SANG QUEEN ANGEL.

SANG QUEEN ANGEL.
42. Mencoba Menjadi Dekat.


__ADS_3

***Kerajaan Josh***


Atas permintaan dari sang ayah Duke Richard Louise, Zepania pindah untuk tinggal pada penginapan mewah yang saat ini Duke Richard Louise tempati untuk menginap dan tinggal sementara waktu, karena kamar untuk Zepania sudah di siapkan oleh sang ayah, dengan terpaksa Zepania setuju untuk tinggal di sana.


Dengan terpaksa Zepania tinggal pada penginapan mewah tersebut, Zepania tidak tahu bila kamarnya dan kamar sang pangeran Pericles berdampingan. Kini Zepania sedang istirahat di dalam kamar, sedangkan Tiara Angel yang menyamar menjadi Ivy pelayan pribadinya, juga sedang istirahat di kamar lantai bawah yang lebih sederhana.


Mereka berdua berencana setelah istirahat sejenak, mereka akan kembali lagi ke penginapan sebelumnya untuk mengambil semua barang bawaan mereka. Untung saja jaraknya tidak terlalu jauh, Zepania keluar juga ingin mencari sebuah gaun yang bisa di gunakan oleh Tiara Angel, yang akan ikut pergi mendampinginya ke dalam istana Josh.


Sedangkan gaun yang akan Zepania gunakan, sudah di siapkan oleh sang ibu sambung, yaitu selir kedua Duke Richard Louise. Jadi Zepania tidak perlu repot-repot untuk membeli dan mencari gaun yang akan dia gunakan, pada acara kerajaan di dalam istana Josh.


Zepania yang merasa tidak bisa tidur sejenak, diapun pergi ke balkon kamar untuk duduk dan menikmati pemandangan alam yang kebetulan memang sangat indah. Penginapan mewah tersebut kebetulan berada dekat dengan kaki pegunungan dan hutan yang yang memiliki pemandangan tebing-tebing yang sangat indah.


Pemandang alam yang seperti surga bagi Zepania, karena belum pernah melihat pemandangan alam yang seindah itu. Zepania berdiri dengan berpegangan pada pagar pembatas yang terbuat dari kayu. Zepania benar-benar menikmati pemandangan alam yang indah di hadapannya.


Tanpa Zepania sadari, tatapan tajam seseorang melihat padanya. Zepania yang memang sangat pekapun dapat merasakan sebuah tatapan yang membuat sebagian tubuhnya merinding tidak nyaman. Entah apa yang orang itu pikirkan? Zepania yang menutupi semua kekuatan dalam tubuhnya, tidak dapat membaca pikiran seseorang dengan The Mind Control Of Magic ( magic pengendali pikiran.) yang dia miliki.


Tiara Angel yang kini tidak bersamanya, sehingga tidak dapat membantu dirinya untuk membaca pikiran seseorang, jadi Zepania hanya bisa diam, sampai orang tersebut bertindak terlebih dahulu. Zepania lebih memilih menikmati pemandangan alam indah yang ada di hadapannya, dari pada harus mengurusi orang yang memandangnya tidak jelas.


Sedangkan seseorang yang sedang di rundung oleh rasa penasaran yang sangat tinggi, akhirnya mengalah untuk berbicara lebih dulu.


"apa kabar putri Zepania Louise?" tegur sapa seorang pria yang ada pada balkon samping kamarnya, seseorang yang dapat Zepania rasakan kehadirannya sejak tadi.


Perlahan Zepania melihat ke arah seorang pria yang memanggil namanya.


"kabar baik pangeran." balas Zepania kini tahu siapa yang sedang menatapnya sejak tadi?


Zepania hanya memasang wajah datarnya, melihat ke arah pangeran Pericles yang menyapanya terlebih dahulu.


"anda menginap juga di penginapan ini putri?" tanya pangeran Pericles yang kini merubah posisi berdirinya.


Pangeran Pericles berdiri anggun dengan posisi bersandar pada pagar pembatas kayu, kedua tangannya di masukkan ke dalam saku celana yang dia pakai. Terlihat santai, anggun dan berkharisma.


"iya, hamba menginap di sini bersama keluarga, dan tolong jangan panggil hamba dengan sebutan putri lagi, karena hamba bukan lagi seorang putri kerajaan mana pun." ucap Zepania sedikit risih akan panggilan putri padanya.


"baiklah…nona Zepania."


