SANG QUEEN ANGEL.

SANG QUEEN ANGEL.
6. Ruang Pikiran Dan Tiara Angel.


__ADS_3

Saat aku berada di dalam sungai Air Suci Angel, aku masih bisa mendengar teriakan dari Lily Angel.


"Tuan…setelah merasa cukup kepala anda di masukkan ke dalam air, tuan boleh berdiri dan hanya menenggelamkan tubuh anda hingga ke leher saja. Satukan kedua telapak tangan anda di depan dada, pejamkan mata anda dan berkonsentrasilah untuk mengosongkan pikiran anda. Apapun yang anda rasakan dan terjadi tetap bertahan pada posisi anda." Ucap Lily Angel yang masih dapat aku dengar walaupun berada di dalam air.


Akupun melakukan apa yang di beritahukan oleh Lily Angel kepadaku? Aku berusaha memusatkan pikiranku agar menjadi kosong, aku merasakan seluruh kulitku terasa perih dan lama-lama terbakar seperti tersulut api.


'*A*ku harus bertahan, semua di dunia ini tidak ada yang mudah untuk di dapatkan.' Ungkapku di dalam hati.


Aku tetap bertahan menahan rasa panas di sekujur tubuhku dan berusaha menerimanya dengan ikhlas dan tanpa perlawanan, baik di dalam hati, pikiran dan tubuhku.


Perlahan rasa panas itu menjadi reda, tetapi kali ini di gantikan dengan rasa dingin yang teramat sangat sampai kedalam tulang. Aku merasakan badanku gemetar karena rasa dingin yang teramat dingin, hingga badanku rasanya membeku. Akupun berusaha bertahan dan menerimanya dengan keikhlasan, dan terus berusaha merasakan rasa dingin tersebut.


Perlahan rasa dingin itu pun reda, dan kali ini aku mencium bau yang amat busuk bagaikan bau bangkai yang sudah membusuk dan berulat. Aku bersyukur bisa bertahan dengan bau busuk ini karena aku sudah terbiasa saat bekerja di rumah sakit. Aku terbiasa membantu seorang teman saat mengotopsi mayat, bahkan mayat yang sudah membusuk sekalipun.


Aku masih dapat bertahan, dan tidak lama kemudian aku merasakan ada cairan yang keluar dari seluruh pori-pori kulitku seperti berkeringat. Akupun tetap fokus dengan posisiku dan berusaha mengosongkan pikiran ku. Sesaat kemudian aku merasakan ada sedikit cahaya ruang kosong ada dalam pikiranku.


"Queen Angel…!" Terdengar jelas suara seorang perempuan.


Aku hanya diam dan tidak bergeming dengan suara tersebut.


"Queen Angel…!" Suara seseorang kembali dapat ku dengar jelas.


Aku hanya tetap diam.


"Queen Angel, hamba memberi hormat kepada tuanku…!" Ucap seorang wanita yang tiba-tiba muncul di hadapanku.


Aku sedikit terkejut dan langsung melangkah mundur, untuk menghindari wanita yang menundukan tubuhnya memberikan hormat di hadapanku.


Wanita yang sangat cantik bagaikan Dewi dari surga menurutku. Menilai kecantikan dan kemolekannya, serta kulitnya yang mulus seputih porselin, dengan warna rambut panjang hitam mengkilap tergerai di punggungnya.


Aku masih menatap wanita cantik di hadapanku dengan mengerutkan keningku. '*Si*apa lagi wanita ini? Dan dimana lagi aku ini?' Gumamku di dalam hati karena melihat di sekelilingku hanya ada ruang hampa yang seterang langit cerah.


"Anda berada di dalam ruang pikiran anda tuanku, dan hamba adalah Tiara Angel yang akan selalu ada untuk tuanku. Dimana pun tuanku berada." Balas wanita cantik itu menjawab semua yang aku tanyakan di dalam hati.

