
Pertemuan Di Caffe
HASTA si cowok hondsome itu masih tidak percaya dengan pandangan Matanya tersebut,ini benar-benar di luar dugaanya jika ia bisa di pertemukan kembali dengan sosok perempuan yang menjadi pusat perhatiannya akhir-akhir ini.
Dan dialah sosok perempuan yang telah mengubah isi dunianya,lalu kini justru perempuan itu berada tepat di sebrang tempat duduknya.
Bony mengeryit memicingkan kedua matanya dengan heran setelah melihat ekpresi wajah Hasta yang kaget sekaligus bahagia.
" Lo kenapa Has ? " Usik bony sambil menyikut Hasta.
" Bon !Bon.......!! Itu cewek yang gue maksud !" Ucap Hasta berseru sambil menunjuk ke arah perempuan yang berada di sebrang kursinya,dan perempuan itu sedang berdiri dengan sebuah buku kecil di tangannya,sepertinya dia sedang mencatat pesanan salah satu pengunjung caffe tersebut.
Bony menatap kearah telunjuknya Hasta,ia pun di buatnya terpana,sejurus kemudian ia menggeleng dengan tak percaya.
" Ahh yang bener saja kau Has ! Itu kan pelayan Caffe,masa selera lo bisa serendah itu,otak boleh bergeser,masa selera lo ikut geser juga ! " Boni menimpali dengan terlihat antipati.
Hasta mengabaikan komenan sahabatnya tersebut.
Rasanya dia telah di butakan rasa terhadap perempuan tersebut.
" Pelayan !! "
Panggil Hasta dengan lantang tanpa menghiraukan Bony yang masih berkomentar.
Si pelayan itu menoleh ke arah Hasta yang memanggilnya,Hasta nampak melambaykan tanganya guna memanggil si pelayan tersebut.
Tidak lama kemudian pelayan tersebut menghampiri ke mejanya Hasta dengan tersenyum ramah.
" Iya Mas,ada yang bisa saya bantu ? " Sapa pelayan itu dengan hangat.
" Lo masih ingat gue gak ? " Tanya Hasta dengan semeringah.
Sejenak pelayan tersebut mengerutkan kedua alisnya seraya mencoba menyimak wajah pria tampan tersebut.
Tak lama kemudian pelayan tersebut tersenyum dengan lembut.
" Oh ya Mas tentu saja.Saya masih ingat anda.Apa perlu saya ucapkan kembali rasa terimaksih saya yang sebanyak-banyaknya mas ?" jawab pelayan itu sambil tersenyum penuh canda.
" Oh tidak.Tidak perlu !" balas Hasta terlihat canggung atas candaan pelayan tersebut.
" By the way Loe kerja disini ? " Tanya Hasta penasaran.
" Ya ! " Jawab pelayan itu singkat.
" Masnya mau pesan apa ? " Tanya lagi pelayan itu seraya membuka buku catatan kecilnya.
" Gue Hasta ! " Sela Hasta dengan cepat,lalu ia pun menyodorkan tangannya Untuk mengajak berkenalan dengan wanita pelayan Caffe tersebut.
Bony yang memperhatikan aksi sahabatnya itu terlihat geleng-geleng.Bukanlah Hasta kalau tak memiliki keberanian untuk mengajak kenalan seorang perempuan.
Sejenak si wanita Pelayan caffe tersebut menatap panjang ke arah tangan Hasta yang masih mengantung di udara.
" Oh maaf,saya Renata,panggil saja saya Tata." Balas Renata si gadis pelayan Caffe tersebut menutup kedua tangannya di dada dengan penuh isyarat,suatu permohonan maaf bahwa dia tidak bisa membalas jabat tangan dari Hasta,tangan pria tersebut masih menggantung di udara.
Hasta melirik tangannya dan tak lama kemudian ia pun menurunkan tangannya dengan perasaan kecewa.
Lagi-lagi ia di tolak untuk berjabat tangan.
Bony memesem dengan ekpresi wajah jenaka.
