Sang Play Boy

Sang Play Boy
Sang Playboy episode 07


__ADS_3

ADA secercah harapan yang membuat Hasta kembali semangat menjalani kehidupannya, ada sebuah harapan besar yang dia simpan selama ini,dan harapan tersebut harus menjadi kenyataan


Dan kesempatan ini lah yang di tunggu-tunggunya,kesempatan mendapatkan hati seorang Renata,ia tidak akan melewatkan kesempatan tersebut,karena kesempatan itu tidak akan datang dua kali.Jadi kesempatan ini tak akan ia sia-sia kan lagi.


 


" Hasta Papa ingin bicara sama kamu nak !! " Panggil sang Mama cuku keras.


" Ada apa Ma ?" tanya Hasta sembari menuruni satu perasatu anak tangga untuk menghampiri Mamanya tersebut.


" Papah nanyain tentang pertemuan kemarin itu.." jawab nya lembut.


" Bilang sama Papah,aku sudah menyetujuinya tinggal teken kontrak saja " jelas Hasta sambil kembali menaiki anak tangga yang menuju kamarnya.


" Loh kok buru-buru banget,udah teken kontrak aja, tugas kamu kan cuman menghadiri pertemuannya saja sayang." sela Sang Mama sedikit heran.


" Tapi itu perusahan Papi kan mah,ya Hasta sebagai putra tunggalnya ikut andil juga dalam perijinan kontrak,soalnya Hasta sekarang lagi bersemangat untuk bantu perusahaan nya Papih " jelas Hasta sambil melongo dari pagar pembatas tangga lantai kamarnya tersebut.


Mendengar penuturan Hasta sang Mama terlihat penuh ke heranan.


" Tumben kamu Has bersemangat bantu Papih??" tanya sang Mama heran.


Tak lama Hasta menghampiri sang Mama dengan menengteng tas kopernya.


" lagi semangat aja Mah." jawab Hasta tersenyum simpul.


" Kamu baik-baik saja kan ?" tanya sang Mama menatap curiga setelah melihat putra nya itu terlihat berbeda.


" I'm ok Mama ! Hasta berangkat dulu ya, sudah ada janji soalnya." pamit Hasta seraya mengecup pipi kiri kanan sang Mama.


" Janji ??" tanya sang Mama semakin melongo.


" Janji Mah,sama mitra perusahaan nya Papih,kemaren itu pekerjaan nya belum tuntas." jelas Hasta begitu antusis.


" Loh,loh,kuliah kamu gimana sayang ??" Sela Sang Mama dengan cepat.


" Nanti Hasta atur Mam." Balas Hasta sembari menyambar Jas yang sudah disiapkan oleh sang Mama.


" Yaa Ampunn nak ," Ucap sang Mama menggeleng,lalu ia pun melanjutkan kembali obrolannya di telpon bersama sang suami.


..........................


Di Kantor


" Pagi Ratih...!" Sapa Hasta dengan mulai akrab dia menyapa Sekertaris Papah nya tersebut.


" Pagi Pak Hasta " Balas Ratih dengan energik.


"Oya Rat , Ibu Renata sudah datang ?" Tanya Hasta dengan terlihat membagikan tatapannya ke seluruh ruangan tersebut,ia bergarap Renata sudah datang sesuai yang di janjikannya kemarin.


" Oh baru saja beliau tiba Pak, beliau datang dengan pak harry dan sudah menunggu di ruang tunggu pak." jelas Ratih dengan menatap penuh ke arah wajah Hasta.Hasta terlihat mengangguk paham.


" Makasih banyak atas infonya Ratih cantik " Ucap Hasta dengan terlihat genit menatap Ratih.


" Sama - sama pak Hasta ganteng,opss!" Balas Ratih dengan tak kalah cerianya.


Hasat mengerlingkan matanya ke arah sekertaris cantik tersebut,sehingga membuat sekertaris itu tersipu-sipu.Bahagia bisa bercanda dengan pria seganteng Hasta.


Dengan gerak cepat,Hasta segera mempercepat langkahnya untuk menuju ruang tunggu,dan di lihatnya Renata sudah duduk manis seraya menunggu kehadirannya, Renata didampingi Harry seorang lelaki yang usianya hampir tidak jauh berbeda dengan usianya.


"Selamat pagi pak Harry, Renata ! " sapa Hasta dengan raut wajah terlihat begitu sumeringah.


" Pagi pak Hasta !" jawab Harry singkat.


" Oya Apa pak Dandi sudah datang ?" Tanya Hasta masih menatap dalam Renata yang di duduk di sampingnya Harry.


