
***Kerajaan Pericles***
…Ruang Dimensi Kehidupan Abadi…
Tasya terus mengikuti arahan dari Tiara Angel. Belajar untuk menyalurkan aliran dan tetesan darahnya sebagai obat atau penawar dari sebuah penyakit dan racun pada tubuh manusia.
Tasya tidak pernah tahu jika kekuatan magic Darah Kehidupan yang ia miliki dapat berguna demi kesembuhan sebuah penyakit apapun.
"Rasakan aliran darahmu, suhu hangatnya akan tetap terjaga. Berkonsentrasi lah agar darah mu tidak berubah menjadi sebuah senjata untuk sekarang." Saran pengajaran dari Tiara Angel.
Angel cantik itu terus mengamati dan mendampingi Tasya dalam menggunakan tetesan darahnya untuk menyembuhkan seorang pasien yang terkena wabah penyakit.
"Kau harus belajar membedakan cara untuk menggunakan tetesan darahmu mulai sekarang. Bagaimana caranya untuk menjadikannya sebuah obat penawaran, dan bagaimana caranya untuk kau gunakan sebagai senjata saat kau bertarung." Saran Tiara Angel masih terus mengawasi.
Tasya masih terus berkonsentrasi sembari terus mengikuti apa yang Tiara Angel katakan kepadanya.
Gadis itu sekarang dapat merasakan perbedaan dari aliran darahnya saat ini. Saat tetesan darahnya yang keluar sebagai sebuah penawar, dapat ia rasakan mengalir begitu lembut dan hangat.
Sedangkan saat Tasya menggunakan tetesan darahnya sebagai senjata untuk bertarung, aliran darah di dalam tubuhnya akan mengalir cepat dan cukup panas, seakan ingin meledak keluar dari dalam tubuhnya.
Sungguh perbedaan yang sangat jauh terasa.
"Alirannya begitu lembut, halus dan hangat. Sangat berbeda saat tetesan darahku jika di gunakan sebagai senjata. Akan terasa mengalir cepat dan panas. Seperti sebuah ledakan lahar yang begitu panas ingin keluar dari dalam tubuhku." Komentar Tasya seperti apa yang ia rasakan sekarang.
"Bagus, seperti itulah yang seharusnya terjadi. Kau harus tahu perbedaan aliran darah yang ada pada tubuh mu. Semua sangat berbeda." Balas Tiara Angel.
"Terus lah untuk belajar dan menguasainya sebagai keahlian special yang kau miliki. Besar harapan Queen Angel, agar kau bisa ikut di dalam perang nanti. Sebagai salah satu warrior pengobatan." Ungkap Tiara Angel apa yang menjadi harapan Queen Angel kepada Tasya.
Tasya melihat ke arah Tiara Angel setelah selesai memberikan beberapa tetesan darahnya pada pasien terakhir yang mereka tangani sekarang.
Tasya berdiri di hadapan Tiara Angel. Tubuhnya sebenarnya cukup letih, lelah dan lemas. Kekuatan di dalam tubuhnya cukup terkuras banyak. Namun tidak masalah baginya, selama dia bisa membantu sesama.
"Apakah benar itu harapan Queen Angel kepada ku? Apakah aku bisa ikut di dalam perang nanti?" Tanya antusias Tasya dengan tersenyum senang di hadapan Tiara Angel.
"Tentu saja. Itulah harapan dari Queen Angel. Kekuatan magic special mu ini sangat berguna untuk membantu para warrior dalam perang nanti. Kau bisa bergabung bersama warrior pengobatan yang di pimpin langsung oleh White Angel dalam perang." Balas Tiara Angel.
"Kau bisa menyembuhkan para warrior yang terluka dengan cepat. Agar jumlah pasukan kita dapat stabil saat melawan pasukan kegelapan." Jelas Tiara Angel lagi.
Tasya tersenyum bahagia. Ternyata kekuatannya dapat berguna bagi banyak orang. Tentu itu suatu kebanggaan tersendiri bagi Tasya.
"Tentu aku mau Tiara Angel." Balas Tasya dengan tersenyum senang.
"Kalau begitu. Asah terus kemampuan mu itu agar lebih kuat lagi." Harapan Tiara Angel seperti apa yang di harapkan oleh Queen Angel juga.
Tubuh Tasya tiba-tiba oleng dan jatuh bersimpuh ke atas tanah rumput. Tiara Angel cukup terkejut dan segera melihat kondisi Tasya.
