SANG QUEEN ANGEL.

SANG QUEEN ANGEL.
2. Kotak Kecil.


__ADS_3

Sekujur tubuhku terasa sakit bagaikan telah di siksa orang sekampung. Kulitku terasa perih dan yang dapat kulihat saat ini, pakaian berwarna putih yang ku gunakan telah berubah warna menjadi dekil dan kumal penuh akan bercak darah.


Aku melihat baju yang ku gunakan sekarang, tidak sama seperti yang aku gunakan saat terakhir kalinya aku di apartemen. Tetapi aku tidak terlalu pusing akan hal itu, aku berpikir pasti ada yang sudah menggantikan bajuku saat aku pingsan. Itulah yang ada dalam pikiranku.


Aku melihat ke sekeliling ruangan itu, hanya ruangan yang kosong, pengab, gelap dan hanya sedikit cahaya dari lubang angin kecil. Benar-benar kosong dan hanya ada kain tipis yang ku gunakan saat ini untuk alasku berbaring.


"Dimana aku?" Tanyaku pelan seraya menahan sakit yang ku rasakan.


"Aku masih hidup, ini semua pasti ulah Rio lagi." Ucapku pelan dan curiga ini semua perbuatan Rio.


Rio berusaha membunuhku dan meracuniku untuk membalaskan dendamnya padaku. Aku melihat ke arah pintu yang tertutup, aku berusaha bangkit untuk melangkah perlahan mendekati pintu tersebut. Aku ingin tahu, apa yang ingin Rio lakukan padaku saat ini dengan cara mengurungku di ruangan ini?


"Rio....Rio...lepaskan aku....!!!" Teriakku lemah, ku ketuk pintu yang tertutup itu dengan sekuat tenaga yang tersisa padaku, karena aku masih merasa sangat lemas.


"Rio....Rio....buka pintunya...." Teriakku lirih, kaki ku tidak kuat menopang tubuhku lagi, dan akhirnya akupun jatuh luruh ke atas lantai.


"Rio...ku mohon lepaskan aku Rio...." Ucapku lirih sembari menangis sedih, mengingat semua kata-kata Rio padaku.


Selama tiga tahun Rio tidak pernah sekalipun mencintaiku, dia hanya memanfaatkan diriku untuk balas dendam. Cintaku yang tulus untuknya, hanyalah angin yang berlalu begitu saja bagi Rio.


Aku terus mengetuk pintu itu dan terus memanggil pelan namanya, aku berharap dia membuka pintu dan berbicara padaku.


Entah sudah berapa lama aku di ruangan ini? aku pun tidak tahu. Tubuhku sangat lemas karena perutku merasa lapar sekali.


"aahhh… perutku lapar sekali… apa akhirnya aku akan mati karena kelaparan, dan bukan mati karena keracunan…?" Ucapku lemah dan akhirnya tidak sadarkan diri kembali.


...----------------...


"Maharani… Maharani…!!" Suara panggilan seseorang pada namaku.


Aku mendengar dengan jelas suara tersebut, tetapi hanya gelap yang aku lihat. Di mana lagi aku ini?


"Maharani…Maharani…" Kembali suara panggilan seseorang pada namaku.


"Siapa itu…?" Tanyaku pada orang yang memanggil namaku.


"Ini aku, Maharani…" Jawabnya yang tak kunjung kulihat, karena hanya gelap yang dapat aku lihat.


"Siapa? Dimana kamu?" Tanyaku lagi terus berusaha mencari di dalam kegelapan itu.

__ADS_1


Kakiku terus melangkah maju, dan entah mengapa aku berjalan tanpa hambatan sama sekali.


"Aku di sini Maharani…" Jawabnya.


"Dimana kamu? Aku tidak bisa melihat apapun di sini gelap." Balasku lagi.


"Teruslah melangkah maju, Maharani. Rasakanlah kehadiranku." Ucapnya.


"Bagaimana aku bisa merasakan kehadiranmu bila gelap begini?" Tanyaku heran dan berusaha untuk terus melangkah maju.


"Ulurkan tanganmu dan pejamkan matamu, rasakanlah aku ada di depanmu dengan hatimu." Ucapnya.


Dengan polosnya aku mengikuti apa yang dia katakan? Aku memejamkan mataku dan mengulurkan tanganku ke depan. Aku bergumam dalam hati dan berusaha merasakan kehadiran seseorang di depanku.


Perlahan tangan yang ku ulurkan merasakan sesuatu yang dingin menyentuh tanganku, seperti sebuah tangan menggenggam tanganku dengan lembut dan terasa dingin.


"Bukalah matamu, Maharani…!" Perintah seseorang yang memanggilku tadi.


Aku perlahan membuka mata, aku melihat di depanku sudah terang dan ada seorang gadis cantik dengan senyum manisnya. Mata biru indahnya melihat ke arahku, aku terkejut karena aku sangat mengenal gadis yang ada di hadapanku ini.


