Sang Play Boy

Sang Play Boy
Sang Playboy episode 23


__ADS_3

Flash back...........


" Nin !!" panggil Hasta sambil menghampiri Nina yang duduk seorang diri di taman samping halaman ruang kampusnya.


" Ada apa Has.." sela Nina dengan super cuek.


" Temen lo itu mana dia ??" tanya Hasta celingukan.


" Siapa ? " tanya Nina seraya menoleh ke arah Hasta yang duduk di sampingnya tersebut.


" Masa elo gak tahu,itu loh yang suka bareng sama lo ? " terang Hasta.


" Yang mana sih Has, kan temen gue itu banyak.?" tanya Nina menatap heran Hasta.


" Cindy Nin !!" ucap Hasta seraya cengengesan ke arah Nina.


Nina melengos dengan sebal.


" Dasar lo yaa,liat aja kalau gue punya temen cantik !!" ujar Nina cuek.


" Tapi ngomong-ngomong doi udah punya cowok belum ? kalau belum gue naksir nih." ucap Hasta dengan tersenyum penuh pesona.


" Telat lo !! dia baru saja jadian kemaren sama Nando." balas Nina menoleh Hasta dengan penuh isyarat.


" Yahh gue telat dong,tapi jika janur kuning belum melengkung itu artinya temen elo masih mioik bersama. " jawab Hasta sambil mengempasan rangselnya ke arah pangkuan Nina.


" lo sembarangan ya kalau naroh tas tuh." ucap Nina sambil melempar balik rangselnya ke arah pria ganteng tersebut.


" Denger ye,lo ga usah kecakepan mau memperjuangkan Cindy,udah jelas mereka itu udah pada jadian,di kira ini lampu merah bisa lo serobot sembarangan." terang Nina kesal.


" Alah,hal ginian mah gampang,seberapa keren sih Nando di mata Cindy ?kerenan juga gue." ucap Hasta tersenyum bangga.


Nina mengerucutkan bibirnya hingga tajam.


" Eh Nin,setadinya gue mau ngajak lo nonton basket bareng si Cindy , ehh tuh cewek malah udah jadian ama si Nando." Hasta terlihat kecewa.


" Basket.... seru tu,nonton bareng gue aja !! " sela Nina sambil membenarkan kunciran rambutnya,lalu ia pun menghadap ke arah Hasta dengan ekpresi penuh antusias.


Nina paling senang jika di ajak nonton basket, karena pertandingan tersebut merupakan olahraga kesuakaannya.


" Gak jadi lahh,temen lo udah jadian,tadinya kalau belum jadian gua ajak lo juga." ujar Hasta menyayangkan.


" Ya elahh,nonton bareng si Boni bertiga juga bisa Has. " ucap Nina dengan nada permohonan.


" Bertiga..?,ama si Boni ?? "tanya Hasta seraya memicingkan matanya.


" Ya iyalah... Biasa juga kita kalau nonton bertigaan." ucap Nina.


" Yaa setadinya kan gue mau ngajak Cindy jadi berempat,tapi kalau dia di ajak gimana ? mau gak tuh ?tapi kalau dia bawa bokinnya males juga gue. " ucap Hasta berandai-andai.


" Kalau lo kekeh ajak si Cindy, nanti nya yang ada lo malah berantem sama Nando,Nando kan orangnya cemburuan." ucap Nina sembari membenarkan tali sepatunya.


" Nina !!


Panggil seseorang.


Nina menoleh ke arah suara tersebut.Nampak seorang wanita cantik dengan perawakan jangkis menghampiri ke arahnya.


" Loh elo Jess,lo kapan nyampe ?" tanya Nina semeringah melihat kedatangan sahabatnya.


" Gue baru tiba kemaren sore. ? " balas Jessy dengan tersenyum manis.


Hasta yang sedari tadi memperhatikan akan kehadiran Jessy menatap penuh takjub ke arah nya.


Jessy nampak merangkul hangat Nina.


" Elo gak bilang jika lo mau kesini ?" tanya Nina melepaskan rangkulan wanita tersebut.


" Tadi gue kan telpon lo,tapi nomor elo udah gak aktif lagi,untung gue masih nyimpan Nomornya nyokap lo , dan gue telpon, lo katanya lagi ngampus " jelas Jessy dengan energik.


