
***Kerajaan Josh***
…Balai Perguruan Naga Api…
…Zepania Louise…
Aku melihat sorot kesedihan pada mata Thalita, terlihat sangat jelas. Perbincangan masalah perang, membuat banyak orang memiliki perasaannya masing-masing. Kemarin tuan muda yang mengajakku bergabung, kini Thalita teman sekamarku.
Sebenarnya, apa perang ini sangat membebani banyak orang? akupun belum tahu jelas. Yang aku tahu aku juga terbebani akan perang kali ini? aku yang datang dari dunia pada zaman lain, tidak tahu harus bersikap seperti apa? Aku yang dulu hanya seorang putri mafia dan dokter biasa. Kini telah berubah manjadi sang Queen Angel, yang bertugas menjaga keseimbangan tiga dunia.
Dalam hatiku yang paling dalam, sebenarnya ini tidaklah masuk akal…!! tapi ketika aku telah menjalani hidup saat ini? belum banyak yang aku ketahui, belum bisa aku dapat mengerti sepenuhnya? apa ini nyata? tentu saja ini nyata…!!
"apa yang membuatmu terlihat sangat sedih nona Thalita?" tanyaku melihat pada Thalita.
Thalita dan Luciana melihat padaku, mereka terlihat heran karena aku bisa tahu kesedihan mereka berdua?
"apa sangat terlihat jelas?" tanya Thalita balik kepadaku.
"aku bisa melihat dari sorot mata nona."
"sebenarnya…!!"ragu Thalita saling memandang sejenak dengan Luciana.
"kami belum sepenuhnya siap akan perang kali ini, apa lagi kali ini kita akan berperang melawan kerajaan Kegelapan. Para siluman, iblis, dan penyihir golongan hitam pengikut dari Dewa Kegelapan. Aku belum siap untuk itu." ucapnya melihat nanar padaku, ada kesedihan dan ketakutan dari sorot mata Thalita.
"apa alasan nona?" tanyaku ingin tahu.
Terlihat Thalita menarik dan menghembuskan nafasnya sebelum menjawab pertanyaan ku.
"aku adalah putri pertama dari salah satu bangsawan bagian barat kerajaan Josh. Aku memiliki satu orang adik laki-laki yang masih berusia 10 tahun. Keluarga kami memang tergolong susah untuk mendapatkan keturunan, walaupun ayahku memiliki beberapa selir. Tetapi tetap saja ayah hanya memiliki dua orang anak, aku yang menjadi putri tertua harus menjadi perwakilan untuk menyelamatkan kehormatan keluarga." ungkap Thalita masih dengan wajah sedihnya.
"aku yang memang sangat penakut, harus tetap menerima kenyataan ini. Aku yang belum siap harus menjadi siap akan perang ini, karena titah kaisar tidak bisa di tolak oleh kami para bangsawan biasa yang tidak berpengaruh sama sekali. " ungkap Thalita.
"bukankah ada aturan dari Queen Angel, untuk tidak memaksakan para Warrior yang ingin ikut serta dalam perang ini?" tanyaku.
"aku tidak pernah mendengar peraturan itu? yang aku tahu titah kaisar mengharuskan kepada para bangsawan untuk mengirim satu putra dan putri nya yang memiliki kemampuan untuk ikut dalam perang kali ini."
Alisku mengerut karena heran mendengar perkataan Thalita, akupun melihat pada Tiara Angel dan Lily Angel. Tatapan mataku seakan mengisyaratkan pertanyaan akan hal tersebut?
Nampak Tiara Angel dan Lily Angel hanya saling bertukar pandangannya, seakan mereka juga tidak bisa menjawab pertanyaan dari ku.
__ADS_1
"bila memang benar seperti itu, nona merasa terpaksa ikut dalam perang ini, walaupun nona takut untuk berperang melawan kerajaan Kegelapan?" tanyaku ingin tahu jelas.
"iya, apa aku ada pilihan? aku melawan perkataan ayahku pun titak bisa, bagaimana aku bisa melawan titah kaisar?"
"apa yang sebenarnya nona takutkan?"
