SANG QUEEN ANGEL.

SANG QUEEN ANGEL.
29. Prioritas Utama Zepania.


__ADS_3

***Istana Kerajaan Froska***


Zepania masih bertahan duduk pada tempatnya menikmati indahnya taman bunga dan kolam teratai yang ada di hadapannya, Zepania menganggap pangeran Pericles tidak ada di sana.


Zepania benar-benar bersikap dingin dan wajahnya yang datar membuat sang pangeran melihat terus kepadanya. Pangeran merasa sangat penasaran akan Zepania? Hanya dia wanita satu-satunya yang di kenal tidak berusaha untuk merayu dan berusaha mendekatinya untuk tujuan menjadi pasangan pangeran Pericles.


Zepania masih tetap diam memandang pemandangan yang ada di hadapannya, dengan tetap anggun dia duduk seperti tidak ada siapapun disana? Tetapi itu tidaklah berhasil karena Zepania tahu pangeran Pericles terus melihatnya.


"Apa belum puas anda melihat hamba pangeran?" Tanya Zepania tiba-tiba melihat pada pangeran Pericles yang tepat ada depannya.


"Apa anda merasa hamba melihat ke arah anda putri mahkota?" Tanya balik sang pangeran Pericles yang membuat Zepania mengerutkan keningnya heran.


Zepania merasa percuma berbicara dengan sang pangeran yang ada di hadapannya ini, hanya akan menguji kesabarannya saja.


"Maaf kalau hamba salah dan sembarangan menuduh anda pangeran." Ucap Zepania dengan mimik wajah datarnya.


"Untuk apa anda meminta maaf, anda tidak memiliki salah apapun."


"Terima kasih atas pengertian anda pangeran, silahkan nikmati hidangan dan suasana pemandangan di sini, semoga anda dapat betah di istana ini." Ucap Zepania seraya bergerak untuk bangkit.


"Jangan bilang anda ingin pergi dari sini?" Ucap cepat sang pangeran yang tahu niat Zepania.


"Maafkan hamba pangeran, hamba masih ada kesibukkan lainnya." Ucap Zepania dengan sopan menundukkan kepalanya.


"Kesibukan apa yang bisa di lakukan oleh seorang putri mahkota?"


Zepania berusaha untuk tetap bersabar dengan menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan.


"Hamba melakukan kesibukkan untuk hamba sendiri pangeran, bukan kesibukkan atas nama Putri mahkota Froska, apa anda lupa hamba akan segera di lengserkan."


"Tentu saja hamba ingat, apa tidak masalah dengan pelengseran tersebut…?" Tanya pangeran Pericles yang membuat Zepania mengerutkan keningnya melihat sang pangeran.


"Apa maksud anda?"


"Maaf kalau hamba lancang putri, hamba tidak bermaksud apapun?"


"Tidak perlu terlalu menghormati hamba pangeran, katakan apa yang anda pikirkan tentang pelengseran hamba?" Tanya Zepania ingin tahu pikiran sang pengeran tentang dirinya.


"Maaf sebelumnya…anda terlihat biasa saja atas pelengseran tersebut, apa anda tidak takut di pandang sebelah mata oleh orang lain."


"Untuk apa takut akan pandangan orang lain tentang hamba?" Balas Zepania menatap sang pangeran.


"Apa anda sudah siap untuk hidup terus dengan penghinaan itu, di lengserkan yang artinya anda adalah mantan atau lebih kasarnya lagi adalah barang bekas." Jawab pangeran terus terang.


Memang benar jika seorang putri, selir, atau permaisuri sekalipun bila sudah di lengserkan adalah penghinaan terbesar sepanjang hidup mereka, karena akan di pandang sebelah mata dan menjadi barang bekas yang sudah tidak di inginkan lagi. Semua wanita menghindarinya, mereka lebih baik mati dari pada menjadi hina sepanjang hidupnya.

__ADS_1


Tetapi itu semua tidak berlaku bagi Zepania, karena tugas dan tanggung jawabnya yang lebih penting dari apapun, tidak ada waktu bagi Zepania untuk menyia-nyiakan hidupnya. Banyak nyawa yang harus Zepania lindungi dari kejamnya Dewa Kegelapan.