" Tapi kok lo bisa tau kampus gue ?" tanya Nina


" Ya elahh gak susah juga kali nyari alamat kampus itu " ucap Jessy tersenyum menawan.


" Eheem..." Hasta mendehem.Nina menoleh Hasta yang berada di belakangnya.


" Nin... siapa ?" tanya Hasta setengah berbisik.


" Dia temen gue." jawab Nina tak kalah berbisik.


Jessy memperhatikan ke arah Nina dan Hasta yang saling berbisik.


" Nin ??" panggil Jessy seraya mengerutkan kulit dahinya sehingga menampilkan kerutan yang cantik.


" Eeh Jess , kenalin nih,sahabat gue.Hasta !! " ucap Nina memperkenalkan Hasta kepada Jessy.


" Haii,gue Hasta !" ucap Hasta menyodorkan tangannya dengan tersenyum penuh pesona.


" Gue Jessy !! " sahut Jessy tersenyum hangat.


" Eh kalian ke ganggu gak nih" tanya Jessy tersadar kehadirannya menghenghentikan obrolan mereka.


" Gak lah Jes !! kita cuman ngobrol-ngobrol biasa doang." ucap Nina sambil melirik Hasta yang masih terus menatap panjang Jessy dengan tersenyum penuh arti.


Nina menyikut perut Hasta dengan berbisik pelan.


" Lo biasa aja kali kalau lihat cewek cakep." ucap Nina pelan seraya menggelengkan kepalanya menatap kesal ke arah Hasta.


Hasta cukup meringis saat sikut runcing Nina menyikutnya dengan kuat.


" Nin,elo kok enggak bilang kalau punya sahabat secantik Claudia sintia bella " bisik Hasta ke telinga Nina.


Dengan repleks Nina menyikut kembali perut sixpack Hasta, sehingga Hasta terlihat meringis kembali.


" AHHAKK !!! " pekik Hasta meringis menahan rasa sakit yang lumayan kuat dari sikutannya Nina .


Jessy hanya tersenyum lucu ke arah aksi mereka.


" Lama-lama gue congkel juga mata lo, kalau lo jelalatan mulu. " bisik lagi Nina dengan membulatkan bola matanya dengan sempurna.


" Kalian ada apa sih ?" tanya Jessy penasaran setelah melihat aski mereka yang semakin aneh.


" Enggak ada,biasa cowok normal kaya gitu,gak bisa liat cewek cakep dikit." balas Nina terpaksa tersenyum.


" kalian lucu !!" ucap Jessy geleng-geleng kepala melihat ke dekatan Nina dan Hasta begitu akrab.

__ADS_1


Nina dan Hasta terlihat tersenyum pasi saat Jessy semakin menatap lucu kearah mereka berdua.


 


▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎


 


SEMENJAK pertemuan dengan Jessy Hasta semakin gencar mendekati perempuan cantik itu,dan melalui Ninalah Hasta menyampaikan perasaannya terhadap Jessy sahahat lamanya Nina.


Dan dengan kebaikan seorang Nina,menjadikan dirinya sang penghubung jalinan kasih antara Hasta dan Jessy.


Sebagai sahabat yang baik Nina merasa fine-fine saja menjodohkan antara Hasta dan Jessy,karena pada saat itu Nina belum ada perasaan apapun terhadap Hasta,terlebih pada saat itu Nina masih berpenampilan tomboy.


Namun semakin hari semakin dalam Nina mengenal sosok seorang Hasta,seiring waktu terus berjalan kebersamaan itu terjalin begitu erat,Nina dan Hasta beserta Bony begitu solid menjalin persahabatan.


Hingga pada akhirnya Nina diam-diam menyimpan perasaan lebih terhadap Hasta.


Perasaan itu muncul ketika Hasta menjalin kasih dengan Jessy sahabat lamanya,dia tersadar semakin jauh mengenali Hasta,maka semakin dalam dirinya jatuh hati terhadap pria berparas menawan.


Hingga pada suatu hari Jessy memutuskan tali kasihnya secara tiba-tiba terhadap Hasta,dan alasan Jessy meminta putus dari Hasta kerena Hasta telah berselingkuh darinya.


Jessy bercerita banyak tentang hal itu kepada Nina.


" Nin !! " panggil Hasta berlari kecil mengejarnya.


