Sang Play Boy

Sang Play Boy
Sang Playboy episode 27


__ADS_3

SETELAH menginap beberapa hari di kediamannya Bony Hàsta pun memutuskan untuk pulang kerumahnya,ia merasa tak enak hati jika harus terus berlama-lama menumpang hidup di sahabatanya tersebut.


Sebuah mobil sport berwarna metalik itu perlahan memasuki pekarangan rumah yang megah.


Yang tiada lain kendaraan satu-satunya yang di pakai Hasta saat ini.


Hasta memarkirkan kendaraanya tepat di depan pintu utama rumahnya,ia merasa heran ketika melihat ada sebuah mobil mewah terpakir di garasi tempat mobilnya terparkir.


Sejenak ia memperhatikan sekaligus menyimak secara detail mobil mewah tersebut.


Hasta keluar dari mobilnya dengan sangat Hati-hati.


" Pak kasmin !" panggil Hasta kepada salah satu penjaga rumahnya.


Seorang pria dengan perawakan tinggi menghampiri dengan penuh hormat.


" Iya tuan muda,ada apa ?" tanya sopan.


" Bapak tau mobil siapa itu ?" tanya Hasta seraya menoleh ke arah mobil mewah tersebut.


Kasmin menatap ke arah pandangan yang di tuju oleh Hasta.


" Saya kurang tau tuan,itu tamunya Bapak besar." jawab Kasmin penuh hormat.


" Ok,makasih pak Kasmin." ujar Hasta seraya melangkah.


Dengan langkah cepat ia pun segera bergegas masuk menuju kedalam rumahnya,lalu di lihatnya ada beberapa tamu yang sedang duduk bersama sang Ayah.


Di antara tamu tersebut nampak seorang pria yang usianya tidak jauh beda dengan Ayahnya tersebut,yaa bisa di bilang hampir sebayaan.Dan di sampingnya nampak seorang wanita muda tengah duduk dengan posisi membelakanginya.


Obrolan mereka terlihat begitu hangat,Hasta berdiri membagikan pandangannya ke arah tamu tersebut.


" Kapan-kapan kita bisa lah tour bersama lagi,iya kan Han..." Ucap Bram dengan di iringi tertawa riang.


" Yaa... ya....,, saya juga tidak sabar untuk melakukan tapak tilas kita,karena sudah belasan tahun lamanya kita tidak bertemu,rasanya kangen juga pergi rame-rame Bram." sang tamu tersebut menimpali.


" Oya gimana kabar Wisnu? sudah lama juga saya tidak bertemu dengan dia ? Hampir dua puluh tahun lebih saya tidak berjumpa dengannya,dan terakhir kalinya saya bertemu dengan nya ketika dia wisuda S2. Itu loh calon wisudawan satu-satunya yang membawa anaknya,kalau gak salah anak pertama nya yang dia bawa. " Ucap Bram menatap Handoko sahabat lamanya tersebut.


Sejenak Handoko menatap hening ke arah Bram dengan raut wajah sedikit berubah ketika Bram mempertanyakan kabar Wisnu sahabat baik mereka.


Handoko menarik napas cukup dalam sehingga mengundang rasa penasaran bagi Bram.


" Saya nerima kabar terakhir dia,jika Wisnu sudah meninggal beberapa tahun yang lalu." Ucap Handoko dengan raut wajah sangat sedih.


Sontak Bram tercekat menatap tak percaya.


" INNALILLAHI !!, Wisnu meninggal ?kenapa dia ?apakah dia sakit ?" Tanya Bram dengan terlihat sangat terkejut.


" Kabar yang saya dapat,dia kena serangan Jantung. " balas Handoko dengan raut wajah pilu.


" Lalu bagaimana dengan perusahaannya ? " tanya Bram terlihat shok.


" Untungnya Wisnu memiliki seorang anak yang hebat,sehingga anaknya lah yang meneruskan perusahaan nya.Malahan kabarnya perusahaannya itu semakin sukses setelah di kelola oleh anaknya.Sehingga memiliki banyak cabang perusahannya lainnya di beberapa luar kota." ungkap Handoko menjelaskan secara detail.


Bram mengangguk dengan penuh rasa kagum setelah mendengar cerita sahabatnya tersebut.


" Almarhum Wisnu emang dari dulu terkenal ulet dan gigih dalam masalah pekerjan.Bahkan ketika kuliah saja dia sudah berani berbisnis kecil-kecilan,jadi wajar jika anaknya sekarang bisa meneruskan jejak orang tuanya, tapi sayang kita tidak bisa bertemua dia lagi." Ucap Bram dengan raut wajah menahan kesedihan yang begitu berat.


