Sang Play Boy

Sang Play Boy
Sang Playboy episode 28


__ADS_3

 


BONY beserta Nina masih asyik bercerita,sekedar ngobrol tentang cerita kehidupannya,bagi Nina sosok Bony adalah sosok yang menyenangkan,Bony di matanya adalah sosok yang lebih dari kata sahabat,dan Bony pun dimatanya seperti seorang Kakak yang selalu ada untuk dirinya walau hanya sekedar bercerita ataupun bercanda.


Dimata Nina Bony adalah orang yang begitu pengertian berbeda halnya dengan Hasta,semenjak mereka berteman Bony lah yang selalu mendominan atas sikap baiknya terhadapnya.


Apa karena mungkin ia tak ada perasaan apa-apa sehingga ia begitu leluasa untuk mengekpresikan perasaanya terhadap pria bertubuh tambun tersebut.


Berbeda dengan Hasta,semenjak ia menyadari ada perasaan yang tak biasa,Nina lebih menjaga jarak dengan pria si pemilik wajah tampan tersebut.


Dia lebih nyaman berada di samping Bony,yang selalu membuatnya begitu spesial. Berbeda dengan Bony yang sejak awal mengenal Nina,ia memang selalu perhatian terhadapnya,entah kenapa ia selalu peduli terhadap gadis tomboy ini meski gadis itu tidak pernah peduli dengan segala sikap baiknya.


Tak dapat di pungkiri jika sosok Nina yang memiliki sikap ceria itu mampu membuat Bony diam-diam simpatik terhadapnya,namun apalah daya Bony hanya pria biasa yang selalu bersanding dengan Hasta,sosok sahabat yang memiliki banyak pesona,pantas saja jika ia selalu merasa insecure jika harus berhadapan dengan sosok sahabatnya tersebut.


Jadi untuk masalah perasaanya,ia pun menutup rapat apa yang di rasanya selama ini,Bony hanya berusaha untuk selalu ada untuk Nina,walaupun Nina sendiri tak pernah menyadarinya.


Berbeda halnya dengan Nina,ia hanya bisa membalas semua perhatian Bony dengan sikap sewajarnya saja,ia beranggapan jika selama ini Bony hanya sebatas sahabatnya saja dan itu tidak lebih.


Lain Bony lain Hasta,selama mereka berteman Hasta memang tak sedikitpun ada perasaan apapun terhadap Nina,ia terkesan cuek dan lebih menganggap Nina sebagai sahabat dekat ia.


Bony mengetahui hal itu,jika Hasta memang tidak ada perasaan apapun,namun dengan adanya masalah perjodohan ini cukup dirasa sangat rumit untuk hadapi.


" Ninaa...., " Panggil seseorang menyela di tengah obrolan antara Bony dan Nina.


Lalu keduanya menoleh ke arah suara tersebut.


Dilihatnya Renata berdiri tepat di belakangnya dengan raut wajah memendam kesedihan.


Nina dan Bony saling pandang,mereka sedikit terkejut melihat kedatangan Renata.


" Renata..! " pekik Nina pelan,lalu ia menoleh ke Bony dengan cemas.


Sejenak Bony terdiam dengan tersenyum hampa ke arah Renata yang berdiri dibelakangnya.


" Kok kamu tau aku ada disini ?" tanya Nina menyeringah.


" Tadi aku sempat Wa kamu, tapi kamu tidak membalasanya." jawab Renata pelan.


" Oya,kamu tadi ada Wa aku ?Hape ku sedang di chas Ta,maaf dari tadi aku ngobrol bersama Bony." jawab Nina sembari menatap penuh arti ke arah Bony.


" Kalian lagi ngobrol penting ya?maaf aku ganggu kalian." ungkap Renata dengan raut wajah bersalah.


" Tidak, tidak Ta !! kita hanya ngobrol biasa saja." sanggah Nina dengan cepat.


" Oya Bon,Kamu hari ini ada lihat Hasta tidak ?" tanya Renata mengalihkan pandangannya ke arah Bony yang sedari tadi menatapnya dengan berbagai perasaan.


