Sang Play Boy

Sang Play Boy
Sang Playboy episode 19


__ADS_3

HASTA masih terdiam pandangan nya fokus ke arah laju kendaraanya,sesekali ia terlihat mengetuk- ngetuk setir mobilnya dengan beberapa kedua jarinya.


Ada perasaan yang menganjal di hatinya tentang pertemuan nya dengan Renata siang tadi.


Sedangkan Bony ikut duduk di samping kemudi dengan berbagai pikiran yang tak menentu.


" Kok bisa ada Renata di situ ?" tanya Hasta membuka obrolan.


" Gue gak tau juga,pas gue liat gue langsung punya ide buat gomong sama dia." jawab Bony datar.


" Memangnya elo ngomong apa sama dia?" tanya Hasta dengan kaku.


" Yaa perasaan lo lah Has, gue yakin dia sebenarnya suka ama lo,cuman dia merasa gengsi aja." ucap Boni terlihat masih kesal akan sikap Renata tadi.


" So tahu elo,tahu dari mana,jika dia suka sama gue ? " tanya Hasta dengan tersenyum sinis.


" Gue ngerasain apa yang dia rasain dan gue juga tau jika dia itu sebenarnya suka sama lo, mungkin dia gengsi saja,bahkan bisa jadi dia gak enak sama Tania, secara Tania kan kaka iparnya dia plus mantan lo juga,jadi dia merasa gengsi jika harus mengakui ada perasaan sama elo, gue sih yakin jika dia itu sebennya ada rasa sama lo" ucap Bony dengan penuh keyakinan.


" Hee...hee,kadang-kadang lo bisa juga ya so tahu." sela Hasta sambil geleng-geleng kepala.


" Gue yakin tuh cewek bakalan kepikiran dengan apa yang gue omongan, dia pikir kita gak bisa apa menebak perasaan dia, gue mah yakin ada faktor lain,kenapa dia gak nerima lo." ungkap Bony dengan penuh rasa percaya diri,bak seorang Diktektif yang sedang menangani sebuah kasus.


Hasta tersenyum lebar melihat kegigihan sahabatnya dalam memperjuangan cinta sejatinya.


" Bon.... Bon....thank's ya elo udah mau bantuin gue.." ujar Hasta tersenyum enteng.


" Tenang aja boy,gue sih yakin,jika doi pasti akan mempertimbangkan perasaannya setelah gue kasih pencerahan,secara cewek mana sih yang gak tertarik sama lo,mantan lo aja pada ngajak balikan mulu kecuali si Tania ya , karna dia sepertinya sudah waras dan memilih yang lain." ujar Bony dengan di akhiri sebuah guyonan.


" Sialan luh,ujung-ujungnya bikin gue ngenes aja,si Tania itu emang termasuk cewek matre, wajar kalau dia memilih Harry,secara Harry sudah mapan dan sukses di usia muda lagi,lah gue,gue masih pake aset-aset bokap gue. " balas Hasta menjelaskan.


" Lah emangnya elo masih ngarep Tania balik lagi sama elo ?" celoteh Bony dengan enteng.


" Shhiittt !! lo kalau ngomong suka ngentengin banget,yaa enggak lahh." ucap Hasta sambil masih fokus ke arah laju kendaraannya.


" Tapi jika gue perhatikan akan ekspresi si Renata,dia menanggapi omongan gue emang agak dalem sih Has,gue sempet lihat matanya dia cukup basah. " ujar Bony mengingat kembali kejadian siang tadi.


" Tapi sudahlah,gue sudah gak berharap banyak Bon, ngeri gue takut patah hati lagi,lo gak bisa ngerasain gimana itu rasanya patah hati." ungkap Hasta seraya bergidik.


" Elo berdoa saja,jika jodoh itu gak akan kemana. Tapi kalau emang lo merasa yakin terhadap Renata,mending lo lamar aja dia,gue yakin pasti si Renata gak bakalan nolak juga." imbuh Bony menambahkan.


" Ngacoo loh, gak bakalan nolak gimana, dia aja gak ada rasa sama gue,gimana dia mau nerima lamaran gue, lo kalau kasih gue ide jangan suka asal asalan mulu." gerutu Hasta dengan kesal.


" hee...hee...he,,nekad dikit gak apalah has... haa...haa haa..." Bony tertawa renyah.


