SANG QUEEN ANGEL.

SANG QUEEN ANGEL.
73. Pertarungan Pertama Zepania.


__ADS_3

***Kerajaan Pericles***


Pangeran Pericles diam terpaku pada tempatnya, dirinya masih melihat intens ke arah dalam segel merah yang di buat oleh Sang Queen Angel.


'Apa yang ingin di lakukan oleh nya?' Gumam sang pangeran masih melihat ke arah dalam segel.


Dirinya sangat tahu, apa itu segel merah yang sangat kuat? Tidak sembarang orang bisa membuat segel merah tersebut, walaupun mereka memiliki kekuatan spritual dan energi IQ yang kuat. Namun hanya mereka yang sudah mencapai tingkatan Warrior Agung yang dapat membuat sebuah segel merah ataupun putih.


Warrior Agung adalah warrior yang ada pada tingkat Kultivasi dewa petarung langit sampai dewa petarung Agung tingkat 5 dengan memiliki elemen dan kekuatan magic lebih dari satu, dan juga memiliki kekuatan spiritual dan energi Qi dalam tubuhnya. Selain titisan atau murid langsung dari Dewa dan Dewi khayangan, hanya ada 3 orang yang bisa mencapai Warrior Agung.


Di dunia zaman sekarang ini, hanya Zepania, kaisar dari kerajaan Pericles dan Dewa Kegelapan yang memiliki tingkatan Warrior Agung, itu pun dengan jumlah elemen, magic dan tingkat Kultivasi yang berbeda-beda mengikuti apa yang mereka kuasai saat ini.


'Ini sangat berbahaya. Queen Angel hanya membahayakan dirinya dengan terkurung seorang diri di dalam segel itu.' Gumam pangeran Pericles di dalam hati dan pikirannya.


Dia masih mengamati apa yang selanjutnya akan di lakukan oleh Queen Angel? Dia yang sebenarnya sedang menyamar dapat dengan mudah masuk ke dalam segel merah tersebut, dan membantu Zepania untuk melawan siluman Lizard Humans. Tetapi tindakan itu akan membongkar penyamarannya, tentu menjadi pertimbangan yang harus matang untuknya.


Pangeran memutuskan untuk melangkah mendekati Tiara Angel ingin bertanya, apa yang menjadi rencana Queen Angel mereka saat ini? Mungkin saja ia juga dapat membantu tanpa harus mengungkapkan penyamarannya.


"Tiara Angel, apa yang sebenarnya ingin di lakukan oleh Queen Angel?" Tanya sang pangeran begitu berdiri tepat di samping Tiara Angel.


Tiara Angel melihat sekilas ke arah sampingnya. Tiara Angel tidak langsung menjawab, karena ia pun tidak tahu apa yang sebenarnya ingin dilakukan oleh Queen Angel untuk melawan siluman Lizard Humans? Tiara Angel hanya dapat menebak, jika Queen Angel ingin melawan siluman itu seorang diri.


Tiara Angel sangat mengkhawatirkan Zepania untuk saat ini. Kekuatan nya sudah cukup terkuras banyak saat melakukan pengobatan pada ratusan pasien. Sekarang apakah mampu Zepania untuk melawan siluman tersebut dengan sisa kekuatannya. Ini sungguh membuat Tiara Angel frustasi akan junjungannya tersebut.


"Queen Angel ingin melawan siluman itu seorang diri, tetapi ini sangat membuat ku frustasi…!!" Ucap Tiara Angel terlihat benar-benar frustasi dari balik suara lemahnya.


"Mengapa begitu?" Tanya pangeran ingin tahu, agar dia dapat menempatkan dirinya.


Tiara Angel menghela nafasnya perlahan.


"Queen Angel sudah banyak mengeluarkan kekuatan spritual dan energi IQ nya saat melakukan pengobatan pada ratusan pasien. Jadi aku takut, sisa kekuatan nya tidak mampu untuk di pakai melawan siluman tersebut."


Pangeran melihat intens wajah khawatir Tiara Angel dari arah samping. Lalu ia beralih melihat ke arah Queen Angel yang ada di dalam segel merah, terlihat jelas nafasnya terengah karena hampir kehabisan tenaga saat membuat segel merah yang cukup kuat dan besar.


Kini pangeran tahu, Queen Angel melakukan segala cara untuk keselamatan semua orang yang ada di kerajaannya. Bahkan beberapa Angel penjaga yang hadir di sana tidak dapat membantu ataupun melakukan sesuatu untuk Queen Angel mereka.