" Tidak Ta, sudah beberapa hari ini gue tidak bertemu sama dia,mungkin Hasta sedang sibuk kali Ta " jelas Bony seraya menatap kembali ke arah Nina, seolah-olah mengisyaratkan sesuatu hal.


" Oh iya kali ya,mungkin Hasta lagi sibuk." balas Renata dengan wajah terlihat sedih.


Bony mengangguk enteng.


" Oya Nin aku ingin bicara sesuatu sama kamu,boleh ?" Ucapnya sambil melirik ke arah Bony.


" Ada apa Ta ?" Tanya Nina seraya menatap lurus ke arah Renata,namun sebelum Renata berbicara sekilas ia sempat menatap ke arah Bony.


Bony yang paham akan situasi tersebut segera bereaksi untuk segera meninggalkan Renta dan Nina.


" Bon maaf ya..!! aku mau bicara berdua sama Nina " ungkap Renata dengan tersenyum lembut.


" Its ok . !! Gue tidak apa apa Ta,santai aja.." ucap Bony seraya beranjak dari tempat duduknya.


" Nin gue cabut dulu ya ! " pamit Bony tersenyum.


" Sorry ya Bon !" ucap Nina menambahi.Bony mengangguk tanpa berkomentar apapun.


" Gue duluan yaTa !." pamit Bony kembali menatap ke arah Renata dengan perasaan tak biasa.


" Sorry ya Bon,aku udah ganggu kalian." pinta Renata dengan tersenyum lembut.


" Slow aja Ta,lagian kita cuman bgobrol-ngobrol biasa aja kok." ucap Bony tersenyum simpul.


Tak lama Bony pun meninggalkan Nina serta Renata dengan berbagai perasaan satu sama lain.


" Ada apa Nin ?" tanya Nina menatap cemas ke arah Renata yang duduk di hadapannya.


Sejenak Renata terdiam dia menatap lekat ke arah Nina yang masih menunggu nya untuk berbicara.


" Nin,sepertinya aku akan menyudahi hubungan aku dengan Hasta." ungkap Renata dengan lirih,suaranya terdengar begitu berat.


Nina tercekat mendengar pernyaraan Renta yang begitu membuatnya sangat terkejut.


Renata tertunduk dengan kedua pipinya mulai terlihat memerah.


" Maksud kamu ??" tanya Nina syok.

__ADS_1


Nina tak percaya jika Renata berbicara jujur kepadanya perihal hubungannya dengan Hasta.


Tiba-tiba ada perasaan gelisah muncul dari dalam hatinya dan itu terpancar kuat di raut wajahnya Nina.


" Maksud kamu putus ?" tanya Nina dengan nada tidak percaya,ia mencoba mempertegas kata-kata yang di ucapkan oleh Renata.


Renata mengangguk dengan lelehan bening yang mulai mengalir dari sudut bibir matanya.


Sejenak Nina terpaku menatap Renata dengan berpakai prasangka.


" Tapi,tapi ada apa ini Ta?" tanya Nina terbata.


Renata masih terdiam berusaha menenangkan perasaanya.


Nina menatap kian dalam.Entah kenapa,ada prasangka buruk terlintas di kepalanya,jika kebahagian Renata telah terenggut dengan hadirnya perjodohan di antara dirinya dan Hasta.


Renata masih terdiam,belum bisa menjelaskan apa yang sebenarnya ia rasakan,hanya saja isakan kecilnya mulai terdengar lirih.


Nina paham akan ke adaan sahabatnya tersebut,di rangkulnya pundak Renata dengan hangat.


" Menangislah bila itu bisa membuatmu lega Ta." ucap Nina menggenggam erat pundak sahabatnya tersebut.


Tangis Renata semakin pecah tatkala rasa yang di pendamnya kian membeludak dan itu tak bisa di bendung lagi.


Renata menangis,ingin rasanya ia berlari ke pelukannya sosok pria yang kini telah bernaung di hatinya,baginya tak ada yang bisa membuatnya lebih tenang selain dari pelukan seorang mantan Sang playboy yang telah membuatnya semakin mendalam atas cintanya.