Renata hari ini terlihat begitu sangat cantik , Ia menggunakan balutan kemeja warna pich dengan autfit hitam yang dipadukan dengan hijab berwarna senada dengan warna bajunya.


Parasnya yang terkesan biasa saja namun tak pernah bosan untuk di pandangi, Hasta terlihat tersenyum senyum mencoba menggoda ke arah Renata,Renata memilih unguk menunduk,ia tak ingin berlama-lama berpandangan dengan pria tampan tersebut.


" Saya lihat pak Dandi baru saja tiba,tapi beliau bilang hendak kebelakang dulu sebentar" Ucap Harry dengan santai.


Hasta menangguk dengan tersenyum ramah.

__ADS_1


Selang beberapa menit,pak Dandi muncul di tengah-tengah mereka.Tidak menunggu lama proses penandatanganan kontrak pun selesai dilaksanakan oleh kedua belah pihak.


" Selamat bergabung Pak Hasta di Perusahan RITAIL kami, semoga kita bisa mewujudkan kenerja yang bagus serta profesional " Ucap Harry dengan mengangkat tangan untuk mengajak Hasta berjabat tangan.


" Dan semoga saja perusahaan saya menjadi mitra yang terbaik bagi perusahaannya pak Hasta beserta pak Bram." Ungakap Harry dengan penuh harapan.


" Aamiin pak,saya ucapkan terimakasih banyak juga sudah berkenan untuk kerja sama dengan perusahaan kami,semoga pak Harry mempercayakan sepenuhnya kepada perusahaan kami ini. " Jelas Hasta berusaha berbicara dengan sedikit lebih formal meski Ia merasa kebingungan memilih kosakata yang bagus untuk di ucapkan.


" Senang kami bisa bermitra dengan anda" Ucap Harry kembali seraya menepuk lembut tangan Hasta.


Renatapun mau tidak mau ikut menyalami Hasta, dengan Sikap canggung Renata menyodorkan tangannya dan tanpa berpikir panjang Hasta pun menerima uluran tangan perempuan itu seraya membalas jabatannya dengan erat.


Bola mata perempuan itu membulat sempurna sesaat Hasta menggam lama tangannya tersebut,dengan terpaksa Renata menarik paksa tangannya.


Hasta terihat tersenyum penuh makna ke arah Renata yang terlihat menatap tidak suka.


" Kalau begitu kami permisi dulu pak Hasta." Pamit Harry seraya membereskan Dokumen-Dokumen penting yang telah berhasil di tandatangani oleh Hasta serta di saksikan langsung oleh pak Dandi selaku Menejer di perusahan orang tuanya tersebut.


" Ta..., kita makan siangnya di luar aja ya !" Ajak Harry sambil menoleh Renata.


Renata mengangguk.


Degg


Hasta menatap pria muda itu dengan tatapan tak biasa,seperti ada sesuatu yang mengganjal akan perasaannya,entah kenapa melihat sikap Harry ke Renata cukup membuat hatinya merasa cemburu.


" Baik mas !! " Renata mengiyakan ajakan Harry.


Hasta menatap lain ke arah Renata yang berjalan mengikuti langkah Harry yang melangkah keluar ruangan.


Entah kenapa diam-diam Hasta merasa tidak suka melihat Renata berjalan dekatan dengan Harry.


cEMBURU........♧


 


" Muka lo suntuk banget Has, kaya habis lihat tagihan cicilan." Tanya Boni menoleh Hasta yang sedari tadi hanya memainkan sebuah gantungan kunci.


Sejenak Hasta menghela panjang namun sejurus kemudian wajahnya terlihat begitu gundah.


"Gue ketemu Renata Bon." ucapnya pelan.


Bony tercekat menatap terkejut.


"Yang bener lo Has ?" tanya Boni menyeringai.


"Dia jadi Mitra kerja di perusahaan bokap gue." jelas Hasta dengan perasaan tak menentu.


" Bentar,bentar,gue belum bisa paham omongan lo." ungkap Bony seraya membenarkan posisu duduknya dan menggeser lebih dekat ke arah Hasta.


".......... "


Hasta melirik Boni tanpa ekspresi.


" Renata ternyata sekertaris di perusahaan PT RETAIL yang menjadi Mitra perusahaan bokap gue." jelas Hasta.


" Lah kok bisa ? bukannya dia ke SINGAPUR kenapa bisa ada di perusahaan bokap lo ?" tanya Bony terlihat kebingungan


" Gue belum ada nanya hal itu,tapi yang pasti gue bahagia bisa bertemu dia lagi" ucap Hasta dengan tersenyum penuh arti.


" Memangnya lo masih ada perasaan sama dia?" tanya Bony sinis.


