SANG QUEEN ANGEL.

SANG QUEEN ANGEL.
48. Racun Yang Bereaksi Kembali.


__ADS_3

***Kerajaan Josh***


Zepania berada di dalam kamar pribadi kaisar Josh terdahulu, atau kakeknya dari sang ibu. Zepania ingin memeriksa kesehatan dari sang kakek, beliau mengizinkan. Sang kakek tahu saat ini Zepania adalah seorang murid dari perguruan Suci Putih, seorang tabib yang sedang belajar, sang kakek percaya pada Zepania.


Dengan telaten Zepania memeriksa kaisar Tyron Alcander, dan dia menemukan gejala yang mengarah pada darah tinggi dan kadar gula yang meningkat di dalam tubuh sang kaisar. Zepania melakukan penotokkan jarum akupuntur, untuk mengurangi gejala darah tingginya, dan memberikan sebuah pil agar kadar gula dalam darah berkurang.


Apa yang Zepania katakan tentang kesehatan sang kaisar? semua di benarkan oleh tabib istana yang menjadi tabib pribadi dari sang kaisar. Kini kaisar sudah tertidur pulas tanpa gelisah karena sakit pada kepalanya, sakit kepala yang selama ini di derita hingga menyebabkan sang kaisar susah untuk tertidur nyenyak. Semua hilang setelah selesai Zepania melakukan penotokkan jarum akupuntur dan memberikan pil yang beliau minum.


Tabib istana pun kagum melihat Zepania yang masih muda, tetapi dapat dengan mudah tahu penyakit tersebut. Sebuah penyakit yang tidak banyak tabib tahu gejalanya dan cara menyembuhkannya.


"tolong jaga makanan beliau, kurangi makan daging merah dan makanan yang manis, atau tinggi kadar gulanya. Ini ada dua macam pil untuk mengurangi kadar gula dalam darahnya, dan obat untuk gejala darah tingginya. Kedua obat itu akan membantu beliau bisa untuk tertidur nyenyak, semoga beliau cepat sembuh." ucap Zepania menyerahkan dua botol keramik kecil pada tabib di hadapan ibu suri dan Kaisar baru kerajaan Josh.


"apakah tidak bisa anda menuliskan semua bahan dari pembuatan pil ini nona tabib." tanya tabib istana yang tidak tahu bila Zepania adalah cucu dari sang kaisar.


Zepania tersenyum, dia tahu sang tabib khawatir akan kehabisan obat dan akan membuat penyakit sang kaisar bertambah parah lagi.


"saya akan mengirimkan pil ini melalui White Angel guru di perguruan Suci Putih, beliau akan menyerahkan pada Angel penjaga di kerajaan Josh ini. Bukan saya tidak bisa menulis bahan dari pil ini, tetapi ada satu bahan yang hanya di miliki oleh guru kami White Angel. Jadi tidak akan mudah untuk anda buat, maafkan saya tabib istana." ungkap Zepania mencari alasan.


Sebab pil itu di buat dengan menggunakan air suci dari ruang dimensi para Angel, serta menggunakan kekuatan spritual dan energi Qi yang di miliki oleh Zepania, sehingga pil buatan Zepania adalah pil berkualitas tinggi dan yang paling baik di antara pil-pil buatan tabib lainnya.


"baiklah, saya hanya mengkhawatirkan kesehatan kaisar." ucap khawatir tabib tersebut.


"salain meminum sebuah pil, anda harus mengatur pola makan dari kaisar… tabib istana, hindari memberikan makanan yang mengandung daging merah, dan kadar gula yang tinggi. Anda tentunya sudah tahu itukan?"


"iya nona tabib, saya mengerti."


"tabib istana, nona tabib ini adalah cucuku. Putri pertama dari putri Adreana Alcander." ucap ibu suri mendekati Zepania dan tabib istana.


Tabib istana terkejut karena baru mengetahui, bahwa nona tabib yang dia panggil adalah cucu dari sang kaisar kerajaan Josh.


"maafkan hamba putri, maafkan kelancangan hamba." ucap tabib istana membungkukkan tubuhnya tanda hormat.


"jangan begitu tabib istana, saya hanya tabib biasa yang masih harus banyak belajar dari tabib berpengalaman seperti anda." ucap Zepania merasa risih dengan tunduk hormatnya, tabib istana yang tadi begitu terbuka dan sangat ramah padanya.


"tidak putri, hamba tidak ada apa-apanya kalau di bandingkan dengan anda yang sudah menjadi murid dari White Angel." jawab tabib istana masih menundukkan kepalanya.


