
HASTA berusaha tegar untuk menerima kenyataan jika cinta itu tak selamanya harus memiliki,dia menyadari akan kesalahan -kesalahan dirinya di masa lalu,dan hal itu sangat berpengaruh terhadap perasaan nya Renata terhadap dirinya.
Image seorang Playboy masih begitu melekat di dalam dirinya,sehingga sulit bagi Hasta untuk menyakinkan hati seorang perempuan meski dirinya telah berubah.
" Benar kata Ari ****,segala yang terjadi di dalam hidup ini,hanya lah sebuah misteri Illahi,perihnya cobaan dalam kehidupan bisa mendewasakan kita sob." ucap Bony membuka obrolanya dengan sedikit berseloroh jenaka.
Hasta menoleh sahabatnya itu tanpa ekspresi.
" Kalau d pikir-pikir,semua yang terjadi pada diri lo itu perciss kaya di sinetron INDOSIAR,ku menangiss....." Ujar kembali Bony berbicara dengan penuh gaya jenakanya.
Namun itu tak mengubah perasaan Hasta yang sedang kecewa.
Bony sadar jika candaanya tidak mempengaruhi perasaan sahabatnya rersebut.
" Has !! " panggil Boni melirik Hasta yang sedari tadi tidak menanggapi tingkahnya.
" Lo dari tadi diem mulu,lagi sakit gigi ya ?" tanya Bony kembali melemparkan candaanya.
Hasta terdiam.
" Apa lo masih kepikiran Tania ? " tanya Bony dengan gaya ceplas ceplosnya.
" Apa gunanya gue masih mikirin dia,sebab sekarang Tania sudah jadi kakak iparnya Renata." sela Hasta yang akhirnya berbicara juga.
Bony mengernyit menatap tak mengerti.
" Maksud lo ?? " tanya Bony cepat.
" Ternyata selama ini Harry adalah kakak nya Renata." jelas Hasta pelan.
Bony terlihat melotot,namun sejurus kemudian ia tersenyum penuh kelucuann.
" Aiihhh !! yang bener loh Has !! terus kalau elo seandainya jadian sama Renata,pasti nya Tania akan jadi calon kakak ipar lo juga dong, haa haa haaa !!!" tiba tiba Bony tertawa lepas.
Hasta melengos dengan gaya tengil sahabatnya tersebut.
" Ini gokil Has, mantan lo bakalan jadi kakak ipar lo." ucap Bony sambil menggeleng-geleng lucu.
" Ngayal aja loh,Renata aja gak mau nerima gue ! lo udah berhayal jika gue jadi ade iparnya Tania." cetus Hasta dengan nada kesal.
" Yaah kali-kali bisa dong kita ngayal ,sumpah gue enggak nyangka banget Has, kok bisa begini ya ?? " Tanya Bony seraya tersenyum-senyum sendiri menanggapi kelucuan hidup ini.
" Hidup ini memang penuh dengan misteri Illahi," ujar Boni kembali menimpali.
" Tapi has,jangan-jangan si Tania udah cerita banyak lagi tentang masa lalu lo sama Renata !" tiba tiba raut wajah Boni terlihat panik.
" Sudah telat Bon,Tania sudah cerita banyak,makanya Renata butuh waktu buat ngeyakinin hatinya untuk gue." jawab Hasta dengan perasaan lemas.
" PR banyak tuh buat lo,buat ngerivisi hati Haa haa." kembali Bony tertawa.
" Dikira rapat paripurna pake ada revisi segala." guman Hasta terdengar konyol.
" Gue masih bingung hingga saat ini, gimana caranya agar Renata bisa percaya sama gue bon ?" tanya Hasta dengan penuh perasaan gelisah.
" Kenapa gak langsung lo lamar aja dia Has ! " jawab Bony dengan pasti.
Hasta tercekat lalu menatap lekat ke arah wajah sahabatnya tersebut.
" Gila lo Bon !! cinta gue aja di tolak, lo usulin main langsung lamar- lamar aja.Mau bikin gue malu apa ?" balas Hasta kesal bukan main.
" Elo sudah malu kali gaeess Tania udah bongkar abis semua borok lo " balas Bony dengan santuy.
Hasta melengos mendengar celotehan nya Bony.
" Tapi by the way,dulu si Tania galak banget tuh sama si Renata, tapi kok bisa yaa Renata dengan begitu saja memaafkan si Tania, secara lo putus sama Tania gara-gara Renata kan ." jelas Boni terlihat sibuk sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan nya.
__ADS_1
" Kok gue jadi puyeng gini Has !! " seloroh Bony memijit pelan jidatnya sendiri.
