
DENGAN berbagai persaan yang berkecambuk di benaknya Hasta memberani kan diri mendatangi kantor perusahaan nya Harry, ia berharap semoga saja dirinya tidak bersikap arogan terhadap Harry, karna ia sadar jika dirinya tipekal orang yang paling tidak bisa menahan emosi ketika marah dan kecewa.
Sesekaki Hasta terlihat mengatur laju napasnya, ia berusaha meredam seluruh kegelisahannya agar pertahanan emosinya tetap stabil.
" Siang Harry !! " sapa Hasta setiba di ruangan Harry dengan suara kaku,pintu ruangan tersebut terbuka lebar Hasta menatap tajam ke arah Harry yang berada di balik meja tugasnya.
" Mohon maaf pak Harry,orang ini memaksa untuk masuk dan ingin bertemu dengan bapak." ucap seorang perempuan dengan perawakan mungil menyela di belakang Hasta dengan raut wajah terlihat ketakutan.
Harry menatap tenang ke arah Hasta.
" Tidak apa-apa Mar,kamu kembali ke ruangan kamu." jawab Harry dengan memberi isyarat Marta sang asistennya untuk meninggalkan ruangannya.
Marta mengangguk seraya berjalan mundur untuk keluar dari ruangan atasanya tersebut.
Hasta menyoroti Harry dengan penuh berbagai pertanyaan di benaknya.
Ada perasaan yang mengganjal di hatinya.
" Silahkan duduk Has !" ucap Harry mempersilahkan Hasta untuk duduk dengan bersikap tenang.
" Tidak perlu!! " tolak Hasta dengan ketus.
Harry mengernyit mendegar nada bicara Hasta yang cukup mengganggu perasaanya.
" Duduk lah,kurang baik berbicara sambil berdiri." sela Harry masih bersikap ramah menyambut kedatangan Hasta,meski Hasta sudah terlihat memasang wajah kurang ramah.
" Kenapa kamu memutuskan hubungan kontrak ini dengan begitu saja?" tanya Hasta langsung ke pertanyaan yang membuatnya merasa kecewa.Hasta terlihat menatap tajam ke arah Harry.
Harry mendehem berusaha menetralkan perasaanya dan ia berusaha membuat keadaan lebih kondusif.
" Hasta,sebaiknya kita bicarakan masalah ini secara baik-baik,saya minta kamu tidak emosi seperti ini." ujar Harry tetap bersikap tenang.
"............"
Hasta terdiam masih menatap gusar Harry yang sedikitpun tidak terlihat merasa bersalah atas keputusannya tersebut.
" Sebelumnya aku minta maaf,jika keputusan ini saya ambil secara sepihak dan ini pastinya akan merugikan perusahaan Papah kamu." jelas Harry bersikap hangat kepada Hasta.
" JELAS LAH !!! Keputusan ini merugikan perusahaan Papahku, semua kan sudah ada perjanjianya di surat kontrak tersebut,bahkan di sana juga sudah jelas tertera ada beberapa aturannya dalam sistim kontrak yang di sepakati bersama, tapi sekarang kamu memutuskan begitu saja kotrak ini ,lalu mau bayar berapa atas kerugiaan yang sudah di alami oleh perusahan Papah ku?" tanya semakin geram.
Harry hanya tersenyum,sehingga membuat Hasta sedikit terpancing atas sikapnya tersebut.
" Ada apa Har ? apa ada masalah dengan perusahaan Papahku ? " tanya lagi Hasta dengan menatap penuh selidik.
Harry masih terdiam dengan menyunggingkan senyuman tipis ke arah Hasta,sedangkan Hasta mulai menahan amarahnya dengan beberapa kali mengerangkan tulang rahangnya kuat-kuat.
" Apakah ini ada hubungannya dengan masalah aku dengan Renata ?? " tanya Hasta dengan tegas,sepertinya ia tidak ingin basa-basi lagi dalam permasalahan ini,ia menebak jika pangkal dari kericuhan kecil ini ada sangkut pautnya dengan perasaanya terhadap Renata.
Harry kembali hanya menyunggingkan senyuman yang penuh arti sehingga membuat Hasta semakin geram di buatnya.
" Tolong kamu jawab !!.Apakah ini ada hubungannya dengan masalah itu ?? " Tanya Hasta kembali,ia tak sabar ingin segera mengetahui jawaban apa dari Harry.
__ADS_1
Harry menarik napas panjang,lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran kursinya dengan berusaha tenang,ia tak ingin ada kejadian yang memalukan di kantornya.
" Harry,kamu tau siapa yang meminta pemutusan kontrak kerja ini ?Renatalah yang minta pemutusan hubungan kerja ini, dan saya selaku sang Kakak yang begitu sangat menyayangi nya,maka saya pun menyetujui permintaan nya,semua itu demi kebaikan dia." jelas Harry dengan tegas.
