
PATAH HATI♤
SETELAH kejadian beberapa hari yang lalu Renata semakin sulit ditemuin Hasta, Renata semakin intens menjaga jarak dengan Hasta,hingga pada saat bertemupun Renata memilih untuk menghindarinya.
Hasta semakin di buatnya tak karuan atas sikapnya Renata,sedangkan perasaan semakin sulit untuk di kendalikan.
Semakin memendam perasaanya semakin besar rasa yang tumbuh terhadap perempuan sederhana tersebut,semenjak ia bertemu dengan sosok Renata ia sering di landa kegelisahan yang tak berkesudahan, bahkan tak ayal rasa cemas dan rasa takut kehilangan muncul mewarnai perasaan nya.
Entahlahh dia telah di sandingi rasa cinta buta dan untuk yang pertama kalinya ia harus mengakui kegagalan nya dalam menaklukan hati seorang wanita
Hatinya sudah benar-benar luluh di hadapan seorang Renata si gadis yang berpenampilan sangat sederhana, walau sebenarnya Renata adalah pemilik Caffe yang cukup ternama,akan tetapi Renata sedikitpun tidak menunjukan siapa dia sebenarnya ke hal layak publik,ia tidak merasa sombong dengan atas apa yang dimilikinya.
Tak ada kesombongan sedikitpun yang Renata perlihatkan meski ia seorang owner di caffe tersebut,bahkan ia terlihat bersikap lebih sederhana dalam berpenampilan serta bersikap santun dalam bersikap.
Sikapnya yang mandiri serta pekerja keras,tidak membuatnya lantas berpuas diri dengan pencapaian yang telah ia dapatkan di usianya yang terbilang masih muda.
Hasta mengakui kelebihan yang di miliki oleh seorang Renata tak akan sebanding dengan perempuan-perempuan yang kini sudah menjadi mantan-mantanya tersebut.Dah hal itu membuatnya merasa rendah diri serta mati gaya di hadapan perempuan tersebut.
" Elo Has gue cari-cari,eh tau-taunya disini. " Ucap Bony dengan langkah gontai menghapiri Hasta yang masih termenung seorang diri.
Bony mengambil duduk di samping sahabat nya tersebut lalu mengedarkan pandangan nya kesekeliling Caffe,suasana sudah terlihat lengang dan beberapa pegawai Caffe tersebut mulai terlihat beres-beres.
" Sepertinya caffe sudah mau nutup bro elo gak niat mau pulang apa ? atau jangan-jangan lo nungguin di usir pemilik caffe ini? " Canda Bony dengan tersenyum tipis.
Hasta tidak menjawab Ia menoleh sahabatnya itu tanpa ekspresi.
" Muka lo suntuk banget." Ujar Bony setelah melihat raut wajah sahabatnya yang terlihat banyak beban.
Hasta menghela namun tetap diam.
" Udahlah Has lo kan cowok ganteng tajir pula,seharusnya elo segera move on,perempuan cantik di luaran sana siap nungguin rayuan gombal elo." ucap Bony terkekeh.
" Massa lo kalah sama cewek macam Renata.Ees ess !!" Ujar Bony menepuk pundak sahabatnya tersebut,ia mencoba memberi semangat agar Hasta biss melupakan Renata.
Hasta masih terdiam sepertinya dia enggan untuk menanggapi ucapan sahabatnya tersebut.
" Eh by the way,gue gak nyangka juga loh, jika perempuan itu ternyata Bos Pemilik caffe ini !" Ucap Boni sambil membagikan pandangannya keseluruh ruangan Caffe yang masih terlihat ada beberapa pengujung yang masih asyik menikmati secangkir kopi seraya ngobrol santai.
Hasta masih terdiam,ia sama sekali tidak menghiraukan Bony yang takjub setelah mengetahui siapa Renata sebenarnya.
" Pantas saja dia tidak tertarik sedikit pun sama lo, jelas doi lebih mapan dan lebih mandiri dari elo" Ucap lagi Bony penuh cemooh.
Hasta tak bergeming membiarkan sahabatnya itu berkomentar sesuka hati.
" jadi wajarlah jika doi gak sama sekali tertarik dengan apa yang lo iming imingkan,dasar elo nya aja yang gak tau diri masih kekeh ngejar-ngejar dia." Jelas Bony dengan panjang kali lebar,namun Hasta masih tetap diam membisu.
Bony menoleh ke arah Hasta,ia heran melihat sikap Hasta yang tidak sama sekali memberi respon terhadap dirinya.
" Ayo lah boy,elo masih bisa berpetualang dengan cewek-cewek yang lebih cantik,lebih seksi daripada Renata." Ucap lagi Bony memberi dukungan.
Hasta diam.
" Elo gak usah baper,masa seorang playboy kelas kakap baper,malu dong ama korban-korban lo." Uajar Bony menggoda sahabatanya tersebut.
ik
" Gue rasa gue sudah patah hati !" Balas Hasta dengan pilu.
Bony mengernyit menatap tak percaya atas pernyataan sahabatnya tersebut.
" Heuh patah hati ??" Bony mencibir.
