
" TUMBEN lo, baru nonggol lagi ! " Bony menghampiri Hasta yang sedang menunggunya di Ruang perpustakan. Hasta terlihat memilih beberapa buku yang hendak di bacanya.
Hasta melirik ke arah Bony dengan ekpresi biasa,dan membiarkan sahabatnya itu berdiri di sampingnya.
" Gue lagi sibuk !! " jawab Hasa singkat,ia pun mengambil beberapa buku untuk materi kuliahnya.Bony tersenyum penuh cibiran.
" Sibuk menghindari perjodohan lo ! " Celetuk Bony dengan enteng seraya berjalan menuju sebuah meja kosong yang tak jauh dari Hasta.
Hasta terperangah, dengan cepat ia menoleh ke arah Bony yang menyinggung permasalahan perjodohannya dengan Nina.Hasta melangkah cepat ke arah Bony yang sudah duduk manis seraya mengeluarkan sebatang Roko yang siap untuk dinyalakan.
" Bon,bon lo tau dari mana jika gue akan di jodohkan ?" Tanya Hasta dengan sedikit terkejut sekaligus campur penasaran.
Bony melirik lalu tersenyum sinis kearah Hasta dengan sedikit mengangkat dagunya dan bersikap angkuh.
" Lo gak usah sok di pentingin kaya gitu !" ujar Hasta nyaris menjitak kecil pundak sahabatnya tersebut.
Bony mendecih dengan sikap konyolnya.
Hasta menarik sebuah kursi lalu ia duduk seraya terus menatap Bony dengan penuh selidik.
Bony menggeleng dengan tersenyum penuh ironi.
" Hasta Hasta...!! mantan seorang playboy yang paling beruntung hidupnya." ujar Bony justru malah memuji balik Hasta dengan sanjungan namun penuh sarat makna sindiran.
" Gue nanya serius lo gak usah banyak ekting." Hasta terlihat geram seraya menjitak kembali kepala bagian belakang Boni dengan rada kesal.
Bony sempat meringis.
" Sakit Boy !! " Ucap bony dengan meringis kesakitan.
" Gue tanya lo sekali lagi,elo tau dari mana kalau gue bakalan di jodohin ?" kembali Hasta mengulang pertanyaanya.Ia terlihat mulai jengkel dengan sikap sahabatnya itu yang terlalu banyak gaya.
" Has,dunia ini rupanya memang kecil!! " Lagi lagi Bony tidak langsung menjawab pertanyaan Hasta,ia kembali berputar-putar dalam memberikan sebuah pernyataan.
Sontak hal itu membuat Hasta semakin kesal,ia melirik kearah Bony dengan lirikan jengkel.
Bony terlihat cengengesan,entah kenapa ia merasa bahagia melihat reaksi sahabatanya yang makin kesal terhadap dirinya.
" Huuuhh !! " Bony menarik napas lalu menghembusnkannya secara kasar.
Hasta melengos dengan menggelengkan kepalanya.
" Beruntung yee jadi lo !! lo hidup gitu-gitu aja tapi bisa seberuntung itu. " Ucap Bony seraya hendak menyalakan sebuah korek api.
" Sebaiknya lo jangan ngeroko disini ?" sela Hasta dengan cepat ia merebut rokok yang siap Bony nyalakan.
Bony tercekat dan menatap kaget ke arah Hasta.
" Loh,loh kenapa... ?" tanyanya dengan bergurau.
" Ini adalah ruangan Ac bon." ucap Hasta memberi tahu Bony.
Bony terlihat pasrah ketika melihat rokonya di patahkan oleh Hasta menjadi dua bagian.
" Sekarang jawab pertanyaan gue Bon,dan elo gak usah muter-muter " ucap Hasta dengan nada serius,kedua matanya terlihat melotot kearah Bony yang kembali cengengesan.
Bony menatap lucu ke arah Hasta yang masih penasaran terhadap dirinya.
Akhirnya Bony menjawab dengan raut wajah sedikit berbeda.
" Nina yang ngasih tau gue." Jawab Bony singkat.
Sontak Hasta terkejut mendengar penuturannya Bony.
" Apa ??Nina, Serius lo Bon ? lalu dia cerita Apa aja tentang gue.?" Tanya Hasta dengan raut wajah tidak percaya,nyaris saja ia terloncat dari tempat duduknya.
" Lo nanya gue kan ?,ya gue jawab lah,masih kagak percaya juga." Bony terlihat menggerutu.
Kali ini gantian Bony yang mulai terlihat kesal ke pada Hasta.
