
Sudah habis harapan Meisya,sumsung tulang miliknya tidak cocok dengan sumsum tulang Davin.Meisya berusaha menghubungi Eros tapi selalu di tolak.Meisya juga berusaha melupakan rasa malunya terhadap Eros,namum sepertinya Eros tidak mau berurusan dengannya lagi.
Meisya kembali ke ruangan Davin berada,lalu Meisya menggosok ujung kepala Davin,rambut Davin semakin rontok.Meisya melupakan bahwa rambut Davin sebelumnya memang rontok.Tapi tidak terlalu banyak dan wajar tidak seperti hari ini.Meisya menangis kembali ketika segenggam rambut Davin berada di tangannya.
"Bun..jangan menangis"Ucap Davin yang menahan air matanya juga.Mata Davin berkaca-kaca.Meisya tidak kuat melihat putranya terbaring dengan menggunakan berbagai alat yang melekat di tubuhnya.Begitupun Alex yang berada di sebelah Davin,ingin menumpahkan air matanya.
"Davin mana yang sakit nak,sini bunda yang gantiin Davin"Ucap Meisya mengeluarkan seluruh kesedihannya.Jika bisa Meisya ingin menggantikan putranya yang sakit.Meisya tidak tega melihat putra kesayangannya.
"Bunda..jangan menangis hiks.."Ucap Davin tidak kuat melihat bundanya yang terlihat frustasi dengan keadaannya.Alex menggosok pundak Meisya yang memeluk Davin.
Beberapa menit kemudian Meisya berhasil menidurkan Davin dengan cerita menarik darinya.Meisya masih memegang tangan putranya sambil mengecup-ngecupnya.Meisya memandang Davin yang terbaring lemas.Meisya tidak berhenti meneteskan air matanya.Alex mengcancel semua pekerjaannya dan senantiasa menemani Meisya dan Davin.
Jika teringat perkataan dokter yang bilang usia Davin tinggal beberapa bulan lagi,di tambah jika terlambat operasi tranplantasi sumsum tulang belakang maka tidak ada harapan hidup.Meisya sangat syok,dan gusar.Lalu orang tua Meisya dan Karin beserta bu Mita jauh-jauh dari Indonesia datang ke Amerika untuk melihat keadaan Davin.Meisya tau,pasti bu Mita yang membayar tiket pesawatnya.Namun orang yang diharapkannya tidak terlihat.
"Dimana mas Eros ma?"Ucap Meisya bertambah cemas.Mereka terdiam cukup lama untuk menjawab.
"Mama,karin sudah usaha hubungi Eros,dan kami telah memberitahukan kepada istrinya tentang kondisi Davin.Tapi Eros sepertinya tidak mau berurusan dengan kita lagi"Ucap Ratna mama Meisya.
"Apa?Tapi Davin darah dagingnya ma..kenapa dia tidak peduli walaupun anaknya sedang di ujung tanduk"Ucap Meisya,tangisannya meledak.Harapan satu-satunya adalah Eros.Sumsum tulangnya pasti cocok dengan Davin,Meisya tidak mengharapkan apapun kecuali yang satu ini.Hanya untuk menyelamatkan anaknya sendiri.Namun Eros seakan tidak peduli.
"Sampai saat ini tidak ada pendonor"Ucap Alex yang baru saja datang,menambah kekecewaan Meisya.Alex begitu terkejut ketika empat orang tidak di kenal berada di ruang rawat Davin.Alex mengetahui ketika Meisya memanggilnya mama kepada salah satu perempuan tua.
Hampir saja Meisya kehilangan kesadarannya,namun Karin terlebih dahulu memegang tubuhnya hingga Meisya tidak terjatuh.
__ADS_1
"Sya tenang sya,kita berdoa saja ya."Ucap Karin menyemangati Meisya yang sedang putus asa.
Meisya tidak menduga pernah menikah dengan laki-laki pengecut seperti Eros yang juga tidak memiliki hati,jadi Meisya memilih bercerai merupakan hal baik.Davin adalah darah dagingnya,namun Eros tidak sedikitpun peduli dengan keadaan Davin.Meisya sangat geram dan ingin membunuh Eros jika perlu.Namun nyatanya Meisya bukan orang seperti itu.
