SANG QUEEN ANGEL.

SANG QUEEN ANGEL.
66. Perasaan Lily Angel Dan Si Volar Kecil.


__ADS_3

***Perguruan Naga Api***


Tidak mudah bagi Osiel untuk menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya? dia menginginkan bukti yang lebih akurat lagi dari Lily Angel yang sedang menyamar.


Sedangkan Lily Angel sangat yakin jika pria yang ada di hadapannya adalah jelmaan binatang sakral burung Phoenix Api. Namun dia masih tetap setia pada rahasia yang tidak ingin dia ungkapkan kepada siapapun?


"satu bukti lagi yang akan aku perlihatkan kepadamu, tuan." ucap Lily Angel dengan tatapan yang sedatar mungkin.


Osiel tidak menjawab perkataan Lily Angel, dia masih diam dengan tatapan dinginnya. Entah mengapa dia sangat sulit untuk membuka jati dirinya yang sebenarnya?


Lily Angel memejamkan matanya dan merapalkan sebuah mantra yang tidak terdengar. Lalu Lily Angel meraih Gulungan Magic Tube yang ada di atas meja. Mereka semua dapat melihat jika Lily Angel dapat menyentuh gulungan tersebut dengan mudah.


"bagaimana bisa?" tanya Osiel tidak percaya, sembari memajukan tubuhnya ingin melihat dengan jelas apa yang kini Lily Angel lakukan?


Osiel melihat intens wajah Lily Angel, yang juga melihat ke arahnya.


"maafkan saya nona, saya terpaksa menunjukkan jati diri saya padanya." ucap telepati Lily Angel kepada Zepania, telepati yang dapat di dengarkan oleh Tiara Angel yang juga sedang menyamar.


"silahkan lakukan apapun yang menurutmu baik Lily Angel." balas telepati Zepania mengizinkan.


"terima kasih nona."


Lily Angel menatap sejenak Osiel yang masih terlihat tidak percaya dengan apa yang dia lihat? Dirinya dengan mudah menyentuh gulungan yang telah di sakralkan oleh Osiel.


"aku harap, tuan akan bisa jujur setelah melihat apa yang akan aku lakukan sekarang?" ucap Lily Angel melihat serius ke arah Osiel.


Osiel mengerutkan keningnya menatap heran pada Lily Angel, dia masih tidak mengerti dengan apa yang sudah terjadi saat ini? Di dalam pikirannya hanya ada satu hal. Osiel berusaha merangkai semua yang terjadi hari ini.


Lily Angel dapat menyebutkan dengan benar ciri-ciri lukisan yang sudah lama Osiel sembunyikan. Lily Angel dapat menebak nama Gulungan Magic Tube dengan benar. Lily Angel memperlihatkan sebuah warna mata yang di miliki oleh seseorang yang ia kenal baik dahulu. dan terakhir Lily Angel dapat menyentuh gulungan yang tidak bisa di sentuh oleh siapapun di dunia ini?


Hanya satu nama yang kini ada di dalam hati dan pikiran Osiel saat ini.


"Lily Angel." panggil Osiel dengan tatapan teduhnya menatap Lily Angel yang ada di hadapannya.


Lily Angel yang saat ini ingin memperlihatkan sesuatu kepada Osiel menghentikan gerakannya. Panggil dari Osiel menghentikannya, tatapan teduh Osiel kini dapat di lihat oleh dirinya, Zepania dan juga Tiara Angel.


"kau Lily Angel." ucapnya kembali.


Kini giliran Lily Angel yang menatap heran. Mengapa tiba-tiba Osiel memanggil namanya terus menerus.


"kau Lily Angel, iya kan." ucap Osiel ingin memperjelas.

__ADS_1


"katakan padaku, jawab aku…kau Lily Angel, iya kan…?!?" ucapnya dengan keseriusan di raut wajahnya.


"siapa dirimu? jika tuan ingin jawaban yang benar dariku. Setidaknya kita juga harus seimbang dan adil." balas Lily Angel mulai mengerti. Jika Osiel telah mengetahui siapa dirinya?


"Volar…si Volar kecil." jawab Osiel dengan cepat.