" Lo kan doyan ngelawak,makanya gue gak percaya ama omongan lo itu!" ujar Hasta merendahkan nada bicaranya.
" SIIIT !!" ucap Bony kesal.
" Lalu kapan Nina cerita sama lo ?" tanya lagi Hasta masih penasara.
" Kemaren gue gak sengaja ketemu dia,dan dia ngobrolin tentang perjodohannya." Jelas Boni dengan raut wajah yang mulai terlihat serius.
" Tapi kenapa dia cerita sama lo ?" Tanya Hasta menatap tajam sahabatnya tersebut.
" Tar gue tanya si Nina ya kalau nanti gue ketemu dia lagi,kenapa dia curhat sama gue." ucap Bony kembali nyeleneh.
" Yaa gak gitu juga kali Bon !!" kembali Hasta merengut melihat tingkah sahabatnya itu yang cukup menguji kesabarannya.
" Kok bisa-bisanya sih dia cerita sama lo." kembali Hasta terlihat penasaran.
" Nina kalau ada masalah pasti curhatnya ama gue,dari dulu kala itu." sela Bony dengan terlihat percaya diri.
Hasta mendengus dengan sebal.
" Gaya lo,kaya kanebo kering." ujar Hasta menimpali.
" Tapi kenapa Nina harus di jodohin sama lo,memangnya gak ada lagi pria du dunia ini yang lebih baik dari lo?" sejurus kemudian Bony balik tanya dengan raut wajah sedih.
" Sialan,gue seburuk itukah ??" Hasta terlihat sewot.
" Yaa elo mah gak perlu di jodohkan juga kali,kesannya lo gak laku-laku harus di jodohkan segala." guman Bony terlihat ngedumel.
Hasta tertawa tipis melihat sikap Bony yang tak terima jika dirinya di jodohkan.
" Kan kata lo hidup gue emang beruntung." sela Hasta tersenyum penuh rasa bangga. Bony menatap sahabatnya itu dengan ekspresi datar.
" Hah !! gue bilang juga apa, dunia ini emang sempit, buktinya aja di jodohin kagak jauh-jauh,seharusnya kalau mau di jodohin itu jauh dikit kek , sama orang jawa kek, sumatra kek kan bisa milih,masa masih seibu sebapak kota." Sela Bony dengan raut wajah masam.
" Kalau gue di jodohkan sama orang sumatra,pasti gue bakal kejauhan mudiknya boy." Sela Hasta terkekeh melihat sikap Bony yang merasa kurang beruntung hidupnya.
__ADS_1
" Boy,Nina kan dari dulu emang cinta sama lo, laah kalau dia di jodohin sama elo,itu artinya ia akan kesenengan." Ucap Bony dengan nada sedih.
" Bon,walau gue di jodohin sama Nina kalau perasaan gue gak cinta, ya gak bakalan bisa lah." Ucap Hasta dengan mengubah nada bicaranya lebih serius lagi.
Bony terdiam menatap ke arah lain dengan perasaan beku.
" Sepertinya peluang gue buat nembak Nina makin kecil." guman Bony pelan namun cukup sampe ketelinga nya Hasta.
" Haa haa haa.., rupanya elo masih ngarepin dia Bon ?" tanya Hasta tiba-tiba tertawa lepas melihat sikap putus asa sahabatnya tersebut,sehingga yang hadir di ruangan tersebut cukup tersita perhatiannya ke arah mereka berdua, dan beberapa di antara mereka menoleh serta memperhatikan Hasta yang masih tertawa.
" Sudahlah gue rasa itu tak penting !! " Ucap Bony dengan melipat kedua tangan di dadanya,merasakan perasaan kesal sekaligus kecewa.
" Tenang aja Boy,gue berharap banget jika perjodohan ini akan di batalkan secepatnya.Dan semoga saja Nina bisa membicarakan kembali masalah ini dengan Ayahnya secara baik-baik." ujar Hasta penuh harapan.
Bony menoleh dengan berbagai perasaan,tatapannya terlihat begitu pasrah.
" Lo yakin Nina bisa membicarakan hal ini dengan baik.?" Tanya Bony mengernyitkan kedua alisnya,raut wajahnya terlihat ragu.
" Makanya do'ain gue dong,semoga saja apa yang gue inginkan terkabul." Ucap Hasta seraya merangkul pundaknya Bony.
Bony terdiam ia tak bergeming sedikitpun.
" Tapi kemaren gue juga liat Renata ngobrol dengan Nina,Has." ucap Bony pelan.
Hasta kembali tercekat,kedua matanya terlihat terbelalak.
