Sang Play Boy

Sang Play Boy
Sang Playboy episode 18


__ADS_3

HARI-hari yang begitu sunyi seperti ada yang hilang dari separuh jiwanya,tidak bisa di pungkiri jika hati kecilnya masih mengingat terus akan sosok Renata.


Tidak mudah memang,bagi Hasta harus melupakan begitu saja rasa yang paling indah, andai dulu ia lebih bisa menghargai perasaannya terhadap para kisah yang pernah bernaung di hatinya, mungkin dirinya tidak akan pernah mengalami sakit hati dan kecewa sedalam ini.


Hasta menghela panjang,melepaskan rasa penat di dalam hatinya.


" Kamu Hasta kan ? "


Tiba-tiba suara lembut terdengar halus menyapanya.


Hasta menoleh ke arah suara tersebut, lalu di simaknya secara detail wajah si pemilik suara lembut tersebut.


Sejenak Hasta terlihat mencoba mengingat-ngingat wajah itu dengan menatap lekat.


" Kamu sudah lupa ya ? "


tanya lagi sang pemilik suara lembut itu tersenyum simpul.


" Aku Nina loh,temanya Cindy " ucap Nina sambil tersenyum lembut.


Sejurus kemudian Hasta mengingat kembali nama- nama perempuan yang pernah dia kenal.


Tak lama ia pun nampak semeringah setelah ingat akan nama perempuan tersebut.


" Oh ya ya , gue ingat lo anak sastrakan ?? " sela Hasta dengan ingatan yang sempurna.


" yahh betul banget,kamu apa kabar ?" tanya Nina ramah.


" Gue baik-baik aja Nin,kabar elo gimana ?" tanya balik Hasta tersenyum tipis.


" Alhamdulillah aku juga baik-baik aja Has ,oya kamu kok sendirian ? " tanya Nina seraya mencari cari teman di sekitar Hasta berada.


" Iya nih gue lagi sendirian." balas Hasta terlihat canggung.


Bola mata gadis itu membulat dengan ekspresi wajah penuh tanya.


" Hemm,kamu masih sering ketemu Cindy ?" tanya dengan hati-hati.


" Terakhir gue ketemu dia beberapa bulan yang lalu Nin, tapi itu juga dia udah pindah FAKULTAS " jawab Hasta terlihat kaku.


" Massa sih dia pindah Fakultas?terus Cindy gimana kabarnya sekarang?" tanya Nina penasaran.


" Gue kurang tahu juga Nin " jawab Hasta singkat


" Oya elo mau minum apa Nin.? " tanya Hasta mengalihkan pembicaraan.


" Oh enggak usah Has thank's !!


aku gak sengaja lewat sini,eh malah liat kamu jadi aku samperin kamu." ucap Nina ekspresif.


" Tumben kamu kok sendirian ,biasanya ada cewek loh di samping kamu ?" tanya Nina menggodanya.


Hasta tersenyum enteng lalu menggeleng pelan.


" Enak sendirian Nin,sepii.Oya kamu udah married ?" tanya Hasta mencuri pandangan ke arah Nina.


Sebelum menjawab Nina tertawa ringan.


" Haa haa... haa,, " tiba-tiba Nina tertawa lucu.


Hasta mengernyit menatap aneh gadis tersebut.


" Kok elo malah ketawa,apa pertanyaan gue lucu?" tanya Hasta terlihat heran.


" Tidak juga,cuman aku merasa lucu aja jika selalu di tanya masalah married,lagian aku masih belum kepikiran ke arah sana Has,masih seneng jalan- sendiri ,lagian sekarang susah cari cowok yang serius dan bisa berkomitmen, kebanyakan sekarang demenya pada nyakitin doang." kata Nina dengan diiringin ketawa renyah.


Hasta terdiam dan entah kenapa setiap ada kata tentang menyakiti selalu merasa sendiri seolah-olah kata-kata itu selalu menyindirnya.


" Itu sih tergantung orangnya Nin," sela Hasta dengan tertawa hambar.


" Tapi kenyataanya seperti itu,apa lagi kalau cowoknya kaya kamu,aku bisa-bisa gagal move on terus nih hee hee " kembali Nina melanjutkan kata katanya seraya terkekeh.


Hasta menatap Nina yang masih tertawa kecil setelah meledek dirinya.


lalu Nina membalas menatapnya seraya tersenyum tipis ke arah pria tampan tersebut.


Hasta hanya menarik senyumannya menjadi datar,ia mencoba menutupi perasaan yang sesungguhnya.