Osiel ingin tahu apa pendapat Lily Angel saat mendengar nama tersebut? Nama kecil yang dia miliki dan di berikan langsung oleh wanita yang menjadi tuannya terdahulu. Tidak ada yang tahu akan nama itu, kecuali mereka yang dekat dengannya.


Zepania dan Tiara Angel nampak terkejut karena memang tahu nama panggilan yang di sebutkan oleh Osiel. Mereka menatap intens Osiel yang ada di hadapan mereka, apakah dia pria yang selama ini mereka cari dan curigai? sebagai jelmaan binatang sakral burung Phoenix Api.


Lily Angel tersenyum akan hal tersebut, Osiel dapat melihat senyum tulus yang di tunjukkan oleh Lily Angel. Osiel juga tersenyum begitu saja, senyum yang mampu membuat para kaum hawa akan tergila-gila padanya. Senyum yang menambah aura ketampanan wajahnya.


"kau terlalu lama mengulur waktu. Mengapa tidak kau tunjukkan wujud aslimu?" tanya Lily Angel tidak sabar melihat wujud yang selama ini dia rindukan.


"di dunia sekarang wujud asliku adalah yang ini, wujudku yang dulu hanya bisa aku tunjukkan di dalam ruangan khusus. Kau tahu tidak mudah untukku melakukannya, ada alasan yang membuatku tidak bisa melakukannya sendiri." ucap Osiel memberikan sebuah jawaban sekaligus pengertian kepada Lily Angel.


"mengapa seperti itu?" tanya Lily Angel tidak mengerti.


"begitu dia menghilang, wujud asliku yang dulu juga ikut tersegel. Aku memerlukan bantuannya untuk bisa kembali lagi kepada wujud asliku yang dulu." ucapnya, kini Lily Angel mengerti maksud dari Osiel.


"apakah benar kau adalah Lily Angel?" tanyanya ingin kejelasan dari Lily Angel.


Lily Angel melihat ke arah semua orang yang ada di belakang Osiel. Dia ingin memperlihatkan wujud aslinya, dia tidak ingin berbuat seperti itu di hadapan sembarang orang.


Lily Angel dapat mempercayai ucapan Osiel, dia menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan, sebelum akhirnya memutuskan sesuatu yang seharusnya tidak di ketahui oleh orang lain.


Lily Angel memejamkan matanya, kedua telapak tangannya di satukan di depan dada. Tubuh Lily Angel bercahaya sejenak, lalu memperlihatkan wujud asli Lily Angel pada semua orang. Mereka kini terkejut karena dapat melihat sosok Angel penjaga ruang dimensi Angel dari jarak dekat.


Seorang Angel yang terlihat cantik seperti dewi dengan kecantikan yang sempurna, mata berwarna hijau bening, hidung mancung kecil, mulut kecil berwarna pink cerah berbentuk hati, warna rambutnya yang putih berkilau dan panjang tergerai sampai menutupi semua punggungnya.


Osiel tersenyum senang dan bahagia melihat siapa yang kini ada di hadapannya? wanita cantik yang sudah lama dia tidak lihat, wanita cantik yang sangat dia rindukan selama ini. Lily Angel pun tersenyum ke arah Osiel.


Lain halnya dengan semua teman-teman Osiel dan wakil kepala perguruan Naga Api, mereka terkejut tidak percaya pada apa yang mereka lihat dengan mata mereka sendiri? Lily Angel, seorang Angel penjaga ruang dimensi Angel kini ada tepat di hadapan mereka.


Gumaman kecil mereka terdengar jelas, karena sangat terkejut melihat fenomena langka yang dapat mereka saksikan. Ini sebuah anugerah yang sangat penting bagi mereka.


Sedangkan Zepania dan juga Tiara Angel hanya bisa diam pada duduk mereka. Kedua wanita cantik yang sedang menyamar tersebut hanya akan menunggu dan mengikuti alur permainan dari Lily Angel.


Jika mereka di minta untuk menunjukkan juga wujud asli mereka, agar mendapatkan kembali kepercayaan dari jelmaan binatang sakral burung Phoenix Api, maka mereka akan melakukannya dengan senang hati.


"apa kabarmu Lily Angel." ungkap Osiel dengan sikapnya yang ramah, sembari tangannya terulur untuk menyentuh punggung tangan Lily Angel yang ada di atas meja.

