
HASTA masih tertegun dengan menatap penuh makna ke arah Renata yang sedang bercerita panjang akan masa lalunya yang pernah berharap besar terhadap seorang pria yang teramat sangat dicintainya.
flashback
*********
" Renata aku sudah belikan cincin buat acara lamaran kita !" ucap Dirga dengan mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berwarna merah dari balik saku jaketnya.
Renata menatap haru ke arah Dirga yang tersenyum manis ke arahnya,Dirga pun menyodorkan kotak kecil berwarna merah itu kehadapannya.
" Yaa TUHAN !!" pekik Renata berkaca- kaca seraya menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
" Gimana kamu suka ?" tanya Dirga lembut.
" Tentu." balas Renata dengan tersenyum bahagia.
" Aku bahagia akhirnya proses lamaran kita akhirnya akan terlaksana juga." ucap Dirga tersenyum hangat.
" Setelah proses lamaran, aku sudah tidak sabar ingin segera menikah dengan kamu mas, " ucap Renata tersenyum simpul.
" I love you ! " ucap Dirga seraya menggenggam erat tangannya Renata.
" I love you too mas." balas Renata tersenyum manja ke arah Dirga dengan sorot mata penuh kebahagiaan.
............................................
Poses Lamaran
*************
RENATA terlihat cantik dengan balutan busana kaftan yang berwarna silver kombinasi off white
sesekali dia terlihat melempar senyuman manis ke arah bayangannya yang terpantul di cermin.
Betapa bahagianya dia bisa melaksanakan lamaran dengan Dirga setelah melalui proses pacaran yang hampir dua tahun.
Dirga adalah pria yang di perkenalkannya dua tahun yang lalu oleh sang kaka Harry semasa Renata masih kuliah.
Dirga adalah pengusaha muda yang supel serta mandiri itulah sebabnya Renata bisa dengan mudahnya menerima kehadiranya Dirga karena punya kriteria yang sama dengannya.
Renata yang semenjak kuliah sudah mempunyai bakat di dunia perbisnisan,makanya tak ayal ketika dia masih sekolah Renata sudah terjun ke dunia perbisnisan, terlebih lebih sang kaka Harry sangat mensupportnya untuk mengembangkan bakatnya di dunia perbisnisan
itulah alasananya kenapa sang Kakak memperkenalkan Dirga kepada adiknya selain satu frekuensi merekapun terlihat serasi,sang Kakak begitu yakin jika Dirga akan ikut andil dalam karirnya Renata kedepannya.
Walaupun posisi saat itu Renata masih menyandangnya sebagai seorang mahasiswi jurusan Manejemen perbisnisan.
Kisah kasih Renata dengan Dirga terbilang cukup harmonis tak terdengar isu-isu yang tak kurang sedap.
Hari ini Renata dan Dirga akan melangsungkan proses lamaran sedari pagi Renata sudah bersiap-siap seraya menunggu dengan tak sabar
Masa-masa yang indah akan segera menjemputnya.
" Kamu sudah siap Ta ?" tanya Harry menatap lembut sang adik.
" Huuuhhhh, siapp sekali Ka !!" jawab Renata tersenyum ke arah Harry yang menatapnya lewat cermin.
" Ok !! Tapi sudah jam 9.15 menit tapi belum ada kabar dari Dirga acara stengah jam lagi dimulai " ucap Harry seraya merogoh ponsel di saku celananya.
Beberapa saat kemudian Harry terlihat menelponya namun dari sebrang telpon sana tak ada jawaban.
" Kok gak di angkat-angkat ya?apa Dirga lagi di jalan ?" tanya Harry terlihat cemas.
" Kenapa ka ?" tanya Renata ikut cemas.
" Dirga di kontek kok gak di angkat-angkat teleponnya " guman Harry dengan kian merasa cemas.
" Mungkin dia lagi di jalan Kak. " ucap Renata mencoba menenangkan sang Kakak.
" Iya kali ya,kita tunggu saja." ucap Harry dengan tersenyum kaku ke arah Renata yang menatapnya penuh harap-harap cemas.