"aku takut kemampuanku tidak bisa aku pakai dalam perang kali ini, dan akan mati sia-sia. Aku belum cukup kuat dalam perang ini, tapi kehormatan keluarga adalah segalanya bagi ayah. Dan aku sebagai putri tertua harus menjunjung tinggi kehormatan keluarga ku."
"nona takut mati sia-sia dalam perang ini? dan nona terpaksa ikut perang hanya untuk menjaga kehormatan keluarga nona?" tanya ku ingin memperjelas.
Dalam hatiku seakan teriris mendengar pengakuan Thalita, bagaimana tidak? rencanaku telah banyak membuat orang terpaksa dan merasa takut ikut dalam perang kali ini. Mereka tidak benar-benar ingin dan iklhas ikut serta dalam perang kali ini.
"bagaimana aku tidak takut mati? kemampuanku yang aku miliki tidak kuat seperti para Warrior lainnya, kehormatan keluarga yang harus aku jaga karena aku putri tertua. Apa kalian tahu aku rasa perang kali ini? tidak lah harus terjadi." ungkap Thalita ingin meyakinkan bahwa sebenarnya mereka tidak harus berperang.
"apa maksud nona?" tanyaku.
"selama ini kita semua sudah hidup dengan damai dan tidak ada yang terjadi, tapi mengapa berita kebangkitan dari sang Queen Angel, malah membuat hidup kami bagai ada di neraka? seharusnya kebangkitan sang Queen Angel yang memang bisa menjaga keseimbangan tiga dunia, membuat kami hidup lebih damai lagi? tapi ini sebaliknya." ucap Thalita ingin protes dan mengeluarkan semua isi hatinya.
Membuatku langsung terdiam seketika, menatap intens wajah Thalita. Ungkapan protesnya sedikit menampar hatiku, semua seakan salah diriku. Karena kebangkitan sang Queen Angel, telah membuat hidup Thalita bagai ada di dalam neraka. Tidak hanya Thalita, mungkin saja masih banyak lagi orang-orang diluar sana tersakiti akan kebangkitanku.
Aku merasakan remasan halus di atas bahu kananku, tanpa menoleh aku tahu itu adalah tangan Tiara Angel, dia juga dapat merasakan apa yang aku rasakan saat mendengarkan perkataan dari Thalita?
Semua melihat kepada Tiara Angel, tetapi tidak denganku. Aku hanya bisa diam memandang lantai dan mendengarkan ucapan Tiara Angel, yang seakan tidak terima atas perkataan Thalita yang menyalahkan kebangkitan sang Queen Angel. Seakan sang Queen Angel adalah penyebab penderita yang terjadi.
"mungkin hidup nona yang damai, tapi apa nona tahu hidup para rakyat biasa yang selalu mendapat teror dari para siluman, iblis dan penyihir golongan hitam dari kerajaan Kegelapan? mereka lebih dari hidup di dalam neraka, bahkan banyak dari mereka yang sudah menjadi tumbal dari keserakahan Dewa Kegelapan, yang ingin menguasai dunia ini." ungkap Tiara Angel dengan nada tegasnya. Terdapat kekesalan dalam nada bicara Tiara Angel, melihat tidak suka pada Thalita.
Thalita dan Luciana hanya diam dengan tatapan nanar mereka. Apa mereka sudah salah bicara karena keegoisan dalam hati mereka? itu pertanyaan yang seakan dapat aku tangkap dari sorot mata Thalita melihat Tiara Angel.
"apa maksudmu?" tanya Thalita tidak mengerti.
"apa nona tahu sebelum kebangkitan sang Queen Angel? bagaimana kondisi para rakyat biasa yang ada di wilayahmu?" tanya Tiara Angel menahan rasa geram dalam hatinya, melihat sinis ke arah Thalita dan Luciana.
"apa nona pernah tahu dan melihat penderita para rakyat biasa? yang hidupnya sudah susah tetapi lebih susah lagi, hidup mereka suram dalam ketakutan akan teror para siluman, iblis dan penyihir golongan hitam, yang sewaktu-waktu menghantui mereka setiap saat, bahkan untuk bernafaspun mereka kesulitan. Apa kau juga tahu anak buah dari Dewa Kegelapa? menjadikan tubuh para rakyat biasa yang lemah sebagai tumbal, agar kekuatan mereka menjadi lebih meningkat. Apa kau pernah tahu itu?" tanya Tiara Angel dengan tatapan tajamnya kepada Thalita dan Luciana.