Zepania cukup malas saat ini untuk berbicara panjang lebar pada siapapun? dia lebih memilih langsung diam, dan tidak melanjutkan pembicaraan mereka, karena Zepania tidak tahu bagaimana harus menyambung pembicaraan mereka?


"ternyata anda masih mengingat saya, nona !!" ucap pangeran, karena dia pikir kalau Zepania sudah lupa padanya, sehingga saat bertemu di lantai bawah depan penginapan, Zepania hanya berlalu begitu saja tanpa menyapa dirinya.


"tentu saja hamba masih mengingat anda pangeran?" balas Zepania sembari melihat pangeran sekilas.


Walaupun sekilas, Zepania dapat melihat bahwa pangeran melihatnya intens. Zepania mencoba untuk bersikap biasa dan tenang.


"kalau memang anda masih mengingat saya, kenapa tadi di lantai bawah anda tidak menegur sapa saya?" tanya pangeran yang penasaran akan sikap cuek Zepania padanya.


"hamba hanya takut salah orang pangeran."


"apa hanya itu alasan anda nona?" tanya pangeran belum percaya akan ucapan Zepania, dia masih melihat intens Zepania.


Entah mengapa dari lubuk hati yang paling dalam? pangeran merasakan ada sebuah tarikan yang sangat kuat, seakan memaksa dirinya untuk lebih dekat pada Zepania.

__ADS_1


"lalu apa hamba memiliki alasan lainnya lagi pangeran?" jawab Zepania yang kali ini balas melihat sang pangeran dengan wajah datarnya.


Pangeran melihat intens wajah dan mata Zepania, dia ingin mencari sesuatu yang membuat hatinya tertarik kuat, tetapi tidak ada sama sekali. Wajah Zepania memang sangat cantik di mata pangeran, tetapi bukan kecantikan yang pangeran cari, pangeran ingin sisi yang lebih kuat yang dia dapat lihat dari seorang Zepania.


Tetapi tetap tidak ada sesuatu yang istimewa yang menarik perhatiannya, Zepania sama dengan gadis dan wanita cantik lainnya yang pernah dia lihat dan kenal. Tidak ada keistimewaan yang matanya tangkap dari seorang Zepania.


"apa ada yang salah dari wajah hamba pangeran?" tanya Zepania yang tidak suka melihat tatapan mata pangeran, yang seakan menyelidiki dirinya.


Pangeran tidak langsung menjawab, perlahan dia menghela nafasnya.


"tidak ada, saya hanya ingin memastikan sesuatu" jawabnya sembari menggelengkan kepalanya, tetapi tatapan matanya seakan masih menyelidiki dirinya.


"memastikan sesuatu, apa itu pangeran?" tanya Zepania tidak mengerti, dengan mengerutkan alisnya bingung.


"anda tidak perlu tahu, nona Zepania." jawabnya masih melihat intens wajah Zepania.


Zepania yang di buat heran, hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak mengerti akan maksud dari sang pangeran.


"kalau begitu, mohon maaf pangeran. Hamba undur diri dulu karena ingin beristirahat sejenak." ungkap Zepania mulai tambah malas meladeni pangeran tersebut.


"tunggu sebentar!" cegah pangeran sembari mengeluarkan kedua tangannya dari dalam saku celananya.


"ada apa pangeran?"


"apa kita tidak bisa mengobrol lebih lama lagi?" tanya pangeran dengan tatapan yang berbeda kali ini, lebih lembut dan bersahabat.


"maaf pangeran, hamba takut tidak sopan pada anda bila menahan anda lebih lama lagi." ucap Zepania mencari alasan agar pangeran mengerti.


'mengapa aku berbicara seperti itu? mengapa hatiku tidak rela gadis ini pergi?' gumam pangeran dalam hatinya menatap lembut Zepania.


"tapi bukankah anda bersama dua pria teman anda, pangeran…?"


"mereka saat ini sedang keluar, karena mereka sedang mencari sesuatu.


Zepania terdiam dan hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti, Entah mengapa? hati Zepania merasa kalau pangeran yang ada di sampingnya ini, adalah orang yang penting dan sangat kuat. Tetapi kekuatan dalam dirinya dia tutupi dan tidak bisa di rasakan.


"mengapa anda hanya diam saja nona?"


"maaf pangeran, hamba tidak ingin terlalu banyak bertanya."


"apakah anda lupa kita ini sudah menjadi teman."


"iya, saya masih ingat itu."