" Nah sekarang Renata malah jdi adik iparnya, TUHAN memang luar biasa buat sekenario,dan sekarang lo gak bisa ngapa-ngapain lagii,alias sudah tamat Has,jangan harap Renata bisa nerima cinta elo !!" ucap Boni dengan mantap.
Hasta hanya terdiam termenung tanpa tak tahu harus berbuat apa.
" Jalan terakhir satu-satu nya jika lo emang benar-benar sayang Renata,elo harus lamar dia Has,dengan cara itu mungkin bisa meyakinkan perasaanya dia. !" ucap Bony berusaha memberi masukan.
Hasta menatap dalam sahabatnya tersebut.
" Tumben lo dukung gue ?" ujar Hasta heran.
" Elo benar-benar sayang dia kan ?? ya
gue sih dukung-dukung aja,jika elo emang udah berubah." ungkap Bony menatap serius.
" Tapi....??" sela Hasta menggantung.
" Tapi apa lagi ?" tanya Bony sedikit kesal.
" Taplpi apa enggak terlalu buru-buru gue ngelamar dia ? secara dia pernah trauma di lamar orang Bon " jelas Hasta terlihat ragu.
" Trauma di lamat orang ??trauma kenapa ?" tanya Boni dengan mengernyitkan kedua alisnya.
Hasta pun mau tak mau ia menceritakan apa yang Renata ceritakan kepada dirinya,setelah itu Bony terlihat manggut-manngut pertanda ia mengerti akan cerita nya Hasta.
" Tapi menurut gue ,gue yakin jika lo bener nekad pasti Renata akan luluh juga !" ucap Boni terlihat penuh keyakinan.
" Ya secara cewek sekarang jamannya butuh kepastian,bukan butuh bualan kaya elo. " ucap Bony nyelos.
" Gue udah gak kaya gitu lagi Bon,perlu lo ingat." balas Hasta mendelik.Bony terkekeh melihat sikap sahabatnya tersebut.
" Yaa bagus,kalau elo udah merasa baik akan diri elo,lo harus bisa nunjukin perubahan elo itu." ucap Bony perlente.
Hasta terdiam mencoba mempertimbangkan apa yang di sarankan oleh Bony sang sahabat untuk melamar Renata.
" Enak aja lo !! gue dari dulu otak gue emang bener,cuman karena keseringan bergaul sama lo, jadi suka kebawa-bawa gak bener " ucapnya sambil tertawa , Hasta dengan cepat melayangkan jitaknya ke arah kepala Bony yang tertawa lepas.
" Elo pikir gue sahabat biadab elo !!" balas Hasta geram.
" Biadab sih enggak,cuman kadang-kadang saja,haaa...haaa.." Bony tertawa renyah melihat aksi kesal sahabatnya tersebut.
......................
Hasta berusaha mengumpulkan tekadnya untuk bisa menyatakan kembali perasaannya terhadap Renata,walau keyakinanya tak sebesar harapannya.
Namun apalah daya perasaan nya tak bisa ia lenyapkan begitu saja.
Seandainya Renata bisa menerima persaannya begitu saja,mungkin tidak akan serumit ini ceritanya serta tidak ada drama sepanjang ini.
Terlebih Renata kini sudah mengetahui siapa dirinya dan pupuslah harapannya untuk tetap mempertahankan perasaan ini.
Pastinya image sebagai seorang Playboy yang tak akan mudah hilang begitu saja dari atribut dirinya.
menyesal sudahlah tak berguna karena penyesalan hanya membuatnya semakin jauh terpuruk serta semakin jauh dari angan-angannya untuk bisa mendapatkan hati seorang Renata.
Padahal jika melihat dari segi pisik serta penampilan,jelas Renata bukanlah termasuk tife gadis yang jadi idamannya,meski Renata terlahir dari keluarga mapan namun Renata tidak menunjukan nya,atau pun berpenampilan berlebihan,justru ia memperlihatkan dirinya sebagai sosok yang sederhana dan pekerja keras, sehingga membuat karir Renata semakin sukses di usianya yang masih muda.
Renata adalah sosok perempuan yang mandiri,penampilannya jauh dari kata glamor bahkan dia tidak suka berdandan mencolok seperti gadis gadis pada umumnya , Renata punya sikap apa adanya terlebih sikap yang paling menonjol adalah sikap sopan santunnya.
Maka tak heran jika sikap kedewasaanya itulah yang membuat Hasta terpikat.
Renata memang sangat berbeda dari perempuan- perempuan yang pernah singgah di hati Hasta,
dan entah apa yang di miliki Renata hingga membuatnya terasa berbeda di mata seorang Hasta.