Rasanya ia ingin tertawa keras setelah melihat ekspresi lucu sekaligus kecewa sahabatnya tersebut.
Ingin tertawa tapi takut dosa,pikir Bony dengan berusaha menahan tawanya.
" Oya mas Hasta mau pesan apa ya ?? " Tanya lagi Renata tersenyum ramah.
Hasta kembali terlihat bingung dengan sikap dirinya,yang selalu kaku berada di hadapan gadis tersebut.
" Panggil aja gue Hasta,gue bukan Mas-mas." Ungkap Hasta dengan mengaruk-garuk kepalanya.Ekpresi nya mengundang tawa sahabatanya.
Bony lagi-lagi menahan tawanya seraya berdehem-dehem,ia harus menyaksikan secara langsung raut wajah sang Playboy itu terlihat begitu bodoh di hadapan gadis yang hanya sekedar seorang pelayan Caffe.
" Payahh !!" Guman Bony pelan.
Hasta menoleh sahabatnya itu dengan sorot mata penuh ancaman.
" Elo mau pesan apa Boy,mbaknya pegel berdiri terus." Celetuk Bony dengan cengengesan.
" Ok,ok !! " Ujar Hasta berusaha menetralkan perasaanya,raut wajahnya terlihat menahan rasa yang tak biasa.
Renata masih menanti pesanana pria tampan tersebut.
Namun Hasta sepertinya kebingungan atas apa yang mau di pesan,sedangkan di mejanya sudah tersedia minuman dan makanan ringan.
" So ! mau pesan apa ?"Renata mengulang pertanyaanya lagi dengan sorot mata yang begitu cerah.
" Hmm...,temen gue pesen cappucino satu lagi tapi jangan pake gula ya,tambah creamnya saja,biar tambah creamyy kaya lo ." Ucap Hasta seraya duduk kembali dengan sedikit menggoda Renata si gadis pelayan tersebut.
Renata tersenyum setelah Hasta sempat menggombalin nya.
Bony mengernyit heran atas permintaan sahabatnya ity untuk dirinya.
" Ok saya catat ya,ada yang lain lagi Mas ? " Tanya Renata dengan ramah ia masih menatap Hasta lelaki tampan yang menawan itu dengan tatapan biasa saja.
" Hmm Kentang goreng dan satu lagi,gue mau roti bakar tapi karamelnya sedikit saja ya ! " Ucap Hasta sembari mengedipkan mata genitnya ke arah Renata.
Renata menanggapinya dengan sikap biasa saja.
Baginya pria seperti Hasta sering ia jumpai jadi tak heran jika ia kena pujian atau rayuan para lelaki mata keranjang.
" Baiklah saya catat dulu ya.!!" Jawab Renata tersenyum simpul seraya menuliskan pesanan di catatan kecilnya tersebut.
" Kalau begitu di tunggu ya mas pesanan nya. " Balas Renata begitu ramah.
" Sampai kapanpun gue akan tetap sabar nungguin lo bebs . " Balas Hasta mulai berani menggobalin Renata.
Renata menggeleng namun tak ada respon apapun kecuali hanya tersenyum pertanda ia menghormati pengunjung caffe tersebut.
Bony menggelengkan kepalanya menurutnya enggak habis pikir dengan tingkah polah sahabatnya tersebut, Kelakuan Hasta kali ini di rasanya tak masuk di akal olehnya,bisa-bisanya sahabatnya ini tertarik dengan sosok wanita pelayan caffe.
" Elo enggak salah naksir cewek Has ? doi pelayan Caffe. " Ucap Boni melengos.
" Lah emang kenapa kalau dia hanya seorang pelayan Caffe,gue dosa naksir dia? " Tanya Hasta menoleh Bony dengan santai.
" Dosa sih enggak,cuman gue rasa elo dah keliru,yaa secara itu sih enggak selevel dengan kriteria loe,gue kan tau betul levelan loe kaya apa Has !! " Balas Bony dengan tersenyum sinis.