Dan pada akhirnya pun ia kembali mengingat akan sosok Renata ,rasanya dirinya semakin dalam larut dalam kekecewaan.


" Has,kenapa?kok kamu malah diam gitu, aku salah ngomong yaa ?" tanya Nina dengan sedikit merasa bersalah.


Hasta terhenyak.


" Oh tidak apa-apa Nin " jawabnya terbata.


" By the way sekarang kamu pacaran sama siapa ?" tanya Nina mengalihkan topik pembicaraan.


Sontak pertanyaan itu membuat Hasta merasa risih dan pertanyaan Nina itu membuatnya kembali mengingatkan jika dia pernah mempermainkan persaan sahabatnya Nina.


Hasta menggeleng menepis perasaan sesalnya.


" Gue sekarang gak pacaran sama siapa-siapa Nin." balas Hasta super kalem.


Nina menoleh pria itu dengan menatapnya tak percaya.


" Kamu gak usah bercanda, aku itu tidak lupa begitu saja sama kamu Has, kamu itu cowok playboy yang super hits yang pernah aku kenal,bahkan temenku sendiri aja rela di sakiti demi tetap jadi pacar kamu ! hmm sekarang masih kaya gitu gak nih ? apa udah tobat ??" tanya Nina dengan penuh selidik namun di iringi candaan.


Hasta tersenyum hambar.


" Elo ada - ada aja Nin kalau nanya.." sela Hasta sedikit kaku.


" Tapi Has,aku suka berharap jika kamu akan menemukan cewek yang benar-benar bisa merubah sikap burukmu itu." ujar Nina menoleh Hasta dengan tatapan pasti.


Hasta terdiam mencoba untuk tidak terpancing dengan apa yang di ucapan Nina,namun Raut wajahnya tidak bisa membohongi perasaannya jika dirinya sedang kecewa.


Rasanya tidak munafik juga jika Hasta menginginkan kisah cintanya kali ini hanya dia lah yang cukup tau tak perlu orang lain ikut tahu.


" Do'ain saja Nin,supaya gue bisa mendapatkan orang yang tepat buat gue." ungkap Hasta tersenyum simpul.

__ADS_1


Nina tersenyum,namun entah kenapa senyuman itu terlihat di paksakan setelah mendengar permintaan nya Hasta.


" Semoga saja Has,kamu mendapatkan seseorang yang tepat buat kehidupan kamu." balas Nina terbata,entah kenapa tenggorokannya terasa kering.


" Thank's doanya,do'a yang sama buat elo juga." ucap Hasta tersenyum lembut.


" Aamiin,ok kalau gitu aku pamit dulu ya Has!" Nina berpamitan untuk pulang.


Hasta mengangguk mempersilahkan Nina untuk pulang.


Diam-diam Hasta memperhatikan langkah Nina yang mulai menjauh meninggalkan nya.


Entah kenapa ia merasa sedikit pangling dengan penampilan nya Nina kali ini,sepertinya Nina telah banyak berubah dari segi penampilannya,kinj farasnya lebih terlihat cantik dan beraura.


Hasta tahu betul gaya Nina akan beberapa tahun yang lalu,Nina yang dulu terlihat tomboy kini terlihat begitu peminin dan anggun.


....................................*********.....................................


Hidup itu memang penuh misteri,selalu ada kejutan manis di sela-sela badai besar yang menerpa.


Tidak mudah bagi seorang Hasta untuk melupakan sosok Renata dengan begitu saja,terkadang menelan kenyataan pahit itu memang perlu skil yang kuat untuk bisa berbesar hati dalam menjalaninya.


Hari smakin hari Hasta selalu berusaha untuk tidak mengingatnya lagi akan sosok Renata.


Hasta sering menolak jika di minta datang ke kantor sang Ayah,dia lebih sering fokus dengan kuliahnya yang hanya tinggal satu semester lagi untuk menuju S2nya.


Cinta itu tak harus memiliki slogan baru buat motifasi hidupnya.


" Kadang cinta itu susah di tebak,dia bisa masuk dari mana saja yang dia hendaki.Tapi kadang cinta itu suka gak tau diri yaah udah jatuh cinta ehh malah pergi begitu aja, sialan emang tuh cinta gak berprikecintaann " seloroh Bony dengan sibuk mempermainkan sebuah gantungan kunci di hadapan Hasta.


Hasta mengalihkan pandangannya ke arah wajah sahabatnya yang sedang mengoloknya dengan sebuah puisi.