" Masa seorang playboy bisa patah hati,biasanya elo suka matahin hati para cewek." Ucap Bony merasa lucu melihat sikap sahabatnya yang mendadak melo.
Hasta kembali diam,merasakan hatinya kian tenggelam dalam perasaan cinta yang tak terbalaskan.
__ADS_1
" Huuuhh....,dan pada akhirnya lo ngerasaaiin juga apa yang mantan-mantan lo rasakan ketika lo mencampaka mereka." Ucap Boni dengan gaya nyelenehnya.
Hasta menoleh dan menatap dengan pasrah ke arah Bony yang sedang mengolok-oloknya,tak ada sedikit niat untuk membalas olokannya Bony,wajahnya terlihat semakin tertekan.
" PATAH HATII !!! " Sela lagi Bony geleng-geleng kepala,kali ini sahabatnya benar-benar telah dalam mencintai seseorang.
" Gue rasa sih TUHAN tidak ada salahnya ngirim seorang Renata ke lo,dan itu ada hikmahnya,supaya elo sadar dan tobat,jadi lo gak nyepelein perasaan orang,terutama perasaan perempuan." Ucap Bony dengan mendramatisir kata katanya tersebut.
" Tapi gue gak bakalan menyerah,sebab Renata belum ada nolak gue." Sela Hasta membela diri seraya menatap kaku Bony.
" Gak nolak gimana ?? dia aja ngehindar dari lo,itu artinya dia dengan jelas tidak suka sedikitpun terhadap elo. Heuh...,bilangnya gak nolak,gak sadar diri banget." Guman Bony nyerocos.
" Gue belum menyatakan isi hati gue Bon,masih ada kesempatan gue dapetin dia." ujar Hasta tetap pada pendiriannya.
Bony menggeleng,di rasa sahabatnya ini mulai tidak baik-baik saja.
" Has,jangankan elo nembak dia,lo deketin aja dia ga mau,so ??dia itu nolak elo secara tidak langsung broo" Decih Bony sambil tetawa sinis melihat sikap sahabat yang sedang patah hati namun masih merasa tinggi hati.
" Eh Has,kalau dia emang suka sama elo,gak mungkin dia ngehindar terus dari lo lah,bahkan ampe ngilang gitu aja,Clingg !" Kembali Bony mematahkan semangatnya Hasta.
Hasta terdiam apa yang di katakan Bony memang benar jika Renata sama sekali tidak tertarik akan perasaanya.
Hasta menarik napas panjang merasakan perasaanya semakin meresahkan.Dia tersadar ternyata seperti inilah rasanya patah hati.
Renata sudah menunjukan sikapnya jika dia tidak bisa memberi kesempatan untuk membuka hati untuk dirinya.
Kali ini Hasta terlihat kebingungan mencari cara untuk menyampaikan perasaanya terhadap Renata bahkan dengan cara apa lagi agar dia dapat menyatakan persaanya untuk Renata,sosok perempuan yang telah menjugkir balikan dunianya.
" Gue sih gak akan nyalahin elo Has,tapi gue cuman bisa mengingatkan lagi, jika selama ini telah banyak perasaan perempuan yang sudah lo patahin hatinya ,dan bisa jadi mereka ngedo'ain balik biar lo merasakan bagaimana patah hati itu.Karma boy." Jelas Bony sambil melirik Hasta yang terdiam menatap secangkir kopi yang sudah tak panas lagi.
" Ternyata sakit Bon !" Sela Hasta lirih.
Bony menghela sambil menggelengkan kepalanya.
" Sudahlah !! masih banyak yang lebih cantik dari seorang Renata boy.Comen on !! " Ucap Bony berusaha menghibur serta menyemangati Hasta yang telah kehilangan marwahnya.
" Permisi mas !! Maaf Caffe kami akan segera tutup !" tiba-tiba seorang pelayan menyapa Hasta dan Bony yang masih duduk santai di ruangan tersebut.
" Ooh udah mau nutup ya mas ?" Tanya Bony dengan wajah polos menoleh ke arah si pelayan tersebut,lalu ia pun membagikan pandanganya ke seluruh ruangan Caffe tersebut.Tak terasa ruangan Caffe tersebut sudah sepi akan pengunjungnya.
" Caffe kami hanya buka sampe jam 23: 00 Mas,yang buka sampe 24 jam UGD mas." ujar pelayan Caffe tersebut tersenyum penuh jenaka di sela ucapannya.
" Dikira kita korban tabrak lari mas ke UGD,yang ada korban patah hati nih." Seloh Bony seraya menunjuk ke arah Hasta.
Hasta hanya mengangguk,tidak berkomentar apapun,lalu ia pun meraih sebungkus rokok dan di masukan nya kedalam saku jaketnya.
" Elo gak bungkus kopi lo Has,masih utuh nih." Ujar Bony sambil menunjuk ke arah kopinya Hasta yang masih utuh.
" Elo bawa pulang aja,tar elo panasin sekalian." Balas Hasta dengan datar.
Bony terlihat cengengesan melihat sikap sahabatnya tersebut,meski sedang hancur remuk namun Hasta masih normal,tidak kehilangan selera humornya.
