SANG QUEEN ANGEL.

SANG QUEEN ANGEL.
52. Tahu Siapa Pria Ini?


__ADS_3

***Istana Kerajaan Josh***


Zepania melangkahkan kakinya, langkah anggunnya menjadi perhatian dari beberapa mata yang ada di dalam pesta tersebut, termasuk perhatian dari putra mahkota Helios Bacillio dan juga pangeran Pericles atau kaisar Felix Guan Federline.


Kedua pria tersebut melihat tanpa putus kemana Zepania akan melangkah? Zepania terus melangkah mendekati sebuah meja yang terdapat tiga tuan muda dan tiga nona muda.


Pandangan mata Zepania dan pria yang ingin di dekati oleh Zepania, belum terputus. Mereka masih saling memandang, sampai akhirnya Zepania berdiri tepat di depan meja sekelompok tuan dan nona muda tersebut.


Pria itu dan ke lima temannya melihat heran kedatangan Zepania, mereka saling memandang sejenak. Zepania tersenyum manis ke arah pria itu, yang tentu saja membuat ketiga pria yang ada di sana terpesona akan aura cantik wajah Zepania, termasuk pria itu juga.


"selamat malam…apakah saya mengganggu kalian?" sapa sopan Zepania, karena dia tidak tahu mereka dari keluarga mana?


Mereka yang di sapa oleh gadis cantik, saling memandang pada teman di sebelahnya. Mereka belum percaya bahwa ada seorang gadis cantik menyapa mereka. Tetapi tidak dengan pria yang ingin di dekati oleh Zepania, dia masih memandang datar kedatangan Zepania, walaupun di dalam hatinya terpesona dan terpikat akan kecantikan Zepania.


"selamat malam tuan tuan…selamat malam nona nona…!" sapa ulang Zepania, karena yang di sapa tidak ada yang menjawab. Mereka hanya saling memandang ke arah teman di samping mereka.


"selamat malam nona!!" sapa balas dari salah satu teman pria itu, yang tepat duduk di sampingnya.


"apakah saya bisa duduk dan bergabung bersama kalian?" tanya Zepania karena kebetulan di sana ada sebuah kursi kosong.


"silahkan nona…bila anda memang mau bergabung bersama kami." jawab salah satu teman pria yang lainnya.


"terima kasih." jawab Zepania dengan menampilkan senyum yang semanis mungkin untuk menarik perhatian pria itu.


Tetapi pria yang ingin di dekati oleh Zepania, terus memasang wajah datarnya. Tatapan matanya dingin melihat ke arah Zepania.


"nama saya Zepania Louise, saya berasal dari kerajaan Froska." ucap Zepania memperkenalkan dirinya.


Terlihat mereka sangat terkejut mendengar nama Zepania, entah karena apa?


"anda Zepania Louise?" tanya salah satu nona muda yang ada di sana.


"iya, saya Zepania Louise. Ada apa?" jawab dan tanya balik Zepania.


Mereka saling memandang, lalu beralih memandang Zepania kembali.


"anda putri Zepania Louise, putri pertama dari putri Adreana Alcander kerajaan Josh, anda adalah mantan putri mahkota kerajaan Froska." ungkap salah satu nona muda yang ada di sana.


Zepania masih tersenyum, ternyata masih ada yang mengenal namanya. Apakah nama baiknya ataukah nama buruknya yang mereka kenal? Zepania tergelitik ingin tahu juga.


"iya benar saya adalah putri pertama dari putri Adreana Alcander kerajaan Josh, dan saya juga benar adalah mantan putri mahkota kerajaan Froska. Apakah ada masalah dengan itu?" tanya Zepania ingin tahu.


Mereka lagi-lagi saling memandang, tetapi tidak dengan pria yang ingin di dekati oleh Zepania. Pria itu masih tetap setia pada tatapan tajam dan dinginnya, serta wajahnya yang di buat sedatar mungkin, hingga tidak ada yang bisa menebaknya.


Zepania melihat kelima teman dari pria itu secara bergantian, lalu beralih kembali menatap pria tersebut. Mereka terlihat antara heran dan terkejut tidak percaya.


