
Beberapa minggu kemudian
NINA dan Renata akhirnya bisa duduk bersama dalam satu meja.Renata masih terdiam tanpa menatap ke arah Nina yang hadir di hadapannya dengan sikap yang tak menentu.
Entah kenapa sikap mereka mendadak seperti orang asing yang baru bertemu saling diam dan hanya melempar senyuman hampa.
" Ta,sebelumnya aku minta maaf udah meminta kamu untuk nemuin aku." ujar Nina akhirnya mengalah untuk memulai obrolan.
Renata hanya tersenyum menatap datar.
" Dan aku juga minta maaf,mungkin aku terlalu jauh ikut campur dalam urusan kamu dan Hasta,tapi aku mohon kamu tidak salah paham atas permasalahan perjodohan ini,karena hal ini bukan keinginan aku maupun Hasta." ucap Nina mulai menjelaskan.
" Aku tahu !!" jawab Renata singkat.
" Aku tidak akan menyetujui perjodohan ini,karena aku juga sadar Hasta begitu mencintai kamu Ta, lebih dari apapun." ujar Nina menatap penuh arti.
Renata mengalihkan pandangannya ke arah yang lain,lalu menatap lepas ke sebuah arah.
" Tapi aku sudah memutuskan hubungan aku dengan Hasta. " ucap Renata lirih wajahnya terlihat sendu.
" Ta,seharusnya kamu jangan mengambil keputusan secepat ini,Aku tau kamu lagi emosi dan aku yakin itu hanya emosi sesaat kamu saja,sebaiknya kalian jangan putus." ujar Nina menatatap penuh perasaan.
" Tidak Nin,Meski memang aku mencintai Hasta,tapi sepertinya keadaan memang memaksaku untuk mengakhirnya." ujar Renata menatap nanar.
Nina menghela dengan perasaan yang sulit di jelaskan,permasalahan ini menyeretnya untuk ikut merasakan kegalauan hatinya Renata.
" Sejujurnya,aku memang tak ingin jika harus kehilangan Hasta,karena perasaan ini telah begitu dalam,tapi cinta kita tidak mungkin bersatu,terhalang dengan restu Nin." ucap Renata parau.
Perlahan Renata menangis tersedu-sedu,ada yang tak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata hanya dengan tangisan yang mampu menjelaskan betapa rapuhnya perasaanya saat ini.
Nina semakin tak sampai hati melihat Renata begitu dalam membenam kesediyannya,entah kenapa rasa serbasalah itu kian menyergap persaanya.Di satu sisi egonya ingin mendapatkan kebahagiaan bersama Hasta,Tapi di satu sisi lain dirinya tak mungkin membalas budi terhadap seorang Renta dengan sebuah penghianatan.
" Ta,kamu harus terus berjuang demi cinta kalian !" Ucap Nina menatap nanar Renata.
Renata mengalihkan pandangannya seraya menyeka lembut air matanya yang mengalir di pipinya.
" Sepertinya jika hanya berjuang sendirian,hanya akan berujung sia-sia saja,karena yang kita perjuangkan itu kini sepertinya mulai mencintai orang lain." Ucap Renata dengan suara sedikit tertahan,tersenyum penuh ironis.
Nina terdiam,seperti ada sinduran halus tersisip dalam kalimat pernyataanya Renata.
" Maksud kamu ??" Nina mencoba untuk pura-pura tak mengerti.
Renata menatap dalam ke arah Nina,sorot matanya terlihat begitu tegas namun penuh rasa curiga.
" Sepertinya Hasta tak hanya mencintaiku saja,tapi dia juga mulai mencintaimu." ungkap Renata menatap dalam Nina,sorot matanya sulit di artikan.
Nina terperangah seraya menatap tak percaya ke arah Renata,apa yang harus ia katakan jika ucapan Renata itu tidak benar.
Sulit untuk menjelaskan jika prasangka Renata kini menjadi boomerang baginya.
Nina menggeleng-geleng dengan berbagai perasaan,ia berupaya untuk tidak membenarkan dari apa yang di ucapan Renata kepadanya.
" Tidak Ta ! prasangka kamu berlebihan,ini namanya kamu so tahu, Hasta tidak pernah mencintaiku dan dia lebih mencintaimu." ungkap Nina tersenyum datar.
" Tapi setidaknya kamu yang lebih dahulu mengenal Hasta." ungkap Renata menatap penuh telisik.
" Tapi karena kamu Hasta bisa berubah,jadi kamu lah satu-satunya perempuan yang bisa mengubah segalanya di kehidupan Hasta dan kamu adalah Anugrah terindah dia , percayalah sama aku Ta. " ungkap Nina berusaha menyakinkan persaan Renata yang mulai terlihat bimbang.
