Sang Play Boy

Sang Play Boy
Sang Playboy episode 03


__ADS_3

DILEMA~


 


SEMAKIN hari semakin tidak terkendali akan perasaannya terhadap sosok Renata,berbagai upaya telah ia coba hanya untuk bisa mendekati seorang Renata,namun akhirnya ia selalu gagal.


Dengan santun namun terkesan tegas Renata selalu menolak setiap kebaikan yang Hasta tawarkan untuk dirinya.


Apapun itu alasannya bagi seorang Renata meladeni laki-laki seperti Hasta hanya akan membuang waktu saja.


Renata yang pernah trauma akan kisah percintaanya ia kini lebih hati-hati dan lebih selektif mengenal seorang pria.


Tak terpikirkan dalam benak Hasta untuk menyerah begitu saja,meski berbagai cara telah di lakukannya dan jika sudah berada di posisi seperti ini satu-satunya dengan cara mengeluarkan jurus andalan nya yaitu memamerkan seluruh kekayaan yang di milikinya.


Mungkin bagi dirinya semua wanita akan sama saja ketika dirinya memamerkan kekayaannya maka dengan mudahnya para wanita akan bertekuk lutut di hadapannya.


Lagi-lagi Hasta harus menelan pil pahit atas kenyataan yang terjadi.Seorang Renata semakin menjauh darinya,ketika perempuan itu di iming-imingi kebaikan dengan memamerkan kendaraan mewah yang dimilikinya,namun sayang Renata tidak tertarik sama sekali justru sebaliknya perempuan itu semakin menjauh dan mulai menjaga jarak dengan pria tampan tersebut.


Hasta yang selalu mendapatkan apa yang dia mau,kali ini ia harus gigit jari ketika Renata benar-benar tidak tertarik dengan apa yang dia perjuangkan.Renata sama sekali tidak tertarik dengan materi yang di miliki oleh Hasta,baginya materi hanya akan membuatnya menyesal mencintai karena harta.


Setelah sekian lama Hasta memperjuangkan keinginan nya untuk mendapatkan hatinya seorang Renata,Hasta baru menyadari jika Renata memang berbeda dengan perempuan lainnya termasuk Tania yang tergiur hanya dengan sebuah materi.


Dan Renata bukan lah sosok wanita yg haus akan harta.


................................


" Rupanya elo masih di sini.Tania nyariin lo tuh boy !" Ucap Bony menghampiri Hasta yang termenung seorang diri.


Hasta mengalihkan pandangannya ke wajah Bony yang duduk di hadapannya dengan ekspresi wajah inosen.


" Buat apa dia nyariin gue ?" tanya Hasta tanpa ekspresi.


" Lahh kok buat apa,ya mungkin dia kangen kali sama elo,pake nanya segala lagi." jawab Bony heran.


" Gue sudah putus sama Tania !" Sela Hasta pasrah.


Sontak Bony terkejut,baru saja dia duduk manis nyaris terloncat kembali.


" APA !!! elo udah putus ?? apa gue enggak salah denger ?" Tanya Bony terbelalak.


Hasta menggeleng tanpa ekspresi.


" Gila lo ya Has !! elo sama aja bunuh diri jika elo putus ama Tania.Dulu elo mati-matian ngelakuin apapun demi ngedapetin seorang Tania,bahkan elo bela-belain rebut Tania dari Bagas,udah kaya rebutan piala aja,ehh sekarang elo malah main putus-putusin aja." Bony nyerocos tak terkendali.


" Elo gak nyesel ?" tambah Bony kesal.


" Gue rasa gue udah gak nyaman lagi dengan Tania." Balas Hasta tanpa beban.


" Bener-bener gila lo ya Has,cuman karena udah gak nyaman lagi lo putusin dia,lah selama ini elo ngapain aja sama dia ? " Tanya Bony dengan perasaan geram,ia merasa tak habis pikir akan sikap sahabatnya tersebut yang begitu mudahnya mengecewakan perasaan setiap wanita.