" Kenapa lo jadi bikin puisi ? emang lo lagi jatuh cinta ?" tanya Hasta menggeser tempat duduknya dan membelakangi sahabatnya tersebut.


" Gue gak lagi jatuh cinta,gue lagi heran sama si cinta,yang kadang datang tiba-tiba gak permisi,ehh ngilangnya pun kaya jaelangkung gak ada pamit juga." ucap Bony dengan menyindir keras sahabatnya tersebut.


Hasta mengernyit,sepertinya Bony sedang menyindirnya.


" Lo nyindir gue ?,gak perlu di bahas lagi kali akan perasaan gue mah,gue lagi belajar sekarang ini." ungkap Hasta dengan tandas.


" Belajar apa ?" tanya Bony polos.


" Belajar melupaka lo !!" ujar Hasta terkekeh.


" Suee !" ujar Bony geram.


Hasta tertawa lebar melihat ekspresi sahabatnya tersebut.


" Eh Has,beberapa hari yang lalu gue ada ketemu si Nina !" ucap Bony menoleh Hasta.


" Nina ??" Hasta berbalik nanya.


" Sahabatnya si Cindy, lo masih ingat gak ? yang nyomblangin lo ama siapa tuh ? guee lupa lagi dah" ucap Boni dengan terlihat menggaruk-garuk kepala,namun Bony terlihat berlaga lupa untuk mengingat mantan Hasta dengan pura-pura tak ingat namanya.


" Ahh elo,gak usah di bahas mantan guenya." jawab Hasta gusar melihat sikap sahabatnya itu.


Bony terlihat cengengesan.


" Serius lo ada ketemu dia?? elo liatkan dia beda banget sekarang ?? sekarang dia cewek banget has" ucap Bony dengan cepat membalikan badannya untuk menghadap Hasta.



" Elo naksir dia yaa jangan-jangan.." tanya Hasta dengan penuh selidik.


Bony tersenyum penuh arti.


" Yahh kalau dia belum ada cowoknya mah gue sih mau-mau aja " jawab Bony tersipu malu.


" Haa haa haa..."


Sontak Hasta tertawa lepas mendengar pernyataan sahabatnya tersebut.


" Kok elo ngetawain gue " tanya Boni terlihat mengernyit.


" Selamat !! akhirnya lo ngerasain juga ya jatuh cinta.?" ucap Hasta berkelakar.


" Yaa karena gue normal lah Has." balas Hasta melengos.


" Gue berharap lo akan senasib sama gue." ungkap Hasta mengolok sahabatnya tersebut.



" Enak aja !! ingat yaa gue gak punya riwayat hidup kaya lo" ucap Boni terlihat sewot.


" Sialan loh !! so suci ..." ujar Hasta menatap sebal ke arah Bony.


" Btw,apa kabarnya perasaan lo Has ?" tanya Bony mengalihkan pembicaraanya.



" Maksud lo apa ?" tanya Hasta melirik keki Bony,ia paham atas pertanyaan itu akan mengarah kemana.


" Yaa kabar hati lo yang telah tersakiti haa haa...haa " Bony tertawa puas.



" SUE LO BON !! bukannya bantu gue buat bisa keluar dari rasa ini malah ngeledekin gue terus. " Hasta terlihat jengkel dengan ulah sahabatnya tersebut.



" Tapi yaa sudahlah gue harap ada cewek yang mau nerima lo apa adanya." guman Bony cukup keras.


" Aamiin !! tapi kanyanya gue butuh waktu buat bisa jatuh cinta lagi" ujar Hasta seraya menoleh Bony.


Bony terlihat melengos mendengar penuturan nya Hasta.


" Alah !! Bentar lagi juga lihat cewek cakep lupa ama tuh omongan " sela Bony pelan,ia tak percaya dengan apa yang di katakan Hasta.


" Makanya elo do'in gue dong biar gak jelalatan lagi, udah lah gue ke toilet dulu Bon.." kata Hasta seraya beranjak dari duduknya dan melangkah ke arah toilet yang tidak jauh dari tempat mereka nongkrong.

__ADS_1


Bony menggeleng melihat sikap sahabatnya tersebut,ia pun menyandarkan punggungnya di sandaran kursi seraya membagikan pandangannya ke sekeliling tempat tersebut.


Tatapan Bony terbentur pada satu meja,yang dimana di tempat itu dia melihat Renata sedang duduk sendirian,dari segi gestur tubuhnya Bony dapat menebak jika Renata sedang menunggu seseorang,sebab hampir beberapa kali Renata melihat ke arah jam yang berada di tangannya.