Sontak Hasta nyaris tercekat dari tempat duduknya,dia benar-benar tak percaya jika Renata bisa melakukan itu kepadanya.Dan benar saja dugaan nya selama ini,ia pun menarik napas panjang dengan menatap tak percaya ke arah Harry,rasanya semua menjadi berantakan hanya kerena permasalahan asmaranya,hingga pekerjaan sang Ayah kena imbasnya.
" Untuk apa Renata meminta hal itu ??" tanya Hasta terbata.Sepertinya ia belum bisa mempercayai pernyataannya Harry tersebut.
" Aku tidak tau percis alasan apa yang membuat ia meminta hal seperti itu kepadaku,tapi ia hanya berbicara,jika ia hanya ingin menjauh darimu Has." jelas Harry menatap lurus Hasta.
" Lalu salah nya dimana hingga harus mengorbankan pekerjaan orang tua ku ?" tanya lagi Hasta semakin tak mengerti.
" Salah kamu,suka terhadap adik ku,ia tidak nyaman dengan sikap mu itu." ungkap Harry pelan.
Hasta menggeleng,begitu naif hanya perasa tak mencintai lalu mengorbankan pekerjaan orang tuanya.Hasta benar-benar tak terima.
" Ok fine ,!! Jika ia merasa terganggu dengan sikap aku,aku akan menjauh dari adikmu,dan berhenti mengejarnya,tapi bukan berarti dia harus mengorbankan pekerjaan ini,sungguh ini tidak masuk di akal." bantah Hasta dengan terlihat sangat emosi.
" Satu hal lagi,Tania istriku sudah menceritakan semuanya tentang kamu, bahkan Tania pun bercerita bahwa dia adalah salah satu wanita yang pernah kau sakiti " jelas Harry dengan tegas, sorot matanya terlihat begitu dalam.
Hasta semakin tercengang ketika mendengar Tania terlibat di dalam permasalahan ini.
" Jadi Renata memintaku untuk memutuskan hubungan kerja ini." ungkap Harry tersenyum kaku,ia berusaha untuk tenang dalam menjelaskan permasalahan yang sedang di hadapinya tersebut.
Hasta menggeleng dengan perasaan penuh rasa kecewa.
" Ini jelas tidak adil dan ini sangat tidak profesional !!!" ungkap Hasta terlihat geram.
" Tapi maaf Has, ini adalah keputusan Renata, jadi aku tidak bisa menolaknya,projeck ini dia yang handle !! dan besok lusa aku akan menemui Papahmu untuk mengklarifikasi permasalahan ini,jadi saya harap perusahaan Papah kamu bisa menerima keputusan ini,akan aku bayar total kerugiann yang di alami oleh perusahaan Papah kamu." jelas Harry mulai menatap Hasta dengan tajam.
" SSHIIIITTTTT !!!" geram Hasta dengan terlihat menahan amarhnya namun dirinya tidak berdaya untuk menluapkan amarahnya tersebut,ia berusaha menjaga etikanya untuk tidak bersikap arogan.
Napasnya terlihat memburu,menahan amarahnya yang kian meluap-luap.
" Aku pikir kamu dengan adikmu bisa bersikap profesional,tidak mencampur adukan masalah pribadi dengan pekerjaan,namun nyatanya kalian hanya pecundang yang bisa bersikap seenaknya tanpa memikirkan akibat dari sikap kalian tersebut " ungkap Hasta dengan terengah-engah.
Harry terdiam menatap pria tampan itu dengan seksama.
" Aku bukan pecundang,tapi aku menjaga perasaan orang yang aku sayangi,aku tidak ingin ia tersakiti untuk kedua kalinya." Ucap Harry dengan tegas.
Hasta tercekat mendengar pernyataan Harry tersebut,entah kenapa ingatannya di pulihkan kembali ke kisah yang Renata ceritakan.
Entah kenapa perasaanya seketika tak berdaya ketika mengingat hal itu.
" Aku dulu memang pernah nyakitin Tania, tapi itu dulu , jika hari ini aku mencintai Renata demi TUHAN aku tidak akan menyakitinya." ucap Hasta dengan suara yang bergetar.Ia ingin tahu jika niatnya tulus dalam mencintai Renata.
" Hass !! kamu tidak pernah tau bagaimana perjuangan Renata berusaha bangkit dari keterpurukannya,dia adalah adikku salah satu korban dari pria pengecut yang tidak bisa bertanggung jawab atas sikapnya.Seandainya aku tahu keberadaan pria brengsek itu dimana tentunya sudah aku patahkan tulang lehernya dan kubuat dia jeraa. " ujar Harry dengan mulai terlihat emosi.
Hatsa tertegun.
" Dan kamu datang di kehidupan Renata dengan seabrek masal lalumu yang tak menyenangkan itu jelas ini adalah ancaman bagi kehidupan adikku." jelas Harry dengan mulai terlihat sinis akan sorot matanya tersebut.
__ADS_1
" Aku tidak akan mempermasalahkan tentang Tania yang pernah kau sakiti,tapi aku mempersalahkan tentang Renata, ini adalah tentang perasaan adik ku,aku tidak akan membiarkan Renata harus kecewa untuk yang kedua kalinya. " ucap Harry menatap lurus Hasta yang tidak mampu berbicara apa-apa lagi.
