
***Kerajaan Josh***
Mereka masih saling memandang, pangeran tidak mengerti apa yang di maksudkan oleh Zepania?
"yang mulia, sampai sekarang ke 3 tumbuhan itu belum ada yang bisa mendapatkannya, sudah sangat lama tumbuhan itu hanya sebuah legenda. Terakhir yang hamba baca dari buku kuno, hanya seseorang yang memiliki kekuatan suci spritual dan energi Qi yang kuat dalam tubuhnya yang bisa mendapatkannya. Terakhir yang saya dengar hanya sang Queen Angel terdahulu yang bisa mendapatkan ke 3 tumbuhan itu untuk membuat sebuah penawar racun bagi Dewa Agung." jawab Zepania menjelaskan secara rinci informasi yang pernah dia baca pada buku kuno pengobatan, yang dia dapatkan di dalam perpustakaan di dalam rumah putih, pada ruang dimensi para Angel.
Pangeran Pericles terdiam mendengar penjelasan dari Zepania, kalau benar seperti itu ! tidak akan ada yang bisa mengobatinya, dia tidak akan pernah sembuh dan tidak akan pernah memiliki keturunan lagi.
Apakah ramalan yang pernah Dewi Cahaya katakan semua tidak akan terjadi? Apakah wanita yang menjadi takdirnya, yang bisa menyembuhkannya sebenarnya tidak pernah ada?!? itulah pertanyaan pangeran Pericles dalam benaknya.
Terlihat mimik wajah kecewa pangeran saat ini, Zepania tahu itu. Tetapi Zepania tidak bisa menjanjikan sesuatu yang memang tidak pasti, sesuatu yang Zepania tidak tahu apakan ke 3 tumbuhan itu benar-benar ada apa tidak?
Zepania sebenarnya ingin sekali membantu sang pangeran, agar bisa sembuh dari racun Barren itu. Siapa yang tidak akan sedih dan kecewa kalau dia tidk akan bisa memiliki seorang keturunan?
Sama halnya yang terjadi pada putra mahkota kerajaan Froska, Helios Bacillio. Zepania juga sudah memasukkan sejenis racun yang membuat putra mahkota Helios tidak akan bisa memiliki seorang keturunan, tetapi bukan racun Barren.
Racun yang Zepania berikan pada putra mahkota Helios secara diam-diam, adalah racun buatannya sendiri dan sudah ada penawarnya. Itu Zepania lakukan hanya untuk menghukum dan pembalasan dendamnya pada putra mahkota Helios, yang telah berbuat tidak adil pada Zepania terdahulu, hingga Zepania Louise meninggal dunia.
Itulah hukuman balas dendam Zepania untuk putra mahkota Helios, di bandingkan Zepania harus membunuh pria itu. Membuat Helios merasakan menjadi orang yang tidak berarti di mata orang lain, karena tidak bisa mempunyai keturunan adalah tindakan yang sudah cukup menjadi hukuman, agar pria itu sadar akan semua tindakan arogannya di masa lalu.
Untuk kasus pangeran Pericles, Zepania tidak tahu. Bagaimana pangeran ini bisa mendapatkan racun Barren itu di dalam tubuhnya? Bila saja pangeran bisa sedikit menjelaskan asal mula racun Barren itu, mungkin saja ada sedikit titik terang informasi bagi Zepania.
"maafkan hamba yang mulia, bukan hamba bermaksud untuk membuat anda kecewa, tetapi itulah kenyataan yang saat ini bisa hamba jelaskan." ucap Zepania lembut.
Zepania benar-benar tidak tega melihat mimik kecewa sang pangeran, walaupun pria itu berusaha untuk menyembunyikannya.
"perlu anda ketahui yang mulia, bunga Fire Lotus atau teratai api hanya akan hidup dan tumbuh pada dasar bumi, dimana banyak terdapat lahar api. Untuk bisa mengambil bunga Fire Lotus, orang itu harus memiliki kekuatan spiritual dan energi Qi yang tinggi dan suci dalam tubuhnya, dan juga orang tersebut harus memiliki elemen api dengan warna emas. Tidak sembarang orang bisa meraih bunga Fire Lotus yang hidup di tengah panasnya lahar api." ungkap Zepania memberikan penjelasan.
