Sang Play Boy

Sang Play Boy
Sang Playboy episode 21


__ADS_3

HASTA tidak ingin ia larut dalam perasaan cinta yang bertepuk sebelah tangan,dia menyadari jika ada cinta yang tak harus di milikinya,mungkin masih ada cinta yang lebih baik untuk dirinya selain dari pada cintanya Renata.


Sejatinya menunggu sekaligus berharap, akan ada batas akhirnya begitunpun dengan persaannya yang tidak tahu batas penantiannya.


Dia tidak akan meminta untuk kesekian kalinya atas balasan persaan yang dia milikinya untuk seorang Renata,jika semua itu tidak di paksakan apa yang harus di perbuatnya selain melupakannya dan mengiklaskannya.


Dia harus segera bangkit dan mencoba untuk mencari kembali cinta yang sejati yang bisa menerima dia apa adanya atas masa lalunya tersebut.


Karena sesungguhnya kita bisa saling mencintai karena kita bisa saling menerima apa adanya,


Hasta tidak akan menunggu yang merasa terpaksa dalam mencintainya.


Berjalan lah disampingku agar ketika ku terjatuh ada dirimu yang membuatku bangkit.


Sebait puisi yang di sematkan pada pesan terakhir di tulisannya menutup cerita sedih di sepanjang harinya yang telah di laluinya.


cukup bagi dirinya harus mengemis untuk sekedar di cintai dengan harapan kesekian kalinya, bagi dirinya harga dirinya lebih prioritas di bading mempertahankan perasaan nya.


******


" Apa yang di bicarakan Nina kemarin Has ?" tanya Bony seraya mengamati isi layar leptopnya Hasta.


" Elo datang gak ada ahlaknya,bikin gue kaget aja.Permisi apa kek !!.." ucap Hasta melirik kesal Bony yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya.


" Hee....hee..." Bony terkekeh.


" Wow !! lo bikin puisi ? sejak kapan ?? lebay lo sekarany ya?" tanya Bony dengan masih terus mengamati layar laptopnya Hasta.


" Ribet ah lo !!" sela Hasta menyikut perut Bony.


Bony meringis.


" Elo berhenti berharap ?" tanya Bony menatap serius.


" Yap !! orang berharap itu pasti akan ada batasnya, Renata sudah menjelaskan sama Nina,jika dia gak bisa nerima gue karna satu hal, karena gue mantan playboy." ujar Hasta dengan sedikit berapi-api.


" Terus ?" tanya Bony menggantung.


" Yaa gue gak akan membebani seseorang dengan masa lalu gue lah, gue akan cari cewek yang bisa nerima gue apa adanya" ucap Hasta dengan menutup laptopnya tersebut.


Bony mengangguk-ngangguk setuju akan pernyataan sahabatnya tersebut.


" Gue gak mau jika ada cewek nerima gue dengan terpaksa,tar ujung-ujungnya dia nyesel atas sikap gue,gak lah gue gak mau seperti itu. !!" ucap Hasta penuh intonasi.


" Berarti,harapan elo,elo harus cari cewek yang gak sama sekali kenal sama lo biar gak tau akan masalalu lo itu." usul Bony dengan pasti.


" Ya !! sekalian aja bule bali." sahut Hasta nyeletuk dengan sebal.


" Doyan bule juga lo ?" tanya Bony dengan cepat.


" Ya kalau terpaksa kenapa tidak,memperbaiki keturunan kan ?" ujar Hasta cuek.


" Sudahlah biar semua ini berlalu dengan begitu saja boy,nanti juga cinta akan datang dengan sendirinya.." ucap Boni seraya menepuk-nepuk pundak Hasta.


" Cakep !!" Hasta menimpaliny a dengan membalas tepukan sahahatnya tersebut.


" Jadi gue ada temennya, jomblo bersama." ucap Bony dengan memasang mimik muka lucu.


" Haa haa haa...., lo jomblo-jomblo aja, gak usah ngajak-ngajak gue " seloroh Hasta seraya tertawa lepas.


" Elo sekarang kan gak punya cewek Has.?"tanya Bony.


" Dalam waktu dekat ini,pasti gue akan ketemu cew!ek lagi." ucap Hasta terlihat begitu yakin.


" Alah halu aja loh." sela Bony seraya menggeser tempat duduknya.


" Dih !! resiko orang ganteng yaa kaya gini,gak bisa nganggur lama." jelas Hasta kembali memancing Bony untuk semakin kesal kepadanya.