"Kamu…Aku…" Ucapku terkejut dan terbata-bata karena melihat gadis yang ada di depanku. Gadis yang sedang menggenggam tanganku sangat mirip denganku, hanya berbeda dengan warna matanya saja. Dia berdiri di balik cermin yang sangat bening bagaikan air.


Aku melihat kembali pada pantulan diriku yang ada di dalam cermin, masih gadis yang mirip denganku memakai baju berwarna putih bersih sangat berlawanan dengan bajuku saat ini. Aku terus melihat pantulan diriku di dalam cermin, kembali lagi melihat diriku yang berdiri di luar cermin secara bergantian. Hingga akupun tersadar, jika saat ini aku masih saling menggenggam tangan bersama sang gadis yang ada di dalam pantulan cermin.


Aku terkejut melihat pantulan itu mengeluarkan tangannya dan menggenggam tanganku, seketika langkahku mundur karena takut dan segera melepaskan genggaman tangan kami.


"Jangan takut Maharani…" Ucapnya. Sangat jelas kulihat bibirnya bergerak.


"Siapa kamu…?" Tanyaku yang tidak lepas melihat ke arah cermin dan saat aku bertanya padanya bibirnya tidak bergerak.


"Aku adalah dirimu, tapi aku sudah meninggal bersamaan dengan dirimu saat meninggal karena di racun oleh kekasihmu. Kekasih yang telah mengkhianatimu, di duniamu." Jelasnya dan aku terkejut dia mengetahui jika aku sudah di racuni oleh Rio.


"Jadi aku juga sudah meninggal?" Tanyaku pada gadis yang ada di dalam cermin.


"Tidak… kamu masih hidup, tapi berada di dalam tubuhku dan aku yang meninggal menggantikan jiwamu di dalam tubuhmu."Jelasnya masih tersenyum.


"Apa maksudmu…? Aku tidak mengerti…? Kalau aku masih hidup dan kamu sudah meninggal, bagaimana kita bisa seperti sekarang ini? Dan tempat apa ini?" Ucapku tambah bingung serta heran melihat di sekeliling ku hanya ruang hampa yang kosong.


"Nanti kamu akan tahu sendiri kenapa aku meninggal? Aku ingin kamu menggantikan diriku di dalam tubuhku, agar kamu bisa hidup kembali seperti yang selama ini kamu inginkan." Jelasnya tersenyum padaku.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" Tanyaku semakin tidak mengerti.


"Iya, kita sama sama telah di khianati dan di bunuh oleh orang yang kita cintai. Hanya saja bedanya, aku hanyalah gadis lemah yang tidak bisa apapun? Sedangkan kamu adalah gadis yang kuat dan sangat jenius, aku sangat yakin kamu pasti bisa bertahan hidup di duniaku."


"Duniamu…? Apa dunia kita berbeda?"


"Nanti kamu akan tahu, aku harap kamu bisa menemukan harapan hidup yang baru. Seperti yang kamu inginkan."


"Baiklah…Terima kasih sudah memberikan aku kesempatan kedua untuk hidup kembali." Balasku sembari tersenyum.


"Temukanlah takdir hidup dan jati dirimu yang sebenarnya di dunia baru mu ini."


"Apa kita tidak akan bertemu lagi?" Tanyaku sedih melihat diriku yang lain akan pergi, sedangkan aku masih hidup menggantikan dirinya.


"Jika nanti ada kesempatan, kita pasti akan bisa bertemu kembali, dan aku ingin memberikan ini untukmu." Ucapnya menyerahkan sebuah kotak perhiasan kepadaku.


Kotak kecil itu sangat indah dan terlihat sangat misterius, aku menerimanya dan menggenggamnya dengan erat.


"Bukalah kotak itu jika kau sudah kembali, kotak itu bisa membantumu di dunia barumu. Ketika kamu kembali nanti, sedikit ingatanku akan ada padamu, berjuanglah selalu dalam perjalanan hidupmu yang baru, terima kasih kamu mau kembali dan menjadi lebih kuat dariku." Ucapnya tersenyum.


Belum sempat aku mengucapkan terima kasih, bayangannya menghilang dari dalam cermin yang ada di hadapanku.


Seketika gelap kembali yang aku lihat di sekelilingku, dan kembali aku tidak sadarkan diri. Aku seperti tertidur nyenyak dan lelap dalam waktu yang lama.


Beberapa saat kemudian, aku terbangun dari tidur panjang yang ku rasakan, entah sudah berapa lama aku tertidur, akupun tidak tahu?


Aku duduk kembali di atas kain tipis untuk sedikit mengurangi rasa dingin lantai yang kurasakan. Aku mulai mengingat mimpi yang ku alami beberapa saat yang lalu, akupun mencari sesuatu yang aku tidak tahu itu akan nyata ataukah hanya mimpi saja?


Mataku melihat kotak kecil yang ku lihat dan ku terima dari alam mimpi ada di atas pangkuanku. Aku meraihnya dan tersenyum senang, karena apa yang ku mimpikan menjadi nyata? Kotak kecil ini benar-benar nyata ada di tanganku.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2