__ADS_1


Aku tercengang melihat wanita cantik yang mengaku bernama Tiara Angel dapat membaca pikiran dan hatiku, dan aku perlu membuktikannya sekali lagi.


'*A*pa kau bisa membaca dan tahu pikiran serta isi hatiku?' Gumamku lagi di dalam hati untuk menguji Tiara Angel.


"Tentu saja tuanku, karena hamba adalah bagian dari tuanku." Jawab Tiara Angel tersenyum manis kepadaku.


"Maksudmu?" Tanyaku bingung.


"Ini adalah ruang di dalam pikiran anda tuanku, dan hamba adalah Tiara Angel bagian dari tuan. Hamba akan selalu ada di manapun tuan berada, tuan hanya perlu berbicara di dalam hati atau pikiran anda saja, dan hamba bisa dengan mudah mendengar dan menjawab anda, tuan. Hamba juga akan menjadi penghubung antara tuan dengan para Angel lainnya, bila tuan perlu memanggil atau perlu bantuan mereka untuk membantu tuan di saat dalam kesulitan." Jelas Tiara Angel dengan masih tersenyum manis kepadaku.


"Kau seperti ponselku di zamanku." Ungkapku tersenyum mendengar penjelasan Tiara Angel.


"Maksud tuan?" Tanya Tiara Angel bingung.


"Kau seperti ponselku yang bisa di pakai menghubungi seseorang yang aku perlukan." Ucap ku menjelaskan, terasa lucu bila aku memiliki ponsel seperti manusia.


"Jadi kau hanya akan ada di dalam pikiranku saja dan tidak bisa menjadi nyata di luar pikiranku?" Tanyaku ingin tahu sejauh apa kemampuan Tiara Angel.


"Tentu saja bisa tuanku, bila tuan menginginkan hamba untuk keluar. Tuan hanya perlu memerintahkan hamba dengan menyebut nama hamba saja, dan hamba pasti akan segera keluar." Jawab Tiara Angel.


"Hamba bisa membantu anda untuk merasakan mana orang jahat dan mana orang baik, hamba juga bisa membantu anda untuk mengendalikan ingatan dan membaca pikiran seseorang yang ada di sekitar anda. Hamba juga bisa membantu anda melihat saat anda dalam kegelapan." Jelas Tiara Angel dengan apa yang bisa dia lakukan.


Akupun tercengang dengan kekuatan Tiara Angel, yang benar-benar sangat berguna di saat aku sedang lemah sekalipun.


"Wah kau hebat sekali Tiara Angel." Pujiku padanya yang membuatnya tersenyum malu kepadaku.


"Hamba tidak sebanding dengan tuanku yang lebih hebat dan kuat." Tunduknya padaku.


"Aaaahhh kau hanya merendah, aku malah tidak bisa apa-apa."


"Tidak tuanku…anda sangatlah kuat, anda adalah Queen para Angel. Berkat dari hati anda yang tulus kepada kami para Angel, sehingga kami tetap terlindungi. Anda rela mengorbankan jiwa anda untuk melindungi kami para Angel dari dunia kegelapan, yang tiba-tiba menyerang kami dan ketiga dunia. Anda rela mengorbankan jiwa anda untuk memberikan keseimbangan dan perlindungan sebagai perisai di dunia ini, agar dunia kegelapan tidak mudah menguasai 3 dunia seperti keinginan mereka. Bahkan Dewa Agung pun sangat murka dan sedih karena melihat anda mengorbankan jiwa anda untuk melindungi keseimbangan ketiga dunia." Jelas Tiara Angel dengan mimik wajahnya yang sedikit sedih akan kenangan menyedihkan itu.


"Apa aku dulu sehebat itu?" Tanyaku tidak percaya.

__ADS_1


"Tentu tuanku, dan kami para Angel sudah sangat lama menantikan kedatangan anda tuan, sudah 100 tahun kami menunggu kedatangan anda tuanku."