"Apakah tidak ada yang bisa kita lakukan?" Tanya pangeran ingin tahu apakah ada cara lain yang bisa di lakukan untuk membantu Queen Angel.


Tiara Angel menggelengkan kepalanya lemah sembari menjawab. "Tidak ada. Kita hanya bisa berharap untuk kemenangan Queen Angel. Waluapun aku sendiri tidak tahu apakah beliau akan menang atau tidak?" Balasnya.


"Apakah kita hanya akan diam dan melihat saja, tanpa dapat membantu sesuatu?" Ucap pangeran dengan nada yang cukup keras hingga yang lain dapat mendengarkan. Mereka pun melihat ke arah pangeran dan Tiara Angel.

__ADS_1


Tiara Angel tidak terpancing sama sekali, yang ia lakukan hanya melihat seksama ke arah segel merah. Dia masih terus mengamati apa yang selanjutnya akan di lakukan oleh Queen Angel? Ia tidak ingin sedikitpun lengah. Hanya itu yang dapat Tiara Angel lakukan saat ini.


"Mengapa kau diam saja? Bukankah kau adalah bagian dari Queen Angel?" Ucap sang pangeran, kini Tiara Angel terpancing akan ucapan tersebut.


"Apa maksud mu pangeran?" Tanya Tiara Angel dengan kerutan alisnya heran.


"Seharusnya kau membantu Queen Angel, dan bukan hanya diam melihat saja."


Ucapan pangeran memancing hati Tiara Angel mulai menjadi kesal.


"Aku melakukan semua perintah dari Queen Angel, tidak mempersulit beliau adalah salah satu tugasku, pangeran. Namun satu yang kau tidak tahu, kami para Angel penjaga diam saja, bukan berarti tidak dapat membantu Queen Angel. Kami sedang mengamati dan bersiaga untuk pergerakan selanjutnya." Balas Tiara Angel dengan tatapan matanya dingin.


Ucapan pangeran seakan meremehkan dirinya yang hanya diam mengamati.


"Sebaiknya anda mengikuti apa yang akan kami lakukan selanjutnya? Dari pada hanya menuduh sembarangan seperti itu. Cukup kumpulkan dan simpan kekuatan anda sebanyak-banyaknya untuk perlawanan berikutnya, pangeran." Balas Tiara Angel dengan dinginnya.


Pangeran tahu Tiara Angel tersinggung akan ucapannya yang seakan menuduh jika Tiara Angel hanya bisa diam saja tanpa melakukan sesuatu.


"Lihatlah baik-baik semua yang akan di lakukan oleh Queen Angel." Ucapnya.


Pangeran tidak membalas, dia melihat ke arah dalam segel merah. Di mana Queen Angel mulai bersiap, untuk melawan siluman Lizard Humans yang sudah cukup pada ukuran besarnya.


"Kau akan mati di tanganku, wanita terkutuk, wanita yang seharusnya tidak pernah hadir di dunia ini. " Ungkap Siluman Lizard Humans dengan nada dan tatapan mata menantang.


"Lakukan itu, jika kau mampu?" Balasnya dengan tenang dan tersenyum.


"Dia tersenyum." Ucap bisik pangeran dapat melihat senyum manis Queen Angel. Tentu bisikkan tersebut dapat di dengarkan oleh Tiara Angel dan beberapa orang yang ada di sekitarnya.


"Yang mulia, apa yang ingin anda lakukan?" Tanya telepati Tiara Angel kepada Zepania. Dia mencurigai senyum yang di tampilkan oleh Zepania saat menjawab sang siluman.


Zepania mendengar dengan jelas. Dia juga tahu jika Tiara Angel sedang mengkhawatirkan dirinya.


"Aku akan memakai Busur Panah Suci Speed Pure. Hanya itu yang dapat menghancurkan dan melenyapkan siluman ini." Balas Zepania melalui telepati nya.


"Tapi yang mulia, kekuatan anda sudah terkuras cukup banyak. memakai Busur Panah Suci Speed Pure hanya akan menghabiskan banyak lagi kekuatan anda. Itu akan sangat berbahaya, yang mulia." Balas Tiara Angel kini benar-benar khawatir.


"Tidak ada cara lain Tiara Angel. Aku juga harus melihat ingatan siluman ini sebelum akhirnya dia hancur, untuk mengetahui di mana keberadaan teman temannya yang lain. Kita harus segera menyelesaikan dan menghilangkan virus yang sudah mereka sebarkan."