" Yaa Almarhum Wisnu adalah sahabat yang paling luar biasa,dia selalu mengajarkan kedisiplinan yang luar biasa ketatnya,banyak cerita yang menakjubkan dengan dia." kenang Handoko dengan mengulas senyuman ketika ia mengenang masa bersahabat dengan wisnu.


" Tapi bersyukur ia memiliki akan yang bida di andalkan sehingga bisa meneruskan perusahaannya tersebut. " ujar Bram terlihat menatap lega.


Setelah lama berdiam diri dan menyimak obrolan sang Ayah, Hasta pun berniat untuk melewati para tamu tersebut tanpa ingin mengganggu obrolannya yang terlihat begitu asyik.


Namun tanpa sengaja sang Ayah melihat keberadaanya.


" Hasta,kau sudah pulang ?" tanya sang Ayah dengan tersenyum ironis.


Hasta paham jika pertanyaan itu menyindirnya secara tak langsung,Hasta tak menjawab dia hanya tersenyum hampa.


" Kemarilah sebentar!! ?" ujar sang Ayah menatap lurus ke arah Hasta.


Langkah Hasta tertahan dengan panggilan sang Ayah.


Sang tamu pun ikut menoleh ke arah Hasta yang tengah berjalan melintasinya.


Hasta menoleh ke arah sang Ayah,terlihat sang Ayah mengajaknya untuk bergabung dengan sebuah isyarat.


" Oya Han perkenalkan ini putraku Hasta !!" Ucap sang Ayah memperkenalkan Hasta kepada sabahatnya tersebut.


Dari ujung pandangan,seorang gadis sedang menatapnya dengan penuh ekspresi setelah melihat keberadaan Hasta.


" Hasta, perkenalkan ini adalah sahabat Papah,Pak Handoko." ucap sang Ayah memperkenalkan sahabatanya ke pada putranya.


Hasta mendekat dengan wajah datar lalu ia pun berusaha tersenyum untuk menyapa tamu tersebut.


" Hasta, Om." ucap Hasta memperkenalkan diri.


" Dan ini anaknya Om Handoko,Nina !! " ujar kembali sang Ayah memperkenalkan putri dari sahabatnya tersebut.


Sejenak Hasta tercengang setelah mendengar nama gadis tersebut,lalu matanya bergeser ke arah tempat duduk gadis tersebut,ia pun dapat melihat jelas perempuan yang di perkenalkan sang Ayah kepada dirinya,dan tak lain itu adalah Nina sahabatnya sendiri.


" Nina !!" pekik Hasta terlihat syok.


Begitupun Nina tak kalah terkejutnya,dari awal ia melihat Hasta,Nina sangat terkejut jika Hasta adalah putra dari sahabat Ayahnya,percaya atau tidak ini adalah bukan sebuah kebetulan.


" Kamu Has. ?? " seru Nina terbata,ia masih menatap tak percaya ke arah pria tampan tersebut.


Bram serta Handoko saling berpandangan satu sama lain dengan ekspresi penuh keheranan.


" Kalian sudah pada saling kenal ?" Tanya Handoko membagi pandangannya ke arah Hasta serta Nina.


" Ayah, Hasta adalah teman satu kampus sama Nina yah,karena Nina waktu itu pindah Univetsitas yaa jadi kita tidak ada ketemu lagi. " jelas Nina tersenyum simpul,raut wajahnya terlihat semeringah.

__ADS_1


" Oh jadi kalian dulu satu kampus ya ? Kalau begitu bagus dong Han,mereka kita jodohkan,jadinya mereka juga tidak akan merasa canggung lagi.Toh mereka sudah pada kenal." jelas Bram dengan terlihat bahagia.


Mendengar pernyataan sang Ayah,Hasta terlihat kebingungan,apa yang sebenarnya sedang di rencanakan Ayahnya tersebut ?


Hasta menatap dengan berbagai pertanyaan.


" Kalian akan di jodohkan !" imbuh Handoko menimpali.


Sontak Hasta serta Nina terhenyak mendengar pernyatannya Handoko.


" Di jodohkan ?" tanya Hasta dan Nina secara bersamaan.


Mereka sejenak saling bertatapan dengan waktu cukup lama,entah apa yang ada di pikiran Hasta maupun Nina ketika mendengar mereka akan di jodohkan.