"Sedangkan Crystal Grass atau rumput kristal, setahu hamba berasal dari kerajaan Beryl, rumput yang bisa tumbuh pada musim dingin dan tidak tahu akan tumbuh di mana? karena rumput kristal hanya akan tumbuh pada bongkahan es abadi. Es abadi yang tidak pernah ada yang tahu bagaimana bentuknya? bahkan seluruh rakyat kerajaan Beryl tidak tahu bagaimana bentuk es abadi tersebut?" jelas Zepania sembari melangkah mendekati pangeran yang masih duduk di tepi ranjang.
Pangeran Pericles diam dan hanya melihat apa yang akan di lakukan oleh Zepania.
"maaf yang mulia, apakah hamba boleh memeriksa kondisi anda saat ini?" tanya Zepania yang sudah ada tepat 3 langkah di hadapan pangeran.
"tentu, silahkan…!!" jawab pangeran mengizinkan. Zepania dengan segera memeriksa kembali denyut nadi pangeran.
__ADS_1
Pangeran melihat Zepania ada di dekatnya, wajah cantik Zepania benar-benar terlihat cantik bila di lihat dari jarak dekat.
Zepania tersenyum tipis, karena dua pil obat yang dia berikan untuk pangeran bekerja baik. Pil obat yang Zepania berikan untuk pangeran, dapat dengan baik mengurangi efek alergi racun Barren dan rasa sakit yang ada di dalam perut pangeran.
"semua sudah kembali normal saat ini, tapi ingat yang mulia…!! jangan lagi memakan makanan yang mengandung merica dan jahe, kalau tidak racun Barren itu akan kambuh kembali." ucap Zepania memperingatkan.
"tentu saja…!!" Jawab pangeran.
"apakah hamba perlu melanjutkan informasi tentang satu bahan dari penawar racun Barren, yang mulia?" tanya Zepania menatap intens pangeran Pericles.
"silahkan, itu berguna bagiku. Bila memang benar kau tahu." jawab pangeran mengizinkan.
Zepania terdiam sembari matanya melirik ke arah kursi yang ada di dalam kamar tidur pangeran, kaki Zepania sebenarnya sudah mulai pegal karena terlalu berdiri lama sedari tadi. Pangeran Pericles tahu maksud lirikkan mata Zepania, diapun mengizinkan Zepania untuk duduk. Bagaimana juga informasi mengenai bahan penawar racun Barren? sangat penting baginya.
"silahkan duduk nona Zepania…!!" ucap pangeran mempersilahkan Zepania untuk duduk pada kursi yang ada di dekatnya.
"terima kasih yang mulia." jawab datar Zepania, lalu dirinya duduk.
"bahan terakhir atau bahan ke 3 dari penawar racun Barren adalah Blood Spill atau pucuk darah. Tumbuhan yang hanya akan muncul dan tumbuh di hutan. Hutan yang di huni oleh binatang suci atau sakral. Pucuk darah adalah tanaman yang akan tumbuh pada darah binatang sakral yang sudah mati ataupun terluka, dan darah binatang sakral yang terkena pancaran cahaya bulan purnama merah. Pucuk darah akan terlihat berwarna merah darah segar, itulah bahan terakhir dari penawar racun Barren." ucap Zepania dengan tatapan menyelidik pada mimik wajah pangeran.
Zepania ingin melihat apa reaksi dari sang pangeran? terlihat jelas wajah pangeran masih datar menatap padanya, mimik wajah yang susah untuk di baca dan di tebak.
"apa anda pikir hamba berbohong?" tanya curiga Zepania.
"apakah aku mengatakan kau berbohong?" alih-alih menjawab, sang pangeran malah balik bertanya.
Zepania tahu sang pangeran sedikit tidak percaya, akan apa yang dia katakan tentang informasi semua bahan-bahan racun Barren? Diapun bisa mengerti kalau pangeran tidak bisa menerima semua kenyataan itu. Zepania menghela nafasnya perlahan sebelum menjawab pertanyaan dari pangeran.
"yang mulia, semua yang hamba katakan adalah benar. Bila anda tidak percaya, anda bisa cari tahu ulang informasi tentang semua bahan-bahan racun Barren itu. Atau anda bisa bertanya pada para Angel inti murni, Angel penjaga di setiap kerajaan. Tetapi Angel inti murni yang memiliki kekuatan spiritual dan energi Qi dalam tubuhnya. Yang artinya Angel inti murni tertua." jelas Zepania.