" Itu kan Renata !! " guman Bony dengan pelan,


tanpa berpikir panjang ia pun dengan cepat bangkit dari duduknya lalu bergegas menghampirinya.


Setibanya di dekat Renata Bony mendehem kecil namun mampu membuat Renata menoleh ke arahnya.


" Ehemm,Renata yaa ?" sapa Bony sambil duduk di hadapan Renata,padahal Renata belum mengijinkan dia duduk di kursinya.


Renata menatap heran ke arah Bony yang tiba-tiba saja duduk di hadapannya dengan tanpa permisi kepadanya.


" Sorry,lo pasti heran sama gue yaa ! kenalin gue Bony sahabatnya Hasta,elo masih ingatkan sama Hasta ?" tanya Boni dengan tersenyum so akrab.


Renata menatap dengan berbagai prasangka.


" Hasta." pekik Renata cukup terdengar oleh Bony


" Yap Hasta,H A S T A, HASTA.Gue yakin elo masih ingat lah, cowok yang lo tolak cintanya itu ?" ujar Bony dengan intonasi yang berbeda.


Renata tersenyum kaku melihat sikap bicaranya Bony.


" Oh, ya aku ingat,tapi maaf, ada perlu apa yaa masnya sama saya ?" tanya Renata dengan menatap tidak suka ke arah Bony.


" Sebelumnya gue minta maaf, bukannya gue mau ikut campur akan permasalah lo dan sahabat gue,gue hanya mau bilang,jika sahabat gue itu tidak seburuk apa yang orang lain katakan,gue sebagai sahabatnya Hasta yang lebih lama dan tau dia seperti apa, tapi bukan berarti gue belain sahabat gue,tapi tidak semua yang lo dengar itu seluruhnya salah." jelas Bony to the point,ia merasa tidak perlu untuk basa basi.


Renata tersenyum namun sedikit sinis.


" Lalu permaslahanya apa ?" tanya Renata kurang merespon akan ucapannya Bony.


" Hmm," Bony terlihat bingung.


Renata menggeleng melihat sikap pria bertubuh tambun itu terlihat kebingungan.


" Masalahnya,kenapa elo tidak suka terhadap sahabat gue,apa karena elo tahu cerita Hasta akan masa lalunya ?" tanya Bony dengan terlihat ragu sekaligus takut akan pertanyaan nya tersebut,ia takut jika Renata akan tersinggung dengan keikut sertaan dia dalam permasalahan antara Renata dengan sahabatnya tersebut.


Renata menaikan kedua alisnya dengan penuh sarkatik.Ia menyoroti pria itu dengan berbagai prasangka buruk di benaknya.


" Kenapa kamu begitu peduli terhadap sahabat kamu itu ," Renata justru malah berbalik tanya ke pada Bony,sehingga Bony terlihat malas untuk menjelaskan nya.


" Yaa pedulilah mbak Renata,dia sahabat lama gue,tau bejad dan baiknya dia,karena gue peduli dia makanya gue beranikan diri bertanya kepada mbak ini,kenapa bisa membuat hidup seorang Hasta menjadi tak karuan setelah di tolak cintanya oleh mbak Renata." ungkap Bony dengan intonasi penuh ironi.


" ........... "


Renata terdiam dia menatap dengan sorot tajam ke arah Bony,ada sebuah pernyatann yang cukup membuatnya tercengang di antara kalimat yang di ucapkan Bony sahabatnya Hasta.


" Dan kenapa lo gak kasih kesempatan untuk lo terima,apa yang membuat elo tidak mau nerima dia,salah dia apa ? gue rasa dia gak pernah nyakitin lo kan ?" tanya Boni dengan menatap lurus.Kini kata-katanya mulai terdengar tajam.



" Maaf,ini bukan urusan kamu ,jadi aku rasa kamu tidak perlu ikut campur !!" ucap Renata yang mulai tidak nyaman dengan kehadiran Bony.



" Sorry kalau elo merasa gue ikut campur, tapi sebegitu buruknya kah masa lalu sahabat gue di mata lo sehingga lo gak mau memberi kesempatan untuk Hasta hadir di kehidupan elo ?" kembali bony berusaha untuk membuka hati Renata untuk menyakinkan perasaan nya Hasta.


Renata enggan menatap wajah bony,ia memilih membuang pandanganya ke arah luar sana.


" Gue sekali lagi bukan mau membela sahabat gue,dan gue bukan mau promosiin sahabat gue juga,tapi wajib elo tau,jika sahabat gue sebenarnya tulus mencintai lo. " ungkap Bony dengan penuh keyakinan.