Nina tak sampai hati menyaksikan ke adaan sahabatnya yang larut dalam kesedihannya,meski memang Renata bukan lah sahabat terbaiknya,tapi setidaknya Renata adalah orang asing yang pertama memberinya kebaikan ketika dirinya dan keluarganya mengalami kebangkrutan.


Sosok Renata lah yang begitu saja mempercayakan dirinya untuk mengelola sebuah caffe,sehingga keuangan keluarganya kini bisa kembali stabil dan itu berkat bantuan Renata yang mau mengajarkannya dalam mengelola menejemen ke uangan dalam berbisnis.


" Ta.. " panggil Nina dengan suara yang parau.


Renata mendongkak dengan menyeka air matanya


" Nin,aku tidak bisa membayangkan jika Hasta tidak bisa menunggu aku. " Ucapnya dengan sedih.


" Sebenarnya ada apa sih Ta ?" tanya Nina kian penasaran.


" Hubungan kita tak di restui Nin." kembali Renata terisak dengan perasaan kian sulit di rasakan.


Nina mengehela napas panjang ada perasaan iba menggelayuti hatinya.


Ingin rasanya dia menolak keras akan perjodohan dirinya dengan kekasih sahabatnya tersebut.


Kembali Nina menghela dengan perasaab berat.


Nina terkihat semakin bingung,dan entah harus bersikap seperti apa.


Di satu sisi ia bahagia bisa di jodohkan dengan seorang Hasta,bukan kah ini adalah kesempatan terbaiknya untuk bisa memiliki seorang Hasta ??


Tapi.....


Di satu sisi ia harus membalas budi atas kebaikan Renata yang selama ini di berikan kepada dirinya tanpa pamrih,dan pastinya perjodohan ini akan menghancurkan kebahagiaan Renata.


Terlebih jika Renata tau akan perjodohannya dengan Hasta.Nina tidak bisa membayangkan akan seperti apa reaksi Renata terhadap dirinya.


" Tapi Ta,kalau aku boleh tahu kenapa orang tua Hasta tidak merestui hubungan kalian.?" tanya Nina seraya sedikit memancing Renata untuk bercerita lebih banyak.


Sejenak Renata menghela napas panjang,lalu ia pun menyeka air matanya yang sudah jatuh membasahi kedua pipinya.


Kedua matanya terlihat berusaha menahan kembali bulir- bulir bening yang mulai memenuhi kolam matanya.


" Alasan yang paling utama adalah permasalahan kontrak kerja antara perusahaan Kakak ku dan orang tuanya Hasta,dan mereka sepakat untuk tidak mengijinkan aku memiliki hubungan apa pun dengan Hasta,selama kontrak kerja tersebut berjalan. " jelas Renata seraya menatap sedih.


" Jujur saja,awalnya aku tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap Hasta dan kehadirannya justru membuatku merasa terganggu,dan egoisnya aku semua itu aku adukan terhadap Kak Harry.Karena Kakak ku sangat menyayangiku,maka demi kenyamanan aku bekerja akhirnya Kak Harry memutuskan untuk tidak melanjutkan kontrak kerjanya dengan perusahan orang tuanya Hasta , tapi orang Tua Hasat tidak terima dengan keputusan yang di ambil oleh Kakak ku,karena keputusan ini di buat secara sepihak otomatis orang tua Hasta tak terima dan ia sangat khawatir dengan adanya pemutusan kontrak ini,bisa mengakibatkan kerugian yang cukup patal bagi perusahaannya.Makan nya orang tua Hasta menolak dan berusaha meloby keputusan Kakak ku." ungkap Renata menjelaskan secara detail dengan suara bergetar.


Nina menyimak secara seksama.


" Lalu ??"