"Ada apa?" Tanya Tiara Angel.
"Tubuh ku melemah." Jujur Tasya terlihat pucat pada wajah putihnya.
"Tentu saja. Kau sudah banyak menggunakan kekuatan di dalam tubuh mu. Apalagi kau terlalu banyak mengeluarkan darah, tentu saja tubuhku sekarang melemah." Balas Tiara Angel mengerti kondisi Tasya saat ini.
"Duduklah membentuk teratai. Aku akan menyalurkan sedikit kekuatan tenaga dalam padamu." Usul Tiara Angel yang dapat ia lakukan.
Tasya tidak banyak bicara lagi. Dia hanya dapat patuh saja, kemudian duduk membentuk teratai.
__ADS_1
Tiara Angel segera duduk di belakang Tasya dan menyalurkan tenaga dalamnya untuk Tasya.
Beberapa menit telah berlalu. Tubuh Tasya menjadi lebih baik, setelah mendapatkan energi dari Tiara Angel.
"Sekarang lebih baik kau beristirahatlah dulu. Sembari mengawasi semua pasien yang ada di sini. Aku harus keluar untuk membantu Queen Angel di luar sana." Ungkap Tiara Angel.
"Baik Tiara Angel." Setuju Tasya.
Dia memang benar benar membutuhkan istirahat yang cukup untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Dia tidak ingin menjadi beban untuk orang lain.
Tiara Angel segera menghilang dari tempat itu, dan keluar untuk menemui Queen Angel yang tengah bersiap dalam penyerangan yang akan datang sebentar lagi.
"Bagaimana kondisi di dalam ruang Dimensi Kehidupan Abadi?" Tanya Queen Angel setelah melihat Tiara Angel berdiri berdampingan dengannya.
"Semua berjalan dengan baik." Balas Tiara Angel melirik sekilas ke arah Queen Angel.
"Bagaimana kondisi Tasya?" Tanya Zepania. Dia tahu jika Tasya sangat lemah saat ini.
"Kondisinya tadi cukup melemah. Aku telah menyalurkan energi ku padanya. Kondisinya sekarang hanya butuh istirahat sejenak untuk memulihkan kondisi tubuhnya yang belum terbiasa dalam menggunakan tetesan darah penyembuhnya." Jelas Tiara Angel.
"Dia harus sering mengasah kemampuan spesialnya itu." Komentar Zepania.
"Benar. Kekuatan spesial yang tidak banyak warrior lain bisa memilikinya. Bahkan kami para Angel tidak memiliki kemampuan spesial seperti itu. Hanya anda yang memiliki kemampuan yang sama seperti Tasya." Balas Tiara Angel.
"Tapi kemampuan ku tidak semurni miliknya."
"Tetap saja. Di dunia ini hanya kalian berdua yang memiliki kekuatan magic Darah Penyembuh. Itu cukup membantu saat perang nanti." Balas Tiara Angel.
"Tentu saja."
Beberapa pasukan kerajaan Pericles sudah berada di beberapa titik. Kaisar Felix juga bersiap untuk perang kali ini, pria itu ada pada sisi lainnya. Berada tidak jauh dari Zepania.
"Kita harus menang dalam perang ini." Ucap Zepania sembari menggenggam pedangnya dan bersiap untuk pertarungannya kali ini.
"Benar. Kita harus menang melawan mereka semua." Balas Tiara Angel tersenyum devil.
"Sudah sangat lama sekali saya tidak melakukan sebuah pertarungan seperti ini. Mari kita mulai berjuang." Balas semangat Tiara Angel.
Aba aba dari Kaisar Felix terdengar untuk maju menyerang pasukan kegelapan yang datang menyerang mereka.
Beberapa dari musuh memiliki berbagai bentuk monster, iblis dan penyihir yang memiliki kekuatan berbeda-beda.
Pertarungan berlangsung sengit. Tiara Angel kini sedang menghadapi seekor Ular berkepala manusia yang memiliki ukuran lima kali lipat dari tubuh Angel cantik itu.
Zepania fokus pada serangan jarak jauhnya menggunakan busur Panah Suci Speed Pure yang ia miliki. Melindungi beberapa pasukan kerajaan Pericles yang tidak memiliki kemampuan kuat, agar mereka dapat menyerang tanpa memiliki luka yang cukup parah akibat serangan dari musuh.
Salah satunya, Zepania melepaskan anak panahnya ke arah tiga monster sekaligus. Monster yang berhadapan dengan beberapa pasukan kerajaan Pericles yang terlihat kewalahan.