Renata masih berada di kamarnya dia masih menunggu kedatang keluarga besar Dirga untuk melamarnya,para tamu undangan sudah terlihat tak sabar menunggu proses acara lamarannya kapan bisa di mulai.
Renata dengan perasaan tak menentu mengirimkan beberapa pesan via WAnya Dirga namun hanya ada tanda ceklis satu yang muncul.
__ADS_1
Tiba- tiba perasaannya berubah menjadi was-was akan keadaan Dirga yang sulit di hubungi.
" Ta ! ini sudah jam 10 lewat 15 menit bagaimana ini ? Dirga tidak bisa di hubungi " ucap Harry menghampiri Renata yang masih menunggu dengan gusar.
" Ada apa ini ka ? Mas Dirga susah di hubungi, Wa nya hanya ceklis satu " balas Renata dengan raut wajah mulai berubah.
" Yaa TUHAN !! semoga ini baik-baik saja." lirih Harry.
" Kenapa Ini Harry, acaranya belum di mulai juga ?" Sang Ayah muncul dari balik pintu kamar Renata dengan wajah kian panik.
" Pah Dirga sulit sekali Harry hubungi,entah kemana dia ?" balas Harry tak kalah panik.
" Apa ?? kok bisa begini seharusnya kalau ada apa- apa dia bisa menghubungi kita ini kok tidak ada, jangan sampe kejadian ini mempermalukan nama keluarga besar Papah. " jelas sang Ayah dengan wajah mulai terlihat kecewa.
" Harry akan coba hubungin lagi Pah,siapa tau ponsel dia ketinggalan atau...," ucap Harry menggantung tiba-tiba Harry melihat salah satu teman Dirga datang dengan wajah yang terlihat kecewa.
" Fandi... Fan Dirga belum datang juga,acara akan segera di mulai,kamu tau Dirga kemana ? sudah jam berapa ini ? Dirga dan keluarga besar belum sampai juga ?" tanya Harry dengan perasaan kian cemas.
" Sebelumnya aku minta maaf Har, aku mewakili Dirga beserta keluarga besarnya untuk memohon maaf yang sebesar-besarnya atas....." ucapan Fandi menggantung dia membagikan tatapanya ke arah Renata, Harry ,beserta sang Ayah dengan sorot mata yang begitu berat.
Harry beserta Renata semakin terlihat cemas.
" Ada apa Fan ??" tanya Harry dengan menatap tajam.
Fandi menarik napas dengan begitu beratnya.
" Har , Dirga tidak bisa meneruskan proses lamaran ini " ucap Fandi terbata.
" APAAA !!!"
pekik Harry serta Renata bersamaan mereka seperti tersambar petir di siang hari, tak ada angin tak ada hujan kabar itu tarasa menyambar nya begitu saja.
Renata terlihat shok dengan kabar yang di sampaikan oleh Fandi teman satu kantor dengan Harry beserta Dirga.
Renata munutup mulutnya dengan kedua tangannya menatap tak percaya dengan apa yang telah dia dengar.
" TIDAK TIDAK !!!" pekiknya dengan menahan sesak di dadanya,bola matanya terlihat mulai basah dengan genangan air mata yang terlihat mulai mengalir deras di bibir matanya.
" Ada apa ini Fan ??" tanya Harry dengan setengah teriak.
" Aku juga tidak tau Har,Dirga menelponku tadi pagi dia menyuruhku untuk menyampaikan pesanya." jelas Fandi dengan perasaan tak enak.
Sang Ayah terlihat memegang kuat dadanya lalu tubuhnya roboh kelantai dengan raut wajah yang memucat.
Harry dan Renata semakin terlihat panik melihat keadaan sang Ayah.
" Papah...!!" seru Harry dengan segera memburu sang Ayah yang tersungkur di lantai dengan menahan sakit di dadanya.
" Papah....!! " teriak Renata tak kalah histeris melihat sang Ayah yang terpukul atas kabar yang di sampaikan Fandi kepada dirinya.
Keadaan pun berubah menjadi menegangkan, suasanapun menjadi riuh tatkala Sang Ayah tak sadarkan diri.
