
***Ruang Dimensi Angel, Dunia Para Angel***
Zepania kini dapat merasa lega, pasalnya Osiel Amarillo juga mencintai Lily Angel. Itu artinya perasaan cinta Lily Angel tidak bertepuk sebelah tangan.
"Sebaiknya, kau temuilah Lily Angel. Dia begitu terluka saat kau tidak dapat mengenali dirinya dengan cepat. Seperti saat kau mengenali sosokku tadi." Perintah Zepania ingin Osiel Amarillo menyelesaikan urusan cintanya yang tertunda.
Osiel Amarillo menatap sang Queen Angel yang terlihat tulus berkata seperti itu. Dia teringat akan sosok junjungannya terdahulu, sikap dan hatinya selalu baik, selalu mengutamakan kepentingan dari setiap pengikutnya.
"Baiklah. Setelah urusan ini hamba selesaikan, masih ada urusan kita berdua yang mulia." Balas Osiel dengan sikap hormatnya dengan tatapan tulus dan teduh memandang sosok Queen Angel para Angel yang baru.
"Tentu, aku tunggu kapanpun kau ingin menemuiku. Aku berharap kalian bisa bersatu dan hidup bahagia."
"Terima kasih atas doa, restu dan harapan yang anda berikan pada hamba dan juga Lily Angel."
Zepania menganggukkan kepalanya. "Pergilah, susul dan persatukan cintamu dan Lily Angel. Ada kebahagiaan yang akan kau dapatkan setelah itu." Ucapnya tersenyum tulus.
Osiel Amarillo tersenyum ramah dan menunjukkan sikap hormatnya. Kemudian melangkah menuju ke rumah putih, di mana Lily Angel berada.
"Apakah mereka dapat menyelesaikan urusan perasaan mereka, nona?" Tanya Tiara Angel terdengar ragu pada nada bicaranya.
Zepania menatap jauh ke arah rumah putih yang akan menjadi saksi menyatunya dua cinta dari dua pengikut sang Queen Angel terdahulu. Semoga ini awal yang baik bagi si Volar Kecil dan Lily Angel, serta Rose Angel yang sangat merindukan sosok sang ayah.
"Itu pasti, mereka saling mencintai. Kita harus yakin jika mereka dapat bersatu dan menjadi keluarga yang akan bahagia." Ucap Zepania.
"Kau lebih tahu akan hal itu, kau dapat merasakan perasaan cinta mereka yang tulus dari dalam hati mereka berdua." Ucap kembali Zepania sembari melihat intens wajah Tiara Angel yang terlihat ragu dan khawatir.
Tiara Angel memandang intens sang junjungan yang terlihat bahagia, dia dapat melihat dan merasakan sang Queen Angel penuh harapan yang besar untuk mempersatukan banyak cinta yang terputus dan terpisah akan banyak hal.
"Tentu yang mulia, harapan anda yang begitu besar dan tulus pasti akan terwujud." Balas Tiara Angel dengan sikap hormat anggun nya kepada sang Queen Angel.
Zepania tersenyum akan sikap hormat Tiara Angel, yang terlihat mengakui apa yang menjadi keyakinan dan harapannya?
"Sebaiknya kita pergi ke atas gunung suci Angel. Kita akan menunggu perkembangan mereka sembari meningkatkan kekuatan dalam diri kita di sana." Ajaknya kepada Tiara Angel.
"Tentu, nona. Mari." Ajak Tiara Angel setuju.
Saat mereka akan melangkah pergi, Zepania kembali teringat akan satu hal.
"Oiya, aku sampai lupa…!! Di mana Rose Angel? Biasanya begitu sang ibu pulang, dia akan segera datang menemuinya. Tetapi kali ini dia ada di mana?" Tanya Zepania sembari melihat ke sekitar tempat tersebut.
"Itu…!!!" Ucap Tiara Angel terlihat ragu akan perkataannya. Membuat Zepania mengerutkan keningnya melihat ke arah Tiara Angel.
"Ada apa?" Tanya Zepania ingin tahu.
"Maaf nona. Saya tidak memberitahukan kepada anda, Rose Angel saya perintahkan pergi ke kerajaan Pericles." Balasnya.
"Ada urusan apa Rose Angel ke sana?"
"Saya mendapatkan kabar dari Angel penjaga di sana, jika ada wabah yang menyerang beberapa wilayah kerajaan Pericles."
"Wabah…wabah apa?"
"Kami kurang tahu, Angel penjaga hanya mengatakan jika wabah tersebut membuat beberapa dari rakyat kerajaan Pericles kehilangan nyawa mereka karena tidak bisa di sembuhkan, lebih parahnya lagi. Wabah tersebut di nyatakan menular hingga harus memisahkan para pasien yang terjangkit wabah tersebut."
__ADS_1
"Apa nama wabah itu?"
"Saya kurang tahu, nona. Mereka juga tidak mengatakan nama wabah tersebut."