" .........."
Renata terdiam,ia mencoba tetap terlihat tenang serta berhati-hati,ia tidak ingin menuduh sahabatnya itu seorang penghianat yang merampas cintanya.Ia harus bisa bersikap lebih bijak,karena ia sadar akan sikapnya dia jika terlalu ceroboh mengikuti egonya maka tak hanya cintanya yanh hilang persahabatannya pun akan teracam renggang dengan Nina.
" Ta,aku mohon sama kamu,kamu balikan lagi ya dengan Hasta.Dia sangat mencintaimu Ta. " Ucap Nina dengan suara sedikit bergetar,sorot matanya penuh permohonan.
Renata kembali diam,melipat dalam bibirnya,ada perasaan yang tak bisa ia jelaskan,sungguh ini membuatnya kembali merasa kecewa.
" Aku akan panggil Hasta untuk datang kesini !" ucap Nina meraih tangan Renata.
" Untuk Apa ??" Tanya Renata dengan menatap heran.
" Kalian harus bicara dan menyelesaikan kesalah pahaman ini,dari kemarin Hasta meminta tolong sama aku untuk bisa ketemu sama kamu Ta. " ujar Nina dengan bersungguh-sungguh.
__ADS_1
" Sepertinya aku belum siap ketemu dia Nin !" ucap Renata dengan tertunduk.
" Ayolah Ta kita ini bukan saatnya bermain-main dengan perasaan,Kita harus selesaikan masalah ini,lebih cepat maka akan lebih baik." ujar Nina berusaha membujuk Renata.
Renata terdiam lalu sejenak menatap dalam ke arah sorot mata Nina yang sedari tadi menatapnya dengan penuh rasa tulus.
" Percayalah !! aku tidak seburuk apa yanh kamu pikirkan,dan aku tidak memanfaatkan situasi ini dengan atas apa yang kurasakan selama ini terhadap Hasta,aku tidak sejahat itu Ta " jelas Nina terlihat mengiba.
Renata tersenyum lalu mengangguk pelan,ia percaya jika Nina adalah sahabat yang cukup bisa menghargai dirinya.
Dan Nina tau percis bagaimana perasaanya terhadap Hasta.
" Aku yakin,pasti kalian akan bersatu !" ucap Nina dengan lirih,ia tersenyum dengan penuh luka.
Renata merangkul sahabatnya itu dengan berbagai perasaan.
" Makasih ya Nin,maaf kan aku.Aku telah berburuk sangka kepada kamu." ungkap Renata dengan perasaan penuh sesal.
" Tak apa Ta,aku paham apa yang kamu rasakan saat ini." ucap Nina tersenyum pahit.
Tak berapa lama Nina mengeluarkan smartphonenya lalu mengirim pesan singkat kepada Hasta.
Dan beberapa menit kemudian Hasta pun datang menghampiri kedua perempuan tersebut.
Hasta menatap dengan penuh rindu terhadap Renata yang pandangannya lurus menatap sang belahan jiwanya.
" Ta.Aku tinggal ya !! kalian bicara berdua saja " Ucap Nina hendak berdiri dari posisi duduknya.
" Lo disini saja Nin,kita bicarakan ini secara bersama-sama " Sergah Hasta seraya menahan langkahnya Nina.
Nina menatap Renata,begitu Renata mereka menatap satu sama lain.
" Gue pengen semua ini jelas tanpa ada salah paham lagi." Ungkap Hasta dengan membagikan tatapannya ke arah Nina dan Renata.
Nina kembali duduk lalu menatap kaku ke arah Hasta sementara Renata terlihat menyembunyikan wajahnya yang terlihat sembab bekas air matanya.
Hasta menghela,tatapanya begitu lekat ke arah Renata.
" Ta,gue tidak ada perasaan apapun terhadap Nina,kita memang saling di jodohkan,tapi kita tidak pernah setuju akan hal itu,gue dan Nina berusaha mencari cara agar perjodohan ini tidak terjadi." ungkap Hasta dengan penuh intonasi.
" Gue sama Nina dari dulu berteman baik hingga sekarang ini, jadi gak ada alesan buat gue untuk sayang ke dia,bukan begitu Nin?" tanya Hasta seraya menoleh Nina yang terlihat menatapnya dengan kosong.
Nina menggerecep setelah Hasta bertanya ke arahnya.
" Ya,hmm itu benar Ta," balas Nina terbata.
" Aku dan Hasta hanya berteman saja,sampai kapanpun !!" Sela Nina membenarkan dengan tersenyum hampa.
Pernyataan yang mampu melukai perasaanya sendiri,Nina menyadari tak ada celah sedikitpun untuk bisa ia naungi di hatinya Hasta.