"benarkah anda mantan putri mahkota kerajaan Froska?" tanya nona muda yang tadi bertanya pada Zepania.


"iya…!!" angguk Zepania membenarkan

__ADS_1


"apa tidak salah, apa ini benar?" tanyanya lagi, karena belum percaya akan pengelihatannya.


Zepania hanya bisa menatap mereka secara bergantian.


"coba anda jelaskan, mengapa anda tidak percaya akan pengakuan saya?" Zepania mencoba untuk bertanya dan ingin tahu alasan mereka tidak percaya?!?


"maaf sebelumnya, setahu kami… dari kabar yang beredar, putri mahkota kerajaan Froska memiliki wajah yang buruk rupa dan sudah menjadi seorang sampah, tetapi anda sendiri seperti ini…!!" ungkap nona muda itu, yang mulai bisa di mengerti oleh Zepania.


"saya seperti ini…maksud anda cantik…?!" ucap Zepania dan di jawab anggukkan kepala oleh nona muda itu.


Zepania hanya bisa tersenyum menanggapi ungkapan nona muda itu. Senyum Zepania malah membuat para tuan muda di hadapannya dua kali lipat terpesona akan kecantikan seorang Zepania Louise.


"kabar yang anda dengar itu semuanya adalah benar, memang benar saya dulu buruk rupa dan di cap sebagai sampah yang tidak memiliki kemampuan apapun? itu semua di sebabkan oleh sebuah racun dari seseorang, yang membuat wajah saya menjadi seperti monster, dan racun itu juga yang menutupi titik Cakra dan Meridian yang ada di dalam tubuh saya." ungkap Zepania jujur, dia hanya ingin mengungkapkan yang dulu terjadi secara perlahan, kepada semua orang yang mengenalnya.


"anda di racun oleh seseorang?" tanya terkejut nona muda tersebut.


"iya…dan saya yang sekarang adalah diri saya yang sebenarnya."


"waaahhh anda bisa secantik ini, anda benar-benar cantik." puji nona muda itu dengan tersenyum takjub pada Zepania.


"anda terlalu memuji nona…saya tidak secantik anda. Anda lebih cantik dan anggun dari saya yang tidak ada apa-apanya?" balas Zepania mencoba memuji balik dan merendahkan diri.


"anda bisa saja putri…" ucap nona muda itu dengan tersipu malu


"jangan sebut saya putri nona, panggil saja nama saya, Zepania." ucap Zepania merasa risih di panggil dengan sebutan "putri".


"tetapi saya merasa tidak pantas dengan panggilan putri, nona…saya lebih nyaman di panggil Zepania. Itu akan menambah kesan akrab." ucap Zepania.


Mereka semua melihat intens pada Zepania, kata "akrab" yang Zepania ucapkan, membuat mereka berpikir, akrab dalam segi apa?


"maksud anda akrab?"


"apakah saya tidak bisa berteman bersama kalian?" tanya Zepania mulai pada tujuannya.


Mereka malah terdiam dengan mimik yang datar, mereka terlihat melirik ke arah pria yang ingin di dekati oleh Zepania. Pria yang sedari awal kedatangan Zepania hanya memasang wajah datarnya, tatapan mata tajam dan dingin melihat Zepania.


"katakan apa tujuanmu…?" tanya ketus pria itu secara tiba-tiba.


Zepania melihat ke arahnya, tatapan mata mereka lagi-lagi saling mengintrogasi.


"saya tidak memiliki tujuan apapun?" kilah Zepania.


"apa kau pikir aku pria bodoh?" ucap pria itu masih dengan nada ketus.


"saya tidak pernah berpikir seperti itu." bela Zepania.


"jangan membuang waktuku dengan acara ramah tamahmu, katakan apa maumu dan maksudmu datang ke meja kami?" ketusnya lagi.


Zepania diam sejenak, dia tahu pria ini sangatlah peka. Pria ini bisa merasakan bila dirinya menginginkan sesuatu? dengan perlahan Zepania menghembuskan nafasnya.

__ADS_1


"hanya ingin mengenal kalian, khususnya saya ingin mengenal baik dan dekat anda, tuan…!!" jujur Zepania, dia akan memulai apa tujuannya?