"jadi…apakah tidak bisa kita berbicara selayaknya seorang teman yang lama tidak bertemu !!"


Zepania terdiam dan berpikir dalam hatinya.


'apakah pangeran ini ingin lebih dekat dengan ku? apakah dia tidak salah? seorang pangeran mau berteman dengan nona dari keluarga bangsawan.' gumam Zepania di dalam hatinya.


"ada apa nona Zepania? kenapa malah diam? apakah anda tidak bisa menganggap saya teman biasa?" tanya pangeran yang melihat Zepania hanya diam saja.

__ADS_1


"tidak, bukan begitu pangeran, maaf hamba hanya tidak tahu bagaimana cara berbicara pada anda, karena anda adalah seorang pangeran dari kerajaan Pericles. Hamba takut salah bicara." kilah Zepania.


"mengapa begitu? seorang teman tidak perlu takut untuk mengatakan apapun? karena saya tahu kalau anda, sangatlah pandai membaca situasi dan pandai bergaul. Jadi mengapa dengan saya anda menjadi kaku?"


"maaf pangeran bila hamba mengecewakan anda."


"tidak, jangan terus mengatakan kata maaf, karena anda tidak ada salah apapun padaku."


"tapi pangeran.…"


"ayo kita mulai akrab, ayo kita mulai dengan merubah aturan bicara kita."


"maksud anda?" tanya Zepania tidak mengerti.


"maksud ku, mari kita pakai panggilan, aku dan kamu. Agar lebih akrab." ucap pangeran dengan senyum yang menawan, menambah tampan wajahnya.


"tapi pangeran, itu tidaklah sopan bila di dengar oleh orang lain, saya adalah anak bangsawan sedangkan anda adalah pangeran kerajaan. Kita sangat jauh berbeda."


"apakah perbedaan kasta sangat penting bagimu, dari pada pertemanan kita?" ucap kecewa pangeran yang terlihat jelas pada wajahnya.


Zepania tahu pangeran sedang kecewa padanya, Zepania juga tidak mengerti apa maksud dari pertemanan yang di ajukan oleh pangeran Pericles tersebut. Apakah dia ada maksud tertentu?


Zepania akan mengikuti alurnya saja dengan sewajar mungkin. Zepania menghela nafasnya sebelum menjawab.


"begini saja pangeran, kalau kita berada di luar kawasan istana, hamba akan setuju untuk memakai panggilan aku dan kamu, tapi kalau kita berada di dalam kawasan istana kerajaan, hamba akan tetap menggunakan panggil sopan yang selayaknya. Bagaimana pangeran apa bisa seperti itu?" tanya Zepania ingin lebih aman.


"baiklah, yang penting kita sama-sama nyaman, pertemanan harus di lakukan senyaman mungkin tanpa paksaan sama sekali."


"terima kasih anda mau mengerti."


"mulailah dari sekarang, karena kita ada di luar kawasan istana kerajaan." ucap pangeran dengan senyum yang menambah pesona ketampanannya.


"baiklah…" setuju Zepania, karena dia tidak ada pilihan lain lagi.


Mereka saling melempar senyumannya, dan terdiam sejenak sampai sang pangeran yang berkata terlebih dahulu.


"apakah kamu datang ke kerajaan ini untuk acara pengangkatan kaisar kerajaan Josh yang baru?" tanya pangeran dengan wajahnya yang tenang dan senyum tipis melihat ke arah Zepania.


"iya, karena ibu kandungku adalah putri dari kaisar Josh ke 4, jadi bagaimana juga kami masihlah memiliki hubungan keluarga dengan keluarga kerajaan Josh." jawab Zepania menjelaskan, dia berusaha bersikap setenang mungkin.


"aku juga datang untuk acara tersebut, karena kaisar kerajaan Pericles tidak dapat hadir." jawab pangeran dengan lebih bersikap santai.


Zepania memang mendengar kalau kaisar dari kerajaan Pericles tidak pernah muncul sama sekali, bahkan banyak yang berpikir dan curiga bila sang kaisar telah tiada karena pertempurannya dengan kaisar kerajaan Kegelapan. Sehingga sejak saat itu kaisar Pericles tidak pernah muncul lagi ke muka umum seperti kaisar kerajaan lainnya.


Entahlah apa kabar tersebut benar atau tidak? tidak ada yang tahu jelas, kecuali orang-orang yang berasal dari kerajaan Pericles atau sering disebut kerajaan Guan.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2