__ADS_1


Tersirat jelas sebuah kerinduan pada sorot mata seorang Osiel Amarillo yang terkenal dingin, angkuh dan kejam. Kini mimik wajahnya saat ini berbanding terbalik dengan raut wajah pada hari hari biasanya.


"kabarku baik." balas Lily Angel penuh kerinduan dari sorot matanya.


Sebenarnya Lily Angel merindukan sosok raut wajah yang lama tersegel, seperti yang di ucapkan oleh Osiel Amarillo beberapa detik yang lalu. Namun perhatian dan sorot mata Osiel dengan wajah barunya masih sama seperti dahulu. Dialah jelmaan binatang sakral burung Phoenix Api, teman sekaligus pengikut setia Sang Queen Angel mereka. Si Volar kecil milik Sang Queen Angel.


"mengapa kau ada di sini dan menyamar?" tanya Osiel menatap serius Lily Angel.


Di dalam pikirannya saat ini, jika Lily Angel ada di sini tidak mungkin junjungan atau salah satu Angel tertinggi tidak ada di sini bersamanya, karena dia sangat tahu, Lily Angel tidak dapat keluar dari ruang dimensi dengan sendirinya, tanpa bantuan dari Tiara Angel atau Sang Queen Angel mereka.


Jadi Osiel yakin salah satu dari mereka pasti ada bersama dengan Lily Angel saat ini. Osiel menatap intens mata Lily Angel, dia ingin melihat kejujuran dari mata wanita cantik sang penjaga ruang dimensi Angel.


"Lily Angel, katakan padaku dengan jujur. Apakah kau bersamanya saat ini?" tanya serius Osiel kepada Lily Angel yang menatapnya dengan tatapan yang tiba-tiba datar.


Lily Angel tahu maksud dari Osiel, hatinya tiba-tiba merasa tidak nyaman begitu Osiel bertanya tentang seseorang yang mungkin sudah lama dia ingin lihat. Lily Angel tahu Osiel bertanya tentang Sang Queen Angel mereka.


'kau masih tetap lebih peduli padanya.' gumam Lily Angel di dalam hatinya, tentu saja Zepania dan Tiara Angel dapat mendengarnya dan juga dapat merasakan apa yang hati Lily Angel rasakan saat ini?


Zepania dan Tiara Angel sontak melihat ke arah Lily Angel yang ada di tengah-tengah mereka. Hati Lily Angel saat ini sedih dan ada rasa kecewa yang ia rasakan. Zepania menggenggam tangan kiri Lily Angel yang ada di pangkuan Lily Angel.


"maafkan saya nona. Saya tidak dapat menahan perasaan ini." ucap jujur Lily Angel pada telepatinya kepada Zepania dan Tiara Angel.


Lily Angel tahu jika perasaan dan apa yang tadi dia gumamkan di dalam hatinya? pasti di ketahui oleh kedua wanita yang kini sedang duduk mengapit dirinya.


"tidak apa-apa Lily Angel." balas Zepania melalui telepatinya. Dia mengerti dan tahu apa perasaan Lily Angel saat ini?


Sungguh seorang Osiel Amarillo tidak peka sama sekali. Dari dulu hingga sekarang Osiel tidak pernah tahu bagaimana perasaan Lily Angel kepadanya? Si Volar kecil dari dulu hanya akan mendahului Sang Queen Angel mereka.


Zepania tidak bisa melihat itu, melihat Lily Angel bersedih akan perasaannya yang tidak pernah di raih oleh pria yang sejak dulu dia cintai sepenuh hati. Iya Lily Angel sangat mencintai si Volar kecil. Pria yang sejak dulu telah bertahta di hati sang Angel penjaga ruang dimensi Angel.


Zepania harus melakukan sesuatu pada dua orang yang ada di hadapannya tersebut. Namun dirinya yang juga baru bertemu dengan Osiel, tidak tahu bagaimana pria itu? dan bagaimana cara mendekatinya?


Apakah bisa Zepania meraih kepercayaan dari jelmaan binatang sakral burung Phoenix Api tersebut? Apakah bisa Zepania meraih kembali pengikut setianya yang terkenal tidak mudah percaya pada orang lain? Ini akan menjadi tugasnya yang sangat sulit dan juga memakai perasaan hati.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2