Mata mereka membulat dengan sempurna, karena terkejut akan hal yang tidak pernah mereka ketahui.
"apa itu benar? aku tidak pernah tahu akan hal itu?" ungkap Thalita. "apa kau juga tahu Luciana?" tanya Thalita melihat ke arah Luciana.
"tidak." jawab singkat Luciana seraya menggelengkan kepalanya melihat ke arah Thalita.
__ADS_1
"bagaimana kalian bisa tahu akan kehidupan yang di jalani oleh rakyat biasa? kalian hanya sibuk menikmati kehidupan mewah kalian." jawab Tiara Angel dengan pandangan sinis melihat ke arah Thalita dan Luciana.
Thalita dan Luciana langsung terdiam, tak bisa berkata apapun?
"apa kalian juga pernah tahu dan pernah mendengar? akan adanya penyihir golongan hitam yang bisa di bayar, untuk menjadi pengikut dari keluarga bangsawan seperti kalian?" tanya Brisia tiba-tiba ikut berbicara. Aku dengan cepat melihat ke arahnya.
Terlihat dia mengepal erat kedua tangannya, menahan rasa amarah yang Brisia rasakan saat ini, dan aku tahu apa yang ada di pikiran dan yang di rasakan oleh Brisia saat ini? karena dia mengalami itu semua, suluruh keluarganya di bantai oleh penyihir golongan hitam, yang di bayar oleh sang paman, untuk merebut semua kekuasaan dan kekayaan yang dimiliki oleh ayah Brisia Kairos.
"tidak, aku tidak tahu." jawab Thalita dan Luciana secara bersamaan.
Aku menggenggam lembut kepalan tangan Brisia, aku bisa merasakan rasa sakit yang di ingat dan di rasakan oleh Brisia akan keluarga yang habis dibantai, oleh sang paman.
"kalian tidak akan pernah tahu, bagaimana rasanya mendapatkan teror dari anak buah Dewa Kegelapan. Hidup bagai di neraka yang sebenarnya, kalian tidak pernah merasakan hal itu, yang kalian tahu hanya keegoisan kalian yang takut jauh dari rasa aman dan nyamannya kehidupan mewah kalian selama ini." ucap Brisia dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"tenang Brisia." ungkapku mengelus lembut punggung tangan Brisia.
"tidak, mereka harus tahu, bagaimana kejamnya para anak buah Dewa Kegelapan? yang sangat suka memanfaatkan kekuatan mereka untuk membuat menderita orang-orang yang lemah. Mereka bahkan menyalahkan Kebangkitan yang Queen Angel, yang bisa membantu kita semua melawan Dewa Kegelapan." ungkap Brisia sedikit meninggikan nada suaranya, tetapi dia berhasil menahan air matanya untuk tidak luluh jatuh ke pipinya.
Nampak Thalita dan Luciana heran melihat Brisia, yang sedari tadi hanya diam ikut berbicara dan terlihat jelas, Brisia menderita akan hal yang berkaitan dengan para penyihir golongan hitam.
"apa kau pernah mengalaminya nona?" tanya Thalita.
"tentu saja, bahkan mengalaminya sampai tidak ingin hidup kembali. Semua keluarga ku di bantai oleh penyihir golongan hitam yang di bayar oleh pamanku sendiri, untuk mendapatkan kekuasaan dan kekayaan yang ayahku miliki. Hidup ku sudah bagai di neraka Bahkan lebih buruk dari itu." ungkap Brisia menatap tajam ke arah Thalita dan Luciana.
"Tetapi di saat-saat hidupku yang terpuruk dan hampir mati, sang Queen Angel hadir dalam hidupku, merangkul dan memberikan aku semangat untuk hidup kembali, agar dapat membalas mereka semua." ungkap Brisia.
"apa kau pernah bertemu sang Queen Angel?" tanya Thalita terkejut akan pernyataan Brisia.
Thalita dan Luciana saling memandang dan terkejut akan ucapan Brisia, yang seakan mengatakan kalau dirinya, pernah bertemu dan di rangkul serta mendapat pertolongan dari sang Queen Angel. Penguasa tertinggi di dunia para Angel inti murni.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1