Sang Play Boy

Sang Play Boy
Sang PlayBoy episode 34


__ADS_3

HASTA terdiam menatap sepi,ia larut dalam sebuah pikiran panjang,setidaknya ia sedang berusaha untuk mencari cara supaya perjodohan itu tidak terjadi.


Hasta memandangi Renata yang masih asik becokol dengan pekerjaanya.


" Kamu kok bete banget mukanya ?" tanya Renata mengalihkan pandangannya ke arah Hasta yang masih menatapnya dengan tatapan kosong.


" Habisnya lo cuekin gue." Ucap Hasta dengan merengut manja.


" Bentar lagi selesai kok.." Jawab Renata dengan tersenyum lembut.


" memangnya elo lagi ngerjain apa sih?" tanya Hasta melongo ke arah layar laptonya Renata.


" Ini ada sebuah tawaran saham dari mitra ka Harry,lumayan untuk penambahan Modal perusahannya ka Harry Has." balas Renata seraya kembali fokus ke layar laptopnya.


Hasta melengos.


" Jadi gue kesini,hanya buat nemenin lo kerja saja?" Ucap Hatsa dengan membuang wajahnya ke arah yang lain, ia berusaha mencari perhatian Renata.


" Sayang...,Bukan gitu juga." Sela Renata seraya menatap tidak enak.


" Bentar lagi ya,dua menitan lagi." Ucap Renata dengan wajah mengiba sembari tersenyum manja,meminta Hasta untuk bersabar.


" Okelah.." Jawab Hasta mengelus lembut kepalanya Renata.Renata membalasnya dengan kerlingan manja.


Hasta menatapnya penuh cinta ke arah Renata yang kembali fokus ke pekerjaannya tersebut.


Sekilas memang tidak ada yang spesial dari wajah Renata di banding Nina,Renata memang lebih sederhana,Entah apa yang telah membuat ia merasa begitu nyaman di samping perempuan ini.


Hasta masih terus memperhatikan wajah bulatnya Renata yang kali ini mengenakan penutup kepala warna nude kombinasi silver.


Sekilas memang biasa biasa saja tak ada yang spesial darinya Hasta masih terus membandingkannya dengan Nina yang mulai menggoyahkan pertahanannya.


Namun Hasta yakin Renata mampu membuatnya lebih baik,dan sosok Renata lah yang mampu mengubah cara pola pikirannya.


Renatalah adalah perempuan yang telah mampu membawa kepada sebuah perubahan yang begitu sangat berarti dalam hidupnya.


Demi seorang Renata Hasta rela meninggalkan kebiasaan buruk menjadi seorang petualang cinta,yang sekian lama hingga tak terhintungkan ia berpetualangan dengan banyak perempuan.


" Gimana kuliah kamu Has ?" Tanya Renata menoleh Hasta yang sedang kepergok menatapnya dengan kosong.


Hasta tidak menjawab tatapannya penuh beban.


Renata heran melihat sikap kekasihnya tersebut.


" Sayang !!" Panggil Renata dengan menguncangkan tanganya Hasta yang masih larut dalam lamunannya.


Hasta menggerecep.


" Ehh.Iya Ta." Ucap Hasta terlihat gugup.


" Kamu sedang mikirin apa ?"Tanya Renata dengan menatap penuh selidik ia mencoba menebak isi dari pikirannya Hasta.


" Tidak ada." Jawab Hasta mengalihkan pandangannya.


" Yakin ??" Tanya Renata penuh selidik.


" Lo gak percaya lagi sama gue ?" Tanya balik Hasta dengan menatap dalam Renata.


" Buktinya aku tanya kamu,Kamu tidak langsung menjawab." ucap Renata kembali fokus ke layar laptop miliknya.


" Memangnya apa yang lo pertanyakan sayang ?" Tanya Hasta seraya mendekatkan wajahnya kehadapan Renata dengan penuh cinta.


" Ikhh apaan sii ?" ucap Renata salah tingah,ia segera mendorong sedikit badan pria itu agar sedikit menjauh.


" Gak boleh ya gue natap lo dari dekat ?" Tanya Hasta sembari menatap dalam Renata yang seakan-akan siap menerkamnya.

__ADS_1


" Jangan dekat dekat nanti tidak kuat ?" seloroh Renata tersenyum manis.


" Gak kuat kenapa ?gak kuat pengen cium lo ya." Ucap Hasta dengan tersenyum nakal.Renata mengerling dengan manja dan raut wajahnya berubah memerah.


" Lo pernah di cium seseorang ?" Tanya Hasta pelan tatapannya semakin lekat ke arah Renata yang terlihat salah tingkah.


" Pertanyaanmu tak akan ada jawabannya." Sela Renata dengan tertunduk malu rona wajahnya tiba-tiba berubah merona.


 


" Gue nanya serius ?Lo pernah di cium siapa saja ?" Tanya lagi Hasta kembali menggoda Renata yang terlihat berusaha menyembunyikan perasaan malunya.


" Hasta pertanyaan kamu itu sangat konyol." balas Renata melengos.