Tiga monster melebur dan musnah setelah tertembak oleh anak panah Sang Queen Angel. Pasukan kerajaan Pericles yang sedang melawan monster tersebut melihat ke arah Zepania yang telah membantunya.
"Serang para penyihir yang bisa kalian lawan. Majulah terus, aku akan mengawasi dan melindungi kalian dari arah belakang." Ucap Zepania lantang sebagai perintah untuk mereka.
Beberapa iblis yang memiliki berbagai bentuk menyeramkan, mulai mendekati Zepania dan menyerang gadis bertopeng itu. Tentu saja sang Queen Angel dengan mudah melumpuhkan mereka dengan beberapa gerakan ilmu bela dirinya, dan pedang yang ia genggam.
Tidak ada yang lolos dari serangan Zepania. Sehingga gadis bertopeng itu menjadi pusat perhatian di area pertarungan itu.
__ADS_1
"Seharusnya kau tidak ada di kerajaan ini." Sebuah teguran keras terdengar dari seorang siluman wanita yang memiliki bentuk tubuh burung dengan sayapnya, sedangkan wajahnya cukup cantik dengan rambut merah yang tergerai panjang.
Zepania melihat ke arah siluman tersebut. Dia cukup tahu jika siluman itu adalah salah satu pemimpin dari pasukan kegelapan.
"Apa ada masalah untuk mu aku hadir di sini?" Tanya Zepania berdiri menantang di hadapan siluman itu.
"Tentu tidak. Aku senang melihat mu di tempat ini, karena hari ini adalah hari kematianmu." Balas siluman tersebut.
Zepania tersenyum devil di balik masker penutup wajahnya.
"Kita akan lihat. Aku atau kau yang akan memiliki kematian hari ini." Tantang Zepania tidak takut sama sekali.
Siluman itu tersenyum bengis akan tantangan Zepania.
"Sebaiknya aku menutup mulut lancang mu itu. Agar tidak mengeluarkan suara busuk mu lagi"
"Silahkan, jika kau mampu."
Mereka pun saling menyerang. Kemampuan istimewa dari siluman itu adalah beberapa jarum sayap beracun yang dia miliki.
Zepania cukup kewalahan menghindari jarum sayap beracunnya. Bagaimana tidak? Zepania harus menghindar sekaligus melindungi beberapa pasukan di belakangnya dari serangan jarum sayap beracun tersebut.
Beberapa dari pasukan yang terkena jarum sayap tersebut menghitam dan langsung tewas begitu saja.
Zepania cukup geram di buatnya. tatapan tajam matanya marah melihat ke arah siluman tersebut.
"Bagaimana? Apakah serangan kecil dariku, sudah membuat mu kewalahan?" Ucap siluman itu terlihat meremehkan Zepania.
Gadis bertopeng itu tidak ingin terpancing amarah yang akan membuat pikirannya tidak jernih. Dia harus memutar otaknya untuk menghadapi masalah ini.
Zepania mengeluarkan busur panahnya. Tidak ada gunanya untuk melakukan pertarungan terlalu lama. Hanya akan menguras banyak tenaga dan memakan korban yang tidak bersalah.
"Sepertinya, kau hanya bisa menggunakan senjata busuk mu itu. Apa kau pikir senjata jelek itu akan bisa membunuh ku." Ucap Siluman itu terdengar sangat meremehkan Zepania.
"Setidaknya kau harus mencoba untuk melawan senjata jelek ku ini." Tantangan balik Zepania dengan senyum devilnya.
Siluman tersebut tidak tahu jika busur panah itu adalah salah satu senjata skral yang di miliki oleh Queen Angel. Senjata yang sangat di takuti oleh pasukan kegelapan.
Zepania tidak ingin membuang waktunya lebih banyak lagi. Sudah cukup banyak yang menjadi korban akibat jarum sayap siluman di hadapannya itu.
"Coba Terima dan lawan senjata jelek ku ini." Ucap Zepania mulai menarik tali busurnya yang tidak terlihat.
Empat anak panah dengan empat eleman kini terlihat jelas oleh mereka. Siluman yang tadinya berani menantang Zepania dan meremehkannya, seketika terlihat takut akan kebenaran senjata yang tadi dia hina.
Apa yang akan terjadi pada siluman itu? Apakah dia bisa menghindar dan melawan Busur Panah Suci Speed Pure milik Sang Queen Angel?
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1