" Bon,Bon sahabatan ama lo jadi banyak nekadnya." sela Hasta sambil memutar setirnya dan berbelok ke pelaran parkiran Caffe tempat mereka sering nongkrong.


Setelah memarkirkan kendaraanya Hasta dan Bony pun segera masuk ke ruangan Caffe tersebut,dan mereka pun segera mencari tempat yang nyaman untuk sekedar ngobrol dan menacari ide untuk bahan skripsi kuliah mereka.


Setelah menenukan tempat duduk yang pas,lalu merekapun memesan minuman.


" Elo minum apa ?" tanya Hasta menoleh Bony yang terlihat menguap,mengulet menggerekan peradangan ototnya dengan maksimal.


" Gue minum kopi susu aja Has !! " selanya dengan masih menguap.


" Tumben lo minta kopi susu ?" tanya Hasta dengan menatap heran.


" Wkwkk lagi pengen aja bro,memangnya gak boleh gue minum kopi susu ?" sela Bony melipat kedua tangan di dadanya.


" Kirain ada arwah nenek moyang lo hadir minta gituan.


" haa...haa... gue tar kesurupan gitu." ucap Boni sambil mengeluarkan handphonenya dari saku jaketnya


" Eh Has,lo udah buat skripsi lo..?" tanya Bony seraya fokus ke layar smartphone nya.


" Gue belum ada buat Bon,nanti saja lah paling minggu depan." balas Hasta tak mau ambil pusing.


" Sepertinya otak lo masih mumet ?" celoteh Bony dengan enteng.



" Sialan !! Gak lah gue berusaha profesional lah boy.." sela Hasta seraya mengeluarkan laptopnya.


" Lo kali-kali chatan dong sama Nina ?" Bony mencolek punggung Hasta.


" Buat apaan ?" tanya Hasta menoleh.


" Iseng aja.." balas Bony dengan enteng.


" Gue kapok ngisengin anak orang, pehapein anak orang ini,gue udah tobat aja masih di kira playboy." ujar Hasta dengan geleng-geleng.



" Hii hii hii...,yaa buat hiburann aja broo." usul Bony cengengesan.


" Berawal dari hiburan lama-lama gue tawuran sama perasaan gue lagi. " jelas Hasta sambil menatap lekat ke layar leptopnya.


" Terserah lo aja lah." ucap Bony sambil mulai mengotak atik smartphone nya tersebut.

__ADS_1



" Puyeng dahh gue,tugas ini aja belum kelar,udah muncul lagi yang baru." gerutu Bony dengan nada jengkel.


" Kenapa sih lo ?" tanya Hasta yang terganggu dengan gerutuannya Bony.



" Tugas kemaren gue Has,gilaa Dosen gue !!pak Bowo minta revisi ulang,katanya penjelasan yang gue tulis kurang lengkap, kan bisa dia tambahin kalau kurang lengkap." ucap Bony dengan mimik wajah menyebalkan.



" Makanya lo kalau bikin tugas jangan setengah- setengah, dikira pak Bowo tuh paranormal bisa langsung nangkap dari apa yang di maksud dari penjelasan lo itu, yang singkat and padat tanpa ada penjelasannya." ucap Hasta menjelaskan.



"Akh dia kan Dosen,masa sekelas Dosen gak tau maksud and tujuan mahasiswanya sih!!" ucap Boni makin mengerucutkan bibirnya.


" Haa haa lo kadang-kadang lawak ya, masa iya Dosen harus ngertiin maksud dari tugas lo itu, lo pikir Dosen tu punya telepati,yang bisa paham setiap tugas mahasiswanya tanpa ada penjelasan,Dosen juga males mikir kalau tau hasil tugas dari siswa siswi kurang di pahami." ucap Hasta terlihat santai.



" Kan dia yang kasih tugas,tugas gue sebagai mahasiswa yang baik yaa jawab dengan simple,tanpa di jelaskan seharusnya Dosen bisa mengerti." balas Bony tetap pada pendiriannya.


" Dosen gak mau terbebani juga kali Bon dengan hasil-hasil tugas muridnya,secara dia udah ngasih pemahaman,maunya mereka menilai tugas muridnya tanpa harus mikir panjang dengan isi tugas lo itu,makanya kalau merasa gak paham ulang yaa elo suruh revisi ulang. " ucap Hasta mulai jengkel dengan sikap Bony yang sedikit ngeyel jika di kasih tahu.