" Lalu aku mengajukan sebuah persayaratan untuk penarikan kontrak tersebut,aku meminta kepada Kakak ku untuk menyampaikan persyaratan ini kepada orang tua Hasta,dan persyaratan itu aku meminta untuk Hasta menjauhi aku, dan selama kontrak itu berjalan tidak boleh ada hubungan apapun selain hubungan kerja,dan mau tak mau orang tua Hasta menyetujui akan persyaratan teresebut.Tapi...." Renata menjeda ucapannya lalu menatap penuh arti ke dalam wajah sahabatnya tersebut.


" Tapi apa Ta ,?" tanya Nina dengan penasaran.


" Tapi entah kenapa perasaanku tiba-tiba berubah,setelah adanya kesepakatan itu,ku rasa ini adalah kutukan atas ke egoisan ku Nin,perasaan tidak suka itu berbalik semua,dan aku malah berubah mencintainya." jelas Renata dengan terisak meratapi kesalahannya.


Dan pada akhirnya restu inilah yang sekarang benar-benar menjadi penghalang kisah kasihnya.


Nina menghela napas panjang sejenak ia berpikir keras atas perjodohan yang di hadapinya sekarang ini,ia berharap semoga saja perjodohan ini bukanlah salah satunya alasan Ayahnya Hasta untuk menjauhkan Renata dari Hasta,dan jika itu benar dia akan merasa sangat bersalah jika sampai menerima perjodohan ini.


Nina merasa takut jika dirinya akan menjadi salah satu penghalang keutuhan cinta Hasta dan Renata.


" Nin..!!" panggil Renata membuyarkan lamunannya.


Nina terhenyak lalu berusaha bersikap biasa saja.

__ADS_1


" Apa Ta ?" tanya nya sedikit terbata.


" Apakah aku akhiri saja smua ini ?" tanyanya dengan gamang.


Nina terdiam,tatapan nya kini berubah iba dan perasaanya mulai dilema.


" Tapi kan kalian saling mencintai." Sela kembali Nina menatap lembut Renata yang matanya terlihat sembab,


Renata tidak menjawab ia hanya menggeleng-geleng dengan raut wajah yang sulit di artikan.


" Saran aku,cobalah kamu bicarakan kembali secara baik-baik dengan Kakak mu serta orang tua Hasta akan kesepakatan ini,kalau masih bisa di bicarakan baik-baik kenapa tidak ?siapa tau mereka bisa berubah keputusannya itu." usul Nina dengan tersenyum bijak.


Renata menggeleng dengan wajah pesimis.


" Tidak Nin ! ini adalah keputusan yang tidak bisa di ganggu gugat lagi mereka akan merestui kita setelah kontrak ini selesai,aku tau betul akan komitmen perusahaan Kakaku. " jelas Renata sendu.


Kontrak selesai ????


Tapi kenapa orang tua Hasta justru akan melakukan perjodohan ??


Ada apa ini ?


Nina menatap penuh tanya ke arah Renta.Di benaknya begitu banyak berseliweran berbagai perntanyaan yang membuatnya terasa ikut memikirkannya.


" Lalu barapa lama kontrak pekerjaan itu ?" tanya Nina berusaha untuk tidak tau apa-apa.


" Kurang lebih lima hingga enam tahun kedepan Nin." jawab Renata pelan.


" Selama itu ?, tapi apa selama itu kalian bisa saling menunggu ?" tanya Nina semakin penasaran.


" Entahlah,aku yakin bisa.Tapi tidak tahu dengan Hasta." ucap Renata lirih menatap kembali Nina dengan tatapan nanar seolah-olah penuh tekanan.


Nina tersenyum dengan hangat.


" Ta..,jika memang kalian di takdirkan untuk bersatu, aku yakin TUHAN akan menyatukan kalian dengan cara apapun,akan ada banyak cara TUHAN menyatukan dua insan yang saling mencintai." sambung Nina seraya merangkul gengaman tangan Renata.


Renata berusaha tegar dengan menahan air matanya untuk tidak kembali terjatuh.


Renata terdiam sepertinya ia tak mampu lagi berkata apapun,setelah Nina merangkulnya dengan tulus.