" Gue rasa selama ini,hubungan gue sama Tania hanya untuk fun-fun saja." jawab Hasta dengan enteng.


" Gila lo ya !! elo itu sudah habis-habisan ngorbanin semuanya demi seoarng Tania,dan sekarang lo cuma bilang fun-fun doang A****g loh ya !!" Umpat Bony terlihat geram sekali.


Hasta hanya mampu menggeleng dengan perasaan tak karuan.


" ELo gak sadar sudah berapa banyak waktu,duit,tenaga buat ngedapetin tuh si Tania tapi elo sekarang cuman bilang fun doang !! saraf lama-lama lo ya ! " Geram Bony semakin terlihat jengkel.


Sejenak hening Hasta terdiam menatap jauh keluar sana Ia sadar atas apa yang telah Ia lakukan terhadap beberapa wanita termasuk Tania,ia rela mengorbankan orang yang dulu pernah ia perjuangkan segalanya demi untuk mendapatkan cintanya Seorang Renata, yang belum tentu juga seorang Renata akan menerima cintanya dalam kehidupannya.


Bony menoleh ke arah Hasta dengan tatapan curiga.


" Boy,jangan-jangan elo sudah gila beneran gara-gara cewek pelayan caffe itu !" Tuduh Bony dengan rasa penuh kekhawatiran.


Hasta membalas tatapan sahabatnya itu,lalu ia pun tersenyum dengan penuh arti tanpa menjelaskan Bony tentu sudah paham dengan artian senyuman nya tersebut.


" Kalau iya kenapa ?" jawab Hasta dengan singkat.


" Astaga !! Hasta elo sadar gak sih cewek macam dia itu tidak ada levelannya sama kehidupan lo itu, coba lo pikir deh,cewek itu tidak lebih cantik dari pada Tania,dia gak seksi bahkan secerdas Tania gila lo yahh !!cewek norak kaya gitu aja elo uber-uber.Elo benar- benar udah gila !! " Gerutu Bony terlihat frustasi.


" Tapi gue merasa jika ada yang berbeda dari seorang Renata yang tak ada sama sekali dari sosok Tania,atau pun cewek lainnya yang pernah gue temui,dan lo tau apa itu ?? dia memilik prinsip yang berbeda dari yang cewek-cewek yang pernah gue kenal dia memang cewek sederhana dan dia adalah cewek yang punya banyak aturan.Gue pikir semua cewek itu sama tapi nyatanya si Renata itu sangat berbeda." Jelas Hasta dengan wajah terlihat serius.


" Memangnya apa yang bikin dia berbèda dengan cewek-cewek lo sebelumnya? apa hanya dia cuman pake hijab doang ? gue rasa hanya itu aja yang membedakan dia dengan perempuan-perempuan yang elo kejar." Ujar Bony berspekulasi.


Hasta terdiam lalu menatap kembali ke arah luaran sana.


" Lagian elo emangnya sudah kenal lebih jauh tentang cewek itu kaya gimana ?,so soan bilang berbeda-beda." Tanya Bony dengan nyerocos bak petasan terbakar api.


Hasta menggeleng tak pasti,Bony terlihat menatap penuh ironi.


" Terus,terus, elo udah jalan juga sama tuh cewek? sehingga lo bisa berkeyakinan jika doi berbeda dengan cewek-cewek lainnya?" tanya Bony menatap kian tajam ke arah sahabatnya tersebut.


Lagi-lagi Hasta hanya bisa menggeleng dengan raut wajah pasrah.


" Haa....haa....haa..., " Bony tertawa lepas melihat sikap sahabatnya yang semakin terlihat idiot di buatnya.

__ADS_1


" Terus lo bisa tau dari mananya dia berbeda dengan cewek-cewek lainnya ?Sedangkan lo aja jalan bareng dia kaga pernah.Ngedate pun kagak ada juga ! tau dari mana lo tentang dia itu ? sudah makin aneh rupanya lo boy." Ujar Bony masih menertawakan Hasta dengan penuh kelucuan.