" Yakin doi bukan level gue ? kalau tuh cewek bikin gue merasa seneng,nyaman kenapa enggak ?? " ujar Hasta dengan penuh rasa bangga.
__ADS_1
Bony bergidik lalu menyeringah dengan ekspresi penuh cemooh.
" Emang selama ini elo ngerasa gak nyaman dengan cewek-cewek sebelumnya,terus elo pikir elo merasa enggak bahagia setelah ketemu cewek tadi itu?? " Tanya Bony menatap heran Hasta.
" My be !!" Balas Hasta mengankat tinggi pundaknya dengan acuh.
" Gue rasa loe lagi koslet,bisa jadi syaraf otak loe ada yang putus sehingga loe berpikiran loe merasa tak bahagia dengan mantan-mantan loe itu cuman gara-gara ketemu cewek tadi." Ujar Bony sedikit geram.
" Gue rasa apa yang gua rasakan selama ini hanya cinta sesaat saja." Hasta menoleh sahabatnya dengan berbagai rasa.
" Cinta sesaat ?? heuh lo pikir ngejar-ngejar cewek ampe berkorban ini itu hanya untuk cinta sesaat saja ?" Tanya Bony menggeleng-geleng.
" Mungkin gue rasa,ketika gue mencintai mantan-mantan gue karena napsu belaka kali ya.Haa...haa..haa... " Hasta tertawa dengan begitu lepasannya.
" Sialan !! elo emang Bandit! bedebahh kau Has !! " Umpat Bony mendegus kesal melihat tingkah sahabatnya tersebut.
" Napsu sesaat,awas aja loh bikin bunting anak orang !! " Sela Bony geram.
" Kita main cantik dong Bon !" Hasta kembali menjawab dengan terkekeh.
" Shhittttt !! " Bony marah.
" Ayolah Bon ! elo gak usah seserius itu,wajar lahh kalau nafsu tak terkendali." ujar lagi Hasta semakin menyebalkan.
" Terserah elo dah,kalau ada apa-apa jangan bawa-bawa gue !" Balas Bony terdengar jengkel.
" Masa gue yang nikmatin elo yang nanggung,gak adil lah,, tar gue bagi-bagi yah." ucap Hasta seraya merangkul pundak sahabatnya tersebut.
Bony melengos dengan perasaan campur aduk.
" Bon,elo yakin gak jika gue bisa dapetin itu cewek ?? " Tanya Hasta menatap lurus sahabatnya tersebut.
Bony kembali menoleh Hasta dengan tatapan sebal.
" Has sekelas Tania aja elo masih bisa dapetin,apalagi cewek macam dia,Tanpa elo keluarin tuh mobil mewah gue yakin tuh cewek nempel kaya lem tikus sama elo, !! " ucap Boni enteng.
" Tapi kenapa tuh cewek so jaim banget pas gue ajak salaman,bahkan dia enggak mau balas salaman gue,tangan gue kan gak panuan." Ucap Hasta heran atas sikap Renata tadi.
Hasta pun mengamati salah satu telapak tangannya.
" Halah,munafik saja dia,Mungkin karena belum kenal saja kali,jadi dia so soan jaga jarak gitu. " Jawab Bony menuduh enteng terhadap si gadis pelayan Caffe tersebut.
Beberapa menit kemudian pesanan yang di pesan Hasta datang,namun Hasta terlihat heran setelah melihat yang mengantarkan pesanannya tersebut bukan Renata.
Hasta terlihat celingukan mencari-cari sesuatu,ia pun bertanya-tanya kenapa orang yang mengantarkan pesananya bukan Renata.
Dengan penasaran ia pun mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Renata si pelayan caffe tersebut.
" Ini Mas pesanannya !! " Ucap sipelayan tersebut dengan sopan,pelayan tersebut menyodorkan beberapa hidangan ke hadapan Hasta yang masih tengah di landa kebingungan.
