
SEKUJUR tubuh Bram mendadak panas dingin dengan raut wajah terlihat memias menatap dalam ke arah Harry.Semua tamu undangan yang hadir larut dalam haru yang begitu mendalam ketika Harry memutar ulang kenangan Almarhum Ayah tercinta semasa hidupnya.
Bram masih terpana dengan menatap tak percaya ke arah Monitor tersebut.Bram tidak tau harus berkata apa dengan apa yang sedang di lihatnya kini,ternyata selama ini Harry adalah putra dari seorang sahabat lamanya yaitu Wisnu Atmaja.
" Pah. !!" panggil Hasta setengah berbisik ke arah sang Ayah yang kini raut wajahnya berubah shok.
" Papah baik-baik saja ?" Tanya Hasta dengan terlihat cemas setelah melihat ekspresi sang Ayah berubah.
Bram menggeleng tanpa berbicara sepatah katapun,Bram terlihat mencoba menetralkan perasaanya dari kejadian yang tengah kini di rasakannya.
Tak berapa lama acara sambutan pun sudah berakhir,kini tiba di acara penutupan yaitu acara berDo'a yang langsung dipimpin oleh seorang Ustad yang khusus di undang oleh keluarga besar Harry untuk memimpin Do'a.
Setelah acara Do'a bersama selesai acara pun di lanjutkan dengan menyantap hidangan yang sudah di sediakan oleh pihak keluarga besarnya Harry.Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan penuh rasa haru akan kenangan- kenangan yang telah di torehkan oleh sang mendiang Ayah tercinta.
Bram perlahan mendekat ke arah Harry yang terlihat sibuk menyalami beberapa tamu undangan yang hendak pamit pulang,dengan ramah ia mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya atas kehadiranya.
" Nak Harry." Panggil Bram dengan suara bergetar.
Harry menoleh dan tersenyum penuh hormat.
" Iya pak Bram." Balas Harry dengan mengangguk penuh hormat.
" Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian Ayahnya nak Harry,saya merasa terharu atas rangkaian acara-acara berlangsung tadi." ucap Bram dengan terbata.
" Terimakasih banyak pak Bram,bapak sudah mau hadir menyempatkan datang ke acara saya." Ucap Harry dengan semeringah.Tania ikut tersenyum lembut di sampingnya.
" Sama-sama Nak Harry,justru sayalah yang harus berterimaksih atas undangan ini,sehingga saya bisa tau siapa nak Harry ini sebenarnya ?" ungkap Bram semakin terlihat gelisah.
" Maksud Bapak ?" Tanya Harry dengan mengernyitkan kedua alisnya,ia menatap tak mengerti.
" Hmmm.." Pak Bram menarik napas panjang ia mencoba mengusir rasa yang begitu penuh di dalam dadanya.
" Ada apa pak ?" kembali Harry terlihat penasaran sekaligus was-was.
" Nak harry, jadi kamu adalah putra dari Wisnu Atmaja ?" Tanya Bram dengan suara parau.
" Iya pak.,Ayah saya Wisnu Atmaja" Balas Harry mengangguk pasti.
" Lalu kenapa pak ?apa bapak mengenal Ayah saya ?" tanya Harry semakin penasaran.
" Dan Papahmu itu adalah sahabat baik saya dulu." jelas Bram dengan perasaan haru.
" jadi ?,Maksudnya bapak ?" Tanya Harry menggantung.
Bram menarik napas panjang, sorot matanya terlihat mulai erkaca-kaca,ia menatap dalam Harry yang masih menatap penuh tanya kepadanya.
" Setelah 15 tahun tidak bertemu,saya di kejutkan dengan berita kepergiaannya,dan kini ternyata kamu adalah putra dari sahabat baik saya Wisnu." ungkap Bram dengan merangkul pundak Harry.
Harry melongo menatap tak percaya,begitupun Tania yang menyimak obrolan mereka ikut terhenyak.
" Benarkah itu pak Bram.Saya tidak pernah tau akan hal ini.Cuman waktu itu ayah pernah bercerita kalau Ayah memiliki dua orang sahabat sejatinya Ayah,tapi sayang Ayah tidak pernah menunjukan sahabatnya tersebut.
" Bapak punya beberapa Dokumentasi tentang Ayahmu dulu ketika kita masih sekolah hingga kuliah, kita selalu bersama,hingga pada akhirnya Ayah kamu memutuskan untuk pindah ke luar kota untuk melanjutkan bisnis kedua orang tuanya.Dan ternyata pada saat itu adalah kontak terakhir bapak bersama Ayahmu." Jelas Bram dengan tersenyum begitu rasa haru.
Ada kebahagiaan yang tak terhingga di rasakan oleh Bram terhadap Harry.Ia sungguh tak percaya bakat yang di miliki sahabatnya itu turun kepada kedua anaknya termasuk Renata.
__ADS_1
Wisnu adalah sosok orang yang berpengaruh penting dalam karirnya Bram,ketika mereka masih bersama-sama menjadi seorang mahasiswa sekaligus karyawan di salah satu toko swalayan.