" Justru itu Bon !! dia adalah cewek yang gak gampangan, berkali-kali gue ajak jalan dia,dia itu selalu nolak ajakan gue,dan dia gak pernah mau kalau gue ajak keluar cuman sekedar ngobrol doang,bahkan udah gue iming-mingin harta gue dia tetep aja cuek Bon, sama sekali gak ada respon bahkan tertarik sama apa yang gue tunjukin ke dia." Jelas Hasta dengan wajah sedih.



" Itu artinya cewek itu emang gak suka sama lo Has,elo nya aja ga peka." usul Bony terkekeh.


"Ngapain pula elo harus maksa-maksa dia,toh dia juga sadar diri kali dia itu bukan cewek levelan elo Has." Ucap Bony merepet.


Hasta mengernyit dengan perkataan Bony yang mematahkan asumsinya.


" Jadi bagus lah tuh cewek nyadar diri " Ucap Bony dengan terlihat jengkel melihat sikap Hasta yang mendadak seperti orang bodoh hanya karena satu perempuan yang baru di kenalnya.


Obrolan mereka terhenti ketika antensi mereka tersita oleh suara ribut-ribut yang berasal dari ruangan sebelah,dengan bersamaan mereka pun menoleh ke arah asal suara ribut tersebut.


Hasta dan Bony saling pandangan satu sama lain, dengan berbagai pertanyaan mereka pun mendekati ke arah suara ribut tersebut untuk memastikan keadaan.


" Lo pikir lo cantik ? berani-beraninya ganguin pacar orang.Apa lo emang seorang pelakor ?" teriak seorang gadis bertubuh langsing itu dengan nada tinggi.


" Tania !!" pekiknya shok.


Hasta tercengang setelah melihat keberadaan Tania di Caffe tersebut.


Suara Tania kian meninggi dan terdengar sedikit kasar memaki seorang perempuan.


Hasta semakin tak percaya setelah melihat Tania menarik paksa Renata untuk keluar dari ruangan Kasirnya tersebut.


" Maaf ya mbak !! mbak jangan asal tuduh." Balas Renata menaggapinya dengan masih santun.


Renata terlihat menepis tangan Tania yang berusaha menyeretnya keluar.


Hasta dan Bony terkejut bukan main setelah melihat siapa di balik keributan kecil tersebut.Tania terlihat marah besar terhadap Renata.


" Heuh !! masih saja lo ngeles ya ! elo pikir gue percaya begitu saja.Dasar cewek norak kampungan lagi." Seru Tania dengan nada sinis.


" Denger ya baik-baik !! gue peringatkan sekali lagi.Elo jangan coba-coba ngerebut cowok gue,paham!" Gertak Tania semakin liar.



" Yang merebut cowoknya mbak siapa ??,saya tidak paham dengan apa yang mbak katakan." jelas Renata mencoba membela diri.


" Elo gak usah pura-pura so lugu,so alim,so suci,api hatinya busuk." Ujar lagi Tania semakin kejam.


" Seharusnya lo sadar diri lo itu siapa ?? " Ujar Tania semakin geram.


Renata menarik napas panjang,ia berusaha untuk meredam emosinya yang nyaris tak tertahan.


" Mbaknya tidak kenal saya,dan mbak nya juga tidak tahu saya seperti apa ?tau darimana jika hati saya busuk." Ujar Renata terlihat santai ia berusaha untuk tetap tenang agar tidak mudah terpancing amarahnya.


" Sebenarnya mbak siapa sih ? datang-datang langsung emosi,apa mbaknya gak punya sopan santun ?" Tanya Renata lantang.


" Alah !! elo sebaiknya gak usah banyak tanya,gue kesini untuk memperingatkan elo,agar elo jangan so kecakepan ngedeketin owok gue !!" Gertak Tania semakin menjadi.


Semua pengunjung yang hadir di sana langsung tersita akan antensinya ke arah Tania dan Renata yang sedang bertengkar hebat,tidak terkecuali Hasta serta Bony ikut menyaksikannya.