" Loh bro,kok jadi elo yang ngantarin pesanan gue ? bukanya tadi gue pesen sama pelayan cewek ? " Tanya Hasta dengan ekspresi heran.
" Iya Mas saya gantiin. " jawab si pelayan itu singkat tanpa menjelaskan alasan apapun kepada Hasta.
Hasta menoleh ke arah Bony dengan wajah kian kebingungan Bony yang di tolehnya terlihat menahan tawanya yang nyaris lepas.
Tak lama si pelayan tersebut segera beranjak pergi meninggalkan meja Hasta.
" Sialan !!" Gerutu Hasta terdengar sangat kesal.
Tawa Bony akhirnya terlepas juga saat Hasta mengetahui niat busuk Hasta gagal berantakan, maksud hati ingin bertemu lagi dengan Renata dan menggombalinnya namun malah orang lain yang mengantarkan pesanannya tersebut.
" Lalu siapa yang akan makan pesanan sebanyak ini Has ? " Tanya Bony tertawa renyah,ia pun menoleh Hasta yang memasang wajah kecewa.
Bony pun kembali tertawa lepas setelah melihat raut wajah Hasta begitu kecewa.
" Lo yang makan !! " jawab Hasta dengan ketus dan segera beranjak pergi dengan perasaan jengkel.
................................
Semenjak Hasta tau Renata bekerja di Caffe tempat pavoritnya ia nongkrong bersama sahabatnya Bony,Hasta semakin kerap berkunjung kesana walaupun hanya sekedar ngopi atau duduk -duduk santai sembari mencuri perhatian ke arah Renata di tengah-tengah kesibukan Renata bekerja.
Namun rupanya Renata bukanlah tipe perempuan yang di bayangkan olehnya.Sikapnya yang santun dan ramah tak ayal membuat Hasta semakin jatuh hati terhadap sosok gadis tersehut.
Namun ada sisi lain dari sikap ramahnya Renata yang terkesan cuek dan acuh,tak ayal sikap itu membuat seorang Hasta semakin penasaran dan tertantangtang untuk terus mendekatinya.
Pikirnya ia pasti bisa mendekati perempuan tersebut.
Namun kenyataannya Hasta selalu kecewa dengan penolakan-penolakan Renata yang secara tidak langsung kepadanya.
Namun Hasta pantang menyerah ia tetap bersemangat dan gencar mencari kesempatan untuk lebih dekat lagi dengan Renata.
Tak semudah apa yang di pikirannya justru perempuan yang satu ini tidak terlalu banyak merespon akan perasaanya seorang Hasta,dan itu justru semakin membuat Hasta semakin penasaran akan sosok sebenarnya seorang Renata.
" Elo mau pulang ya ? " tiba-tiba Hasta mengejutkan Renata yang sedang fokus merapihkan beberapa lembar kertas yang berada di meja Kasir.
Renata menoleh kearah Hasta yang datang menghampirinya,
" Sorry gue ganggu ya " Tanya lagi Hasta dengan penuh percaya diri.
" Tidak juga !" balas Renata seraya menatap penuh layar komputer yang ada di hadapannya tersebut.
" Oya,lo bisa buatin gue kopi ?? " Ucap Hasta tersenyum penuh pesona.
" Kamu mau pesan minuman ?" tanya Renata mengalihkan pandangannya ke arah Hasta yang berada tepat di hadapan meja kasirnya.
" Hanya kopi saja sih." Balas Hasta pelan.
" Kalau gitu tunggu sebentar ya,saya panggilkan pelayan yang lain untuk pesankan minuman kamu." Ujar Renata kembali fokus ke layar komputernya lagi.
" Gak bisa kamu yang buatnya ?" Tanya lagi Hasta mencoba menggoda Renata.
" Sebentar lagi aku mau pulang,jadi aku gak bisa buatkan pesanan kamu,makanya aku mau nyuruh pelayan lain buat nyiapin pesanan kamu." Jelas Renata terlihat santai.
" Oh lo mau pulang ?" tanya Hasta cepat.
Renata mengangguk.