Bram merangkul hangat Harry yang masih menatapnya dengan tak percaya setelah apa yang telah di ceritakan oleh Bram tentang Ayahnya.
Apa yang di bicarakan Bram memang benar adanya.seusai sang Ayah wisuda S2nya memang keluarga besar Harry hijrah keluar JAKARTA untuk menerus perusahaanya sang Kakek seorang saudagar kaya.Harry mencoba mengingat kembali kejadiaan beberapa tahun yang lalu,ketika ia masih berusia kurang lebih tujuh tahunan.
Sang ayah melanjutkan S2nya ketika ia sedang berumur lima hingga enam tahun hingga berlanjut Wisuda ketika ia berusia delapan tahun,tentunya Ingatannya masih utuh ketika ia harus pindah dari IBU KOTA mengikuti sang kakek dan sang Ayah pun turut serta pindah ke daerah luar pulau jawa.
" Assalamualaikum Harry ! Mohon maaf bapak datang terlambat." Tiba-tiba seseorang menyapanya dengan mengucapkan salam.
Bram beserta Harry menoleh ke arah suara tersebut.
" Walaikumsalam." jawab Harry menengok.
" Eh Pak Handoko,iya pak tidak apa-apa.Bagi saya Bapak sudah bersedia datang pun merupakan kebahagiaan tersendiri buat saya,yah walau acaranya sudah hampir mau selesai." Ucap Harry dengan tersenyum lembut.
" Maaf tadi ada sedikit pekerjaan jadi..." Ucapan Handoko menggantung ia menatap laki-laki yang berdiri di samping Harry.Senyuman pria berambut putih itu menyurut ketika melihat Bram ikut hadir di acara tersebut.Dengan sikap penuh keterkejutan Handoko nyaris berseru kecil.
" Bram kamu di undang juga ?" Serunya dengan raut wajah tak kalah bahagia.
" Yaa TUHAN Han,ternyata kamu hadir juga ?" Balik tanya Bram menatap tak percaya.
" Ini benar-benar momen yang paling mengejutkan." ujar Handoko tersenyum penuh arti.
" Harry adalah mitra kerjaku Han.Perusaahan dia kebetulan lagi ada hubungan kerja dengan perusahaanku.Ini benar-benar di luar dugaanku." Ucap Bram dengan sorot mata yang berbinar binar.
" Yaa,Kebetulan sekali aku di undang karena Nina adalah sahabatnya Renata adiknya Harry,dan kebetulan juga Renata ada join bisnis di Cafenya Nina ." Jelas Handoko dengan tersenyum bahagia.
Bram mengernyitkan kedua alisnya ternyata tak hanya dirinya saja yang ada hubungan kerja dengan Harry,Handoko sahabatnya pun ada kerja sama dengannya.
Bram mengakui sosok Harry memang luar biasa.
" Taulah Bram,dia adalah Pengusaha muda,siapa sih yang tidak terkenal dengan Harry pratama." puji Handoko seraya menepuk penuh pujian ke arah Harry.
" Pak Handoko jangan terlalu berlebihan memuji saya." balas Harry tersenyum malu.
" Semua orang itu tau,tapi ada yang lebih mengejutkan lagi tentang dia Han." ungkap Bram dengan sikap penuh haru.
Handoko melongo menatap tak mengerti dengan apa yang di sampaikan Bram kepadanya.
" Apa itu ?" tanya Handoko pelan,raut wajahnya berubah penasaran.
" Dia adalah putra pertamanya Almarhum Wisnu." ucap Bram jelas.
Handoko terkejut bukan Main,selama ini ia tidak mengira jika Harry adalah anak dari sahabat baiknya.
Handoko menatap tak percaya ke arah Harry,wajahnya terlihat terkejut.
" Jadi ??" tanya Handoko ternganga mendengar ucapannya Bram.
Bram mengangguk membenarkan segala apa yang telah di ucapkannya.
" Iya pak Handoko,saya adalah putra pertama dari Almarhum Ayah saya,Pak Wisnu." jelas Harry terlihat rendah hati.
" Yaa TUHAN..., kenapa saya baru tahu,sekian lama saya bekerja sama dengan perusaahann kamu,ternyata kamu..." perkataan Handoko menggantung menatap dengan sorot mata yang sulit di artikan.
" Aku juga seperti itu Han,terkejut melihat foto-foto Wisnu terpangpang di album kenangan tadi,aku benar-benar shok jika selama ini Harry adalah anak Almarhum Wisnu." ujar Bram dengan perasaan kian haru.
" Nak Harry,Cerita kita panjang jika harus cerita malam ini tak akan selesai hingga esok hari,tentang sosok Almarhum Ayahmu." Ucap Bram sembari menepuk-nepuk pundak Harry dengan tersenyum penuh canda.
__ADS_1
" Setelah acara ini kita ngobrol sebentar yaa..,Karena saya sudah lama tidak mendengar cerita tentang Almarhum Ayahmu." sambung Handoko tersenyum bahagia.
