Sang Penggoda

Sang Penggoda
39.Nira palsu


__ADS_3

Tiba-tiba suara ponsel Alex berbunyi.Alex tidak memperdulikannya.Alex merasa kepalanya sangat berat memikirkan Meisya yang sedang salah paham.Sesuatu yang di takutkan oleh Alex terjadi juga.


Lalu ponselnya kembali berbunyi.Alex menghampiri ponselnya yang terasa bising di telinga.Apakah ponselnya tidak mengerti jika Alex sekarang sangat frustasi?Alex berniat mematikannya namun di urungkan ketika melihat nama yang sedang menghubunginya yaitu Ratna mama Meisya.


"Hallo ma?"Ucap Alex.


"Lex mungkin mama akan sampai disana besok pagi.Kau jemput mama di bandara dan Tolong jangan beritahu Meisya ya,ini kejutan."Ucap Ratna.


"Baiklah ma,Alex akan menjemput mama di bandara."Ucap Alex.


Alex mulai sedikit tenang dan berlanjut menelfon seseorang sebagai pelacak untuk menggali informasi tentang Nira.


"Hallo.Bagaimana?apakah kau mendapatkan Informasi?"Ucap Alex.


"_____"Bibir Alex menjadi tersenyum lebar.Seakan Alex sedang menemukan jalan keluarnya.


"Baiklah.Kirim file dan foto tersebut.Aku akan memberimu uang muka.Jika aku puas,aku akan membayar sisanya."Ucap Alex dan memutuskan panggilannya.Alex tersenyum sumringah.Beban beratnya menjadi hilang.


****


Alex melangkahkan kakinya menuju mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.Hari ini Alex akan menjemput Ratna di bandara sesuai janjinya semalam.


Ratna sedang berdiri dengan suaminya Robert menunggu kedatangan Alex.Akhirnya Ratna melihat Alex menantunya menghampiri dirinya.Di sepanjang perjalanan Alex memberi tahu kepada Ratna bahwa anaknya Nira telah kembali dan masih hidup.


Awalnya Ratna terkejut.Lalu Alex memberitahukan bahwa sikap Nira sangat bertolak belakang dengan Nira yang diceritakan oleh Meisya.Ratna berusaha memahami perkataan Alex.Ratna juga merasa heran mengapa Nira tau tempat tinggal Meisya dan Alex.Mengapa Nira tidak kembali kepada Ratna yang jelas-jelas tempat tinggal Ratna masih sama seperti dulu.

__ADS_1


"Tenang nak Alex.Mama akan membantumu.Nira mempunyai tanda di bahu kanannya,yaitu dua tahi lalat.Hanya mama yang tau.Jika Nira yang kau maksud itu tidak memiliki tanda tersebut.Pasti dia bukan Nira."Ucap Ratna.Ratna rasanya ingin segera betemu dengan Nira.


"Lalu seandainya Nira itu bukan anakku?apa maksud dia datang di kehidupan kita?"Tanya Robert yang semenjak tadi terdiam ikut berbincang.


"Tenang ma,yah..Kebeneran segera terungkap.Aku sudah menyuruh orang untuk melacaknya."Jelas Alex.


Kini mereka telah sampai di rumah Alex.Meisya sangat terkejut dengan kedatangan orang tuanya,begitupun dengan Nira.Alex melihat rasa khawatir yang terlihat jelas di wajah Nira sekarang.


"Mama,yah!"Ucap Meisya seraya memeluk kedua orang tuanya bersamaan.Meisya berusaha menyunggingkan senyumnya walaupun rumah tangganya sedang di ambang kehancuran.


Ratna dan Robet terkejut,betapa miripnya seseorang yang sedang berada di hadapannya dengan Nira putrinya.Nira mendadak terlihat berkeringat dan tercengang sebelum di sadarkan oleh Meisya.


"Ma,yah..ni Nira.Dia masih hidup ma."Ucap Meisya.


"Mama..ayah...."Ucap Nira memeluk kedua orang tuanya secara bersamaan.


"Kenapa suaramu berbeda?apakah kau sakit?"Ucap Robert.Nira menjelaskan apa yang terjadi dengan pita suaranya sepuluh tahun yang lalu.


Alex hanya diam tak bergeming.Alex sungguh muak dengan sikapnya.Sedangkan Ratna dan Robert mengangguk pura-pura percaya.