" Kenapa Has ?" tanya Nina menoleh ke arah Hasta yang menghampirinya.


" Gue mau ketemu Jessy,untuk menjelaskan semuanya,kali ini saja. " ucap Hasta dengan terlihat mengatur laju napasnya.


" Sorry Has, kali ini sepertinya gue gak bisa bantu elo. " ucap Nina dengan wajah kecewa.


" Ayo lah Nin...,kasih gue kesempatan kali ini saja,untuk jelasin semuanya kepadaJessy bahwa apa yang dia lihat tidak seperti apa yang di tuduhkan sama gue." jelas Hasat mengiba.



" Jessy udah cerita banyak tentang elo,dan gue percaya." ujar Nina dengan sedikit tertekan.


" Jessy tidak tahu kalau gue cuman berteman saja dengan Malika,tidak lebih !" jelas Hasta dengan wajah memelas.



" Malika ? siapa lagi itu ?" tanya Nina mendelik ke arah Hasta.


" Dia temen baru gue Nin, Jessy mutusin gue gara- gara kemaren gue jalan bareng Malika,itu hanya kebetulan saja gue ada acara,dan pulang bareng dia Nin. " Hasta mencoba menjelaskan kekeliruan yang di rasakan oleh Jessy.



" Has lo udah jelas nyakitin Jessy,tapi lo masih kekeh pengen ketemu dia,Jessy udah gak mau ketemu sama elo. " ujar Nina ketus,ia tak mempercayai akan alasan yang di sampaikan Hasta kepada dirinya.



" Gue gak nyakitin dia Nin,dia salah paham.Lalu gimana gue mau menjelaskan ke dia,jika dia terus ngehindarin gue,makanya gue minta tolong lo, ayolah Nin bantu gue kali ini aja pliss pliss..." ucap Hasta merengek dan mengiba,berharap Nina mau menolongnyam



" Lo mau ngapain sama Jessy...?" tanya Nina menatap dalam Hasta.


" Gue mau jelasin semuanya,gue masih mau balikan sama dia,Jessy mutusin gue secara tiba-tiba,karena ini semua ini atas kesalah pahaman dia Nin." ungkap Hasta dengan nada bicara sungguh-sungguh.


" Mmm......baiklah !! " sela Nina lirih setelah mempertimbangkan keputusannya.


Nina pun kembali mempertaruhkan perasaanya demi kebahagiaan Hasta,ia meyakinkan Jessy untuk memaafkan Hasta dari kesalahpahaman yang terjadi. Jessy dan Hasta kembali bersatu, walau jauh di dalam hatinya yang paling dalam,Nina harus merasakan tersakiti kembali,atas kebersamaan Jessy dengan Hasta.Dan berkat bantuannya lah mereka kembali pacaran lagi.


Namun sayang hubungan Jessy dan Hasta tidak bertahan cukup lama hubungannya kembali kandas, Jessy kali ini benar-benar kecewa atas sikap Hasta yang mengulangi kesalahan yang sama,Hasta memang tidak pernah bisa merubah dengan kebiasaan buruknya tersebut,kali ini Jessy benar-benar tidak bisa memaafkan kesalahannya Hasta adan akhirnya mereka pun putus kembali.


Selepas dari Jessy Hasta melanjutkan kembali petualangan cinta nya,sebagai sang penggombalis sejati ia tidak akan pernah cukup sampai di sini mencari Cinta sejatinya,ia tak peduli dengan apa yang akan terjadi nanti kedepannya akan seperti apa,dan apa yang akan menimpanya atas apa yang telah di perbuat selama ini.


Baginya mencintai perempuan lebih dari satu itu merupakan kepuasan tersendiri,bisa menaklukan hati para gadis-gadis cantik merupakan prestasi yang di banggakan.


Setelah berakhirnya kisah sahabatnya tersebut,sejak itu pula Nina menghilang entah kemana dia hanya memberi kabar melalui Bony jika dirinya pindah kuliah.


Hasta tidak begitu menghiraukan dengan kepindahan sahabatnya tersebut,dirinya hanya beranggapan jika Nina hanya sebatas sahabat saja,tidak mungkin ada persaan lebih terhadap dirinya.


Hasta menarik napas panjang mengakhiri kisah ceritanya dengan perasaan begitu berat.