" Serius Bon ?" tanya nya dengan syok.Raut wajah tampannya kini berubah cemas.
" Iya,sepertinya mereka membicarakan seseuatu,tapi gue gak tau pasti sih mereka membicarakan apa,karena Renata meminta gue untuk pergi." Jelas Bony menatap kian intens ke arah Hasta.
Sejenak Hasta menghentikan obrolannya,ia mencoba untuk menebak apa yang di bicarakan Renata dengan Nina.
" Gue berharap si Nina tidak mengatakan yang sebenarnya terhadap Renata,jika dia akan di jodohin sama gue." Ucap Hasta menatap penuh rasa cemas.
Bony tidak menjawab dia hanya menaikan kedua pundaknya dengan perasaan acuh.
Ada perasaan was-was mulai muncul di dalam benaknya Hasta,ia sangat berharap jika Nina tidak menyampaikan begitu saja akan perjodohannya tersebut.
" Gue rasa,Nina gak mungkin bilang seperti itu,dia juga bukan tife cewek bodoh yang sembarang bicara,gue yakin Nina bisa menjaga perasaan Renata.Karena mereka temenan Has ! ingat ! Mereka temenan !! " ucap Bony mengulang kata-katanya dengan penuh penekanan.
Hasta terdiam dengan perasaan kian di liputi rasa talut.
" Lo akan menyakiti dua hati perempuan dalam satu cinta." Ucap Bony menatap penuh arti ke arah Hasta yang tengah larut dalam kecemasannya.
" Maksud lo ? " tanya Hasta tidak mengerti.
" Yaahh bisa lo bayangin jika orang tua lo tetap menjodohkan lo dengan Nina,maka Renata pasti akan terluka dan jika lo tetap sama Renata tentu Ninalah yang akan terluka." Jelas Bony dengan suara tertahan.
Hasta tercenung meresapi ucapannya Bony,dan perkataan Bony terasa benar adanya jika ia akan menyakiti dua hati perempuan sekaligus,Hasta menghela,rasanya semakin rumit kisah cintanya bersama Renata.
Akan ada dua hati yang terluka dengan keputusannya tersebut, seperti memakan buah simalakama maju kena mundur kena.Hasta terlihat begitu tertekan,roman di wajahnya kini memudar,entah akan berakhir seperti apa kisah cintanya yang semakin hari semakin membingungkan dirinya.
Untuk saat ini sepertinya Hasta merasakan jika cintanya justru berujung pada cinta segi tiga, terlebih dirinya menyadari jika perasaanya kini mulai merasakan ada getaran-getaran yang tak biasa,dan itu cukup mengganggu pikirannya.
Perasaan itu ia sadari seusai dirinya mengantar Nina pulang semalam,rupanya apa yang ia lakukan terhadap Nina melahirkan perasaan yang tak biasa ia rasakan terhadap perempuan tersebut.
Hasta menggeleng dengan frustasi.
" Has !! " Panggilan Bony membuyarkan semua lamunannya.
Hasta tersentak cukup keras.
" Kok lo malah bengong ?" ujar Bony menatap heran.
" Berarti semalam gue anterin Nina pulang,jangan-jangan dia habis ngobrol bareng Renata lagi ?" ujar Hasta terlihat baru menyadari.
Bony mengeryit lalu menatap lurus ke arah sahabatnya tersebut.
" Apa ??elo ada nganterin Nina ?? semalam ??" tanya Bony dengan perasaan terkejut.
" Iya Bon ! semalam gue ketemu dia di caffe,karena pas kebetulan udah malem,yaa gue anter dia pulang lah kerumahnya, gak mungkin juga gue ngebiarin Nina pulang sendirian Bon, mana hujan lagi." jelas Hasta secara gamplang.
Raut wajah Bony semakin terlihat semaput,tentu saja hal ini membuatnya sedikit ada perasaan cemburu di hatinya ketika mendengar penuturan nya Hasta.
" Dan...," Hasta menjeda ucapannya.
Bony melongo dengan penasaran.
" Dan apa boy ?" tanya Bony menatap khawatir.
" Dan gue ngeliat sekilas wajah Nina,ternyata kalau di lihat-lihat dari deket ia memang cantik juga ya Bon !" ungkap Hasta terkekeh.
" SIIIITTT !! " Pekik Bony spontan meninju keras lengannya Hasta yang cukup berotot.
Hasta bereaksi keras,menatap kaget.
" Heei man!! kenapa lu ?" Tanya Hasta meringis.
" Lo lama-lama bener-bener nyebelin.." Umpat Bony seraya menahan napas,lalu menarik hingga dalam.
