
***Aula Kekaisaran Kerajaan Froska***
Zepania masih menatap tajam pada seluruh keluarganya yang hadir, mereka memang tidak menyukai Zepania karena alasan mereka masing-masing. Sang ayah dan kakeknya tidak menyukai Zepania karena di anggap sampah tidak bisa apapun, sedangkan para selir dan anak-anaknya merasa terancam akan kecantikan yang di miliki Zepania dan posisi putri tertua pada keluarga Louise.
"Anda buruk rupa karena di racun? Oleh siapa?" Tanya pangeran Pericles.
"Siapa lagi kalau bukan orang yang tidak menyukai kita dan orang yang paling dekat dengan kita." Jawab Zepania masih menatap tajam pada seluruh keluarganya yang juga menatapnya balik.
Zepania yang tidak ingin memalingkan tatapan matanya, pada seluruh keluarganya yang masih pada posisinya. Di ikuti oleh semua mata pada di mana Zepania menatap? Semua langsung tahu kemana arah tatapan mata Zepania yang tidak bisa berpaling.
Zepania sengaja menatap lama seluruh keluarganya, ingin melihat apa yang akan di lakukan oleh seluruh keluarga kepadanya?
Sedangkan seluruh keluarga Louise sangat merasa risih dan tidak suka akan ulah Zepania, membuat semua tatapan mata mengarah kepada mereka. Sang ayah yang memang seorang perdana Menteri di kerajaan Froska tersebut, sangat di hormati dan di ketahui oleh banyak orang karena jabatan tertinggi yang dia miliki di kerajaan Froska.
Terdengar dari bisisk-bisik mereka membicarakan tentang perselisihan antara putri mahkota dengan seluruh keluarganya. Tentu membuat Katlyn Louise merasa marah, karena ulah Zepania yang menatap mereka terus menerus. Sukses membuat semua orang di sana membicarakan keluarganya.
"Apa anda tidak memiliki sopan santun putri mahkota, apa maksud anda menatap kami semua?" Tanya Katlyn dengan tatapan tajamnya kepada Zepania.
"Apa menatap dan melihat seseorang harus memakai sopan santun juga nona Katlyn?" Tanya balik Zepania dengan wajah datar dan dinginnya.
"Lalu apa tujuanmu, membuat seluruh keluargaku menjadi pusat perhatian dari seluruh orang di sini?" Tanya balik Katlyn sembari melangkah maju mendekati Zepania.
"Keluargamu…?" Ucap Zepania sembari tertawa ringan yang membuat wajahnya semakin merona cantik, semua orang semakin terpesona melihatnya.
Katlyn mengerutkan keningnya melihat Zepania yang tertawan ringan.
"Kau benar…mereka adalah keluargamu dan bukan keluargaku…jadi aku bisa melakukan apa saja saat ini kepada mereka?!" Balas Zepania yang tiba-tiba memasang wajah dinginnya dan tatapan tajam melihat seluruh keluarga yang selalu membuat Zepania Louise menderita selama hidupnya, dan Zepania berjanji akan membalas mereka semua.
"Apa maksudmu?" Tanya heran Katlyn.
Semua orang yang hadir di dalam aula tersebut hanya bisa melihat perdebatan mereka berdua, dua kakak beradik sekaligus dua putri dari keluarga Louise.
"Maksudku sudah jelas, karena kalian keluarga Louise tidak pernah menganggapku ada sebagai keluarga kalian. Aku yang kalian agap sebagai sampah dan kalian jugalah yang selalu membuat aku menderita selama ini. Jadi karena kalian tidak pernah menganggap aku sebagai keluarga, dengan senang hati aku akan menghancurkan kalian semua." Tunjuk Zepania kepada seluruh keluarganya yang hadir dengan tatapan dingin dan membunuhnya.
Semua orang bisa melihat dan merasakan aura gelap pada tubuh Zepania saat ini, semua orang di sana bisa merasakan kemarahan di balik kata-kata Zepania.
"Lancang sekali kau…kalau kau bukan calon putri mahkota yang telah terpilih, sudah aku singkirkan kau dari keluargaku yang hanya bisa membuat keluarga Louise malu." Ucap dan tunjuk Richard Louise pada Zepania dengan tatapan tajamnya ke arah Zepania.