Hasta mengalihkan pandangannya dengan ekspresi tidak suka,tentu saja hal itu membuat perasaan Nina terganggu.


" Maaf Pah,Hasta istirahat dulu,maaf ya Nin,om,saya permisi dulu." ucap Hasta berpamitan.


" Has,duduk sebentar dulu dan kita ngobrol dengan om Handoko." Ajak sang Ayah dengan penuh isyarat.


" Sepertinya Hasta capek pah." Jawab Hasta terlihat begitu letih raut wajahnya.


" Ndak apa-apa Bram,sepertinya putramu memang sedang kecapean!!.." Jawab Handoko seraya tersenyum lembut.


Tak lama Hasta pun pamit undur diri dan berjalan meningalkan ruang tersebut.


Nina terdiam dengan berbagai perasan di benaknya, ia masih tak percaya dengan apa yang kini sedang di alaminya.


" Hasta orangnya memang cuek Nin , jadi jangan terlalu di ambil hati ya.." ungkap Bram dengan tersenyum tidak enak ke arah Nina.


" Tidak apa-apa om,saya pernah kenal dekat dengan Hasta,dan saya pun sudah cukup lama mengenal tentang Hasta, dia orangnya emang cuek kok om." jelas Nina seraya tersipu.


Handoko,Ayah dari Nina hanya tersenyum mendengar ucapan putrinya tersebut.


 


¤¤¤¤《《《《


Ini adalah sambutan yang sangat luar biasa bagi Hasta ketika ia tiba di rumahnya.


Hasta tidak menyangka jika dirinya kembali kerumahnya langsung di sambut hangat oleh sebuah kata perjodohan. 


Yang tak kalah mengejutkan lagi,ternyata sang Ayah akan menjodohkan dirinya dengan sabahatnya sendiri.


Permainan apa lagi ini ???


pikir Hasta menatap panjang ke arah luar kamarnya.


Tiba-tiba ada perasaan sedih menggelayuti hatinya ketika ia mengingat akan nasib dari kisah cintanya bersama Renata.


Sebegitu besarnya rintangan yang menghadang jalinan kasihnya tersebut.


" Hasta.. !! " panggil sang Mamah berdiri tepat di belakangnya.


" Akhirnya kamu pulang juga sayang ? Kamu sudah makan ?" Tanya lembut sang Mama dengan penuh perhatian.


Hasta tidak menjawab dia hanya menggelengkan kepalanya seraya menatap pilu ke arah Mama nya tersebut.


" Mama sangat bahagia kamu akhirnya mau kembali kerumah,Mama sama Papah sangat khawatir kamu kenapa-napa." ungkap Rosa dengan bernadakan kecemasan.


Hasta tersenyum sinis ketika mendengar ucapan sang Mamanya tersebut.


" Mamah sama Papah khawatir ?" tanya Hasta datar,suaranya terdengar tertahan.


" Yaa tentu dong sayang,bagaimana pun juga kamu ini adalah anak kesayang Papah Mama." ucap sang Mama dengan penuh rasa perhatian.


" Mah,kalau benar Papah mengkhawatirkan Hasta, kenapa semua pasilitas Hasta di cabut semua,hingga Atm Hasta pun Papah bekukan, kenapa mah ? Apakah itu bukti dari rasa ke khawatirannya papah terhadap Hasta ?" tanya Hasta dengan suara tertahan.


" Hasta sayang !! Bukan seperti itu,Papah ngelakuin semua ini supaya kamu pulang nak, jangan berpikiran buruk terhadap Papah kamu.." ucap sang Mama mencoba menenangkan perasaan putranya tersebut.


Hasta terdiam ia memilih untuk menunduk tidak ingin menatap sedikitpun wajah sang Mama, dan ia pun memilih mengalihkan pandanganya ke arah yang lain,untuk menutupi perasaan kecewanya di hati.


Ada linangan air mata yang menggenang di ujung sudut mata pria tampan tersebut,entah kenapa hatinya terasa penat akan dilema yang kini tengah di hadapinya tersebut.


" Hasta sayang,Mama mohon berdamai lah !! kali ini ikutin saja apa kata Papahmu Nak." Ucap sang Mama memohon dengan menatap Nanar ke arah putra semata wayangnya tersebut.


" Meskipun Hasta sendiri tidak merasa bahagia ?" tanya dengan menatap nanar sang Mama.


Rosa menghela saat pertanyaan itu terasa menusuk jantung hatinya.