Serasa di bungkam mulutnya dengan mata pisau tajam.
Rasanya Hasta ingin bergulat saja dengan Harry jika memang harus merebut Renata darinya, dia merasa tersinggung dengan ucapan Harry yang menyamakan dirinya dengan laki laki yang telah meninggalkan Renata dengan begitu saja.Meski kenyataanya memang tak beda jauh.
Hasta memang menyadari atas kesalahannya tersebut, memang kurang lebih seperti itu lah sikap dirinya terdahulu kepada beberapa perempuannya termasuk Tania yang sudah menjadi istri sahnya Harry.
Entah demi ego atau napsu semata kah yang membuat dia bersikap seperti itu,namun semua itu dulu dan sekarang dia telah berubah.
" Tapi kenapa imbas dari permasalah ini harus pekerjaan Papahku Har ??okeelah kalau memang Renata benar-benar benci terhadap aku,aku akan berusaha menjauh dari dia, Tapi tolong jangan putus kontrak ini 🙏🙏.." ucap Hasta tiba-tiba melemah dia tersadar atas segala kesalahannya di masa lalu, mungkin itulah sebabnya bagi seorang Renata masa lalu sangatlah penting.
Harry terdiam menatap kaku.
" Aku mohon,pertimbangkan kembali Harr keputusan ini,dan aku berjanji tidak akan mengganggu kehidupan adikmu lagi,tolong sampaikan ucapanku ini,aku tidak akan pernah lagi menganggu kehidupnya." ungkap Hasta dengan perasaan yang tak menentu.
" Maaf kan sikap Renata Hass,dia masih trauma akan sakit hatinya dulu dan aku tidak mempermaslahkan kamu cinta sama dia atau tidak ,tapi aku mempermaslahkan kamu takut menyakiti hatinya lagi,cerita tentang mu dulu membuat aku ragu akan kesungguhanmu terhadap Renata." ungkap Harry ikut merasakan pilu.
" Apakah seorang bandit tidak boleh bertobat ? begitupun dengan ku Harr, seorang mantan playboy tidak bolehkah mencintai seseorang dengan tulus ?, setiap manusia pasti akan berubah hanya saja perlu waktu untuk berproses lebih baik,dan memberi kesempatan untuk bisa lebih baik adalah sebuah Anugrah bagiku." jelas Hasta dengan sendu.
dia mencoba menahan segala perasaan sedihnya hingga terlihat pilu raut wajahnya.
" Aku mohon pertimbangkan kembali keputusan ini Har,aku mengalah,tapi jangan sangkut pautkan ini dengan perusahan Papahku,aku tidak ingin perusahaan Papahku menjadi Rugi." ungkap Hasta dengan lirih, Harry menarik napas panjang, perasaan dilema mulai mengelayuti hatinya.
..................
Terdiam dalam sepi menyusuri gelapnya malam,
Hasta merasakan jika dirinya seolah-olah sedang berjalan tanpa arah melewati kerinduan yang tak ada artinya lagi.
Hasta menghempaskan perasaan nya dengan penuh beban,merasakan perasaan nya kian larut dalam sebuah duka yang begitu dalam.
Dengan di temani sebotol minuman bersoda serta sebungkus Rokok yang sebagaian isinya telah di habiskan begitu saja tanpa ada perhitungan nya.
Berulang kali Hasta terlihat menyesap dalam asap Rokok tersebut dengan penuh penghayatan,sepertinya hanya sebungkus Rokolah yang paham akan dirinya saat ini,dan Rokok tersebut menjadi teman setia dikala dirinya benar-benar merasa down dengan masalah hidup yang tiada tepinya.
Baginya rasa yang paling indah untuk seorang Renata tidak akan hilang begitu saja di benaknya.
Kenapa dirinya harus bertemu dengan seorang Renata ?lalu kenapa Renata harus menjadi adik dari seorang Harry si pemilik saham terbesar di perusahaan papahnya ? dan kenapa juga Tania sang mantannya harus bersuamikan Harry kakak dari seorang Renata ?
Kenapa,dan kenapa ???
Banyak sekali pertanyaan yang bermunculan di benaknya,dan pertanyaan-pertanyaan itu sama sekali tidak ada jawabannya hingga membuat kepalanya terasa sakit jika harus terus memikirkannya.
Seandainya dulu dia tidak di pertemukan dengan Renata mungkin tidak akan senaas ini kehidupan nya.
Tapi diam-diam Hasta bersyukur atas hikmah dari kejadian ini,kini ia lebih bisa menghargai dan memahami arti sebuah kesetian serta perasaan.
Arti dari sebuah perasaan serta sakitnya patah hati dan sakitnya sebuah kekecewaan, yahh semua ini ia ambil hikmahnya.
Renatalah yang membuat dirinya berubah,sadar atau tidak Renata yang telah mengubah sikapnya lebih baik selama ini.
__ADS_1
....................