Renata tersenyum lembut mendengar pernyataan sahabatnya itu,ada perasaan lega yang selama ini mengganjal di hatinya.Renata menatap gantian ke arah Nina dan Hasta.
" Ta,gue mencintaimu untuk hari ini,nanti dan selamanya." ungkap Hasta dengan meraih tangan Renata lalu menggengamnya dengan erat.
Nina membuang pandangannya untuk tidak melihat aksi tersebut.
" Kita akan melewati rintangan ini bersama-sama Ta." imbuh Hasta dengan tersenyum penuh arti.
" Aku yakin kalian bisa melewati proses ini Has, Ta " Ucap Nina ikut menimpali seraya tersenyum getir,ia membagikan pandangannya ke arah Renata dan Hasta.
" Tahnk's ya Nin atas suportnya,lo memang dari dulu sahabat baik gue !" Ucap Hasta dengan tersenyum lembut ke arah Nina.
"Sama-sama Has.Aku bahagia bisa liat kamu bahagia,
Dan kamu juga Ta,aku berharap kamu tak ada curiga lagi ya sama aku!" Ucap Nina dengan tersenyum tipis ke arah Renata.
Renata mengangguk membalas senyuman Nina,perlahan hatinya mulai merasa tenang akan permasalahanya yang kini sudah teratasi.
....................................................
Nina sejadi -jadi ia menangis di dalam hatinya, rasanya tak kuasa dia harus membenam kembali perasaaan yang sejak dulu terhadap Hasta.Dan sepertinya ia harus kembali menahan perasaan yang selalu mengisi di relung hatinya.
__ADS_1
Yaa,dia pernah jatuh cinta tapi tak sehebat ini,dan ia pernah mencintai tapi tidak sedalam ini.
kenapa waktu membawanya kembali kedalam perasaannya yang tak mungkin ia sampaikan,ini adalah keputusan telak jika Hasta tidak akan pernah mencintainya.
Sudah di pastikan ia akan kecewa kembali,tak ada harapan sedikitpun akan perasaannya,lalu harus di bawa kemanakah perasaanya selama ini ??
Nina terisak lembut merasakan kekecewaan itu bernaung di dalam hatinya.Dan di saat dirinya mencoba untuk menghapus jejak-jejak bayangan Hasta dari igatannya,justru Hasta kembali muncul dalam kehidupannya dengan melibatkan dirinya di dalam asmaranya.
Lelehan bening itu terus mengalir deras memenuhi kolam matanya,dan Nina pun menangis tanpa bisa menahan lagi,ia terisak lirih atas rasa sakit yang menghujam hatinya.Ia tak sanggup lagi harus menahannya atas kesedihannya tersebut dan pertahanan hatinya pun ambyar seketika.
Mobil mewahnya Nina perlahan melaju meninggalkan sepinya malam Nina masih terisak seraya menyetir kendaraanya,alunan lagu yang syahdu menemaninya ketika dia rapuh.
💦Kucoba ungkap tabir ini
Kisah antara kau dan aku
Terpisahkan oleh ruang dan waktu
Menyudutkanmu meninggalkanku
'Ku merasa telah kehilangan
Cintamu yang telah lama hilang
Kau pergi jauh karena salahku
Yang tak pernah menganggap kamu ada
Asmara mengisahkan kita
Mengingatkanku pada dirimu
Gelora mengingatkanku
Bahwa cintamu telah merasuk jantungku
Sejujurnya (sejujurnya) 'ku tak bisa
Hidup tanpa ada kamu aku gila
Seandainya (seandainya) kamu bisa
Mengulang kembali lagi cinta kita
Takkan kusia-siakan kamu lagi
Asmara mengisahkan kita
Mengingatkanku pada dirimu
Gelora mengingatkanku
Bahwa cintamu telah merasuk jantungku
Sejujurnya (sejujurnya) 'ku tak bisa
Hidup tanpa ada kamu aku gila
Seandainya (seandainya) kamu bisa
Mengulang kembali lagi cinta kita
Sejujurnya (sejujurnya) 'ku tak bisa
Hidup tanpa ada kamu aku gila
Takkan kusia-siakan kamu lagi
Takkan kusia-siakan kamu lagi
Alunan lagu itu betapa pas dengan kondisinya saat ini,liriknya begitu menyentuh tepat di perasaan hatinya Nina.
Maka semakin basahlah kedua pipi Nina tatkala lagu itu terasa spesial di tunjukan untuk dirinya yang tak pernah bisa memiliki seorang Hasta.
Malam ini terasa amat berat bagi seorang Nina,yang harus memupuskan semua perasaanya terhadap sosok Hasta.q
__ADS_1
.................Bersambung