Harry tanpa menolehkan siapa-siapa lagi ia segera melarikan sang Ayah ke Rumah sakit.
Sungguh di luar dugan semua terjadi dengan begitu saja, dan pada akhirnya Ayah Renata tak bisa lagi di selamatkan nyawanya,sang Ayah meninggal dunia.
Sang Ayah meninggal setelah tiba di Rumah sakit,terkena serangan jantung,dari awal Ayah Renata memang sudah mengidap penyakit jantung,jadi ketika mendengar kabar yang di sampaikan Fendi sang Ayah sangat terpukul hingga menyebabkan kesehetan nya drop.
Perasaan duka menyelimuti kehidupan Renata beserta Harry.Mereka tak percaya jika musibah ini akan terjadi begitu saja di kehidupannya.
Renata harus kehilangan dua orang sekaligus yang begitu sangat dia cintai.Ditinggal pergi oleh sang kekasih dan di tinggal pergi untuk selamanya oleh sang Ayah.
Perasaan Renata terguncang,sulit untuk menerima cobaan ini yang begitu berat,cobaan yang paling terdasyat dalam kehidupan nya.
Dunianya seakan runtuh,harapannya seperti telah berakhir,hatinya rapuh ketika ditinggal pergi begitu saja oleh Dirga tanpa memberi penjelasan kenapa dia menghilang di saat momen lamaran nya sedang berlangsung,perasaanya terasa tercabik-cabik dengan kejadian itu,belum lagi ia harus menanggung malu atas kejadian tersebut, kini hatinya kembali terguncang di tinggal pergi selamanya oleh sang Ayah di saat dirinya benar-benar merasa hancur.
Ujian yang begitu sangat luar biasa mampu memporak porandakan kekuatannya, belum cukup rasanya air mata ini mengering,kini ia menangis kembali dengan kepergian sang Ayah.
..................................
Renata menyeka air matanya yang membasahi kedua pipinya, ia tak kuasa jika harus mengingat kembali akan cerita pahitnya,Renata menatap Hasta dengan linangan air mata dan Hasta pun mendengarkan dengan seksama.
Sangat tragis memang dan itu cukup membuat hati seorang Hasta tergerak,ia tidak menyangka jika Renata memiliki cerita duka yang begitu dalam.
Hasta hanya mampu terdiam tanpa bisa berbuat banyak untuk menguatkan hati perempuan yang amat di sayangi,untuk sekedar menyeka air mata saja ia merasa tak mampu.
" Ini,hapus air mata lo !" ucapnya seraya menyodorkan sebuah sapu tangan berwarna biru dari saku celananya.
__ADS_1
Renata menatap nanar ke arah tangan Hasta yang masih menggantung di udara.
" Makasih " ucap Renata seraya menerima saputangan milik nya Hasta.
Itulah alasannya kenapa Renata sulit untuk membuka kembali hatinya untuk lelaki lain termasuk Hasta.
Trauma masa lalu yang tak bisa ia lupakan begitu saja selalu membayangi kehidupan nya.
" Gue turut prihatin atas masa lalu lo Ta." ungkap Hasta menatap dalam.
" Terimakasih," balas Renata tersenyum pudar.
" Jadi itu alasan nya kenapa lo menolak cinta gue ?" ujar Hasta menyimpulkan opininya.
" Aku sudah tahu semuanya tentang kamu." Renata menjawab.
Hasta mengernyit lalu sejurus kemudian ia terlihat penasaran atas penuturan nya Renata.
" Lo tau tentang gue ?,apakah ada orang bercerita banyak tentang kehidupan gue?" tanya Hasta kian penasaran.
" Tania sudah bercerita banyak tentang kamu." ungkap Renata memberanikan diri menatap penuh wajah pria tampan tersebut.
Hasta terlihat lemas,apa yang di bicarakan Tania tentu nya hal yang negatifnya,ia sangat yakin jika Tania telah menjelaskan akan sosoknya seperti apa,dan itu membuatnya tak ada harapan untuk membantah dari apa yang telah Tania sampaikan kepada Renata selain mengakuinya.