"Itu sudah takdir dari perjalanan hidup hamba dan pandangan orang terhadap hamba adalah perjuangan hidup hamba yang akan hamba jalani sendiri. Jadi hamba sudah siap menerima semua yang akan terjadi ke depannya." Ungkap Zepania seraya tersenyum tipis.


'*W*anita yang mencoba untuk terlihat kuat, entah apa di dalam hatinya juga bisa sekuat ini.?' Ungkap sang pangeran yang dapat terdengar oleh Zepania karena bantuan magic pengendali pikiran Tiara Angel kepadanya.


Zepania tetap diam walaupun dia mendengar isi pikiran sang pangeran.


"Apa hamba sudah boleh undur diri pangeran?"


"Apa tidak bisa kita berteman putri?" Tanya tiba-tiba sang pangeran yang membuat Zepania heran, karena untuk pertama kalinya dia tiba di dunia ini, ada yang ingin berteman dengannya.


'*E*ntah apa yang aku lakukan saat ini? Mengapa aku mengatakan itu, bagaimana kalau dia menolaknya.' Gumam sang pangeran yang masih bisa di dengar oleh Zepania.


"Maaf bila hamba lancang putri…"


"Tentu saja…kita bisa berteman…namaku Zepania Louise, senang bisa berteman dengan anda pangeran." Ucap Zepania yang tidak ingin membuat sang pangeran malu.


Dalam benak Zepania dia berpikir, mereka tidak akan bertemu lagi karena banyak alasan, antara lain perjalanan yang akan Zepania lakukan, dan posisi mereka yang akan sangat jauh berbeda.


"Senang bisa berteman dengan anda putri." Ucap sang pangeran terseyum tipis, pangeran mengira bahwa Zepania hanya melakukan trik tarik ulur padanya saat ini.


Pandangan sang pangeran pada Zepania saat ini langsung berubah, pangeran mengira jika Zepania akan menolaknya melihat dari sikapnya yang dingin, tetapi di luar dugaan sang pangeran gadis itu dengan mudah menerimanya. Itu artinya Zepania hanya menggunakan trik tarik ulur padanya untuk menarik perhatiannya, nilai sang pangeran pada Zepania adalah sama saja dengan wanita lain yang mendekatinya dengan berbagai cara.


"Putri mahkota…putri…!" Ucap Ivy terputus karena melihat kehadiran sang pangeran Pericles.


"Ada apa Ivy, kenapa kau berlari begitu…?"


"Maaf nona…ada berita dari balai pengobatan Froska, kalau di sana ada pasien yang mengaku mengenal anda, dan para Angel inti murni tidak bisa berbuat apapun pada pasien tersebut yang memaksa bertemu dengan anda, karena pasien itu adalah titipan dari sang Queen Angel."


"Apa maksudmu…?" Ucap Zepania tidak mengerti.


"Nona ada pasien yang langsung mendapat berkat dari sang Queen Angel untuk sembuh dari penyakitnya yang mematikan, dan dia mengatakan jika dia ingin bertemu dengan putri mahkota Froska, karena dia ingin mengatakan sesuatu dan mengaku mengenal anda nona. Sehingga banyak desas-desus yang membicarakan jika andalah penyebab dari sakitnya, putra mahkota sudah kesana untuk melihat langsung."


"Apa…!" Ucap Zepania terputus karena mengingat pasien tersebut.


"Ivy tolong ambilkan jubahku dan bawa ke depan istana, aku akan kesana. Pengawal cepat siapkan aku kuda." Perintah Zepania.


"Hamba mohon diri pangeran." Ungkap Zepania dengan cepat berlalu dari sana, tanpa mendengar jawaban dari sang pangeran.


Dengan cepat Zepania berlari ke arah depan istana di mana kuda sudah tersedia, dengan cepat pula Zepania memakai jubah yang di berikan oleh Ivy.


Dengan sigap Zepania menaiki kudanya, dia tidak peduli akan gaunnya yang sudah robek, beruntung dia memakai celana dalaman panjang yang ringan jadi tidak membuatnya kesulitan untuk bergerak.