__ADS_1
"Oya…kenapa tidak kau singkirkan aku sekarang juga?" Tantang Zepania yang sudah tidak bisa sabar menunggu ingin membalaskan dendam Zepania kepada seluruh keluarganya. Keluarga yang tidak suka padanya, agar Zepania tenang saat pergi meninggalkan kerajaan Froska ini.
"Kau…!" Ucap Richard tertahan karena tangannya di tarik oleh sang kakek.
"Maafkan hamba yang mulia kaisar, atas semua yang di lakukan oleh keluarga hamba." Ungkap tetua keluarga Louise menundukkan tubuhnya di hadapan sang kaisar.
"Hamba mohon maaf dan izin anda yang mulia, untuk mengajarkan cucu hamba yang sudah berani lancang membuat malu nama keluarga hamba yang mulia." Ucap sang kakek.
Kaisar hanya melihat sang tetua dari keluarga Louise dan Zepania secara bergantian, sang kaisar sangat tahu jelas perasaan tetua yang merasa terhina akan ucapan Zepania pada seluruh keluarganya.
"Putri mahkota…apa kau sadar akan ucapan mu kepada seluruh keluargamu?" Tanya sang kaisar melihat pada Zepania.
"Hamba sadar yang mulia, karena mereka tidak pernah menganggap hamba keluarga mereka, jadi hamba bukanlah bagian dari mereka." Balas Zepania masih kokoh pada pendiriannya.
Sang kaisar sedikit tersentak mendengar jawaban Zepania yang masih kokoh pada pendiriannya.
"Kau benar-benar tidak sopan, bahkan saat berbicara kepada kaisar, aku sendiri yang akan mengajarimu bagaimana seharusnya bersikap." Ucap Katlyn yang langsung menyerang Zepania dengan ilmu bela dirinya.
Tetapi dengan mudah serta anggun Zepania dapat menghindari serangan tiba-tiba dari Katlyn, Katlyn berusaha memberikan tendangan kaki kanannya pada perut Zepania, tetapi lagi-lagi Zepania bisa menahan tendangan kaki Katlyn dengan kipas yang dia pegang.
Dengan gerakan cepat Zepania menyerang wajah Katlyn dengan menggunakan kipas yang dia pegang, dengan keras Zepania menendang perut Katlyn hingga Katlyn jatuh tersungkur.
Katlyn yang malu karena terjatuh akibat serangan dari Zepania pun tersulut emosi, Katlyn dengan cepat bangun dan menyerang Zepania dengan tinju dan tendangan secara bertubi-tubi, tetapi satupun serangannya tidak ada yang berhasil mengenai tubuh Zepania.
Dengan gerakan yang gemulai Zepania bisa menahan semua serangan yang di lakukan oleh Katlyn, semua orang hanya bisa melihat perkelahian dua putri dari keluarga Louise tersebut.
"Apa hanya itu kemampuanmu, nona Katlyn Louise?" Tanya Zepania tersenyum mengejek pada Katlyn yang terlihat terengah-engah.
"Diam kau…!" Ucap Katlyn dengan segera menyerang Zepania dengan menggunakan elemen bumi dan tanahnya.
"Tiara Angel tahan dia, aku tidak bisa mengeluarkan kekuatan elemenku disini." Ucap Zepania melalui ruang pikirannya, Zepania tahu akan gerakan dari Katlyn yang ingin menyerang dengan elemen bumi dan tanahnya.
Dengan sigap Tiara Angel terbang mengahalangi serangan elemen yang di lakukan oleh Katlyn, Tiara Angel berdiri di depan Zepania, untuk melindungi sang majikan yang tidak bisa membuka kekuatan spiritual dan energi Qi dalam tubuhnya.
"Apa kau tidak malu…kau menyerang menggunakan kekuatan elemen pada seseorang yang tidak memiliki kekuatan apapun dalam tubuhnya." Ucap Tiara Angel yang berhasil menetralkan elemen bumi dan tanah Katlyn.
"Tidak peduli dia mempunyai kekuatan dalam tubuhnya atau tidak, karena dia sudah lancang menghina keluargaku dan berani menantangku, apapun bisa di lakukan dalam sebuah petarungan." Balas Katlyn membenarkan aturan dalam pertarungan di zaman ini.
