SANG QUEEN ANGEL.

SANG QUEEN ANGEL.
31. Penolakan Dan Tekad Zepania.


__ADS_3

***Kerajaan Froska***


…Kediaman keluarga Louise…


"kau lihat bukan…!! apa yang Zepania lakukan pada putri ku…!!" ucap selir pertama Richard Louise.


Selir pertama murka melihat kondisi sang putri, Katlyn Louise yang penuh luka sayatan pada tubuhnya, terlihat mengerikan. Hampir setiap bagian tubuh Katlyn penuh akan sayatan pedang dari Zepania, bahkan sang tabib yang mengobatinya miris melihat kondisi Katlyn, yang penuh akan luka sayatan.


Richard Louise hanya diam mendengarkan semua ocehan sang selir, dia hanya melihat kondisi Katlyn yang sedang di obati oleh seorang tabib. Richard tidak tahu harus menjawab sang selir dengan jawaban apa? karena benar semua sayatan tersebut di lakukan oleh Zepania, putri pertamanya dari istri pertama atau istri sahnya.


"kenapa kau diam saja…lakukan sesuatu…!! apa kau mau putrimu buruk rupa karena semua luka sayatan itu?" murka sang selir.


"apa yang harus aku lakukan, kita akan berikan Katlyn pengobatan yang terbaik." itu jawaban yang bisa Richard berikan pada sang selir.


"kau harus memberikan Zepania pelajaran, setidaknya biar dia bisa menghargai saudarinya." ucap sang selir ingin memprovokasi Richard Louise.


Richard Louise hanya diam melihat sang selir, dia tidak tahu harus memberikan pelajaran apa pada Zepania? sebenarnya Richard tidak pernah sekalipun membenci Zepania. Richard memperlakukan semua putra dan putrinya sama, tetapi entah mengapa? dia selalu di buat marah oleh ulah Zepania.


Sebenarnya semua kebencian Richard terhadap Zepania adalah ulah dari sang selir, ibunda dari Katlyn. Sang selir tidak menyukai Zepania dari kecil, karena ibu dari Zepania telah merebut Richard dari dirinya.


Sang selir bertambah benci melihat kecantikan Zepania, yang di wariskan oleh sang ibu. Putri kedua kerajaan Josh, putri Adreana Alcander. Dia bertambah benci pada Zepania, saat Zepania mendapatkan posisi putri mahkota, sang selir iri dan cemburu, karena yang dia inginkan posisi putri mahkota untuk sang putri Katlyn Louise. Dia merasa Katlyn lah yang lebih pantas mendampingi putra mahkota.


"mengapa kau hanya diam saja…kau memang tidak pernah bersikap adil pada Katlyn, kau selalu lebih menyayangi Zepania. Karena dia adalah putri dari Adreana istri sahmu…?" ucap sang selir dengan mimik wajahnya yang pura-pura bersedih.


Sang selir ingin memprovokasi Richard Louise, agar membenci Zepania saat ini.


"sudah cukup…Zepania akan mendapatkan pelajaran dariku…dan kau urusi saja Katlyn." ucap Richard tiba-tiba bangkit dari duduknya.


Selir pertama sangat tahu, kalau Richard tidak suka nama mediang Adreana di sebut, karena Richard sampai saat ini tidak bisa melupakan Adreana sedikit pun. Cintanya pada Adreana sangat besar, sehingga saat ada yang menyebut namanya, Richard akan mengingat dan merindukan Adreana Alcander.


"aku harap kau bisa bersikap adil pada semua putra dan putri mu, tuan Richard Louise." balas sang selir menatap tajam Richard Louise.


Richard hanya menatap selir pertama dan Katlyn yang berada di atas ranjang secara bergantian. Lalu dia pergi meninggalkan mereka berdua, entah apa yang akan Richard Louise lakukan pada Zepania? hanya dia yang tahu.


Yang pasti selir pertama dan Katlyn tidak akan pernah melepaskan Zepania, mereka akan membalas dua kali lipat perbuatan Zepania saat ini. Zepania harus membayar mahal atas malu yang Katlyn dapatkan.


......................


…Balai Pengobatan Froska…


Zepania dan Helios masih berada di dalam salah satu ruangan yang ada di balai pengobatan Froska, mereka masih duduk di meja yang sama, dan masih saling memandang.