" Seperti itu Ta ceritanya ! setahu gua Nina tidak pernah menyatakan isi hatinya sama gue." jelas Hasta setelah menceritakan kisahnya di masa lalu bersama Nina,dengan setengah tertahan ia mencoba menepis perasaan yang tiba-tiba menganggu pikirannya.


" Berarti selama ini dia mencintaimu dalam diam Has." ujar Renata menatap Hasta penuh makna.


" Entahlah,sekarang pun dia masih tetap seperti itu cuman yang berbeda hanya penampilannya saja."


kata Hasta sambil nenatap lekat Renata.


Renata sendiri hanya dapat tersenyum datar tanpa ada eksfersi lebih.


Hasta paham betul ada sedikit rasa cemburu yang terselif dari raut wajah Renata akan ceritanya tersebut.


" Ta,sorry bukan maksud gue mau bikin lo cemburu tapi setidak lo tau posisi Nina dihati gue,hanya sebatas sahabat, meskipun Nina kini telah berubah akan penampilan,tapi perasaan gue sama tetap menganggap dia hanya seorang sahabat. " ucap Hasta sambil meraih tangan Renata yang bertumpu di atas meja.Ia berusaha meyakinkan perasaan Renata untuk tidak berubah kepadanya.


Renata hanya tersenyum datar mencoba memahami apa yang di sampaikan Hasta kepadanya.


" Gue tidak peduli,sejak kapan Nina suka gue karna gue merasa dia bagian dari sahabat gue sama halnya seperti Bony. " ujar Hasta kembali.


" Tapi...," Renata menjeda ia terlihat ragu untuk berbicara seseuatu.Hasta menanti dengan raut wajah terlihat gamang.


" Tapi apa ?" tanya Hasta cemas.


" Tapi,kasian juga Nina ya,penantian panjangnya berakhir kecewa." sela Renata seraya menghela napas.Merasakan apa yang di rasakan Nina.



" Kok lo jadi kasian sama dia, emang lo gak kasian sama gue,yang udah lama nungguin elo." ?" tanya Hasta menatap genit ke arah Renata.



" Kasian penantian nya Nina Has..." sela Renata dengan raut wajah merengut.


" Makanya gue gak mau seperti Nina yang hanya sebatas penantian saja,dari itu akan gue perjuangkan demi apa yang gue mau. " ucap Hasta seraya tersnyum lembut lalu menggengam erat tangan Renata.


Renata mengulas senyuman ke arah wajah Hasta yang sedang memandangnya dengan penuh rasa Cinta.


 


▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎

__ADS_1


 


Di kediaman Boni ~~~~


 


HASTA dengan perasaan ragu mencoba mendatangi rumahnya Boni,setelah kejadian itu Bony tak sedekat itu lagi kepadanya.


Tak ingin berlarut-larut ia pun memutuskan untuk menjambangi ke kediamannya Bony, ia ingin meluruskan kembali permasalahannya dengan sahabat satu perjuangannya.


Didapatinya Bony sedang duduk santai di tepi kolam renang,tepatnya di halaman belakang rumahnya,


dengan terlihat suntuk ia merendamkan kakinya kedalam kolam tersebut.


Perlahan Hasta mendekat ke arah sahabatnya tersebut.


" Bon. !" panggil Hasta cukup keras sehingga Bony dengan cepat menoleh ke arah Hasta, namun sejurus kemudian Bony terlihat tidak atas kehadiran Hasta ia pun tidak terlalu menghiraukan nya.


Hasta menghela,ia dapat menebak jika Bony masih merasa kesal terhadapnya.


" Bon gue kesini mau minta maaf." ucap Hasta seraya duduk di sampingnya.Bony terdiam tak berbicara sepatah katapun.


" Gue tau gue salah,makanya gue minta maaf." ungkap Hasta berusaha sabar menghadapi sikap diamnya Bony.



" Percuma lo minta maaf.." balas Bony dengan suara datar.


" Kenapa percuma ?? ini masalah hati Bon." ucap Hasta mencoba untuk tidak terbawa emosi.


" Elo minta maaf juga gak akan bisa merubah perasaan lo terhadap Nina,gak akan bisa membalas perasaan Nina." terang Bony menoleh Hasta dengan enggan.



" Sudahlah Bon,gue gak mau kita berantem hanya gara-gara masalah Nina." ucap Hasta dengan enteng.