¤¤¤¤¤《《《《


Hasta megedarkan tatapannya ke isi ruangan caffe tersebut,kini ia tidak tau lagi harus berbuat apa lagi dengan keputusan Ayahnya.


Ia berusaha menepis semua keraguan yang di rasakan nya saat ini.


Tatapan nya kian jauh menerawang ke arah luar Caffe sana,sesekali ia mengisap dalam asap rokoknya lalu di hempaskannya hingga asap rokok tersebut mengepul, membungbung tinggi menebar ke pelosok ruangan.Malam kian terasa sepi menjadi teman di kala gelisah menerpanya.


Entah kenapa tatapan Hasta bergeser dan langsung tertuju pada sebuah meja yang terdapat seorang perempuan tengah asyik duduk sendiri dengan posisi membelakanginya,ia mencoba untuk menyimak dengan baik sosok seseorang tersebut.


Entah kenapa ia merasa penasaran akan sosok yang kini tengah menyita antensinya tersebut,perlahan dirinya berdiri lalu berjalan dan mendekati sosok tersebut.


Rasa-rasanya ia mengenal akan sosok perempuan tersebut,Hasta memperhatikan perempuan itu dengan baik.


Dan tentu saja benar akan dugaanya,di lihatnya Nina sedang duduk seorang diri bertemankan secangkir kopi panas yang aromanya begitu semerbak kuat menguasai suasana malam yang sepi.


" Nina..., " sapa Hasta lirih, Nina mendongkak lalu menatap ke arah suara yang menyerunya dengan suara nyaris tertahan.


" Eeh kamu Has ,kamu sendiria,Renata mana ?" tanya balik Nina dengan clingukan.


" Gue sendirian Nin. " balas Hasta seraya duduk di hadapan Nina.


" Lo lagi ngapain sedirian di sini ?" tanya Hasta penasaran.


" Gak lagi ngapa-ngapain,kebetulan tadi aku habis dari rumah teman ada sedikit pekerjaan,lalu mampir kesini dulu." ucap Nina seraya kembali menatap ke layar laptopnya.


" Nin... !! " Panggil Hasta menatap dingin,Nina tidak menyahut dia hanya menggeser bola matanya menatap kembali Hasta dengan perasaan tak menentu.


" Kamu setuju dengan perjodohan ini ?" Tanya Hasta dengan suara bergetar.


Sejenak Nina tidak bisa menjawab dia hanya mampu mengela napas begitu dalam,ia berusaha untuk tidak menampakan kebahagiaan nya dapat di jodohkan dengan seorang Hasta,tapi di sisi lain ia dilema ada perasaan yang harus di jaga.


" Aku tidak tau apa yang harus aku katakan tentang perjodohan ini,karena aku tau jika kamu masih mencintai Renata,aku tau kamu tidak akan pernah setuju akan perjodohan ini ?" ujar Nina menyimpulkan.


" Sangat !!" jawabnya singkat tapi penuh dengan makna yang begitu dalam.


Nina kembali menghela dengan perasaan yang sulit di rasakan,rasanya perjodohan ini akan berakhir sia-sia. Baginya tidaklah mudah bagi Hasta harus mencintai dirinya dengan secepat itu.


Karena Nina yakin jika hatinya Hasta masih terpaut erat terhadap Renata,Nina mengalihkan padanganya ke arah yang lain.


Ada perasaan yang tak bisa ia paksakan dan ada sebuah angan angannya yang harus terkubur dalam, jawaban Hasta begitu jelas jika pria tampan itu tidak akan pernah berpaling dari sosok Renta.


Nina dapat menyimpulkan dari perkataan Hasta yang terucap begitu dalam,bahwa dirinya sangat mencintai Renata,terucap begitu tajam dari mulutnya sehingga perlahan terasa menyayat hatinya.


Tak ada kesempatan sekecil apapun untuk peluanh memilikinya,dan Nina pun sadar tidaklah mungkin dia akan bersaing dengan sahabatnya sekaligus orang yang telah berbuat baik kepada dirinya beserta keluarganya.

__ADS_1


...............................Bersambung


__ADS_2