Helios berniat ingin mengikat Zepania dengan suatu hubungan yang pasti, sebelum Zepania pergi meninggalkan kerajaan Froska untuk belajar ilmu pengobatan, di perguruan Suci Putih di gunung Suci.


Dalam hati Helios, merasakan kalau kepergian Zepania akan membuatnya kehilangan, Helios tidak ingin itu terjadi. Helios sudah sangat mencintai Zepania dan tidak ingin kehilangan dirinya, Helios akan mendapatkan hati Zepania dengan cara apapun?

__ADS_1


"aku akan memberikanmu kebebasan yang kau inginkan, aku hanya ingin kita masih bisa melanjutkan hubungan pertunangan ini." ucap Helios menatap Zepania dengan genggaman tangannya yang lembut pada tangan Zepania.


"pertunangan kita sudah sah di batalkan yang mulia, jadi kita tidak ada hubungan apapun saat ini." balas Zepania dengan tatapan datarnya, dan menarik tangannya yang ada di genggaman Helios.


"tanpa anda berikan kebebasan yang hamba inginkan, hamba akan mendapatkannya sendiri." ucap Zepania kembali memperjelas.


"apa kau benar-benar ingin membalasku Zepania?"


"terserah apa yang ingin yang mulia katakan, yang pasti hamba akan melakukan apa yang ingin hamba lakukan saat ini, dan hamba tidak suka ada yang mengatur hidup hamba, karena hidup hamba adalah milik hamba sendiri." ucap Zepania memperjelas, agar Helios bisa mengerti ketidak sukaan Zepania padanya.


Zepania juga ingin menguji Helios, sampai mana rasa cinta dan sukanya pada Zepania, di saat perasaan cinta Helios di tolak olehnya.


"ini benar-benar hukuman untuk ku, di saat aku sudah merasakan cinta padamu, di saat itu kau menolak cinta ku. Apa ini yang dulu kau rasakan?" tanya Helios menatap intens Zepania.


"mungkin…dan apa yang mulia rasakan sekarang? tidak sebanding dengan apa yang hamba rasakan dulu…dan hukuman berat yang anda berikan pada hamba, adalah awal terbukanya mata hamba, terima kasih yang mulia." ucap Zepania sedikit menekan setiap kata-katanya, ingin menyindir sang putra mahkota.


Helios melihat Zepania dengan tatapan nanarnya, semua ingatan tentang perlakuan buruk serta kasar Helios pada Zepania, terniang di pikirannya saat ini. Tidak ada sekalipun sikap baik yang Helios tunjukkan dulu, Helios selalu melihat Zepania dengan penuh rasa kebencian dan muak dalam dirinya.


"apa rasa cintamu dulu telah hilang begitu saja…?"


"iya yang mulia, hilang di saat anda kurung dan siksa hamba hingga hampir mati." ucap Zepania dengan mengepalkan tangannya kuat menahan amarahnya.


'zepania bukan hampir mati, tapi dia sudah mati karena siksaan darimu, dan kau harus membayarnya bersama dengan orang-orang yang telah membuat Zepania menderita.' gumam Zepania dalam hatinya seraya menahan kuat amarah dalam hatinya.


Helios tidak bisa menjawab apapun? Helios masih mengingat apa yang telah dia lakukan dulu pada Zepania?


"carilah pasangan hidup yang memang pantas mendampingi anda yang mulia." balas Zepania lagi.


Zepania sangat tahu apa yang ada di dalam pikiran Helios saat ini. Karena dia masih dapat membaca apa yang Helios ingat dan pikirkan? Zepania merasa penolakkan ini hanya secuil balasan darinya.


"maaf… hamba harus melihat keadaan Brisia, hamba mohon diri yang mulia." ungkap Zepania berdiri dari duduknya, ia membungkukkan sedikit badannya untuk memberi hormat.


Tanpa menunggu jawaban dari Helios, Zepania bergegas keluar dari ruangan tersebut. Zepania sudah tidak tahan berlama-lama bersama Helios, yang mengingatkannya akan kematian Zepania Louise. Zepania takut lepas kendali, Zepania takut kalau dia tidak bisa menahan rasa balas dendam dalam hatinya pada Helios.


......................


Zepania berjalan di lorong menuju ke kamar perawatan Brisia, tetapi dari kejauhan dia melihat seorang pria yang sangat dia kenal. Zepania heran melihat keberadaan pangeran Pericles, di balai pengobatan Froska ini.