"sungguh tabib istana, saya tidak suka anda bersikap seperti ini, bersikaplah seperti sesama tabib, itu lebih membuat saya nyaman." jawab Zepania sedikit protes.


"itu benar tabib istana, cucuku ini memang keturunan dari putriku, yang selalu suka merendah diri dengan orang yang lebih tua darinya, dia juga tidak gila hormat. Jadi bersikaplah seperti biasanya, seperti tadi lebih membuatnya nyaman." ungkap ibu suri memberikan perintah.


"mohon ampun ibu suri, hamba akan usahakan. hamba akan berusaha bersikap seperti biasanya. terima kasih atas perhatian anda ibu suri." ungkap tunduk tabib istana.


"baiklah…apakah semua pemeriksaan dari ayahanda sudah selesai?" tanya Kaisar baru kerajaan Josh.


"sudah yang mulia." jawab Zepania yang di dukung juga oleh anggukkan kepala dari tabib istana.

__ADS_1


"baiklah…kalau begitu biarkan beliau untuk istirahat, tabib istana tolong tetap siaga." perintah kaisar Josh memberikan perintah.


"baik yang mulia." jawab tabib istana sembari menundukkan kepalanya memberikan hormatnya.


"baiklah Zepania, kau istirahat lah dulu, sampai jumpa kembali nanti malam. Nikmatilah waktumu berada di istana ini." ucap kaisar Josh membelai lembut pundak Zepania.


"terima kasih yang mulia." ucap Zepania sembari memberikan hormat anggunnya.


Kaisar pun pergi berlalu dari sana, ibu suri masih tetap tinggal untuk menemani sang suami. Zepania pun keluar setelah pamit kepada ibu suri kerajaan Josh tersebut.


Zepania kembali menuju ke paviliun yang sudah di siapkan, dia di kawal oleh dua orang penjaga. Paviliun istana yang di khususkan untuk para tamu istana untuk tinggal sementara di dalam istana kerajaan Josh.


Di dalam perjalanan kembali ke dalam paviliunnya, Zepania berpapasan dengan pengawal pribadi dari pangeran Pericles yang biasa di panggil Zang si Elang. Terlihat jelas dia sedang terburu-buru. Zepania hanya diam dan terus berjalan saja.


Ternyata paviliun tempat tinggal Zepania dan paviliun tempat tinggal sang pangeran Pericles berdampingan. Paviliun mereka hanya di batasi tembok setinggi leher orang dewasa. Zepania dapat dengan samar mendengar suara orang merintih kesakitan dari dalam kamar paviliun itu. Entah siapa yang sakit Zepania juga tidak tahu?


"apa ada yang sakit ya…? rintihannya seperti menahan rasa sakit yang sangat luar biasa." gumam Zepania pelan.


Zepania berhenti sejenak, lalu menajamkan pendengarannya. Kini dia bisa mendengar dengan jelas, suara seorang pria yang menahan rasa sakit yang sangat membuatnya menderita.


"siapa yang tinggal di paviliun itu?" tanya Zepania pada para penjaga yang mengawalnya.


"pangeran dari Pericles, putri…" jawab salah satu penjaga yang mengawalnya.


"apa kalian juga mendengar suara rintihan orang kesakitan?" tanya Zepania pada kedua penjaga yang ada di belakangnya.


"iya putri saya mendengarnya." jawab salah satu dari penjaga tersebut, dan di jawab anggukkan kepala dari salah satu penjaga lainnya.


"baiklah, kalian boleh kembali." ucap Zepania memberikan perintah.


Kedua penjaga tadi pergi setelah membungkukkan badannya memberi tanda hormat pada Zepania.


Zepania tidak tahan mendengar suara rintihan orang yang sedang menahan rasa sakitnya. Dengan segera dia melangkahkan kakinya lebar menuju ke arah kamar paviliun pangeran Pericles, ingin melihat siapa yang sedang kesakitan dan sedang menahan rasa sakitnya.


Saat Zepania akan memasuki pintu kamar paviliun tersebut, Zepania di halangi oleh dua penjaga yang berjaga di depan pintu.


"maaf putri, anda tidak boleh masuk." ucap salah satu penjaga yang menghalanginya untuk masuk.


"saya seorang tabib, di dalam ada yang sedang menahan rasa sakitnya, saya hanya ingin menolong." jawab Zepania dengan apa tujuannya.


