SANG QUEEN ANGEL.

SANG QUEEN ANGEL.
21. Cara Penyembuhan Zepania.


__ADS_3

***Balai Pengobatan Froska***


Orchid Angel dan Beauty Angel segera menyambut Tiara Angel yang datang bersama Zepania yang tengah menyamar.


"Selamat datang Tiara Angel." Sambut Orchid Angel dan Beauty Angel secara bersamaan.


"Apa bisa kami bertemu dengan kepala tabib di balai pengobatan Froska ini? Aku datang bersama tabib wanita dari perguruan Suci Putih, atas perintah Queen Angel." Balas Tiara Angel yang masih berdiri di depan balai pengobatan Froska.


"Silahkan tentu saja, dia masih bersama putra mahkota yang baru saja datang." Ungkap Orchid Angel membuat Zepania yang sedang menyamar bergumam dalam hatinya.


"Tiara Angel, tanyakan pada Orchid Angel sedang apa putra mahkota datang ke sini, apa dia tahu kita akan datang?" Gumam Zepania kepada Tiara Angel berbicara melalui ruang pikirannya.


"Baik nona." Balas Tiara Angel mengerti dari ruang pikirannya.


"Sedang apa putra mahkota datang kesini? Apa kalian memberitahukan kedatanganku padanya?" Tanya Tiara Angel melihat pada Orchid Angel dan Beauty Angel secara bergantian.


"Tidak. Kami tidak memberitahukannya, putra mahkota datang karena mendapatkan kabar jika ada pasien yang tidak dapat di sembuhkan dan dia ingin melihatnya." Balas Orchid Angel yang membuat Tiara Angel saling memandang dengan Zepania yang ada di sampingnya.


"Di mana dia sekarang?"


"Dia bersama kepala tabib untuk melihat kondisi pasien."


"Baik antarkan kami melihat mereka." Balas Tiara Angel yang di jawab anggukkan dari Orchid Angel.


Mereka pun masuk ke dalam balai pengobatan Froska dengan tatapan mata semua melihat ke arah mereka. Tiara Angel yang menjadi pusat perhatian mereka, wanita cantik sempurna yang berasal dari dunia para Angel. Sedangkan Zepania yang sedang menyamar, hanya menjadi tabib wanita sederhana dengan penampilan seperti tabib biksu yang memakai pakaian serba putih dan rambut yang di Cepol tinggi rapi di kepalanya. Kain putih berlambang bulan sabit emas mengikat rambut cepolnya, yang menandakan dirinya berasal dari perguruan Suci Putih dari gunung Suci daerah selatan kerajaan Froska.


Mereka terus melangkah masuk ke tempat pasien yang di maksudkan, terlihat putra mahkota terus mencoba berbicara pada pasien yang setengah sadar dengan sesekali bertanya pada kepala tabib yang ada di sampingnya. Mereka belum sadar dengan kedatangan Tiara Angel dan Zepania.


Zepania melihat dari jauh kondisi memprihatinkan pasien yang hanya bisa tidur, tampak wajahnya memucat dengan terus mengeluarkan keringat dari dahinya. Zepania yang sudah tidak tahan ingin memeriksa pasien dengan segera memerintahkan Tiara Angel untuk masuk terlebih dahulu.


Putra mahkota dan kepala tabib terkejut akan kedatangan Tiara Angel ke dalam ruangan tersebut, dengan cepat putra mahkota menyambut Tiara Angel yang baru saja datang.


"Salam hamba Tiara Angel." Sapa putra mahkota sembari membungkukkan sedikit tubuhnya memberikan hormatnya.


"Bagaimana kondisi pasien?" Tanya Tiara Angel pada inti kedatangannya ke sana seraya melihat putra mahkota dan kepala tabib secara bergantian.


"Kondisinya parah dan hamba tidak bisa mengobatinya." Kali ini kepala tabib yang menjawab.


Zepania yang memang sudah penasaran dengan sakit pasien, dengan segera mendekati pasien tanpa di perintahkan oleh siapapun. Membuat putra mahkota dan kepala tabib baru menyadari kehadiran Zepania yang menyamar menjadi tabib wanita.

__ADS_1


Saat kepala tabib akan protes dengan kelancangan Zepania yang langsung memeriksa kondisi pasien, di cegah oleh Tiara Angel.