" Tania sempat meminta maaf atas sikapnya dulu kepadaku,aku tau jika Tania pernah kecewa dan sakit hati atas sikap mu." terang Renata seraya menyeka air matanya yang masih membasahi di pipinya.
Hasta benar-benar tidak menyangka jika Renata mengenal dirinya lewat cerita Tania.
" Dan lo tidak akan percaya gue lagi ? dan menganggap gue sama seperti lelaki yang pernah ninggalin lo ? ucap Hasta sedikit berat nada suaranya.
sejurus kemudian Hasta mencoba untuk mengatur laju napasnya yang terasa kian menyesakan ruang dadanya.
" Sepertinya aku butuh waktu untuk bisa percaya kembali." ucap Renata terbata.
" Tapi gue sudah berubah Ta,dan gue tidak seperti lelaki yang pernah membuat elo kecewa." Hasta mencoba meyakinkan kembali hati Renata bahwa dirinya telah bersungguh-sungguh menyayangi nya.
" Kamu mampu meninggalkan Tania yang begitu sempurna apa lagi aku,yang sama sekali jauh dari kata sempurna." ujar Renata dengan tersenyum ironis.
" Cukup Ta !! semua orang punya masa lalu tapi semua orang berhak untuk bahagia juga kan? " sergah Hasta dengan menatap penuh harapan ke arah Renata.
" Please !! kasih kesempatan buat gue untuk bisa ngebahagian lo Ta ! " ujar Hasta sambil berlutut di hadapan Renata.
Renata terdiam dia menatap jauh kearah bola mata Hasta yang begitu dalam menatapnya,ada lelehan bening yang memenuhi telaga matanya dan kesungguhan itu terasa kuat diraskan oleh Renata.
Namun,entah kenapa ada ketakutan yang begitu membuncah di dalam hatinya ketika ia ingin merubah perasaanya,ketakutan itu muncul kembali dan ia tak ingin merasakan jatuh untuk kedua kalinya dalam sakitnya kekecewaan.
Untuk saat ini Renata sudah berjuang keras untuk bangkit dari rasa traumanya,dan itu sebabnya ia menutup rapat pintu hatinya untuk lelaki mana pun yang menawarkan cinta kepadanya.
" Taa !!" rintih Hasta seraya meraih tangan Renata yang masih bertumpu di pangkuannya.
" Percayalah! gue ingin mengawali semua ini dari awal lagi, gue ingin berubah dan gue juga ingin menyayangi lo seutuhnya." ucapnya dengan setengah berbisik lembut.
Dengan perasaan penuh haru Renata masih tertunduk memandangi gengaman tangan Hasta yang terasa kian erat menggengam tangan munggilnya.
" Percayalah !!!" kembali Hasta meyakinkan perempuan tersebut.
Pria tanpan itu memohon atas perasaanya dengan rasa haru didadanya.
Renata tak bisa menahan bulir bulir bening yang sebebtar lagi akan meluncur cepat ke pipinya,dengan perlahan dia pun menarik tangannya dari gengaman tangan pria tersebut.
" Aku minta maaf,aku perlu waktu untuk meyakinkan perasaan ku ini Has." jawabnya menepis lembut gengaman Hasta.
Tak lama Renata berdiri dari psisi duduknya dan ia pun melangkan pergi meninggalkan Hasta yang masih tertegun dengan berlutut.
Hasta tidak bisa berbuat banyak,hanya menatap langkah perempuan itu yang mulai menjauh darinya, Rupanya Renata masih belum bisa menerima perasaannya, karena satu sama lain mereka memiliki masa lalu yang tak baik.
Renata dengan masa lalu yang tersakiti dan Hasta masa memiliki masa lalu yang kurang baik.
" OH TUHAN !!!" pekik Hasta dengan rasa yang meremukan hatinya.
........................................Bersambung
Tunggu kelanjutannya yaa gaess
jangan lupa di Klik jempolnya
di klik hatinya
__ADS_1
dan di klik bintanngnya
selamat membaca !!!