" Kamu tidak boleh berbicara seperti itu, Mama yakin apa yang Papah lakukan itu semua demi yang terbaik untuk kamu dan masa depan kamu,Mama yakin kamu pasti akan bahagia Has, apa yang jadi keputusan Papahmu itu akan menjadi yang terbaik untukmu." ujar sang Mama berusaha melunakan perasaan Hasta.


" Tapi semua itu bukan keinginan Hasta mah." Ucap Hasta tetap menolaknya.


" Hasta sayang dengarkan Mama baik-baik ! tidak ada orang tua manapun yang akan menjerumuskan anaknya ke hal yang buruk,tidak ada nak sayang ! " ujar Rosa dengan sabar ia menghadapi sikap keras kepalanya sang putranya tersebut.


" Hasta perlu waktu untuk nerima keputusan nya Papah,dan Hasta juga berhak untuk menolak perjodohan ini " Ucap Hatsa menatap nanar sang Mama.


Rosa memahami apa yang tengah di rasakan putranya tersebut,berat memang namun ini adalah keputusan yang suaminya yang tidak bisa di rubah.


" Hasta !! Papah menjodohkan kamu dengan anak sahabatnya Papah bukan berarti memaksa mu untuk menerima perjodohan ini,Papah hanya ingin kamu bisa melupakan Renata," Ucap sang Mama dengan nada suara parau.


Sontak pernyataan sang Mama membuat telinga Hasta memerah.


Mudah sekali rasanya sang Ayah menyuruhnya untuk melupakan Renata.


" Apa Mah ??Hasta harus melupakan Renata ???" tanya Hasta terkejut bukan main,sorot matanya terlihat menatap tidak suka ke arah Mamanya tersebut.


" Mah,Mamah pikir gampang melupakan seseorang yang kita cintai ?" tanya Hasta sedikit emosi,namun ia berusaha untuk tetap beratitude baik di hadapan orang tuanya tersebut.


" Seengganya Mama pernah muda juga kan,bagaimana rasanya ketika kita mencintai seseorang namun harus melupakannya ??" sejurus Hasta melayangkan sebuah pertanyaan yang membuat sang Mama terdiam.


" Kenapa...., kamu tidak suka akan perjodohan ini ?" Tiba tiba sang Ayah menyela di tengah-tengah obrolannya,Bram berdiri di ambang pintu dengan raut wajah dingin.

__ADS_1


Hasta dan sang Mama menoleh secara bersamaan.


" Pah,pah !! Papah gak bisa menjodohkan Hasta begitu aja dengan Nina, Hasta dan Nina itu hanya bersahabat." sanggah Hasta menolak ke inginan sang Ayah.


" Bukannya itu lebih bagus, jadi kalian tidak perlu saling mengenal,sehingga dengan mudah saling mencintai,tak ada rasa canggung di antara kalian." ucap sang Papah dengan tegas.


Hasta tercekat semakin geram di buatnya.


" Tidak pah ! Papah tidak bisa bersikap begitu, Hasta akan tetap menolak perjodohan ini !" ujar Hasta semakin keras.


" Lupakan Renata !! Nina jauh lebih baik untukmu !" ucap sang Ayah dengan nada suaranya meninggi.


Hasta menarik napas panjang,ada timbul perasaan muak di hatinya.


" Pah !! Nina itu sahabat Renata,hal ini sama halnya Hasta nyakitin hati Renata pah,Hasta mohon ngertiin perasaan Hasta pah,kali ini saja !" ucap Hasta mengiba.


Bram menatap tajam ke arah putranya tersebut,ada perasaan yang tak biasa ia rasakan untuk saat ini.


" Papah tunggu keputusan kamu untuk hubunganmu dengan Renata,karena kamu tidak bisa menolak perjodohan ini." ujar sang Ayah dengan penuh penekanan,ia pun berlalu meninggalkan Hasta beserta istrinya dengan berbagai perasaan di benaknya.


Hasta menatap panjang sang Mama yang tengah kebingungan untuk berpihak kepada siapa ?


Di satu sisi dia tidak ingin melihat putranya tertekan dan di satu sisi ia tidak bisa membantah perintah suaminya tersebut.


Rosa merasakan apa yang Hasta rasakan, berat memang bila restu itu tidak didapatinya.


Hasta menarik napas lalu menghembuskannya dengan kasar,lalu ia pun menjatuhkan tubuhnya ke kasur empuknya dengan pasrah dengan membenamkan kepala di bawah bantalnya.


 


¤¤¤¤¤¤¤《《《《


 


Seminggu kemudian............ 