"Apa selama itu?" Tanyaku terkejut begitu lamanya mereka menunggu kedatanganku, aku berada di masa lalu atau ada di masa depan sih sebenarnya?


"Apa tidak ada orang lain yang bisa menggantikan posisiku di dunia ini?" Tanyaku karena aku ingat akan perkataan Lily Angel, yang mengatakan bahwa siapa saja bisa dengan mudah mendapatkan ruang dimensi? Yang terpenting dia lebih hebat dan kuat dariku, tidak perlu renkarnasi dari keturunanku.


"Tidak bisa tuanku, hanya anda seorang yang benar-benar titisan atau renkarnasi Queen Angel yang bisa menempati posisi ini. Bahkan Dewa Agung ataupun Dewa Dewi khayangan sekalipun, tidak bisa mengambil posisi anda, karena ini sudah di gariskan pada takdir hidup setiap insan baik itu pemimpin ketiga dunia. Para Dewa Dewi khayangan dan Dewa Agung sekalipun, mereka sudah mempunyai peranannya masing-masing." Jelas Tiara Angel.


"Tapi Lily Angel mengatakan, ruang dimensi Angel bisa saja di rampas oleh siapapun yang mempunyai kemampuan lebih tinggi dariku?" Ucapku mengingatkan apa yang di katakan oleh Lily Angel kepadaku.


"Itu hal lain tuanku, ruang dimensi Angel memang bisa di miliki oleh siapapun? Tetapi lain halnya dengan ruang pikiran dan posisi anda tidak bisa di gantikan atau di rampas paksa oleh siapapun? Ruang dimensi Angel masih terjaga sampai sekarang, itu juga berkat perlindungan perisai dari jiwa anda yang sengaja anda simpan dan sisakan di dalam kotak kecil wadah dari liontin dan cincin yang anda pakai sekarang. Agar seolah-olah ruang dimensi Angel menghilang begitu jiwa anda juga menghilang." Jelas Tiara Angel perlahan agar aku mengerti tentang apa yang sebelumnya telah terjadi.


"Ooo ya… begitu rupanya…!! Berarti benar kata Lily Angel, begitu pintu ruang dimensi Angel terbuka semua kalangan bisa merasakan ruang dimensi telah kembali muncul?"


"Benar tuanku, sehingga anda harus memakai Magic Secret Save untuk menyembunyikan keberadaan liontin dan cincin itu. Kedua benda itu sebagai kunci agar tidak di ketahui oleh para magical, penyihir dan kultivator serta iblis dan para golongan hitam yang menginginkan ruang dimensi milik para Angel. Sebenarnya masih ada tiga ruang dimensi lainnya di dunia ini, dan di pegang langsung oleh titisan dari pemilik ruang dimensi masing-masing. Hanya saja ketiga ruang dimensi itu, tidak bisa terbuka saat ruang dimensi Angel menghilang, karena kunci untuk membuka ruang dimensi yang lain hanya menggunakan sebuah mantra dan benda. Sebuah mantra dan benda yang hanya anda dapat membacanya dan suatu benda yang anda berikan sebagai kuncinya." Jelas Tiara Angel yang membuatku terkejut.


"Waaahhh …maksudmu di dunia ini ada 4 ruang dimensi? Dan hanya aku yang bisa membantu untuk membukanya? " Tanya ku tidak percaya.


"Iya tuanku…" Angguk Tiara Angel membenarkan.


"Apa sehebat itu diriku, Tiara Angel?" Tanyaku kembali tidak percaya.


"Iya tuanku." Angguk Tiara Angel kembali membenarkan.


Tiara Angel hanya tersenyum tipis memandangku yang terkejut akan penjelasannya, dan Tiara Angel tahu serta mengerti mengapa aku bisa sangat terkejut ketika tahu tentang bagaimana, dan seperti apa dunia tempat tinggal ku sekarang?


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2