" Haa,,kopi aja di anggurin dingin,apa lagi hati." Seloroh Bony tanpa beban.
Hasta beranjak lalu merogoh sesuatu di dalam saku celananya.
" Mas! kembalianya ambil aja." ujar Hasta menyodorkan selembar uang ke arah pelayan tersebut.
Pelayan tersebut mengangguk dengan air muka bahagia.
" Makasih banyak mas." ujar si pelayan dengan gesit.
" Ada ya kopi di panasin,dikira sayur lodeh emak gue di panasin.Dasar warga +62." Guman si pelayan itu tersenyum-seyum seraya merapihkan meja bekas pesanannya hasta.
__ADS_1
Pria ganteng dengan wajah penuh pesona itu berjalan gontai meninggalkan ruangan Caffe dengan di ikuti langkah Bony sang sahabat di belakangnya.
Langkahnya sesaat tertahan,ketika dirinya melihat salah satu Security Caffe tersebut secara kebutulan keluar dari posko pengamanan,Hasta terkesiap melihatnya,tanpa berpikir panjang dia pun berniat menghampirinya.
" Mas.....!!! " Panggil Hasta cukup keras sehingga cukup mengejutkan Security Caffe tersebut.
Security itu menoleh lalu menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Hasta yang berjalan menghampirinya.
" Manggil saya mas ?" tanya Security itu memperjelas.Hasta mengangguk.
Bony yang sedari tadi berjalan di sampingnya menatap heran ke arah Hasta,untuk apa Hasta memanggil Security tersebut.
" Elo mau Ngapain Has manggil-manggil dia??" Tanya Boni dengan penasaran.
Hasta tidak menjawab.
" Mas sorry gue mau nanya !" Ucap Hasta setibanya di hadapan security tersebut.
" Iya mas,mau nanya apa ?" Tanya security itu terlihat ramah.
" Bos lo kemana ? " Tanya Hasta dengan wajah harap-harap cemas menatap security Caffe tersebut, ia berharap mendapat kabar baik tentang Renata.
" Bos saya ??maksudnya Ibu Renata ??" Tanya security Caffe itu menatap lurus Hasta.
" Iya Ibu Renata,Bos lo dia kan ?" ucap Hasta sedikit ngegas.
" Maaf mas,Ibu Renata sudah tidak di sini lagi, sudah mau hampir dua minggu ini beliau tidak ada di sini,bahkan kemaren saya dapat info bahwa beliau akan menyerahkan Caffe ini ke rekann bisnisnya beliau mas." Jelas security tersebut menjelaskan.
Hasta tercekat mendengar penuturan dari sang Security Caffe tersebut.Bony terlihat ikut syok mendengarnya.
" Jadi..... ???" Tanya Hasta menggantung,ia semakin terlihat linglung.
" Jadi sekarang ini pemilik Caffe ini bukan punya bu Renata lagi mas,sudah orang lain yang punya,terus saya dengar-dengar katanya bu Renata mau ke SINGAPUR Mas." Jelas security tersebut menambahkan informasinya secara detail.
" SINGAPUR ?? ngapain dia ?" Tanya Hasta dengan penuh penasaran.
" Aduh maaf mas,kalau masalah itu saya juga kurang tau mas." Jawab lagi security tersebut penuh hormat.
Hasta serta Bony saling berpandangan satu sama lain.
" Maaf mas,kalau begitu saya permisi dulu!" Pamit Security tersebut.
" Silahkan mas,maksih ya atas informasinya." Balas Hasta tersenyum hampa.
" Sama-sama mas !" Ucap Security tersebut.
Hasta tertegun,seperti ada yang hilang dari raganya ketika ia mengetahui Renata telah menjauh darinya.
Pupus sudah harapan nya untuk bisa memiliki hatinya seorang Renata,semangatnya berubah putus asa atas harapan nya yang hilang entah kemana.
Seperti ada beban berat yang menghimpit tubuhnya sehingga Ia merasakan begitu dalam sesak di dadanya.
Bayang-bayang kehilangan itu seakan datang menghantuinya.
Bony yang dari tadi menyaksikan perubahan wajah Hasta,ia menatap iba,ikut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh sahabatnya tersebut.
Bony mendekat lalu menepuk pelan pundak pria tersebut,tanpa banyak bicara ia pun mencoba menyemangati perasaan sahabatnya yang sedah patah hati.
Di pandanginya liontin yang telah usang itu dengan lekat, pertemuan yang sangat singkat namun mampu meninggalkan kekecewaan yang cukup dalam,dan rasa kecewa itu membekas di relung renung hatinya seorang playboy.
Pertemuan itu lah yang mampu membuatnya jatuh cinta dengan seorang perempuan biasa.
Pertualangan cinta seorang Hasta Albany kali harus menelan kuat pil pahit atas kegagalannya tidak bisa memiliki apa yang menjadi keinginannya untuk memiliki hati seorang Renata.
Dan ia pun harus rela hati menerima kenyataan pahit ini.
..................bersambung
__ADS_1