" Sampai kapanpun,perasaan ini hanya untuk dia." jawab Hasta dengan pasti 


" Buaya luh,lebay banget." cibir Bony sebal melihat sikap sahabatnya tersebut.


" gue bukan Buaya lagi Bon."sela Hasta pelan.


" Lalu ??


" Tirexx !"


" Hewan langka dong," Ujar Bony menyeringah sinis.

__ADS_1


" Karep mu !! yang penting gue masih ada perasaan terhadap Rena sampei kapan pun." ujar Hasta ekspresi serius.


" Terus kenapa elo terlihat suntuk ?seharusnya elo bahagia atas pertemuan nya ?" tanya Bony heran setelah melihat raut wajah Hasta kembali murung.


" Entahlah,tiba-tiba gue ngerasa jika Renata itu emang gak ada perasaan sama gue Bon " ucap Hasta sedih.


Bony terlihat menahan tawanya,mau tertawa tapi takut dosa,pikirnya dengan menggeleng-geleng.


 


" Kan emang dari dulu si Renata gak suka sama lo ! lo kemana aja ? makanya jangan terlalu pede jadi orang tuh,jang mentang-mentang lo merasa ganteng lantas semua cewek bakal suka ama elo,heuh pede banget jika Renata ngerasa suka sama lo." jelas Boni dengan mencibir Hasta.


" Dia masih seperti itu,dan Respon nya juga masih biasa biasa saja " Ucap Hasta dengan raut wajah sedih.


" Tapi perasaan seseorang itu gak bisa di tebak juga Has. " Bony berusaha membesarkan hati sahabatnya tersebut.


" Iya juga sih." Sela Hasta lirih,ia terlihat melipat bibir atasnya hingga dalam.


"Jadi sekarang lo lebih seneng kerja, di banding kuliah?" tanya Bony menyoroti sahabatnya itu dengan pasti.


" Untuk saat ini gue lagi seneng kerja." Balas Hasta enteng.


Bony mendecih seraya melengos.


" Alah !! sekarang aja lo ngomong gitu,karena ada perempuan itu,coba kalau gak ada...,gue tahu otak lo itu." Ungap Boni menggeleng-geleng kan kepalanya.


" Haa haa haa..., " Tiba-tiba Hasta tertawa lepas hingga membuat Bony merasa heran.


" Lo malah ketawa, ada yang lucu emang ?, Curiga gue lo ketawa-tawa sendiri,ngeri setress loh !!" guman Boni bersungut.


 


Hasta menggeleng


" Kehidupan ini memang penuh misteri ya Boy,apa ini yang di namakan jodoh ?" Ucap Hasta sembari menghayal tingkat tinggi.


Boni melengos seraya berkumat kamit melihat tingkah Hasta yang sedang berbunga-bunga.


" Bon sepertinya gue bakal jadi cowok yang paling bahagia jika gue bisa ngedapetin hati nya Renata,doi benar-benar cewek berbeda dari beberapa cewek yang pernah gue temuin" seloroh Hasta sambil meraih tangan Bony lalu menggengamnya dengan erat.


 


" Lo bisa bayangin kan ? " Tanya Hasta dengan penuh harapan,jika Boni bisa ikut merasakan apa yang Ia rasakan saat ini.


pyuhhh....


Bony menggeleng dengan ekspresi yang sulit di artikan,itulah Hasta,sahabatnya kali ini sedang kembali jatuh cinta,mabuk,buta sejenis itulahh yang membuat akalnya sedikit melebihi dari batas normal.


 


" Eehheem ! !"


Tiba tiba Dosen mereka berdehem keras,Dosen tersebut berdiri tepat di hadapan mereka dengan tatapan aneh,Hasta yang masih mengenggam tangan Bony menoleh ke arah Dosen tersebut.


" Kalian berdua sehat ?" Tanya Dosen tersebut menatap tajam kearah mereka berdua.


 Bony dan Hasta saling bertatapan satu sama lain.


" Memangnya kenapa pak ?" Tanya Bony dengan mengerutkan dahinya.


" Kalian berdua apa tidak tahu malu, berpegangan tangan seperti itu ! macam tidak normal saja kalian." Ucap Dosen tersebut dengan berbicara logat khas bataknya yang begitu kental.


 


Hasta maupun Bony serentak menatap ke arah gengaman tangan mereka dan.......


 


" Astaga !!!" Seru Hasta kaget,dengan repleks ia pun segera melepaskan gengaman tersebut.


" Menyimpang kita Hass..." Pekik Bony dengan di iringi tertawa lepas.


 

__ADS_1


..........................


 


__ADS_2