" Jujur aja,lo pernah di cium cowok gak ?" tanya lagi Hasta semakin menyebalkan.


Renata berpikir sejenak,melirikan bola matanya ke atas sana.


" Tidak !" Jawab Renata singkat.Raut wajahnya terlihat datar.


Hasta mengernyitkan kedua alisnya lalu menatap tak percaya ke arah Renata yang kembali fokus ke layar lapotopnya.


" Lo serius ? Terus lo selama pacaran ngapain saja ?"Tanya Hasta semakin gencar melayangkan pertanyaan-pertanyaan yang membuat Renata mulai tak nyaman.


Entah kenapa ia merasa penasaran akan sejauh mana kealiman seorang Renata di matanya.


" Hasta.Kamu pikir aku pernah berpacaran lantas aku pernah melakukan hal itu ?" tanya nya dengan mata bulatnya melotot.


" Hmmm kenapa tidak ?"Jawab Hasta dengan enteng.


" Emangnya harus yaa kalau pacaran itu melakukan hal itu ?" tanya Renata mulai menatap Hasta dengan serius.


" Yaa hanya sekedar penambah rasa saja,biar ada sensasi dan romansanya." ujar Hasta seraya tersenyum menggoda ke arah Renata yang kini raut wajahnya telah berubah mejadi kaku.


Sorot matanya begitu cemerlang menatap dalam pria tampan tersebut.


Hasta tertegun menatap kaku ke arah Renata.Apa yang di ucapkan kekasihnya itu sedikit membuat ia tersadar.


" Kalau hanya sebuah sesasi atau sebuah kesan saja itu bukan cinta melainkan sebuah pelampiasan untuk demi mendapatkan kepuasan yang semu saja." Jelas lagi Renata seraya menutup laptop miliknya.


" Jadi selama lo pacaran lo gak pernah ciuman ?" Tanya Hasta dengan menatap penasaran ke arah Renata.


Renata menggeleng,lalu ia melipat bibirnya dalam-dalam.


" Tidak,tujuan aku berpacaran bukan untuk itu,aku ingin tahu seberapa besar dia mencintaiku dan seberapa kuat ia mejaga atas apa yang ada dalam diriku.bukan merusak apa lagi hanya sekedar mencicipi,aku yakin itu bukan lah cinta sejati." jelas Renata menatap intens pria yang ada di hadapnnya kini.


" Elo yakin, akan ada pria yang mencintaimu tanpa ada mengharapkan sesuatu,atau sebuah permintaan gitu ?" tanya Hasta menatap kian dalam.


Renata menatap panjang lalu ia pun tersenyum.


" Lelaki baik-baik hanya untuk perempuan baik,dan sebaliknya.Perempuan baik-baik hanya untuk lelaki baik-baik." ucap Renata menatap yakin.


Hasta terdiam,ia menatap dengan berbagai perasaan entah kenapa ia merasa jika pernyataan Renata sedang menyindirnya secara tidak langsung,tentu saja dirinya merasa tidak baik dengan cerita masa lalu yang pernah ia jalani.


" Lelaki baik-baik ? Lantas gue termasuk lelaki tak baik untuk elo,dengan segala masalalu gue ?" tanya Hasta menatap penuh tuntutan.


" Jika kamu memili keinginan untuk berubah lebih baik kenapa tidak? TUHAN pasti akan menyiapkan segala sesuatunya yang terbaik untuk kamu jalani." ucap Renata dengan lembut.


Hasta menatap kagum ke arah Renata,entah kenapa ia merasa malu jika ia menyadari siapa dirinya di masa lalu.


Dan betapa mulianya hati perempuan yang kini telah menjadi separuh napas dalam hidupnya.


" Mungkin gue tak sebaik lelaki yang pernah elo kenal,atau pernah elo cintai,tapi gue selalu berusaha untuk lebih baik berasama elo." ungkap Hasta menatap nanar.


" Justru ini lah jalan kehidupanku pemberian TUHAN,dimana aku pernah terluka dengan sosok pria yang memiliki citra bagus.Tapi nyata ia tidak bisa mempertanggung jawabkan semua ucapan dan janjinya, mungkin saja kamu adalah semua jawaban dari luka lama ku,karena rencana TUHAN tidak ada yang pernah tau,kamu yang sedang berproses baik bisa menjadi yang terbaik dalam hidupku." ungkap Renata dengan tersenyum lembut.

__ADS_1


Hasta terdiam ia merasakan ini adalah pengalaman hidup yang tak pernah ia temui dengan siapapun,cinta ini mengajarkannya untuk lebih baik lagi,ia sadar sebejad apapun dia di masa lalu,tapi ia menginginkan sosok perempuan yang terbaik untuk menjadi ibu dari anak-anaknya kelak.


Hasta merenung menatap berbagai perasaan ke arah Renata.


" Mencintai itu bukan seberapa besar ia membuktikan kasih sayangnya dengan sebuah materi ataupun sebuah kecupan,melainkan seberapa besar ia mampu menjaga apa yang ada dalam dirinya seorang perempuan,mungkin kamu terkesan aku seperti orang munafik,tapi aku hanya mempertahankan kesucian jatuh lebih berharga di banding mempertankan sebuah cinta karena napsu belaka." tutur Renata lugas.