Tiba-tiba Ekg yang menggambarkan detak jantung Alex berbentuk lurus.Meisya langsung menekan tombol untuk memanggil dokter.Beberapa dokter masuk ke dalam ruangan dan merekapun harus menunggu di luar.Mereka merasa cemas,apalagi Meisya yang tidak berhenti menangis histeris dan mondar mandir di depan ruangan Davin di rawat.
Beberapa jam kemudian,dokter keluar.Mereka yang duduk berdiri semua.
"Ada yang bernama Alex dan Meisya,pasien memanggilnya ingin bertemu."Ucap dokter.
"Saya dok."Ucap Meisya masuk ke dalam bersama Alex yang juga di panggil.Orang tua Meisya,Karin,dan bu Mita masih menunggu di luar dengan cemas.
"Sayang,jangan sakit lagi ya,yang kuat."Ucap Meisya memeluk Davin yang sedang kritis.
"Tidak sayang jangan tinggalkan bunda.Bunda yakin Davin kuat"Ucap Meisya memeluk Davin,mencium kening putranya.
"Om Alex,tolong jagakan bunda.Davin ingin om Alex menjadi ayah Davin"Ucap Davin,Meisya terkejut begitu pun dengan Alex.
"Sayang,om Alex sudah punya calon istri"Jelas Meisya.Mengingat Alex yang masih bertunangan dengan Vanya.
"Baiklah Davin,saya akan menjadi ayah Davin"Ucap Alex membuat Meisya memandang Alex tidak percaya.
"Terima kasih om,om Alex janji ya..Davin gak bisa jaga bunda lagi.Maafin Davin bun..Davin sudah gak kuat lagi"Ucap Davin,nafasnya terputus-putus.
__ADS_1
"Tidak..tidak sayang jangan tinggalkan bunda"Ucap Meisya.Dan Ekg pun berbentuk lurus.
"DAVINNNN...."Teriak Meisya histeris.Keluarga Meisya yang berada di luar pun terkejut mendengar teriakan Meisya dan berlari masuk ke dalam.Semuanya menangis.Dokter berusaha mengembalikan detak jantung Davin menggunakan alat kejut jantung atau AED.Namun dokter menyampaikan dengan berat hati bahwa Davin telah tiada.Meisya pun tak terkontrol,sangat frustasi seperti kehilangan akalnya.
***
Jenazah Davin telah di kuburkan,Meisya masih belum juga berhenti menangis ditambah sudah beberapa kali tak sadarkan diri.Meisya masih belum bisa menerima kenyataannya.
Beberapa hari kemudian setelah jenazah Davin di kuburkan.Meisya duduk terpaku memandang foto dirinya dan Davin yang berpelukan.Alex datang berkunjung untuk melihat keadaan Meisya.
"Terima kasih lex atas semuanya.Jika tanpamu mungkin aku tidak bisa melihat Davin lebih lama lagi"Ucap Meisya.Kali ini Meisya tidak akan mengacuhkannya kembali.Sudah terlalu banyak pengorbanan Alex.
"Ia tak masalah sya..dan aku serius dengan ucapanku tentang permintaan terakhir Davin."Ucap Alex.Tentu Alex tidak akan mengingkari janjinya kepada Davin yang menyetujui menikah dengan bundanya Meisya.
"Kau tidak perlu khawatir Lex,tidak masalah jika kau tidak mewujudkan permintaan terakhir Davin"Ucap Meisya.Meisya tau benar jika Alex akan melangsungkan pertunangannya bersama Vanya.Meisya tidak akan merusak hubungan orang.
"Tapi aku tidak pernah ingkar janji sya,demi permintaan terakhir Davin"Ucap Alex.Bagaimana mereka menikah,mereka tidak saling mencintai?Dan bagaimana dengan Vanya.
"Lalu bagaimana dengan Vanya?"Ucap Meisya.
"Itu urusanku"Singkat Alex.
Sebenarnya Meisya masih teringat dengan Eros yang tidak peduli dengan Davin darah dagingnya sendiri.Meisya berniat membalas dendam,mengingat betapa perihnya dirinya ketika melihat Davin sekarat.
__ADS_1
Tak masalah jika Eros menyakiti dirinya dengan berselingkuh dengan wanita lain,Tapi jika menyangkut Davin yang Eros tidak pedulikan,Meisya berjanji akan turun tangan sendiri membalas lukanya.