Dengan cepat Hasta segera menghampiri Tania yang masih terus memaki dengan kasar Renata dengan begitu bringasnya.


" Tania ! Tania,hentikan !! elo apa apan sih ?" seru Hasta dengan cepat segera melerai Tania yang masih terlihat emosi.


Tania yang hendak menyerang lagi Renata sejenak menoleh ke arah Hasta yang menahan tangannya.


" Oh rupanya kamu sedang disini juga yaa ?? sekarang sudah jelaskan semuanya,cewek kampungan ini yang udah ngerubah sikap kamu ke aku!! " Ucap Tania meronta mencoba lepas dari cekalan tangan nya Hasta.



" Tania ! jaga sikap lo, Semua orang ngeliatin elo !" Sergah Hasta mencoba menenangkan Tania yang masih terlihat marah besar.


" Biarikan saja ! biar semua orang tahu jika cewek kampungan ini perusak hubungan orang." Geram Tania dengan berapi-api napasnya terlihat tersenggal senggal.


Renata menggeleng dengan wajah terlihat kecewa.


" Hentikan Tania,elo jangan teriak-teriak di sini ! Renata tidak ada hubungannya dengan perpisahan kita ." Ucap Hasta mencoba menjelaskannya.


" Lepasin !! kamu gak usah belain dia,aku tau kamu memang suka sama dia kan,dan rela mutusin aku cuman karena DIA !!" ujar Tania semakin liar.Jari telunjuknya mengarah lurus ke wajah Renata.


Sontak Renata mulai terpancing pertahanan amarahnya.


" Ada apa bu ?? " Tiba-tiba seorang staf Caffe menghampiri Renata yang masih terlihat bergetar menahan emosinya.


Renata mengela mencoba menetralkan perasaan nya.


" Tidak ada apa-apa Jep, saya baik-baik saja! " jawab Renata dengan suara pelan.

__ADS_1


" HEEEH !! denger baik-baik!! lo itu cuma pelayan disini,jadi elo jangan banyak tingkah." Ujar Tania masih mencak-mencak di hadapan Renata sepertinya ia belum puas meluapkan rasa amarahnya terhadap Renata.


" Maaf mbak,anda sopan sedikit berbicara dengan Bos saya !!." Staf Caffe tersebut menyela,ia merasa geram setelah melihat sikap Tania yang sudah kelewat batas terhadap Renata yang di akuinya sebagai Bosnya.


Seketika hening.......


Hasta, Bony serta Tania menatap kaget ke arah Renata yang tengah sibuk merapihkan bajunya seusai di tarik-tarik oleh Tania secara kasar.


" BOS ??? "


Kali ini Bony memekik seraya menatap tidak percaya ke arah Renata yang berdiri tak jauh darinya.


Bony pun mengamati seluruh ke adaan Renata dari ujung kaki hingga ujung kepala.


Bony mengernyit, matanya menatap penuh selidik ia merasa tidak percaya akan ucapan staff Caffe tersebut.Baginya Renata terlihat biasa saja jauh dari penampilan seorang Bos.


" Massa iya dia Bos !!" Gumannya dengan tak percaya.


Hasta pun tak luput dari perasaan terkejutnya,ia pun ikut menatap dalam kearah Renata yang masih menatapnya dengan tatapan tidak nyaman terhadap dirinya.


Dengan cepat Renata segera meralat perkataan yang di lontarkan staff Caffe tersebu tentang dirinya.


Renata melihat berbagai perubahan di raut wajah orang-orang tersebut,tak terkecuali Hasta,Bony beserta Tania.


" Sudahlah Jep, kamu tidak usah membela saya !" Sergah Renata dengan memberi isyarat penuh kepada sttafnya untuk tidak ikut campur.


" Tapi buk...-" staff caffe tersebut menggantung setelah yang kedua kalinya Renata memberi isyarat kembali.Staf tersebut mundur dengan penuh hormat.



" Tania.Tania ayo kita pulang " Ajak Hasta seraya menarik paksa tangan gadis itu untuk mengikutinya dan keluar dari Caffe tersebut.