Dari kejauhan tatapan mata mereka pun bertemu, dengan begitu Zepania tidak bisa menghindar dari pangeran tersebut. Dengan anggun Zepania melangkah mendekati sang pangeran yang dari jauh melihatnya.


"apa yang anda lakukan di sini pangeran?" tanya Zepania ingin tahu.


"aku hanya penasaran dengan balai pengobatan Froska ini, balai pengobatan permintaan dari sang Queen Angel, untuk menghormatinya yang sudah lahir kembali di dunia ini." balas sang pangeran melihat datar Zepania.


Sang pangeran sudah tidak memiliki rasa penasaran lagi terhadap Zepania. Dalam hatinya, sang pangeran menganggap Zepania sama dengan wanita-wanita di luaran sana, yang hanya ingin mendekatinya dan menarik perhatiannya dengan berbagai cara.

__ADS_1


"kalau begitu selamat menikmati hari anda Pangeran, hamba mohon diri." balas Zepania cepat dengan menundukkan kepalanya tanda hormat pada sang pangeran.


Zepania berlalu dengan cepat, tanpa mendengar jawaban dari sang pangeran. Sedangkan pangeran Pericles melihat datar atas sikap dingin Zepania terhadapnya, dia tersenyum mengejek ke arah Zepania yang melangkah pergi begitu saja meninggalkannya.


"apa ini trik barunya? untuk apa juga aku mengikutinya sampai ke sini." ucap sang pangeran meruntuki dirinya.


Dua pengawal nya dapat mendengar apa yang di ucapkan oleh sang pangeran? mereka juga heran akan sikap sang pangeran yang menurut mereka aneh !! dan tidak pada biasanya. Karena setahu mereka, sang pangeran tidak pernah sekalipun tertarik akan seorang wanita, dan kali ini mereka heran melihat sang pangeran yang membuntuti putri mahkota Froska, yang sebentar lagi akan di lengserkan.


"ayo kita kembali…aku hanya membuang waktu ku saja di sini." ucap sang pangeran memberi perintah pada kedua pengawalnya.


Mereka pun berlalu meninggalkan balai pengobatan Froska tersebut, tanpa mereka sadari putra mahkota Helios Bacilio melihat, Zepania dan sang pangeran berbincang walau hanya sebentar.


......................


Zepania berdiri di samping ranjang Brisia, wajah pucat Brisia nampak ada perubahan, Brisia terlihat lebih sehat dari sebelumnya.


Zepania memperkirakan kalau Brisia akan sadar sebentar lagi, dan apa yang Zepania perkirakan benar. Brisia melenguh sadar dan menggerakkan jari-jarinya.


"Brisia…apa kau dapat mendengarku?" tanya Zepania sembari menyentuh telapak tangan Brisia.


Brisia yang sadar dan mendengar suara seseorang memanggil namanya, perlahan membuka matanya. Brisia berusaha menyesuaikan cahaya pada matanya, perlahan dan pasti Brisia dapat melihat Zepania yang terlihat cemas menatapnya.


"putri mahkota…Zepania Louise…!?!" tanya sekaligus sapa Brisia.


"iya ini aku…apa yang kau rasakan…?" tanya cemas Zepania, seraya meremas tangan Brisia, agar dia dapat merasa genggaman tangan Zepania.


"maafkan hamba putri…hamba telah menyulitkan anda…!"


"tidak Brisia…kau tidak menyulitkan ku sama sekali, kau lupa kalau sekarang aku adalah kakak mu." ucap Zepania lembut dengan tatapan yang penuh kasih sayang.


"terima kasih putri…hamba bersyukur bisa bertemu dengan anda…"


"istirahat lah…kau baru siuman dan jangan bergerak terlalu keras, karena luka pada perut mu masih basah, aku akan menjagamu di sini." ucap Zepania penuh perhatian yang membuat hati Brisia menghangat, Brisia merasa memiliki keluarga saat ini berkat perhatian dari Zepania.


Zepania mengelus lembut pucuk kepala Brisia, dengan kasih sayang Zepania membelai lembut kepala Brisia, memberikan rasa nyaman padanya, hingga Brisia kembali tertidur.


Dengan senyum yang mengembang di bibirnya, Zepania menatap wajah gadis cantik yang kini tidak memiliki satupun keluarga, dan Zepania bertekad untuk selalu menjaga dan membimbing Brisia Kairos, menjadi gadis yang kuat dan tangguh.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2