Pangeran hanya diam tidak menjawab sama sekali. Dia masih menatap datar Zepania. Zepania tidak ingin memaksa seseorang untuk percaya padanya, dia juga tidak ingin ikut campur pada urusan orang lain, apalagi yang tidak bisa percaya padanya sama sekali?
"maaf yang mulia, bila semua ucapan hamba sudah membuat anda salah paham, marah dan kecewa. Tetapi itulah kenyataan yang hamba ketahui. Anda ingin percaya ataupun tidak? itu hak anda yang mulia." ucap Zepania sembari bangkit dari duduknya.
"ini ada dua botol pil obat, yang ini untuk penghilang rasa sakit, dan yang ini untuk penetralisir alergi." ucap Zepania sembari meletakkan satu persatu botol keramik kecil tempat pil obat ke atas meja.
__ADS_1
"Bila anda tidak suka dan ragu akan pil obat ini, anda bisa membuangnya. hamba mohon undur diri yang mulia." pamit Zepania sembari memberikan hormat anggunnya pada sang pangeran Pericles.
Pangeran hanya diam dan tidak menjawab apapun? Zepania dengan segera berbalik badan lalu pergi dari sana. Dengan langkah lebar dan cepatnya, Zepania berhasil keluar dari paviliun yang di tempati oleh pangeran.
Pangeran yang masih diam tanpa merubah mimik wajahnya, dia sebenarnya masih memikirkan apa yang di katakan oleh Zepania? hingga dia tidak sadar Zepania sudah hilang dari hadapannya. Pikiran pangeran sebenarnya menerawang jauh karena racun Barren yang ada di dalam tubuhnya.
Pangeran tidak tahu harus bagaimana? tidak memiliki seorang keturunan satupun, akan menghancurkan hidupnya. Bagaimana mungkin dirinya yang menjadi satu-satunya keturunan dari kaisar Pericles terdahulu? tidak memiliki seorang keturunan, tidak mempunyai seorang putra untuk menggantikannya kelak. Bagaimana kelanjutan tahta kerajaan Pericles selanjutnya?
Begitu pangeran sadar dari pikiran melayangnya, pangeran sudah tidak menemukan Zepania di kamarnya lagi. Matanya sibuk melihat sekeliling kamarnya, tetap tidak menemukan seseorang yang tadi berbicara dengannya, seseorang yang datang dan pergi begitu saja.
"kemana wanita itu?" tanya pangeran kepada pengawal pribadinya.
Pangeran menyebut Zepania dengan sebutan seorang wanita, karena Zepania sudah pernah bertunangan dengan seseorang. Jadi tidak bisa di panggil dengan sebutan seorang gadis. Itulah aturan di setiap kerajaan yang ada.
Seorang perempuan di setiap kerajaan, panggilannya akan di bedakan dengan status pribadinya. Bila perempuan itu sudah pernah bertunangan atupun menikah, akan di panggil seorang wanita. Sebaliknya bila perempuan itu masih lajang akan di panggil seorang gadis.
Tetapi lain halnya untuk panggilan sopan santun untuk seorang perempuan bangsawan. Bila belum menikah masih di sebut nona, tetapi bila sudah menikah akan di panggil nyonya.
"nona Zepania sudah pergi yang mulia." jawab Yin si Singa, karena hanya dia seorang yang ada di dalam kamar itu untuk menemani pangeran Pericles tersebut.
"kapan perginya?" tanya pangeran tidak tahu akan kepergian Zepania.
"baru saja yang mulia, saat anda masih sibuk dengan pikiran anda sendiri." jawab Yin si Singa apa adanya.
"apa maksudmu?" tanya tidak mengerti pangeran.
'sudah sangat terlihat jelas, bila anda sedang berpikir keras…. Masih mau mengelak lagi yang mulia…! ini untuk pertama kalinya hamba melihat anda bisa di buat berpikir sekeras ini yang mulia, sampai-sampai nona Zepania pamit pergi anda tidak tahu sama sekali. Nona muda itu memang memiliki sesuatu yang sangat langka.' gumam Yin si Singa dalam benaknya. Sembari masih melihat intens pada junjungannya tersebut.
Mereka berdua hanya bisa saling melihat dengan pikiran mereka masing-masing. Tidak ada yang tahu bagaimana lagi kelanjutan untuk kedepannya? Zepania berhasil membuat sang pangeran Pericles untuk berpikir keras saat ini.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.