__ADS_1
Yang kuat akan tetap kuat, yang lemah akan tetap lemah, dan semua yang lemah jangan berani menantang yang kuat, kalau tidak ingin mati. Itu aturan Warrior di zaman ini.
"Tiara Angel menyingkirlah…" Ucap Zepania masih melalui ruang pikirannya.
Dengan segera Tiara Angel kembali lagi ke tempatnya.
"Aturan akan tetap aturan, tujuan akhir untuk menanglah yang akan berkuasa, apapun caranya? Dengan senang hati aku tidak akan sungkan lagi." Balas Zepania dengan senyum tipisnya.
"Terlalu banyak bicara kau…hiaaayaa…" Katlyn menyerang Zepania dengan elemen bumi dan tanahnya yang membentuk bola besar.
Dengan peringan tubuhnya Zepania bisa dengan cepat melompat terbang ke atas bola besar yang menggelinding ke arahnya, Zepania dengan seimbang berdiri di atas bola besar tersebut, tanpa harus melepaskan kekuatan spiritual dan energi Qi yang masih dia tutup dalam tubuhnya.
Katlyn tidak habis akal, dia tiba-tiba membelah bola besar tersebut menjadi 4 bagian untuk menelan Zepania, dengan cepat gadis itu melompat turun, tetapi belum sampai ke bawah Katlyn memberikan serangan balok tinggi untuk memukul tubuh Zepania, dengan mudah juga Zepania melakukan salto untuk menghindar.
Katlyn kembali menyerang dengan pisau-pisau yang terbuat dari tanah yang keras, dengan cepat Zepania mengambil tongkat yang ada di dekatnya, dengan lincah dia menangkis semua pisau-pisau tanah yang di lemparkan oleh Katlyn padanya dengan mengayun terus tongkat yang ada di genggamannya.
Semua serangan pisau tanah Katlyn dapat dengan mudah di halau oleh Zepania, Katlyn yang geram meminta pedangnya untuk di lemparkan oleh sang ayah, Zepania pun hanya diam dengan masih memegang tongkat yang ada di tangannya.
Katlyn menyerang Zepania dengan pedang di tangannya, Zepania hanya berusaha menangkis dengan menggunakan tongkat yang dengan mudah di patahkan oleh pedang Katlyn.
Saat itu juga Zepania mendengar seseorang memanggil namanya dan melempar sebuah pedang kepadanya, dengan cepat Zepania menangkap pedang tersebut dan menyerang Katlyn dengan pedang dari pangeran Pericles.
Zepania yang memang menguasai jurus pedang saat di zamannya dulu, dengan mudah melawan jurus pedang Katlyn, dengan terus melawan dan menghindari pedang masing-masing. Terlihat gerakan jurus pedang mereka berdua sangat indah, dua wanita cantik dengan pedang mereka masing-masing.
Saat Katlyn ingin menusukkan ujung pedang pada leher depan Zepania, dengan gemulai Zepania melakukan kayang pada tubuhnya ke arah belakang, dengan memutar badannya dari arah bawah Zepania dengan cepat mengayun pedangnya dan mengenai kedua paha kaki Katlyn, yang membuatnya langsung mundur.
Katlyn menahan rasa sakit akibat sayatan pedang pada kedua paha kakinya, dia memasang kuda-kuda kembali siap untuk menyerang Zepania, karena dia tidak ingin kalah melawan Zepania yang dulu tidak bisa apapun?
Zepania masih siap menerima serangan yang akan di lakukan oleh Katlyn, dengan cepat Katlyn menyerang kembali, dengan cepat pula Zepania memutarkan pedangnya pada pedang Katlyn dan maju kedepan yang membuat otomatis Katlyn mundur untuk menghindari serangan selanjutnya dari Zepania.
Dengan kuat Zepania menendang dada Katlyn dan mengangkat terbang pedang Katlyn yang di genggamnya ke atas. Dengan sigap Zepania menangkap pedang Katlyn, kini tanpa ampun Zepania menyerang Katlyn dengan dua pedang sekaligus, Zepania hanya melakukan sayatan-sayatan pada beberapa bagian tubuh Katlyn, Zepania tidak ingin membunuh Katlyn karena dia ingin Katlyn juga merasakan apa yang Zepania rasakan dulu.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.