Bony menoleh ke arah Hasta matanya terlihat berkaca-kaca.


" Gue sayang dia Has.." ungkap Bony berkata dengan lirih.


Bony mendunduk,ia berusaha menyembunyikan perasaan yang seseungguhnya.


Hasta mengernyit,lalu menatap dalam sahabatnya tersebut.


" Sudah gue duga,jika lo sayang Nina,dan kenapa lo mempermasalahkan perasaan dia ke gua,kalau lo suka dia lo tinggal ungkapin aja perasaan lo itu,kenapa pula lo nyalahin gue." ucap Hasta terlihat mulai geram akan sikap sahabtanya tersebut.


" Masalahnya kalau pun gue ungkapin perasaan gue, gue yakin jika Nina gak bakalan mau sama gue,karena dia cinta elo !" ungkap Bony dengan penuh penekanan di setiap kalimatnya.


Hasta mendecih menatap sinis ke arah Bony.


" Lo belum coba aja nembak dia boy,gue yakin jika elo nembak dia,dia akan nerima elo." ujar Hasta memberikan keyakinan baru.


Bony menggeleng dengan tersenyum penuh beban.


" Nina masih ada perasaan sama lo." ucap kembali Boni menahan sesak didadanya.


" Elo itu belum coba udah nyerah duluan,itu namanya pengecut !!" ujar Hasta terdengar penuh cemooh.


" Apa bedanya dengan sikap elo ketika lo ingin mencoba meyakinkan Renata,lo putus asa kan,bahkan elo sendiri aja fesimis." balas Bony dengan nada kesal.



" Tapi seengganya lo mencoba dulu kan,gak kaya gini," sela Hasta menimpali.


" Sudah lah gak usah di bahas lagi. " tepis Bony kecewa.


" Tapi gue gak mau sikap lo berubah sama gue,itu bikin gue males ketemu lo." ujar Hasta sedikit ketus.



" Lupakan !! itu hanya emosi sesaat gue." balas Bony acuh.


" Yakin lo baik-baik saja." tanya Hasta seraya menepuk pundak Bony cukup keras.


Bony hanya menarik lurus garis senyuman di bibirnya,memaksakan diri untuk menahan segala rasa yang meronrong isi hatinya.


" By the way,sejak kapan lo suka Nina?" tanya Hasta seraya bangkit dari duduknya dan berdiri tepat di samping Bony yang masih merendamkan kakinya.



" Sejak lo sia -siakan dia. " balas Bony singkat.


"Gue tidak menyia-nyiakan dia Bon itu namanya gue gak cinta dia." ungkap Hasta menjelaskan akan perasaanya.



" Dan itu membuat gue merasa peduli terhadapnya." jawab Bony dengan perasaan terdalam.


" Gue rasa itu bukan cinta Bon, tapi iba." ujar Hasta meralat perasaanya Bony.


" So tau loh akan perasaan gue. !!" sela Boni mendelik kesal.Ia mulai terlihat mencair,tak dekaku tadi.



" Gue lebih tau akan sebuah perasaan,perasaan cinta dan perasaan iba." ungkap Hasta menerangkan .


Bony menatap jauh ke ujung kolam sana,entahlah perasaan ini hadir ketika melihat perasaan perempuan itu terabaikan,dan ia merasa peduli akan beban yang di milikinya.


" Lain kali lo harus bisa bedakan mana iba,mana cinta." jelas Hasta enteng.


" Tapi bisa jadi kan, berawal dari rasa iba gue bisa tulus mencintai dia." jawab Bony dengan penuh harapan.



" Aaihh pandai pula kau berkata-kata " ujar Hasta sambil menjitak kecil kepala sahabatnya tersebut dengan penuh canda.


Bony meringis namun ia terlihat membuang kembali pandangannya jauh-jauh.


" He'h emang lo doang yang bisa so puitis, lama- lama gue juga bisa kaya lo." guman Bony cukup keras.


" Gitu dong masa lo temenan sama mantan play boy sekali sekali lo ga bisa puitis,haru bisa mencontoh lah." ucap Hasta seraya tersenyum penuh bangga.


Bony melengos dengan tersenyum kecut mendengar pujian yang di ucapkan Hasta untuk dirinya.


............................ Bersambung

__ADS_1


__ADS_2