" Sebenarnya sih gue kesini bukan mau pesan kopi,tapi gue mmm...." Ucapan Hasta menggantung ia terlihat canggung menatap Renata.
Renata mengalihkan pandangannya ke arah wajah pria itu dengan tatapan risih.
" Lalu ?" Tanya Renata menatapnya panjang.
__ADS_1
" Hmmmm,,, Ta,gue boleh antar lo pulang gak ? " ujar Hasta dengan penuh harap jika Renata bersedia di antar pulang olehnya.
Renata sejenak menatap dalam wajah pria tampan tersebut lalu tersenyum tipis.
" Tidak, terimakasih banyak." Jawab Renata singkat lalu ia pun kembali tidak memperdulikan Hasta yang terus mencoba mengambil kesempatan untuk lebih dekat dengan dirinya.
Pandangannya sibuk mengecek laporan keuangan yang ada di meja kasir tersebut.
" Tapi ini masih sore kok elo sudah pulang ? " Tanya Hasta berusaha mengambil alih perhatiaannya Renata.
" Iya kebetulan aku ada keperluan lain,jadi pulang lebih cepat !" Ucap Renata dengan melemparkan senyuman manis kearah Hasta yang sedari tadi tak lepas menatap wajahnya.
Yaa TUHAN *kenapa senyum*an cewek ini manis sekali gue gak pernah ngerasaain setegang ini menghadapi cewek .
Puji Hasta dalam hatinya sambil menatap dalam ke wajah Renata yang begitu menyenangkan.
" Hei... !! kok malah bengong ada apa ?? " Tanya Renata heran setelah melihat Hasta hanya melongo saja.
Hasta menggerecap sesaat suara Renata membuyarkan lamunannya.
" Eh soryy " Hasta terlihat berpura-pura mengalihkan pandangannya.
" Kalau gue perhatiin dari kemaren,senyuman elo manis banget bikin kopi pait gue jadi manis," ujar Hasta dengan meluncurkan kata-kata gombalnya.
Renata tersenyum tipis melihat tingkah Hasta yang sedang mencoba mengambil hatinya tersebut.
" Kalau begitu hemat gula ya,aku tidak perlu menambahkan gula ke kopi kamu." Ucap Renata dengan bijak.
" Gue rasa seperti itu,cukup dengan senyuman lo saja semua akan terasa manis." lagi-lagi Hasta menggombalin perempuan sederhana tersebut.
Renata tersenyum,cukup berbakat pria ini dalam mengambil hati seorang perempuan,namun sayang dia tidak sama sekali tertarik dengan rayuan pria handsome tersebut.
" Jangan kebanyakan minum yang manis-manis tidak bagus untuk kesehatan." Balas Renata dengan mengalihkan tatapannya untuk tidak membalas tatapan Hasta menatapnya dengan penuh makna.
" Justru yang manis ini adalah obat,bisa menyembuhkan rasa sakit." Ucap Hasta dengan penuh percaya diri.
Renata mengernyit lalu menatap dengan penuh rasa tak percaya.
" Seriuss !! Mungkin kalau seandainya Hati ini bisa bicara kenceng lo akan denger setiap kali gue ketemu lo pasti hati ini akan bilang jika gue akan sakit bila sehari gak ketemu lo ." Lagi lagi Hasta menggombalinya Renata dengan begitu puitis.
Renata Hanya menggeleng-geleng seraya tertawa kecil,baginya sikap Hasta sangat lebay dan membuatnya terasa geli.
Baginya gombalan Hasta hanya angin lalu saja.
" Hastaaa...!!!"
Seseorang berseru kepadanya secara tiba-tiba dan itu berhasil mengejutkan Hasta yang masih sedari tadi tak berhenti menarik simpatinya Renata agar bisa di antar pulang olehnya.
Hasta dan Renata menoleh secara bersamaan ke arah suara tersebut.
Seorang gadis bertubuh ramping serta berpakaian modis melenggang menghampiri mereka.
dan gadis itu menatap tajam ke arah Renata dengan tatapan tidak suka.