BONY menatap lekat ke arah Nina yang berada tak jauh darinya,ia menyimak dengan seksama atas apa yang sedang Nina ceritakan kepadanya.


Dan semua itu di rasanya di luar perkiraan nya.Alur crita yang begitu berputar-putar namun saling betautan erat anatara cerita kisah kasih sahabatnya Hasta,dan Nina.


" Jadi lo akan di jodohin oleh bokap lo dengan Hasta ?" tanya Bony dengan perasaan kecewa.


Nina mengangguk.


" Dan ternyata bokap lo adalah sahabat lamanya bokap Hasta " Tanya kembali Boni dengan raut wajah tak percaya.


Nina mengangguk dengan penuh ekspresi.


" Kok bisa yaa kalian di jodohkan ?" Tanya lagi Bony dengan raut wajah kian terlihat bodoh.


" Aku tidak menyangka selama ini jika Papah Hasta berteman baik dengan Papahku,dan mereka menginginkan perjodohan di antara aku dan Hasta, tapi Hasta masih berpacaran kan dengan Renata ? " tanya Nina terlihat penasaran.


" Iya mereka masih pacaran Nin,tapi sayang mereka juga tidak dapat restu Nin." ujar Bony menjelaskan.


Nina mengernyit dengan penuh rasa penasaran.


" Maksudnya hubungan mereka tidak di restui ?" tanya Nina dengan terkejut.


" Yaa seperti itu lah." jawab Bony datar.


" Kenapa mereka tidak di restui ?" tanya Nina semakin penasaran.


" Gue tidak terlalu paham kenapa mereka tidak dapet restu, cuman kasian juga lihat perjuangan mereka ." ujar Bony menatap lekat Nina.


Nina sadar jika perjodohohan ini akan begitu berpengaruh akan hubungannya dengan Renata,bahkan ia pun bingung harus bersikap bagaimana terlebih dia harus bahagia di atas luka sahabatnya Renata jika benar ia di jodohkan dengan Hasta.


Di satu sisi ada rasa bahagia yang menyelinap di hatinya,harapan untuk memiliki seorang Hasta akhirnya tercapai sudah, tanpa harus bersusah payah dia mendapatkan nya,namun apakah Hasta bahagia di jodohkan dengannya,sementara ia cinta berat dengan Renata.


Tiba-tiba persaannya berubah menjadi bumerang.


" Bon Renata udah tau jika hubungannya tidak dapat restu ?" tanya Nina dengan harap-harap cemas.


" Dia tau Nin ? " jawab Bony singkat.


" Lalu mereka gimana ?" tanya lagi Nina sedikit cemas.


" Entahlah !! gue juga jadi ikut-ikutan bingung akan nasib hidup mereka." ucap Bony melirik Nina yang terlihat kebingungan.


" Nin !" panggil Bony dengan suara pelan.


Nina menoleh dengan cepat,lalu menatap Bony dengan penuh pertanyaan.


" Elo akan terima perjodohan itu ?" tanya Boni menatap tajam ke arah Nina.


Sejenak Nina terdiam menatap tak pasti ke arah Bony,entah kenapa dirinya pun terlihat kebingungan entah harus jawab apa.


" Dan sepertinya lo bahagia ya dengan perjodohan ini ?" Pertanyaan Boni tiba-tiba berhasil mengusik kenyamanan hatinya.


" Kamu gila ya Bon ?? dikira aku bahagia bisa di jodohkan dengan Hasta,sementara Renata akan terluka di atas perjodohan ini ?" ucap Nina dengan menatap tidak suka ke arah Bony.


" Yaa kali aja Nin,secara lo diam-diam suka sama Hasta selama ini,iya kan ?" tanya Bony lagi-lagi dengan tatapan penuh selidik.


Nina terdiam,rupanya Bony mampu menebak akan isi hatinya.


" Ahh..., Bon itu semua kan masa lalu,aku rasa perasaan itu perlahan akan hilang." ucap Nina dengan berusaha menyembunyikan perasaanya dengan membuang jauh pandangannya.


" jika perasaan lo itu masa lalu maka perjodohan ini adalah masa depan lo." ungkap Bony tersenyum penuh canda.


Sontak raut wajah Nina memerah ketika ucapan Bony mampu membuatnya tak berdaya.


Nina tidak berbicara dia hanya tersenyum pasi dengan menatap Bony yang masih lekat menatapnya.


.............................Bersambung

__ADS_1


__ADS_2