"Biarkan…dia tabib dari perguruan Suci Putih yang di utus langsung oleh Queen Angel, untuk datang kesini memeriksa kondisi pasien tersebut." Ucap Tiara Angel mencegah kepala tabib yang ingin menegur kelancangan Zepania.


"Baiklah." Balas kepala tabib yang langsung diam dan hanya berdiri melihat Zepania memeriksa pasien.


"Sudah berapa hari dia di sini dan suhu tubuhnya panas?" Tanya Zepania setelah selesai memeriksa keadaan denyut nadi dan mata pasien, ada yang di curigai oleh Zepania.


"Dia sudah tiga hari di sini, dan panas tubuhnya sudah empat hari sebelum di bawa ke sini." Balas kepala tabib.


"Apa dia mengeluh sakit perut bagian kanan bawahnya?" Tanya Zepania melihat ke arah kepala tabib.


"Iya itu kata keluarganya."


"Apa di bagian ini?" Tanya Zepania sembari menekan perut bagian kanan bawah pasien dengan perlahan, dan terlihat jelas pasien meringis seketika karena merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya yang di tekan oleh Zepania.


"Iya, bagaimana anda tahu?" Tanya kepala tabib heran karena Zepania cepat tahu letak sakitnya, tanpa ada yang memberitahukannya terlebih dahulu padanya.


"Aku tabib, pasti tahu gejalanya." Jawab Zepania dengan mimik wajah datar dan dinginnya melihat pada kepala tabib.


"Obat atau ramuan apa yang sudah kalian berikan?"


"Tiara Angel cepat perintahkan Lily Angel untuk mengambil obat dan ramuan yang ada di dalam kotak kayu di dalam perpustakaan rumah putih, sekalian dengan peralatan yang aku buat." Ungkap Zepania melalui telepati ruang pikirannya dengan Tiara Angel.


"Baik nona." Balasnya yang langsung melaksanakan apa perintah Zepania kepadanya.


Beberapa menit kemudian muncul dua buah kotak kayu yang ada di kedua lengan Tiara Angel, semua orang di sana tidak terlalu terkejut karena sudah tahu kalau itu adalah kekuatan magic dan sihir para Angel inti.


"Ini yang anda perlukan tabib." Ungkap Tiara Angel melihat dan menyerahkan kedua kotak tersebut pada Zepania.


Zepania langsung mengambil kotak tersebut dan meletakkannya di atas ranjang di samping pasien yang setengah sadar menahan rasa sakit, Zepania curiga kalau dia terkena peradangan pada usus buntunya yang sudah membengkak, dan Zepania berniat untuk mengoperasinya dan memotong usus buntu pasien agar tidak pecah di dalam perut.


"Kepala tabib, apakah anda bisa membantuku untuk membelah perut pasien?" Ungkap Zepania yang membuat semua orang terkejut akan perkataan Zepania yang ingin membedah perut pasien untuk cara pengobatannya.


"Apa tidak salah tabib, bagaimana perut pasien bisa sembuh dengan membelah perutnya?" Ungkap kepala tabib tidak percaya.


"Ini cara pengobatannya, karena usus buntunya sudah meradang, akan bahaya kalau tidak di singkirkan dengan cepat." Balas Zepania memberitahukan kepada kepala tabib.


"Tapi tabib kami tidak bisa melakukan itu, apa yang akan di pakai?"

__ADS_1


"Aku sudah memiliki alatnya, anugerah dari Queen Angel, dan ini perintah dari Queen Angel." Ungkap Zepania agar kepala tabib tidak banyak bertanya dan membantahnya.


Kepala tabib hanya diam tidak menjawab apapun, karena dia kalah akan nama Queen Angel yang di sebutkan.


Dengan cepat apapun perintah Zepania yang sedang menyamar di ikuti oleh kepala tabib dan dua tabib lagi untuk membantunya. Putra mahkota dan para Angel pun keluar agar tidak menggangu sang tabib yang akan bekerja.


Zepania mengeluarkan dua botol guci kecil dari dalam kotak, obat bius dan obat anti biotik yang dia buat di dalam ruang dimensi dengan tumbuhan alami yang dia dapat dari hutan ruang dimensinya. Itu sudah di tes dan sangat ampuh sehingga Zepania yakin obatnya akan bekerja dengan baik pada pasien.


