunan Alex,lampu lalu lintas telah berubah menjadi hijau.Alex tidak menyadarinya.Ditambah Davin telah berusaha menyadarkan Alex.Namun Alex masih dengan pemikirannya yang kalut dan gusar.Alex segera melajukan mobilnya kembali.Pernyataan dokter membuatnya frustasi.Bagaimana jika dirinya memberi tahu Meisya yang merupakan ibu kandungnya.Pasti akan benar-benar gila dengan kenyataan ini.