"Mama,gak bilang sama Meisya kalau mau datang kesini."Jelas Meisya yang sedang duduk ditengah-tengah Alex dan Nira.Walaupun Meisya sedang bertengkar dengan Alex,Meisya tidak ingin menunjukkan kepada orang tuanya.Padahal orang tua Meisya sudah mengetahuinya.


Alex mengerti dengan sikap Meisya yang seolah-olah rumah tangganya sedang baik-baik saja di depan orang tuanya.Alex mencari kesempatan dengan memeluk Meisya.


Meisya memutar bola matanya dan berdehem dengan rangkulan Alex.Alex malah mencium pipi Meisya secara terang-terangan yang membuat pipi Meisya menjadi merona seketika.Sedangkan Nira yang melihatnya terlihat kesal.Ratna terkekeh melihat sikap menantunya.

__ADS_1


"Tentu mama akan kesini,besok kan ulang tahunmu."Jelas Ratna masih tersenyum.


Setelah itu mereka berbincang-bincang yang kebanyakan topiknya merupakan Nira yang baru kembali.Lalu Meisya mengantar Ratna dan Robert yang masih berbincang dengan Nira dan Alex di ruang tamu.


"Sya..ada yang ingin mama bicarakan."Ucap Ratna tiba-tiba mencegah Meisya yang ingin keluar setelah sampai di kamar.


"Ia ma,ada apa?"Tanya Meisya menghentikan langkahnya dan berputar menghadap ke arah Ratna.


"Sya,Dia bukan adikmu!"Ucap Ratna.Mendadak Meisya menjadi sangat terkejut.


"Maksud mama apa?Apa Alex sudah mempengaruhi mama?"Ucap Meisya tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengar.Meisya merasa Alex telah berhasil mempengaruhi Ratna.Alex merupakan menantu kesayangan Ratna,sehingga Ratna sangat mudah di pengaruhi.


"Mungkin dia dapat menipumu.Tapi tidak dengan mama.Mama sangat mengenal Nira.Dia tidak mempunyai dua tahi lalat di bahu kanannya.Sedangkan adikmu mempunyai dua tahi lalat di bahu sebelah kanan."Jelas Ratna yang berhasil membuat Meisya terbelalak.Meisya baru ingat jika adiknya mempunyai dua tahi lalat di bahu kanannya.Meisya pernah melihatnya dulu.Meisya merasa sangat bodoh.


"Brengsek..."Ucap Meisya mengepalkan tangannya dengan mata yang menyala.Selain membuat Meisya bodoh,Nira juga hampir membuat rumah tangganya berantakan.Padahal Meisya baru saja menikah,dan ini merupakan pernikahan keduanya.


"Tunggu sya,apakah kau akan terus terang bilang,jika dia adalah Nira palsu?Ikuti saja permainannya sampai suamimu memiliki bukti kuat.Jika kau sekarang terus terang,mungkin dia akan berusaha mencari alasan lain.Lebih baik kau pura-pura tetap percaya jika dia adalah adikmu.Apakah kau tidak ingin tau siapa Nira sebenarnya?Mama ingin tau kenapa dia berada di tengah-tengah keluarga kita dan hampir saja merusak rumah tanggamu."Jelas Ratna.Meisya berfikir jika mamanya Ratna ada benarnya juga.


"Baiklah ma."Jelas Meisya.Meisya berfikir mengapa mamanya sudah mengetahui jika rumah tangganya sedang tidak baik-baik saja.Padahal Meisya telah menyembunyikannya.


"Ya..kau harus perbaiki dong...dia kan suamimu.Masak dengan suami sendiri gak bisa ngerayu sih sya.Pantas saja kau sangat mudah di bodohi oleh Nira palsu dan dengan pelakor mantan suamimu."Ucap Ratna terlihat tenang dan memilih berbaring di kasur yang menurutnya lebih empuk daripada di rumahnya.Sedangkan Meisya mendengus kesal dengan perkataan Ratna.


"Harga kasur ini berapa ya Sya.Pasti mahal!mama juga mau dong di bagi kado kasur sama kamu dan nak Alex."Ucap Ratna mengganti topik pembicaraan.


"Ih..mama.Yang ulang tahun kan Meisya.Ulang tahun mama masih lama."Ucap Meisya berdecak kesal.Meisya memikirkan bagaimana caranya meminta maaf kepada Alex.Meisya sangat polos dan merayu bukanlah keahliannya.Meisya tidak memiliki bakat penggoda.

__ADS_1


__ADS_2