" Ganteng kok di tolak." guman Bony terlihat merengut.


Hasta tertawa renyah saat melihat raut wajah sabahabatnya terlihat keki kepadanya.


" Kita ke Caffe Nina yuk bon !" ajak Hasta seraya merapihkan laptopnya.


" Caffe Nina ?" tanya Bony terlihat mengerutkan dahinya.


" Iya,Caffe yang sering kita tongkrongin itu sekarang jadi miliknya keluarganya Nina! " ajak Hasta seraya memasukan laptop ke tas rangselnya.


" Alah lo bilang aja mau ketemu Renata." desis Bony melengos.


" Sekarang gue mau ketemu Nina,bukan Renata." sela Hasta dengan tersenyum penuh pesona.


" Mau ngapain?" tanya Bony semakin penasaran dengan ulah sahabatnya tersebut.


" Elo liat aja nanti" ucap Hasta seraya menggendong tas rangselnya tersebut.


" Elo jangan macem-macem deh Has, jangan jangan elo mulai Naksir dia lagi."nucap Bony mulai terpancing akan jebakannya Hasta.


" Kalau iya gimana ?" tanya Hasta memancing kembali Bony untuk kesal kepadanya.


" Siiiiittt !! ,secepat itu lo merubah persaan lo?" Bony terlihat gusar.

__ADS_1


" Laki- laki itu tidak bisa menunggu Boy !!" jawab Hasta pasti.


" Gue rasa gila lo kambuh lagi." ucap Bony benar terlihat dongkol.


" Gue mau meneruskan kisah lama gue yang belum kelar,,haa...haa... !!" kembali Hasta dengan sengaja memanas-manasi Bony,sontak bola mata Bony membesar menatap dengan perasaan tak suka.



" Kisah lama belum kelar ??kisah apaan sih ?" tanya Bony seraya mengikuti langkah Hasta yang berjalan dengan tergesa-gesa.


" Sang play boy mencari cinta !!" ucap Hasta dengan tersenyum bangga.


Bony semakin di buatnya kalang kabut,pikirannya meraucau entah kemana.


" SIIIIITTT.....๐Ÿคจ." ucap Bony mulai kesal.Rupanya dia sudah terpancing dengan perkataanya Hasta.


" Elo yang bener aja Has? "kembali Bony bertanya dengan penuh rasa penasaran.


" Jangan PHP'in Nina,kasian dia Has." Bony berusaha mengejar langkah Hasta.



" Elo gak bisa ngerasain bagaimana sakitnya persaan di abaikan begitu saja , yaa kalau Renata sudah gak bisa nerima gue,gak ada salahnya juga kan gue ngebuka hati gue untuk yang lain,termasuk Nina ๐Ÿ˜€." ucap Hasta dengan tenang sikapnya begitu meyakinkan.



" Tapi tapi Has,bukan berarti harus Nina.๐Ÿ™„" Bony terlihat kalangkabut.


" Emang kenapa,kalau dia nyatanya suka gue,why not ?" tanya lagi Hasta dengan begitu santai.



" Tapi kenapa harus Nina sih Has,cewek lain kan banyak.?" tanya Bony dengan wajah memelas.


" Siapa tau yang bisa nerima gue apa adanya,dia kan ? " ucap Hasta menatap serius ke arah Bony yang masih terlihat ngos-ngosan.



" Cinta itu gak serumit yang lo pikirkan Bon,kalau elo suka yaa cintai, kalau lo gak suka,ya tinggalin. Bereskan !" ucap Hasta semakin menyebalkan.Bony menggeleng dengan perasaan kesalnya.



" Secepat itu lo naksir Nina ๐Ÿ˜?" tanya Bony semakin merengut,kulit wajahnya terlihat mengkerut dua kali lipat.



" My be,nerima cinta itu gak mesti harus butuh waktu yang lama. " ujar Hasta semakin menjadi-jadi.


" Ahh lo, jangan bercanda lah Has,gue yakin elo ga lagi ngeprank gue kan Has ๐Ÿคจ?" tanya Boni dengan terlihat jengkel.



" Kenapa sih,sepertinya elo gak terima banget gue naksir Nina,dia baik Manis lagi dan dia juga tak kalah sederhana dari Renataโ˜บ๏ธ " ucap Hasta dengan tersenyum-senyum penuh arti.


Bony semakin terlihat tak enak hati.


" wah-wah !! bener-bener lo ye, kambuh lagi.๐Ÿ˜ฅ" ucap Bony dengan wajah terlihat mulai sedih.