Hasta terhentak dari lamunanya ketika nada dering ponselnya berbunyi nyaring,lalu di lihatnya layar ponselnya tersebut dan sang Ayah memanggil dirinya.
__ADS_1
" hallo pah !! " tanya Hasta pelan.
" Kamu dimana ? " tanya sang Ayah dari sebrang telpon.
" Hasta di rumah pah !! " jawab Hasta singkat.
" Papah tunggu kamu di kantor sekarang juga." ucap sang Ayah tegas.
" Ada apa lagi sih pah ? " tanya Hasta dengan penasaran.
" Kamu ke kantor saja dulu,Papah tunggu ya ! " sahut sang Ayah dari sebrang telpon terdengar sedikit lantang.
Nutttt.................
Panggilanpun berakhir begitu saja,Hasta terkejut seraya menatap layar ponselnya dengan berbagai perasaan.
Sejenak ia berpikir,nada bicara sang Ayah terdengar cukup tegas.
Apa yang terjadi ??
tanya Hasta dalam benaknya.
Tanpa menunggu lama Hasta segera bergegas menuju kantor sang Papah dan setibanya Hasta langsung menuju ruang sang Ayah.
" Ada apa pah ? " tanya Hasta begitu sampai di ruangan sang Ayah.
Wajah sang Ayah terlihat berubah,dan sikapnya terlihat cemas.
" Hasta,tiba-tiba saja nak Harry memutuskan kontrak kerja kita " jawab langsung sang Ayah tanpa basa-basi, suara terdengar begitu bergetar.
Hasta terhenyak menatap tak percaya.
Tak lama sang Ayah melempar map berwarna coklat keatas meja di hadapan Hasta.
Hasta semakin bingung sekaligus terkejut mendengar kabar buruk tersebut.
" Mutusin hubungan kontrak kerja ?? maksudnya apa sih pah ?" tanya Hasta semakin tak paham.
" Perusahaan PT RETAIL memutuskan kontrak kerja sama bareng kita secara tiba-tiba ,padahal perjanjian kontraknya masih lama, sekitar Tiga hingga Empat tahunan lagi,akan tetapi secara tiba- tiba saja nak Harry mengirimin surat berhentian kontrak ini dengan secara sepihak kepada pak Dandi.Ada apa ini ?" tanya sang Papah terlihat menahan rasa amarahnya.
" Tapi permasalahnya apa dulu pah ? kok bisa mereka memutuskan hubungan kerja secara tiba-tiba.Mereka pasti ada alesannya dong pah kenapa kontrak di putus secara sepihak ? mereka pikir kita menjalin hubungannnya kontrak kerja dengan mereka hanya main-main ?" tambah Hasta terlihat gusar.
" Sampai detik ini nak Harry belum ada klarifikasi tentang malasah ini,dia baru mengirimkan surat ini tanda bahwa perusahaanya tidak lagi kerja sama dengan kita." jelas sang Ayah.
" Dia tidak bisa seperti itu pah !!Papah kasih tau alamat kantor Harry,biar Hasta yang kesana." ucap Hasta mulai tersulut emosinya atas sikap Harry yang dengan begitu saja memutus kontrak kerja sama dengan sang Ayah.
" Maksudnya dia apa ?main putus-putus saja, dikira kita tidak pake modal ngerjain project mereka." guman Hasta jelas terlihat marah.
" Sebaiknya kamu jangan emosi dulu,Papah harap kamu bisa berbicara baik-baik dengan nak Harry untuk permasalahan ini, karna Papah juga tidak tau percis letak permasalahannya dimana,tiba-tiba saja perusahaan PT RETAIL mengirim surat seperti ini." jelas sang Ayah menatap cemas.
Bram tidak ingin jika putranya bertindak gegabah dalam menghadapi masalah ini,karena ia tahu betul seperti apa karakter sang putranya tersebut.
Hasta terlihat mengatur laju emosinya,mencoba untuk tenang walau perasaanya dilanda kemarahan.
" Papah harap kamu bisa klarifikasi akan masalah ini secara baik-baik, karena project ini kamu yang tanda tangani , jadi papah harap kamu bisa bertanggung jawab atas permasalahan ini." sela sang Ayah menatap bijak sang anak.
Hasta terdiam mencoba menebak pangkal dari semua permasalahan yang sedang terjadi saat ini.
Ada apa dengan sikap Harry yang tiba-tiba memutuskan hubungan kontrak kerjanya secara tidak Profesional.
sejenak Hasta terlihat berpikir adakah permasalahan ini ada sangkut pautnya dengan persaan dia terhadap Renata ?
Hasta menggeleng merasakan perasaanya semakin resah.
............................................Bersambung !!!
__ADS_1