Dekk......


Seperti ada yang menyenggol keras di hatinya Hasta ketika mendengar kalimat dari perkataanya Renata,dan itu berhasil membuatnya terasa bergetar.


Kalimat yang mampu menohok hatinya.Betapa tidak apa yang di katakan Renata adalah realita kehidupannya,jika dirinya adalah seorang bandit perempuan yang selalu merasa haus akan kepuasan sesaat.


Hina...


Hasta semakin tak mampu menatap langsung perempuan yang ada di hadapannya kini,sosoknya telah melucuti semua aibnya.


Meski Renata tak tahu banyak akan masa lalunya,tapi Hasra merasa jika dirinya begitu kerdil di hadapan sosok Renata.


Yaa ia kini benar-benar telah menemukan perempuan yang begitu terhormat,tidak gila cinta bahkan sebuah materi.


  " Dari itu gue ingin secepatnya melamar lo,tapi gue gak bisa ." ucap Hasta lirih,raut wajahnya kian tertekan.


" Semua ini salah aku,seandainya aku tidak membuat sebuah persyaratan mungkin tidak akan serumit ini." Renata berkata dengan perasaan penuh sesal.


" Lalu apa yang harus gue lakukan,kondisi ini semakin membuat gue gak berdaya,terlebih perjodohan antara gue dan Nina.Ini bukan masalah sepele Ta." ujar Hasta dengan perasaan sedih menatap dalam kekasihnya tersebut.


Renata mendunduk dengan perasaan resah.


" Aku tidak ingin membahas masalah perjodohan kamu,yang penting sekarang kita jalani saja hubungan kita.Jodoh atau tidaknya kita aku serahkan semuanya di dalam setiap do'a yang ku pinta." ucap Renata tersenyum rapuh.


" Tapi...," ucapan Hasta menggantung.


" Ku mohon,jangan bahas perjodohan itu ketika kamu bersamaku,aku tidak ingin tahu akan masalah itu." ungkap Renata pelan.


Hasta menatap Renata dengan frustasi.


" Aku hanya gak mau perasaan ku di hantui rasa cemburuku yang tak pasti terhadap Nina.Karna meski aku berusaha berbaik sangka kepada Nina,tapi aku yakin jika Nina masih menyimpan perasaanya untukmu Has." ujar Renata dengan membuang jauh pandanganya ke arah yang lain.


Hasta menghela,ia paham akan sikap Renata yang tidak ingin membahas lebih jauh masalah perjodohannya dengan Nina,dan hal itu akan memperburuk hubungan dirinya dengan Renata yang di jalaninya saat ini.


" Gue sangat bersyukur bisa mendapatkan seorang perempuan yang jauh terhormat di bandingkan dengan ke adaan gue.Gue sadar,jika masa lalu gue gak akan bisa terlepas begitu saja dari citra hidup gue." Ucap Hasta menatap sendu ke arah Renata yang kini tengah menatapnya dengan begitu dalam.


" Terlepas dari masalah masa lalu gue, gue berhara jika elo adalah perempuan terakhir gue untuk menjadi pendamping hidup gue serta menjadi calon ibu yang baik bagi anak-anak gue kelak.Sebejad apapun gue.Gue tetap menginginkan perempuan yang lebih baik dari gue." ungkap Hasta dengan berkata serius ke arah Renata.


Renata tidak menjawab ia tersenyum penuh haru atas apa yang telah di sampaikan Hasta kepada dirinya. Perlahan Renata menggangguk pelan menatap pria tampan itu penuh cinta.


Hasta perlahan meraih tangan Renata lalu di gengam nya negitu erat olehnya.


" Gue janji,gue akan memperjuangan cinta kita ini Ta." ucapnya lembut,seraya mengusap lembut pipi merahnya Renata.


Kembali Renata hanya menggangguk pelan ia mencoba meyakinkan perasaanya untuk mengamini setiap perkataannya Hasta adala benar.


Renata berharap besar jika Hasta bisa mempertanggung jawabkan segala ucapannya tanpa harus memberinya rasa kecewa.


" Aku tidak akan menuntut kamu untuk tetap mencintaiku.Tapi aku akan menuntut dari segala apa yang menjadi ucapanmu adalah benar untuk ku." balas Renata dengan sorot mata yang indah menatap cemerlang ke arah Hasta,dan tatapan itu mampu membuat Hasta terpana hingga menusuk palung hatinya yang terdalam.



" Bantu aku untuk memperjuangankan cinta ini." Ucap Hasta menatap penuh Cinta kearah Renata yang membalasnya dengan senyuman penuh arti.


Hasta semakin percaya jika perempuan yang di cintai kali ini sungguh telah membuatnya jatuh hati yang luar biasa dan itu membuatnya ingin segera memiliki seutuhnya.


...........Bersambung.


 

__ADS_1


__ADS_2