"Mengapa Rose Angel yang di kirim, dan bukannya White Angel. Angel yang menguasai ilmu dan kekuatan pengobatan?"
"White Angel juga sudah pergi ke sana, nona. Bersama dengan Rose Angel. Sebab kekuatan Rose Angel sangat di perlukan oleh mereka."
Zepania tidak mengerti, mengapa kekuatan Rose Angel yang tidak ada hubungannya dengan ilmu pengobatan harus datang ke sana?
"Ada kabar jika wabah itu di sebabkan oleh para siluman yang datang menyamar ke kerajaan Pericles untuk menyebarkan wabah penyakit itu. Sehingga kekuatan magic Rose Angel yang bisa menyamar dan merasakan kekuatan hitam di sekitarnya sangatlah di perlukan di sana." Ungkap Tiara Angel menjelaskan.
"Mengapa baru sekarang kau katakan masalah ini?" Tanya Zepania merasa kecewa.
Masalah sepenting ini di rahasiakan darinya.
"Maafkan saya, nona. Saya ingin memastikan perkembangan masalah tersebut terlebih dahulu, baru mengatakan nya pada anda. Lagi pula anda sedang fokus mencari keberadaan binatang sakral burung Phoenix Api. Jadi saya tidak ingin pikiran anda bercabang. Maafkan saya nona." Ungkap Tiara Angel menyesal.
Zepania mengerti tindakan dan alasan Tiara Angel berbuat seperti itu. Walaupun dia kecewa, namun dia bisa menerima alasan Tiara Angel tersebut. Diapun menghela nafasnya perlahan.
"Baiklah. Sebaiknya kita ke sana sekarang. Aku ingin tahu bagaimana perkembangan wabah tersebut?" Ucap keputusan Zepania yang ingin melihat langsung kondisi kerajaan Pericles.
Zepania tahu harus berbuat apa? Diapun segera mengubah cara berpakaian yang ia gunakan saat ini. Zepania menggunakan pakaian gaun panjang putih dengan bahan yang terlihat ringan, memiliki belahan panjang pada sisi kanan dan kirinya hingga ke atas paha. Di dalamnya ia menggunakan celana kain panjang yang melekat ketat pada kakinya yang jenjang, di padukan dengan sepatu kulit berwarna coklat yang di ikat hingga setengah betisnya. Bagian atas gaunnya di tutupi dengan jubah bertopi lebar berwarna coklat pekat, sedangkan bagian mata dan setengah wajahnya ia tutupi dengan topeng yang melekat kuat pada kulit wajahnya.
Topeng penutup wajah berwarna silver dengan ukiran burung Phoenix berwarna emas. Terlihat indah, anggun dan misterius. Sang Queen Angel terlihat tetap cantik dan lembut serta anggun dengan topeng yang melekat kuat pada kulitnya, topeng kulit yang ia buat sendiri agar tidak mudah terlepas. Topeng yang menggunakan kekuatan khusus sebuah mantra untuk melepaskannya.
Zepania terlihat cantik dan anggun dengan gaun panjang putih berjubah coklat dan topeng penutup wajahnya. Dia terlihat seperti wanita misterius dan akan menarik perhatian semua orang tertuju padanya.
"Ada apa dengan topeng penutup wajah ku?" Tanyanya heran. Apakah tidak cocok dengan nya?
"Apa tidak cocok?"
"Bukan, nona" Bantahnya cepat
"Topeng penutup wajah anda sangat terlihat cantik dan menyatu dengan kulit wajah anda."
"Kau benar Tiara Angel, topeng ini menggunakan sebuah mantra agar menyatu dengan kulit wajahku. Jadi topeng ini sangat aman aku gunakan, karena tidak akan mudah di lepaskan oleh siapapun ataupun musuh. Untuk bisa melepaskan topeng ini hanya mantra dari suaraku yang dapat melepaskannya." Jelasnya dengan senyum bangga akan ciptaannya kali ini.
" Wah....nona, kekuatan The Changing All Shapes Of Magic (perubahan segala bentuk keajaiban) anda sudah berkembang pesat." Ucap bangga Tiara Angel akan kemampuan sang Queen Angel mereka.
"Tidak hanya itu saja. Aku menggabungkan kekuatan itu dengan The All Golden Voice Of Magic (magic semua suara emas). Agar topeng ini menggunakan kekuatan khusus dari suara dan mantra yang aku ciptakan sendiri, sehingga akan sangat sulit terlepas oleh orang lain. Hanya suara dan mantra yang aku ucapkan yang dapat melepaskan topeng ini." Jelasnya kembali.
"Itu sangat Bagus, kalau seperti ini anda aman sekarang agar wajah asli anda tetap menjadi rahasia."