" Dikira ngerevisi itu hal mudah,gue mikir lagi,yaa harusnya tanpa di jelaskan Dosen paham." ucap lagi Bony kiam menyebalkan.


" itu namanya mahasiswa kurang ajar ,bikin pusing dosen." gerutu Hasta mulai jengkel.


" Tugas Dosen harusnya kan gitu, menambahi tugas muridnya yang kurang di mengerti,apa susahnya coba,wkwkwk" ucap Boni sambil tertawa cukup keras.


Tawa Bony terhenti ketika ia melihat seorang gadis melenggang menghampirinya.


." Heii ! kalian sepertinya seru banget nih!." ucap gadis itu mendekat ke arah Hasta serta Bony yang tengah asik tengah gobrol seru.


Bony semeringah melihat kedatangan gadis itu yang ternyata Nina.


" Haii Nin !! " sapa Bony menatap Nina yang berdiri di depan mejanya.Sementara Hasta,hanya menoleh lalu kembali fokus ke layar laptopnya.


" Duduk Nin !! Elo gabung aja." sela Bony dengan ramah.


" Makasih Bon,tapi gue ganggu kalian gak ? " tanya Nina sambil melirik ke arah Hasta yang masih anteng menatap layar laptopnya.


" Has !!" desis Bony sambil menyenggol tangan Hasta.


" Lagi ada tugas ya ?" tanya Nina menlongo ke arah layar leptopnya Hasta.



" Paling dia mah lagi curhat di sosmed haa.. haa.." sela Bony dengan tertawa kecil meledek Hasta.


" Apaan sih lo Bon,kaya emak-emak aja curhat di sosmed."


" Haa.... haa... kali aja ya Nin ! eh lo mau minum apa Nin ?" tanya Bony menatap lekat Nina.



" Gak usah Bon, kebetulan aku lagi nemenin temen aku disini,jadi gak bisa lama." ujar Nina tersenyum seraya mencuri pandang ke arah Hasta.


" Oh,elo lagi sama temen lo ya,temen lo cewek apa cowok ? terus mana temen lo ?" tanya Bony nyerocos dengan penasaran.



" Dia lagi ngobrol tuh sama staf kasir Caffe ini. "


" Temen lo mau ngelamar kerja di sini ?" tanya Bony menatap ke arah telunjuk Nina.


" Gak juga,dia lagi ada keperluan saja di sini dari tadi,jadi aku males nunggu di dalam,ehh malah ada kalian disini." jelas Nina tersenyum.



" Tempat ini adalah tempat favorit kita Nin, sekaligus tempat mengenang masa lalu hee hee...." celoteh Bony terkekeh dengan melirik penuh isyarat ke arah Hasta.


Nina tersenyum dengan penuh makna.


" Woow !! siapa nih yang punya masa lalu di sini ? kamu Bon ? " tanya Nina dengan penuh rasa penasaran,lalu ia melirik ke arah Hasta yang mulai mengalihkan pandangan nya ke arah Bony.


Hasta mendelik ke arah Bony dengan terlihat tidak suka atas celotehan nya Bony, Boni hanya cengengesan dengan sikap humorisnya.


" Gue sama siapa Nin,gue mah tife cowok setia iya gak Has.." ucap Boni sambil memainkan kedua alisnya naik turun.


Hasta terlihat keki melihat sikap Bony yang mulai bersikap pecicilan.


" Elo itu bukan setia tapi lo emang belum laku-laku aja wheeheee...." sela Hasta terkekeh kekeh membalas candaan Bony dengan makjleb.

__ADS_1


seketika rona wajah Bony memerah menahan malu atas candaan Hasta yang memenuhi syarat.


" Elo Has, pake buka kartu gue segala." guman Bony seraya tersenyum hambar ke arah Nina.


Nina terlihat seperti menahan tawanya ketika melihat mimik wajah Bony terlihat pucat pasi.


" Jomblo itu bebas kan Bon." sela lagi Nina membela Bony.


Hasta hanya melempar senyum tipis ke arah Nina.


" Tapi jomblo itu tersiksa.." sela Hasta tak kalah sengit.


" Lebih baik tersiksa dari pada harus patah hati.." kembali Bony menyerang Hasta dengan sindiran nya.