Kejujuran Zepania malah membuat terkejut kelima teman pria itu. Mereka melihat ke arah pria itu dan Zepania secara bergantian. Sedangkan pria tersebut masih setia pada wajah datar, serta tatapan dinginnya.


'apa kau pikir, aku akan mudah untuk kau tipu dan mempermainkan aku, hanya dengan kecantikanmu saja?' gumam pria itu dalam benaknya, yang tentu saja bisa di dengar oleh Tiara Angel yang masih berdiri di tempatnya semula. Pada meja Zepania yang ada di seberang.


Tiara Angel sengaja tidak mengikuti Zepania, agar tidak membuat pria itu curiga. Tetapi karena kekuatan The Love Flower Of Magicnya sudah aktif dari tadi, dia bisa dengan mudah mendengar apapun kata hati pria itu. Karena Tiara Angel terus memusatkan perhatian dan pikirannya pada pria tersebut.


"apa kau pikir, aku akan mudah untuk kau tipu dan mempermainkan aku, hanya dengan kecantikanmu saja? itulah kata hatinya yang baru saja dia ucapkan." ucap Tiara Angel memberitahukan apa yang dia dengar? melalui telepatinya kepada Zepania.


Zepania hanya diam dan tidak menjawab perkataan Tiara Angel, dia masih fokus kepada pria yang ada di hadapannya.


"apa kau pikir aku akan dengan mudah berteman dengan siapapun? apa kau pikir karena kau merasa diri cantik dan cucu dari kaisar kerajaan Josh terdahulu, kau akan mudah di terima untuk berteman dengan siapa saja?" ungkap ketus pria itu.


'pria yang sangat susah untuk di dekati. Setidaknya sekarang aku tahu siapa pria ini???' gumam Zepania dalam hatinya, yang tentu bisa di dengar oleh Tiara Angel.


Zepania tersenyum mendengar ucapan pria tersebut, sudah sangat jelas kalau pria yang ada di hadapannya tidak suka akan kehadirannya. Sedangkan kelima temannya hanya bisa diam, dan tidak ingin ikut campur akan urusan pria tersebut.


"apa anda yakin tidak akan mau berteman dengan saya?"


"apa kau tidak bisa mendengar dan sangat bodoh, tidak bisa mengartikan semua ucapanku?" ucapnya mulai kasar


Zepania masih bersikap tenang.


"bila anda memang tidak ingin berteman dengan saya, tidak apa-apa? setidaknya saya bisa berbicara dengan anda itu sudah cukup." ungkap Zepania dengan senyum tenangnya.


Pria itu mulai memandang curiga Zepania.


"kalau urusan mu sudah selesai, pergi dari sini." usir pria itu, yang membuat semua temannya terkejut hingga membulatkan dan melototkan mata mereka, terkejut akan sikap kasar temannya itu pada Zepania.


"tentu saja saya akan pergi." balas Zepania dengan tenang.


"tetapi, sebelum saya pergi…saya hanya ingin memberikan ini kepada anda. Saya yakin setelah saya pergi, anda akan tahu sendiri…anda harus seperti apa menanggapi semuanya." ucap Zepania meletakkan sebuah sapu tangan kecil di atas meja, lalu mendorong sapu tangan itu ke hadapan pria tersebut.


"terima kasih atas perkenalan yang singkat ini. Saya permisi…!!" ungkap Zepania sembari bangkit dari duduknya, tanpa berpikir panjang lagi diapun berlalu dari sana, dan kembali melangkah ke arah mejanya yang ada di seberang.


Pria itu dan kelima temannya melihat punggung Zepania yang berlalu pergi, dan beralih melihat ke arah sapu tangan yang ada di atas meja. Mereka tidak mengerti apa maksud Zepania memberikan sebuah sapu tangan?


Tindakan yang di lakukan oleh Zepania, tidak luput dari pandangan mata dua pria, yang sedari tadi memperhatikan semua tindakan yang dilakukan oleh Zepania. Mereka hanya bisa diam dan melihat dari tempat mereka masing-masing.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2