" Dengan senang hati pak." ucap Harry penuh hormat.
" Panggil saja om,,Kita berdua ini sahabat dekat Ayahmu." Sela Handoko tersenyum,Harry hanya mengangguk dengan tersenyum simpul.
Handoko dan Bram terlihat sangat bahagia,walaupun mereka tidak bisa melihat kembali sahabatnya tapi hubungan itu akan terus terjaga dengan putranya,yaitu Harry sang penerus.
**********
Hasta menarik kecil tangan Renata untuk menepi di sudut ruangan,Hasta memilih untuk tidak duduk bergabung dengan para tamu lainnya ia malah memilih di tepi halaman yang telah di sulap sedemikian rupa menjadi sebuah ruangan yang indah bertaburkan bunga lili.
Renata tertunduk tidak berani menatap wajah Hasta yang sedari tadi menatapnya dengan tak berkedip.Tatapan kagum itu membuncah dalam dadanya seakan akan ia tak ingin jauh dari pujaan hatinya yang semakin hari semakin besar persaan yang tumbuh di dalam hatinya.
" Seandainya restu itu aku dapat,Gue ingin malam ini sekalian meminangmu Ta." Ucap Hasta menatap gemas ke arah Renata yang tersenyum manis kepadanya.
Renata memang bukanlah sosok wanita yang Hasta idam- idamkan,Tapi entah kenapa sosok Renatalah yang telah mampu menjungkir balikkan dunianya sehingga tidak karuan.
Dan tak hanya itu sosok Renatalah yang telah mampu menghipnotis dirinya hingga sedemikian rupa, memberi warna tersendiri dalam hidupnya.
" Kamu sedang tidak menggombaliku kan ?" Tanya Renata dengan menatap manja ke arah Hasta.
" Gue serius Renata," Ucapnya dengan kembali bersikap gemas dan itu ia sulit untuk di tahan.
" Has,Kalau Papah kamu liat kita disini berdua kira-kira dia akan marah ?" Tanya Renata dengan menatap ragu sekaligus cemas ke arah Hasta.
" Kalau Papah gue liat dan Kakak lo juga liat,maka ini adalah kesempatan gue untuk bawa kabur lo sekalian." Ucap Hasta menatap dalam Renata yang malam ini memang terlihat lebih cantik di matanya.Riasan wajah yang terlihat lembut menambah ke anggunannya.
" Kamu ngaco !!" Desis Renata seraya memukul manja tangan Hasta.
" Malam ini Lo sangat cantik." Puji Hasta dengan tersenyum menggoda.
" Massa ?Cantikan mana sama Tania." Tiba tiba Renata berceloteh dengan manja.
Raut wajah Hasta berubah dengan wajah datar ia membuang pandangannya ke para tamu undangan yang mulai satu persatu meninggalkan kediaman nya Renata.
" Tania adalah masa lalu, Dan Lo masa depan gue." Ucap Hasta dengan wajah serius.Renata menyerengeh dengan tersipu malu,sontak raut wajanya berubah merona.Kata- kata Hasta mampu membuat ia terbang melayang jauh ke angkasa sana.
" Pantas Kamu banyak pacarnya,Kamu gombalannya berlebihan,wajar jika semua wanita langsung jatuh hati sama kamu." Ucap Renata dengan mengalihkan pandangannya untuk menutupi perasaanya.
" Kali ini gue tidak lagi menggombalin lo Ta,gue emang benar-benar sayang sama lo" Ucap Hasta dengan cepat menggengam tangannya Renata.
" Ikhh lepas ! Malu di liat orang." ucap Renata menepis tangannya Hasta.
Hasta tersenyum semakin gemas melihat ekspresi wajah Renata yang membuatnya semakin candu.Tidak menutupi kemunapikannya seandainya Renata seperti perempuan perempuan lainya yang ia temui mungkin ia sudah ******* abis bibirnya dan mendekap erat tubuhnya tanpa ada rasa bosan.
Namun Hasta sadar Renata adalah wanita terhormat yang sikap dan ahlaqnya jauh dari kata liar,Ia menghormati penuh dan menjaga apa yang ada dalam dirinya.
Bagi dirinya sudah menggenggam erat tangannyanya saja sudah merupakan anugrah yang tak bisa di bayangkan olehnya.
Padahal sudah jelas Hasta bisa melakukan hal yang lebih kepada perempuan lain yang lebih dari sosok Renata.Tapi tidak kali ini, Ia benar benar menjaga penuh sikap liarnya untuk seorang Renata.
Yaa Kadang cinta bisa mengubah sesuatu hal yang buruk menjadi baik,dan bisa merubah sosok yang liar menjadi lebih alim.
Hasta tidak ingin berpisah dengan sosok Renata yang telah membuatnya nyaman.membayangkannya pun ia tak ingin sama sekali.
Hasta telah terpaut erat akan hatinya kepada seorang Renata.
..........Bersambung.
__ADS_1