Zepania meminumkan kedua obat dalam botol guci tersebut pada mulut pasien dan memberikan sedikit energinya agar obatnya dengan cepat tertelan oleh pasien yang setengah sadar. Zepania menunggu sebentar reaksi obatnya, setelah pasiennya tidak sadar karena pengaruh obat, Zepania membuka kotak peralatannya yang dia ciptakan dari sihir magic perubahan wujud. Zepania mengubah beberapa Belati dan sumpit besi menyerupai alat alat medis modern yang biasa dia pakai untuk mengoperasi pasien.


Zepania memerintahkan kepala tabib untuk membantunya memegang kain putih bersih, untuk mengelap darah yang akan keluar saat proses pembedahan perut pasien, tabib yang satunya di perintahkan memberikan Air Suci Angel setetes demi setetes untuk penambah cairan tubuh pada pasien, Air tersebut sangat ampuh untuk proses penyembuhan penyakit apapun, dan tabib yang lainnya di perintahkan untuk memegang alat yang akan di gunakan Zepania di sampingnya.


Mereka mulai pembedahan yang di lakukan oleh Zepania pada perut pasien, semua tabib terlihat terkejut dan ngeri melihat seorang tabib membelah perut pasien dengan lihai dan terlihat sangat terlatih. Kepala tabib dan tabib yang lainnya tidak banyak komentar, mereka hanya bisa melihat dan mengikuti perintah tabib wanita tersebut, mereka hanya berpikir apapun yang terjadi pada pasien, tabib wanita tersebut yang akan bertanggung jawab pada kondisi pasiennya.


Zepania terpaksa membelah perut pasien sedikit lebih lebar karena dia tidak memiliki alat untuk melihat kedalam perut, dengan ketelitian dan sabar Zepania membuka perut pasien sampai terlihatlah usus buntu yang sudah membengkak dan hampir pecah. Dengan hati-hati dia menjepit usus yang tidak meradang untuk memotong usus yang meradang, saat Zepania sudah berhasil memotong usus buntunya yang bermasalah, Zepania melihat ke arah wajah pasien sejenak.


Zepania kembali menjahit usus yang sudah di potong dengan benang daging hewan yang dia buat saat di ruang dimensi, dan di beri sedikit kekuatan spiritualnya agar benang daging tersebut kuat untuk di pakai menjahit luka dalam. Benang daging yang di berikan kekuatan spiritual agar bisa menyatu menjadi daging dan tidak akan bermasalah sedikitpun pada tubuh pasien. Zepania sangat bersyukur semua kekuatan magic dan sihirnya yang dia kuasai sangat berguna untuk keahliannya sebagai dokter.


Semua proses pembedahan sudah Zepania lakukan sampai menutup kembali sayatan perut yang dia buat, setelah itu Zepania mengarahkan telapak tangannya untuk memberikan kekuatan spiritual dan energi Qi dalam tubuhnya agar lukanya cepat dalam proses penyembuhan.


"Kita sudah selesai, terima kasih atas kerjasama kalian." Ungkap Zepania melihat satu persatu tabib yang membantunya dalam proses pembedahan, tetapi mereka tidak ada yang menjawab hanya menganggukkan kepala karena masih shock dengan apa yang mereka lihat. Sebuah cara pengobatan yang unik dan juga ekstrim bagi mereka yang tidak pernah melakukannya.


"Pantau terus suhu tubuhnya, karena itu juga mempengaruhi tingkat keberhasilan kita dalam pembedahan ini?" Ungkap Zepania kembali seraya melihat wajah pasiennya.


Zepania tidak peduli dengan semua tabib yang hanya diam saja, dia hanya mendekati dan membelai lembut kepala pasien yang sebenarnya seorang gadis cantik berkisar umur 18 tahunan.


"Terima kasih sudah mau bertahan waktu pembedahan, semoga cepat sembuh dan kita bisa berkenalan." Ungkap Zepania.


Ketiga tabib hanya diam melihat perhatian sang tabib wanita yang sangat lembut memperlakukan pasien tersebut, seolah gadis itu adalah keluarganya yang sangat berharga.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2