" Cinta itu gak perlu strategi tapi cinta itu butuh pembuktian." ucap Hasta seraya memasuki mobilnya.


Bony mengekor di belakangnya,dan ikut masuk kedalam mobil Hasta,ia duduk tepat di belakang Hasta,


" Gue rasa elo sedang ngajak gue bercanda." ujar Bony terlihat semakin bingung.


" Lo bisa bedain dong mana gue bercanda dengan gue lagi serius." jawab Hasta dengan santai,lalu ia pun menghidupkan mesin mobilnya.


Boni masih terlihat kebingungan dengan sikap Hasta yang tiba-tiba berubah dalam sekejap.


" Lo ngapain duduk di belakang,lo pikir gue sopir elo apa ?" tanya Hasta setelah melihat Bony duduk termenung di belakangnya.


Tanpa berkomentar Bony terlihat turun kembali,berjalan keliling menuju pintu sebelah kiri lalu ia pun duduk dengan sikap masih terlihat linglung.


" Pasang sabuk lo !! ucap Hasta sambil menoleh Boni yang masih keliatan kebingungan.


Lagi-lagi Bony hanya menurut,bak orang kena hipnotis.


" Haa... haa..haa...,,sumpah gue gak tega liat muka lo,muka lo lucu banget๐Ÿ˜„." ucap Hasta dengan di iringi ketawa ngakak melihat raut wajah Bony yang terlihat bodoh.


Bony membuang wajahnya betapa tidak jantungnya terasa habis maraton mendengar ucapan Hasta.


" Elo lagi gak mabok kan Has ๐Ÿคจ?" tanya Bony melirik sebal.


" Haa... haa... haa..Bon,Bon lo pikir segampang itu gue jatuh cinta." ujar Hasta dengan masih tertawa lucu melihat ekspresi sahabatnya tersebut.



" Kurang asem lo Has bikin gue mendadak vertigo๐Ÿ˜ช gara-gara tingkah lo." ucap Bony seraya mengelus- ngelus dadanya.



" Haa haa haa.. lo pikir gue bisa jatuh cinta lagi dengan begitu mudahnya,setelah Renata berhasil mengubah segalanya dari gue.๐Ÿ˜”" ucap Hasta terdengar melo.

__ADS_1



" Tapi sekarang Nina juga tak kalah cantik Has dari Tania,sekarang dia udah gak tomboy kaya dulu lagi " ujar Bony menatap lurus laju kendaraanya.



" Buat lo aja tuh !,gua udah gak mau mikirin apa- apa lagi laaah, jomblo adalah bebas." ucap Hasta dengan terus melajukan kendaraannya.


Bony terlihat menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


" Gue pikir lo mau beneran nembak Nina, gila aja lo !! itu sih namaya bunuh diri , Nina kan temenan sama Renata,lo mau Renata makin benci sama lo.๐Ÿ˜’" kata Bony yang masih terlihat kesal.



" Haa haa Bon,Bon.Sumpah gue liat lucu banget ekpresi lo tadi." ucap Hasta masih terlihat geli melihat ekspresi Bony yang masih terlihat linglung dengan pranknya dia.


Bony melengos dengan perasaan jengkel.


........................................


Hasta masih berjalan menyelusuri tepi halte busway tempat dimana dia pertama kali bertemu dengan Renata yang waktu itu sedang di gangguin oleh beberapa preman.


pertemuan itulah yang berbuntut sebuah kasih yang tak bisa hilang begitu saja dari hatinya seorang Hasta,seandainya TUHAN bisa memutar kembali kenangan itu ingin rasanya dia berkasih hati dengan Renata.


Namun apalah daya takdir tidak bisa menyatukanya, ada perasaan kecewa yang begitu dalam menyeruak di hati kecilnya,kenapa di pertemukan bila akhirnya di pisahkan kenapa ada perasaan bila akhirnya tak disatukan,Hasta menatap sepi.


Hasta menatap jauh langit hitam suasan terasa begitu hening hanya ada rasa yang bergemuruh di dalam hatinya sekuat apapun dia membuang perasaanya,dan sekuat itu pula rasa itu tetap melekat di hatinya.


" Aaaggrrrr..๐Ÿ˜ฉ !!!!" teriak Hasta keras membuang segala penat di hati yang mulai membuncah menyeruak tak karuan.