"maaf putri bukannya kami tidak percaya, tetapi tuan kami sudah memanggil tabib istana. Jadi silahkan anda meninggalkan tempat ini."


"siapa yang sedang menahan rasa sakitnya?"


"maafkan kami putri, kami tidak bisa mengatakannya." ucap penjaga itu.

__ADS_1


Zepania jadi tambah yakin, yang sakit pasti junjungan mereka, kalau hanya salah satu dari pengawal pribadi pangeran, tidak akan di tutupi seperti ini. Zepania tidak bisa menahan dirinya, gejolak hatinya yang seorang dokter seperti memanggilnya, untuk menolong orang yang sedang kesakitan tersebut.


Dengan gerakan cepat, Zepania menusukkan dua jarum akupuntur kecil yang sudah di lumuri obat tidur olehnya. Kedua penjaga itu pun tumbang. Dengan langkah yang cepat Zepania membuka pintu, dan mencari arah suara yang sedang kesakitan tersebut.


Terdengar jelas suara tersebut datang dari dalam ruang tidur, Zepania berlari ke dalamnya. Dapat Zepania lihat seorang pria yang bisanya terlihat kuat, saat ini sedang menahan tasa sakit yang sangat luar biasa, sehingga seluruh wajahnya memerah dan seluruh tubuhnya basah akan keringat.


Pria itu berbaring di atas tempat tidur dengan tangan menahan perutnya, mulutnya tersumpal oleh kain agar dapat meredam sedikit suaranya. Tarlihat jelas dia sangat kesakitan.


"apa yang terjadi?" ucap Zepania yang berhasil membuat dua pasang mata melihat ke arahnya.


Yin si Singa dan pangeran Pericles terkejut melihat kedatangan Zepania, yang melihat kondisinya yang mengenaskan.


"keluar kau…" usir pangeran setelah membuka penutup mulutnya.


"aku akan membantumu." jawab Zepania melangkah mendekat.


"jangan mendekat, keluar kau…Yin usir dia…!!" perintah pangeran dengann nada keras dan kasar. Terlihat pandangan matanya tidak suka akan kehadiran Zepania di sana.


"nona…tolong keluar dari sini." bujuk Yin tidak ingin menambah amarah dari tuannya meningkat, karena akan memperburuk rasa sakit pada perutnya.


"tapi tuanmu sedang kesakitan, aku bisa membantunya untuk mengurangi rasa sakitnya." bujuk Zepania yang tidak bisa tahan melihat orang yang sedang kesakitan di hadapannya.


"tolonglah nona, sebentar lagi tabib istana akan datang. Jadi tolong nona keluarlah."


Zepania tahu dia tidak akan mudah untuk di izinkan mendekat, dengan cepat Zepania memberikan totokkan jarum untuk menghentikan pergerakan sementara dari Yin si Singa. Setelah Yin tidak bergerak, dengan gerakan cepat Zepania juga melakukan hal yang sama pada pangeran Pericles tersebut.


Pergerakan tubuh dari pangeran memang berhenti, tetapi tidak dengan mimik wajahnya yang masih menahan rasa sakit yang luar biasa. Matanya menatap tajam Zepania, yang dengan santainya memeriksa denyut nadi sang pangeran, lalu beralih pada perutnya.


Tanpa rasa malu sedikitpun, Zepania dengan cepat membuka pakaian pangeran bagian perutnya agar memudahkannya untuk memeriksa perut sang pangeran.


Yang tentu saja membuat Yin si Singa melototkan matanya tidak percaya, akan perbuatan tidak sopan Zepania pada junjungannya. Begitu juga dengan sang pangeran yang melototkan matanya tajam melihat tindakan tidak sopan Zepania padanya.


Zepania menajamkan matanya karena terkejut melihat warna kulit perut pangeran, yang sedikit menggelap. Lalu Zepania mengeluarkan sebuah alat berbentuk pipih memanjang yang terbuat dari perak, Zepania memaksa pangeran untuk membuka mulutnya, dan menempel benda itu pada lidah pangeran, yang sontak membuat Zepania terkejut dan bergumam.


"racun…!!" ucap Zepania yang masih bisa di dengar oleh pangeran dan juga Yin si Singa.


Pangeran dan Yin si Singa terkejut dengan tebakkan benar Zepania, mereka tidak percaya Zepania bisa tahu dengan cepat apa yang terjadi pada pangeran Pericles tersebut? racun yang ada di dalam tubuh pangeran, kini sedang bereaksi dan kumat kembali. Rasa Sakit yang luar biasa menyerang sang pangeran saat ini.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2