Hasta terkejut bukan main atas kedatangan gadis cantik tersebut.
" Siapa dia ?? " Tanya gadis itu seraya cepat mengandeng mesra tangan Hasta.
Renata sedikit heran atas kedatangan gadis itu yang menatapnya dengan judes.
" Tania, dia temen gue !" jawab Hasta seraya mencoba melepaskan tangan Tania yang merangkul nya dengan erat.
" Yakinn cuman teman ?? atau jangan-jangan cewek ini yang sudah bikin kamu berubah akhir-akhir ini ? " Tanya Tania dengan penuh selidik ke arah Renata yang sedari tadi tidak dirinya.
" Tan,plis jaga sikap lo !" Hasta menggertas gadis itu dengan kesal.
Mendegar ucapan Tania Renata memilih untuk segera mengakhiri pekerjaan nya tersebut dan segera peri dari tempat tersebut.
" Maaf permisi !" Ucap Renata berpamitan lalu dengan cepat ia segera meninggalkan Tania yang mulai terlihat memasang wajah judes.
" Renata ! " panggil Hasta cepat.
" Kenapa sih kamu Has,kok sekarang banyak berubah ?" Ucap Tania dengan menatap galak ke arah Renata yang berjalan melintasinya.
" Tania,Lo tau dari mana gue di sini ?" tanya Hasta dengan jengkel dengan atas kehadiran kekasih nya tersebut.
" Bony yang ngasih tau !! Kenapa sih kamu merasa terganggu ya ?? " Tania merengut.
" Sudahlah,sebaiknya kita pulang !" Ajak Hasta dengan perasaan geram, tanpa menghiraukan Tania Hasta pun berjalan.
" Hasta tunggu !! jelasin dulu siapa perempuan tadi itu ? " Tanya lagi Tania menghadang langkah Hasta.
Rahang pria berwajah handsome itu mengeras,menahan amarahnya.
" Tania,dia itu temen gue,lagian dia cuma pelayan Caffe disini doang kok !!"
" Apa ?? pelayan caffe, aku enggak salah denger, kenapa selera kamu jadi norak gini sih berteman dengan pelayan cafee." Ujar Tania dengan nada sinis.
" Apaan sih Tan ??" Hasta melirik kesal mendengar ucapan Tania yang mencemooh dirinya.
" Hasta,kok bisa-bisanya kamu temenan sama cewek pelayan macam dia " Sela lagi Tania dengan nada ketus.
Sepertinya Tania masih belum puas dengan jawaban yang Hasta katakan sehingga Ia terus mengolok-olok Hasta dan dengan sengaja memancingnya untuk marah.
Hasta menghentikan langkahnya lalu menatap geram ke arah gadis cantik itu.
" Tania,gue bebas temenan sama siapapun termasuk sama Renata."
" Tapi Has...," Ucapan Tania mengantung.
Hasta segera menarik tangan Tania dan memaksanya untuk segera pergi meninggalkan Caffe tersebut.
-------------
Perasaan Hasta semakin tidak bisa di kendalikan lagi, perasaan ini adalah perasaan yang tak biasa yang Ia rasakan saat ini terhadap sosok perempuan yang bernama Renata.
Rasa penasaranya yang tinggi itupun perlahan berubah menjadi rasa ingin memiliki.
Hasta mengakui bahwa dirinya sudah jatuh cinta terhadap Renata perempuan yang terbilang biasa-biasa saja untuk ukuran kriterianya. penampilannya yang terkesan sederhana bahkan jauh dari kata sempurna,jika di jadikan sebuah perbandingan antara penampilan Renata dengan seorang Tania sangatlah jauh berbeda,namun entah kenapa perasaan Hasta begitu besar untuk perempuan tersebut.
.................bersambung
penasaran kan dengan kisahnya...
ikutin terus yaa kisahnya
jangan lupa
Klik jempolnya
__ADS_1
klik hatinya
dan klik bintangnya😚😚