"Tapi yang mulia…!!"


"Jangan khawatir Tiara Angel, kau cukup lindungi semua orang di saat aku harus menghancurkan siluman ini."

__ADS_1


"Tapi yang mulia, anda tahu jika terkena darah siluman itu, akan berdampak buruk terhadap tubuh anda."


"Aku tahu Tiara Angel. Namun hanya ini yang bisa aku lakukan, mereka sangat berbahaya dan sudah sangat meresahkan jika tidak di musnahkan sampai ke akarnya."


Saat Tiara Angel ingin membalas, Zepania lebih cepat berucap.


"Kau cukup mendukung semua yang akan aku lakukan dan lindungi semua orang yang ada di luar segel ini." Ucapnya, tanpa bisa di bantah lagi oleh Tiara Angel yang langsung terdiam.


"Matiiiii kau wanita terkutuk…!" Ucap murka siluman Lizard Humans melayangkan kedua tangannya ke arah Zepania.


Zepania menghindari setiap serangan tangan siluman tersebut dengan peringan tubuhnya berpindah-pindah tempat.


Siluman itu pun menyemburkan cairan hijau dari mulutnya untuk melumpuhkan Zepania beberapa kali, tetapi dapat di hindari oleh Zepania. Sebuah cairan hijau beracun yang di miliki oleh siluman tersebut sebagai senjata mematikan untuk melumpuhkan setiap lawannya.


Terlihat dari asap dan melepuhnya lantai yang terkena cairan hijau beracun itu. Zepania cukup kewalahan di buat oleh serangan siluman Lizard Humans.


"Kau cukup lihai menghindari setiap seranganku. Apa kau bisa menghindari serangan ku selanjutnya?" Ucap siluman tersebut dengan nada meremehkan.


Siluman Lizard Humans terus menyerang, namun kini tingkat gerakan yang di gunakannya dua kali lipat lebih cepat. Walaupun ukuran tubuhnya besar, tetapi tidak menghalangi gerakkan cepatnya. Zepania benar-benar menggunakan banyak tenaganya hanya untuk menghindari setiap serangan sang siluman.


Nafas Zepania terengah-engah, beberapa kali ia harus menelan salivanya karena tenggorokannya yang terasa kering. Peluh terlihat sudah membasahi wajahnya, namun ia tidak bisa berhenti sampai di sana.


Bisa saja ia langsung memakai Busur Panah Suci Speed Pure, tetapi Zepania juga harus mengetahui kelemahan inti sarinya. Zepania ingin mendapatkan itu sebelum ia menghancurkan tubuh siluman Lizard Humans. Inti sari dari siluman tersebut dapat di gunakan untuk menyerap racun yang sudah di sebarkan pada beberapa sungai dan mata air di kerajaan Pericles.


Ingatan itu ia dapatkan saat matanya bertemu pandang dengan mata sang siluman. Ingatan dari siluman yang telah meracuni sungai dan mata air di kerajaan Pericles, dan sebuah ingatan dari seorang wanita yang memakai inti sari siluman Lizard Humans sebagai penawar atau penetral dari racun dan virus yang sudah tersebar. Hingga apa yang ia rencanakan untuk menghancurkan siluman itu dengan Busur Panah Suci Speed Pure, akhirnya ia tunda.


'Mengapa Queen Angel belum juga menggunakan Busur Panah Suci Speed purenya. ' Gumam Tiara Angel tahu apa yang menjadi rencana awal Zepania? namun tidak kunjung ia gunakan.


'Sial, di mana inti sarinya?' Gumam Zepania di sela-sela serangan siluman dan nafasnya yang terengah. Ia terus mencari inti sari siluman tersebut.


'Siapa wanita itu? Apakah ingatan itu benar?' Gumamnya kembali dalam hatinya.


Tentu gumaman yang di ucapkan oleh Zepania dapat di dengar oleh Tiara Angel. Zepania terlalu fokus terhadap serangan dan ingatan yang baru saja ia lihat dan dapatkan dari siluman tersebut, hingga melupakan sebuah kekuatan yang ia miliki. Kekuatan yang dapat di gunakan untuk mencari keberadaan inti sari sang siluman yang ingin ia dapatkan.


Ini lah pertarungan pertama Zepania melawan siluman yang berasal dari kerajaan kegelapan. Apakah mampu Zepania menyelesaikan pertarungannya tersebut? Di saat kekuatan dan tenaganya hampir mencapai pada batasannya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2