Renata menatap Bony dengan datar,namun sama sekali enggan untuk meresponnya.


" Elo tau sekarang dia kaya gimana ? dia sekarang sudah banyak berubah, bukan Hasta seperti yang dulu lagi,dan dia benar-benar telah berubah total,sehingga ia tidak tertarik lagi dengan cewek- cewek lain,selain diri lo.Dan satu hal lagi perlu elo tahu,dia tidak tahu harus bagaimana agar bisa move on dari lo" jelas Bony dengan tandas.


Renata hanya terdiam membiarkan Bony berbicara dengan semaunya.Wajahnya terlihat datar terkesan lebih cuek.


" Sudah kamu bicaranya ?" tanya Renata memotong ucapan Bony dengan tatapan tidak suka.


Bony menelan kuat slavinya,ia merasa jika Renata perempuan angkuh yang tidak menghormati itikad baiknya dalam menyampaikan perasaanya tentang Hasta.


" Gue ini berkata apa adanya ,memangnya lo benar- benar tak ada sedikitpun rasa cinta terhadap sahabat gue?" tanya Boni dengan gusar.



" Maslah perasaan itu tak bisa di pakasakan,jadi saya rasa kamu tidak perlu membahas siapa sebenarnya sahabat kamu itu,karena itu semua tidak akan merubah perasaanku." ucap Renta sambil berdiri hendak pergi.



" Tetapi seengganya elo tidak munafik menutupi perasaan sendiri dengan sikap egois seperti ini." sela Bony dengan cepat,akhirnya ia merasa jengkel dengan sikap angkuhnya seorang Renata.


Renata menahan langkanhnya,lalu terdiam sepertinya ada sedikit perkataan Bony yang mengusik hatinya,perkataan yang di ucapkan Bony kepadanya mampu mengusik perasaanya.


" Gue pikir cewek selugu lo bisa bersikap bijak tapi sama aja ,lo atau pun perempuan di luaran sana sok jual mahal,tapi lupa dengan harga dirinya sendiri cinta sejati gak akan datang dua kali dalam hidup lo." jelas Bony menatap tajam punggulnya Renata.


Sepertinya perasaannya mulai merasa sebal dengan sikap Renata yang begitu angkuh terhadapnya. Renata menoleh bony lalu menatapnya dengan tajam.


" Kamu tahu apa tentang cinta ?" sejurus kemudian Renata bertanya balik terhadap Bony dengan nada yang berbeda.Perempuan sederhana itu nampak menahan marah terhadap laki-laki yang berada di hadapanya tersebut.



" Cinta itu simple, bisa nerima apa adanya satu sama lain dan mampu menerima sisi buruk masa lalunya,bukan malah mempermasalahkan kekurangannya,setiap orang masing-masing pasti ?memiliki kekurangan dan kelebihan,ingat lo nyari yang sempurna tanpa memiliki masa lalu sampe lo nenek nenek juga lo gak akan nemuin manusia yang sempurna,tak ada manusia yang hidup tanpa ada masa lalunya " jelas Bony dengan begitu lantang,sontak kata-kata itu mampu menohok hati sang Renata.


Semua yang di ucapkan Bony terasa benar,tak ada manusia satupun yang hidup tanpa memiliki masa lalu,begitupun dirinya.Renata terdiam kini tatapannya terlihat mulai memudar sorot matanya berubah redup apa yang dikatakan Bony begitu membuka lebar mata hatinya.


Renata menyadari akan kesombongan serta keegoisan nya selama ini,ia terlalu terpaku atas luka lama dirinya yang memenjarakan perasaanya selama ini,hingga membuat dirinya begitu naif dalam memandang kehidupan seseorang sehingga ia mampu menolak cintanya Hasta hanya karena masa lalunya.


Tanpa di sadari olehnya ada lelehan bening yang mengalir di antara dua bibir matanya


" Bon....!" tiba-tiba Hasta menghampiri Bony yang sedari tadi masih memperhatikan sikapnya Renata.


Renata menoleh ke arah Hasta yang berdiri di samping Bony.


Kedua matanya terlihat basah sehingga membuat Hasta sedikit merasa heran atas keadaan Renata.


Tak lama kemudian Renata pun melangkah pergi meningalkan Bony serta Hasta tanpa sepatah katapun.


Hasta dan Bony saling berpandangan satu sama lain dengan berbagai pertanyaan di benaknya masing- masing

__ADS_1


..........................Bersambung


__ADS_2