Boni terlihat cengengesan,lalu menyeruput kopi susunya dengan begitu nikmat.


Hasta melirik penuh arti ke arah Bony.


" Seru banget obrolan kalian ini, ada yang patah hati kah ?" tanya Nina sambil tetap menatap tak lepas ke arah Hasta.


Hasta dan Boni tidak menjawab pertanyaan Nina,justru mereka fokus ke pada seseorang yang baru saja datang ke arahnya.


Hasta dan Bony saling bertatapan satu sama lain ketika melihat seseorang di belakang nya Nina.


Sontak saja raut wajah Hasta mendadak berubah menjadi terkejut begitupun dengan Bony.


" Renata !!" pekik Hasta terbata.


Nina menoleh ke belakangnya setelah mendengar Hasta menyebut nama tersehut.


" Ta udah selesai ?" tanya Nina seraya bangkit dari duduknya.


" Kok kamu malah nunggu disini." tanya balik Renata dengan rasa penasaran.


" Sorry Ta,tadi aku nunggu di dalam sendirian,dari pada bete sendirian mending aku keluar,et tau-taunya ketemu temen aku,kenalin ni Ta temen kuliah aku." ucap Nina berdiri dan merangkul pundak Renata.


Renata terpaku menatap ke arah dua pria yang di perkenalkan Nina kepadanya.Begitupun Hasta dia terlihat terkesima melihat teman yang di maksud olej Nina.


" Luar biasa !! " desis Bony penuh decak kagum setelah melihat Nina begitu akrab dengan Renata.


" Bon ! Has ! ini temen gue Renata." ucap Nina dengan ceria.


" Ta,ini Bony dan Has....," ucapan Nina menggantung.


" Aku sudah kenal mereka Nin ?" potong Renata pelan.


Nina mengernyit dengan sedikit heran sekaligus heran,Renata bisa mengenali mereka.


" Masa sih Ta,kamu udah kenal mereka ?, kenal dimana ?" tanya Nina seraya mengangkat tinggi salah satu alisnya.


" Di sini." jawab Renata pelan,tatapan nya tak lepas dari pandanganya Hasta.


" Oh pasti mereka salah satu langganan Caffe ini ya." tebak Nina tersenyum ceria.



" Kan gue bilangin Nin,tempat ini tempat paling bersejarah buat Hasta.." sela Bony dengan cepat.


" Maksudnya ?" tanya Nina mengantung.


" Sebaiknya kita pulang Nin!! aku sudah ada janji nih sama ka Harry,ada sedikit masalah kerjaan yang harus di selesaikan." sergah Renata denga cepat ia berusaha mengalihkan pembicaraanya.



" Tapi Ta...," sela Nina dengan terlihat masih penasara akan ucapannya Bony.


Namun dengan cepat Renata menarik tangan Nina untuk segera pergi dari tempat itu dengan menggandeng tangan Nina.


" Has,Bon !aku pamit dulu ya!." seru Nina dengan setengah di seret ia berjalan.


Hasta serta Boni hanya saling melongo,membagi pandangan dengan berbagai perasaan.


Mereka tengah dalam ke adaan tak percaya menatap langkah Nina serta Renata yang beriringan.


" Sepertinya makin rumit Has " ucap Bony setengah berbisik,lalu ia menghempaskan tubuhnya ke kursi dengan pasrah.


Hasta tercenung tak sedikit pun mengeluarkan suara untuk berkomentar.


" Kira-kira tuh si Nina siapanya lagi Renata ?" tanya Bony sambil mengucek-ngucek kopi susunya yang mulai terasa dingin.


Hasta menggeleng dengan berbagai rasa di hatinya.


" Hidup memang penuh dengan misteri Bon,apa lagi yang akan di ceritakan Nina sama Renata tentang gue,huuh makin benci aja deh tu si Renata sama gue " ungkap Hasta terlihat begitu sedih raut wajahnya.



" TUHAN benar-benar maha pemilik sekenario yang paling misterius.." seloroh Bony putus asa.

__ADS_1


sejurus kemudian ia pun menepuk-nepuk jidatnya dengan kepalan tangnnya,semetara Hasta terdiam larut dalam pikrannya tanpa bisa berbicara lagi.


....... .........................BERSAMBUNG


__ADS_2