"Tentu, aku tidak ingin kejadian di kerajaan Froska terulang lagi. Semua orang ingin mengetahui wajah asliku dengan membuka topeng dan tudung penutup yang aku pakai. Aku juga merasa kurang leluasa untuk bergerak saat menggunakan sebuah topeng yang mudah terlepas. Jadi aku membuat ini sebagai salah satu senjata rahasia ku."
"Senjata rahasia, nona…!!??" Ucap Tiara Angel tidak mengerti, mengapa sebuah topeng bisa menjadi senjata rahasia?
"Iya selain ini sebuah topeng." Ucapnya sembari menyentuh topeng tersebut. "Topeng ini juga bisa membantuku untuk membidik atau melihat sesuatu dengan tajam dan teliti. Selayaknya pengelihatan tajam yang tidak di miliki oleh orang lain."
"Contohnya seperti apa, nona?"
"Seperti musuh yang bersembunyi walaupun dengan jarak yang cukup jauh, bisa melihat sebuah benda yang di sembunyikan di manapun, membidik sebuah target dan juga bisa melihat titik kelemahan, aliran darah, aliran kekuatan dan sesuatu yang terjadi pada tubuh manusia." Jelasnya.
__ADS_1
"Waaaahhh…itu sangat bagus nona, sangat cocok menjadi senjata rahasia yang terlihat cantik dan anggun di wajah anda." Ucap Tiara Angel terlihat kagum akan kekuatan topeng milik Zepania.
"Apa nama topeng itu nona?" Tanya Tiara Angel terlihat antusias.
"Golden silver Mask."
"Nama yang sangat cantik."
"Itu menggunakan nama bahasa asing yang artinya Topeng Perak Keemasan." Ucap Zepania menjawab.
"Baiklah, ayo kita pergi ke sana secepatnya." Ajak Zepania tidak ingin mengulur waktu lagi.
"Apa kita tidak perlu memberitahu kedatangan anda, nona?"
"Tidak perlu. Kita akan datang tanpa sambutan khusus dari mereka, aku ingin melihat langsung bagaimana reaksi dan situasi mereka saat ini?"
"Baiklah nona. Saya akan langsung menghubungkan wilayah kerajaan Pericles dengan kekuatan saya." Ucapnya. Zepania hanya mengangguk tanda setuju.
Mereka pun menghilang dari ruang dimensi para Angel, pergi menuju ke kerajaan Pericles. Meninggalkan dua insan yang sedang menyatukan cinta mereka.
...------------------------------------------------...
***Kerajaan Pericles***
Kekacauan terjadi di beberapa wilayah pada kerajaan Pericles. Pangeran Pericles yang betah pada penyamarannya, selalu memantau situasi dari kerajaannya yang sedang terjangkit wabah mematikan dan belum ada penawarnya.
"Bagaimana dengan wilayah barat?" Tanya sang pangeran yang sedang berdiri di depan meja kayu besar, di mana terbentang sebuah peta besar wilayah kerajaan Pericles.
"Bagian barat hampir setengahnya sudah terserang wabah tersebut yang mulia." Balas salah satu pejabat tinggi istana.
Sang pangeran terlihat frustasi akan situasi kerajaannya saat ini.
"Maaf yang mulia. Pusat kota juga telah terserang wabah tersebut, beberapa rakyat telah memiliki gejala dari wabah itu." Laporan dari salah satu petinggi istana yang terlihat memiliki usia paruh baya, namun tetap terlihat kuat dan kekar dengan tubuh tinggi besarnya.
"Apakah gerbang masuk ke dalam pusat kota tidak di tutup?" Tanya sang pangeran dengan tatapan tajamnya.
Pasalnya, begitu pertama kali ia mendengar wabah tersebut menyerang beberapa rakyatnya, ia segera memerintahkan untuk menutup pintu gerbang masuk ke dalam pusat kota. Namun mengapa wabah tersebut bisa masuk dengan cepat dalam dua hari ini?
"Sudah kami laksanakan, yang mulia. Namun wabah tersebut masuk begitu saja tanpa bisa kami cegah." Balas pria tersebut.
Kaisar Guan Felix Federline, pemimpin kerajaan Pericles yang sering menyamar menjadi seorang pangeran, jika ia berada di luar kerajaan. Akan kembali pada posisinya menjadi seorang kaisar jika berada di dalam kerajaan Pericles. Dia akan terlihat agung dan berkharisma saat memimpin kerajaannya tersebut. Namun kini ia terlihat begitu frustasi akan situasi yang terjadi pada kerajaannya saat ini.
Sebuah wabah yang sangat mematikan dan belum ada penawarnya, menewaskan banyak rakyat yang tidak bersalah di kerajaannya. Di saat seperti ini, ia tidak bisa menggunakan kekuatan yang ia miliki untuk membantu sama sekali, walaupun dia terkenal dengan memiliki kekuatan yang cukup besar. Kekuatan besarnya tidak berguna sama sekali, dia berada pada kondisi dan posisi yang sangat sulit saat ini.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1