Hasta tertawa puas melihat reaksi sahabatnya tersebut.
" Slow man !! hee hee hee gue kan cuman muji doang Bon !! ." kembali Hasta terkekeh.
" Semua berawal dari pujian lama-lama bisa jadi beneran, lo hati-hati dengan perasaan lo itu ,sifat belang lo itu belum hilang sepenuhnya.Ingat !! Renata sedang mikirin nasib cintanya,eh lo malah so-soan naksir Nina." ujar Bony terlihat sangat gusar.
" Memuji bukan berarti mencintai kan Bon, gue hanya memuji jangan pikir gue akan mecintai Nina, gue hanya kagum sekaligus memujinya " ucap Hasta dengan tersenyum,ia paham jika perasaan sahabatanya itu kini sedang memikirkan perasaan Nina.
" Makanya itu,perasaan seseorang itu tidak ada yang tau Has, semuanya bisa berawal dari sebuah kekaguman,nyaman dan...." Bony menggantung menatap Hasta dengan perasaan yang tak menentu.
" Kan gue bilang,gue cuman kagum doang Bon, kalau pun tiba-tiba perasaan gue suka terhadap Nina yaa itu resiko gue,kenapa Nina sekarang berubah." ujar Hasta dengan nada penuh canda.
Bony mendilak menatap tak suka.
" Terus lo pikir dengan adanya masalah ini,elo aji mumpung,Bandit emang lo ya." guman Bony terdengar kesal.
" Haa... haa..ha...,loh elo ko jadi sewot gitu sih ?pasti elo cemburu yaa ?" tanya Hasta dengan tersenyum menggoda.
__ADS_1
Hasta mencolek pundak sahabatnya tersebut.
Bony menepisnya dengan sinis.
" Jelas lah !! Sudah cukup lo anggap enteng masalah lo dengan cewek-cewek lo dulu, sekarang ini lain Has, pikirkan perasaan Nina dan Renata." jelas Bony dengan suara bergetar,kali ini ia benar-benar terlihat menahan emosi di dadanya.
" Has,tuh perempuan dua-duannya suka dan sayang sama lo. " ucapan kembali Bony terdengar kesal dengan raut wajah terlihat tidak suka ke arah Hasta.
" Huufff !!! Ok ok !!" Sela Hasta pelan.Pria berparas tampan itu terlihat sedang mengatur laju napasnya.
" Well,permasalahan ini terlalu rumit,hingga membuat perasaan gue bisa berubah kapan saja." tegas Hasta dengan mengangkat kedua pundaknya.
" Tapi gue ingatkan lagi,akan ada dua hati yang lo sakiti jika elo gak bisa bertindak dengan bijak." ulang kembali Bony dengan menatap tajam.
" I know." balas Hasta seraya bangkit dari duduknya dan hendak membalikan badannya,ia berniat ingin mengembalikan sebuku pada raknya.Entah kenapa minat bacanya lenyap seketika,akan tetapi ketika dia hendak melangkah tiba-tiba ia di kejutkan dengan kehadiran Renata yang tengah menatap lurus kepadanya.
Sontak Hasta terkejut bukan main,hingga ia tak mampu berbicara,seketika ia terpana ke arah Renata yang masih berdiri dengan menatap kaku.
" Ta..."
pekik Hasta nyaris tak terdengar namun Bony mampu mendengarnya,Bony melongo melihat kehadiran Renata,dan ia pun seketika melihat gaya tubuh Hasta yang secara tiba-tiba menjadi kaku,raut wajah memucat menatap kearah Renata yang berdiri lurus tak jauh darinya.
" Oh My GOD " guman Bony cukup histeris seraya menutup mulut dengan kedua tangannya.
Raut wajah Renata sedikit memerah,ada guratan kesedihan sekaligus perasaan kecewa tersirat begitu dalam,gerak bahasa tubuhnya seolah-olah menggambarkan jika dirinya telah mendengar sepenuhnya obrolan Hasta dan Bony.
Hasta terlihat gelagapan dengan menatap tanpa arah.
" Ta bisa gue jelasin semuanya!! " ucap Hasta seraya berniat menghampiri Renata.
Renata tidak menjawab,ia hanya tersenyum kaku dengan sorot mata penuh spekulasi.
Dengan cepat Renata membalikan badannya dan hendak melangkah pergi,akan tetapi dengan cepat Hasta segera meraih pergelangan tangan nya Renata lalu mencekal nya dengan erat.
Renta terhenyak,dengan aksinya Hasta.