" Kenapa gue....๐Ÿ˜ญ ???" pekiknya dengan lirih, seketika badannya roboh belutut ke bumi, sesak dalam hati diam tak mau pergi haruskan dirinya lari dari kenyataan ini, namun pernah ia mencoba bersembunyi namun banyangan renata begitu tetap ada di dalam hatinya dan terpatri begitu kuat.


Dia tak sanggup lagi harus berlari dari kenyataan ini jika sesungguhnya rasa cinta itu telah membelenggu kalbunya.


Bukannya dia sudah bertekad untuk melupakan sosok Renata,tapi nyatanya tidak,sosok itu muncul dan hadir di setiap helakan napasnya.


Lelah rasanya jika dia harus bersembunyi di balik perasaan yang memenjarakan nya dalam ketidak pastian.


Lelehan bening itupun berubah menjadi aliran yang deras dipipinya,entah kenapa hatinya begitu lemah,seakan-akan dirinya merasa tak sekuat dulu lagi.


sejenak Hasta membiarkan pertahanan hatinya terdobrak dengan rasa sakit yang luar biasa,dan pada akhirnya dia menangis menumpahkan segala resah dan kekecewaannya.


Terasa lemah memang untuk saat ini,dan biarlah apa yang di rasakan oleh Hasta saat ini biarlah semua dikeluarkan tanpa ia tahan, dengan segala uneg- unegnya.Bahkan rasa kecewa yang teramat berat telah menganjal dalam hatinya selama ini hingga membuatnya tak bebas untuk bernapas.


Sejadi- jadi dia menangis seperti anak kecil yang telah kehilangan mainan kesayangannya.


Perlahan dia bangkit lalu menyeka kedua pipinya yang sudah terasa basah,entahlah rasanya seperti bukan dirinya sendiri jika harus mengalami kenyataan sepahit ini,atas ganjaran sikapnya di masalalu,biarlah ini akan menjadi tebusan dirinya atas segala dosa-dosanya yang telah ia perbuat.


" Hasta !!! " suara lembut tiba-tiba memanggilnya


dengan begitu lirih.


Hasta terdiam namun masih terlihat kaku,lalu perlahan dia membalikan badannya dan mengadap ke arah suara tersebut.


Renata berdiri tepat di hadapannya, wajahnya terlihat sembab dan Basah.


" Renataa !!! " pekik Hasta terlihat syok atas kehadiran Renata yang begitu tiba-tiba muncul di hadapannya.


Tanpa berbicara apapun Renata langsung berlari, menghambur kepelukan nya Hasta,dia memeluk erat dan sejadi-jadi dia menumpahkan segala tangisannya di dalam pekukan pria tampan tersebut.


Hasta terlihat bingung sekaligus syok melihat kejadian yang sedang berlangsung,ia hanya bisa diam terpaku menatap tak percaya, tangannya terlihat gamang untuk membalas pelukan Renata tersebut.


Renata masih terisak lirih di pelukannya membenamkan kepalanya di dada bidang Hasta,namun entah kekuatan apa yang membingbingnya sehinga perlahan tangan Hasta mendekap hangat tubuhnya Renata.


" Aku sudah terperangkap dalam perasaan ini." isak tangis Renata haru.


" Aku sudah terjebak dalam ego serta ketakutan ku ini " kembali Renata berbicara dengan terbata bata ,laju napasnya terlihat tersenggal-senggal mencoba menahan sesak di dadanya yang semakin membuncah.



" Namun hati kecilku tidak bisa berbohong.." ungkap Renata semakin lirih.


" Dan aku sayang kamu Has. " isak Renata smakin menjadi-jadi,kata-katanya terdengar lirih seperti semilir angin yang menyejukan Hatinya Hasta.


Seperti ada angin segar menerpa dirinya ketika ia sedang di landa kegersangan yang berabad-abad lamanya.


" TUHAN !! ,semoga ini bukan mimpi indah gue!!." lirihnya dengan terus mendekap erat Renata,


Berkali-kali Hasta menatap ke arah langit sana,ia berharap jika semua ini bukanlah mimpi atau khayalannya semata.


Dan ia pun berdoa semoga apa yang terjadi bukan lah hayalan tingakt tingginya atau sebuah imajinasi yang berkesan.


..................................Bersambung


PENASARANKAN DENGAN KELANJUTANNYA


NANTIKAN YAA KELANJUTANNYA


JANGAN LUPA DI KLIK HATINYA


DI KLIK JEMPOLNYA

__ADS_1


DANNNN KLIK JUGA BINTANGNYA.... MAKASIH KAKA PEMBACA SEMUA๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2