" Lepasin !! " Ronta Tania menolak ajakan nya Hasta.


Renata kembali berjalan dan mendekat ke arah Renata.


" Dengar yaa !! gue gak peduli lo siapa kek disini, harus lo ingat lo itu sudah ngancurin hubungan gue dengan pacar gue,jadi gue harap lo bisa menjauh dari cowok gue." Ucap Tania dengan sorot mata penuh kebencian.


" Sudah Tania,hentikan itu !!" Sergah Hasta mulai geram akan sikap keras kepalanya Tania.


Tania menepis tangan Hasta,namun dengan cekatan


Hasta segera menyeretnya hingga keluar ruangan Caffe.


Hasta nyaris kewalah menghadapi sikap arogannya Tania.


Tak lama Bony menyusulnya dari belakang dengan wajahnya terlihat linglung.


" Kamu gak usah seret-seret aku Has,kamu pikir aku ini salah ? justru perempuan norak itu yang udah kurang ajar sama aku !" Ronta Tania dengan perasaan kesal.


" HENTIKAN TANIA ! " bentak Hasta kasar dan pada akhirnya pertahanan emosinya jebol juga setelah melihat sikap Tania yang kian sulit di kendalikan.


Hasta menatap tajam ke arah Tania.


Tania terlihat syok setelah di bentak keras oleh Hasta.


" ELo gak berhak memaki-maki Renata,dia tidak sama sekali bersalah !! gue putusin lo bukan karena dia, tapi karena gue emang udah gak cinta lagi sama lo, NGERTI !! " jelas Hasta dengan penuh amarah.Nada bicaranya penuh dengan penekanan di setiap kelimatnya.


Tania menatap galak ke arah Hasta dia tidak percaya dengan apa yang di katakan Hasta kepada dirinya.


" Kamu pikir,aku akan percaya begitu saja sama omongan kamu !,tidak Has,tidak !!.Semenjak kamu kenal dengan perempuan itu,kamu udah banyak berubah.Jelaslah perempuan itu biang kerok dari segala permasalahan ini " Balas Tania semakin galak menyerang Hasta.


" Sudahlah Tan, elo tau apa akan permasalahan ini ? intinya gue sama lo udah gak ada apa-apanya lagi.Jadi lo gak usah ikut campur urusan gue,apa lagi mencari-cari alasan buat ngebahas masalah kita ini,semuanya udah selesai,lo sama gua udah putus !!" Jelas Hasta dengan begitu mudahnya ia menyatakan hal tersebut.


Praakkkkk!!!!


Sebuah tamparan mendarat hebat di pipi Hasta.


Sontak membuat Bony ikut meringis ketika menyaksikanya.


Ia terkejut bukan main setelah melihat sababatnya di tampar keras oleh Tania yang begitu jelas dan nyata di depan mata kepalanya sendiri.


" Kamu pikir dengan alesan seperti itu urusan kita kelar begitu saja,terus aku harus percaya dengan apa yang kamu bilang tentang putusnya hubungan kita ini ?? Kamu,kamu gampang banget ya mempermainkan peresaan aku begitu saja. " Ucap Tania terbata.


Ia terlihat benar-benar marah akan sikap Hasta yang memperlakukan dirinya bak sebuah sampah yang di campakannya begitu saja.


" Kamu lupa jika kamu sudah banyak berjuang demi mendapatkan aku,tapi sekarang demi perempuan itu kamu rela campakan aku !! KAMU KETERLALUAN HAS !!! " Ucapnya dengan perasaan kecewa.


Hasta terdiam tengah merasakan hawa panas bekas tamparan tangan halus Tania di pipinya.


Hasta meringis.


Tanpa berbicara lagi Tania pun pergi meninggalkan Hasta yang masih meringis menahan sakitnya tamparan Tania yang menghujam di pipinya.


Bony melongo dengan berbagai perasaan di benaknya.ia sedang menyaksikan Bak sebuah sinetron yang sedang tayang di telvisi.

__ADS_1


................bersambung


__ADS_2