" Gue bisa jelasin semuanya agar lo tidak salah Paham Ta !!." pinta Hasta dengan tatapan memohon kepada Renata untuk mempercayai perkataanya.
"......... !!"
Renata tertegun tidak tertarik untuk berbicara,namun sikapnya terlihat mencoba berontak untuk melepaskan cekalan Hasta yang terasa ketat di pergelangan tangannya.
" Apa yang elo dengar,itu tidak lah sebenarnya." ujar lagi Hasta berusaha menahan langkahnya Renata.
Renata tak bergeming berusaha untuk menghindari tatapanya Hasta.
Bony terlihat menatap dengan berbagai perasaan di benaknya.
" please... !! " pinta Hasta mencoba menyakinkan perasaannya Renata.
Namun sayang Renata masih bersikap keras ingin melepaskan tangannya dari cekalan Hasta.
" Lepaskan Has !! " Pintanya singkat,raut wajahnya terlihat menatap sinis.
" Tapi gue mohon lo jangan salah paham dulu, gue bisa jelasin semuanya ! " ujar Hasta pelan, kembali hasta memohon sekaligus mengiba kepada Renata.
Renata terdiam lalu menatap dalam ke arah wajah Hasta dengan sorot mata yang mulai berkaca-kaca.
" Sepertinya aku tidak perlu penjelasan,karena aku sudah mendengar semuanya.., " jawab Renata dengan suara bergetar,ia terlihat menahan perasaanya yang mulai rapuh.
" Tapi itu hanya....!!!!" ucapan Hasta mengantung,seketika Renata mampu melepaskan cekalannya dan menatap tajam ke arah Hasta.
Sorot matanya begitu penuh perasaan dendam.
" Mulai sekarang,KITA PUTUSS !!!" Ucap Renata tegas.
Sontak Hasta tercengang mendengar pernyataan Renata yang mampu menghentikan detakan jatungnya.
" APA PUTUSS ?? ." pekik Hasta terkejut,ia benar benar seperti tersambar petir di siang hari.
" Yaa kita PUTUS !" Renata mengulang dengan intonasi yang cukup kuat.
Hasta menganga menatap tak percaya,dengan mudahnya Renata mengatakan putus terhadapanya tanpa memberi kesempatan untuk menjelaskan permasalahan nya.
Tak berbeda dengan Hasta,Bony yang sedari tadi menyaksikan drama itu tercengang-cengang mendengar keputusan cepat Renata yang memutuskan Hasta.
Renata dengan cepat segera bergegas meninggalkan Hasta yang masih tercenung,tanpa menunggunya untuk berbicara kembali,Renata segera beranjak pergi dengan membawa kekecewaan yang begitu mendalam.
Dengan berlari kecil Renata meninggalkan Hasta dengan tangisan yang pecah di hatinya.
Hasta hanya mampu mematung tidak tahu harus berbuat apa-apa,ia tak mampu menahan Renata pergi.
" Yaa TUHAN !! " Bony terdengar memekik dari arah belakang dengan tak kalah terkejutnya.
Kejadian ini berlangsung begitu saja.
Sementara Hasta masih tetap tertegun menatap kepergian Renata tanpa mampu mengejarnya.
Hasta menarik napas panjang,lalu menghembuskannya dengan kasar,tiba-tiba perasaannya menjadi semerawut tak karuan.
" Inilah resiko yang paling gue takutkan..." ujar Bony seraya merangkul pundak Hasta yang semakin terdiam.
Beberapa saat kemudian Bony pun mencoba menyadarkan sahabatnya itu dari perasaan shoknya.
" Kenapa dia mudah sekali memutuskan gue,tanpa mendengar dulu penjelasan gue." ucap Hasta dengan perasaan sedih.
Hasta tidak pernah tau jika candaanya itu akan seperti ini,Hasta menyadari jika kejadian itu di saksikan banyak orang yang hadir di ruangan tersebut,dan antensi mereka cukup tersita ke arahnya.
Kejadiannya berlangsung dengan begitu saja,hingga beberapa di antara mereka yang menyaksikan dirinya berselisih paham dengan Renata terlihat saling berbisik, membicarakan apa yang mereka lihat.
Bony menggeleng seraya menarik sahabatnya itu berjalan,dan membawa Hasta berjalan keluar ruangan tersebut dengan merangkul kedua pundaknya.
Hasta berjalan dengan perasaan gontai,tanpa bisa menolaknya,lantas dia mengikuti langkah Bony dengan langkah pasrah.
Raut wajahnya terlihat begitu linglung dan tatatapan terlihat kosong.
__ADS_1
...........................Bersambung