Dengan kecepatan tinggi Zepania menunggangi kudanya, dia tidak peduli akan pandangan orang yang melihatnya terlihat tidak anggun layaknya putri mahkota, yang dia khawatirkan adalah keadaan luka pasien yang dia tangani, dia hampir melupakan gadis yang sudah dia tolong.

__ADS_1


Tanpa dia sadari pangeran Pericles dan kedua pengawal bayangannya mengikutinya dari arah belakang, sang pangeran terkejut dengan cara Zepania menunggangi kuda selayaknya seorang pria, tidak seperti wanita-wanita Warrior lainnya yang masih terlihat anggun untuk mempertahankan kecantikan mereka. Bahkan sang pangeran melihat gaun bawah yang di pakai Zepania robek, dan Zepania tidak peduli sama sekali.


Begitu Zepania tiba di depan balai pengobatan Froska, dengan cepat dia menyerahkan kudanya kepada salah satu penjaga di sana. Zepania berlari memasuki balai pengobatan Froska, dia sangat cemas akan keadaan Brisia Kairos gadis cantik yang dia sembuhkan dan sudah Zepania anggap seorang adik baginya.


Dari kejauhan Zepania bisa melihat kekacauan yang di sebabkan oleh Brisia dan para perawat yang ingin menangkapnya, terlihat putra mahkota juga berusaha membujuk Brisia untuk melepaskan pedang yang dia pegang, terlihat jelas bercak darah pada baju putihnya dan Zepania tahu itu pasti dari luka perut Brisia yang terbuka kembali.


"Brisia…!" Panggil Zepania begitu tiba di mana keributan yang di buat oleh Brisia.


Semua orang yang ada di sana, termasuk putra mahkota dan Brisia melihat padanya yang terlihat terengah-engah karena lelah berlari.


"Brisia…!" Panggil Zepania seraya mengatur nafasnya.


"Tenanglah…lepaskan pedangmu…apa kau mencariku?" Tanya Zepania pada Brisia.


"Putri mahkota…!" Ucap Brisia yang terlihat mulai tenang.


"Lepaskan pedangmu…ini aku…" Perintah Zepania pada Brisia yang langsung di ikuti boleh Brisia.


Semua orang yang tadi tidak bisa membujuk Brisia untuk tenang, terkejut serta heran pada putri mahkota yang dengan mudah untuk membujuk Brisia.


"Putri mahkota, Zepania Louise…" Ucap Brisia melangkah maju mendekati Zepania.


Zepania dengan cepat mendekati Brisia dan memeluknya agar Brisia tenang dan bisa dengan segera di obati, tetapi tidak lama mereka berpelukan Brisia jatuh tidak sadarkan diri, dengan cepat Zepania menyikap baju Brisia dan apa yang Zepania curigai benar? Jahitan pada sayatan operasinya terbuka karena pergerakan yang di lakukan oleh Brisia, dan pendarahan terjadi pada sayatan itu.


Dengan cepat Zepania menotok aliran darah Brisia untuk menghentikan pendarahan yang lebih parah lagi, Zepania menekan luka sayatan dengan telapak tangannya.


"Tolong angkat dia, pendarahannya semakin parah." Ucap Zepania memberikan perintah.


Beberapa perawat pria mengangkat tubuh Brisia ke atas ranjang dengan masih telapak tangan Zepania menekan sayatan pada perut Brisia, saat Zepania melakukan operasi pada Brisia dia sedikit lebar menyayat perut Brisia, karena harus menemukan usus buntunya yang sudah meradang.


Zepania dengan segera memberikan Brisia obat pil buatannya, untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh Brisia pada perutnya yang membuatnya tidak sadarkan diri. Zepania harus cepat bertindak dan tidak memperdulikan semua orang yang melihatnya, pasien adalah prioritas utamanya.


Zepania mendapatkan pil tersebut saat di perjalanan ke balai pengobatan Froska, dia meminta Lily Angel mengambilkan obat yang Zepania buat di dalam ruang dimensi para Angel. Tidak lupa juga ia membawa peralatan medisnya berupa jarum dan benang daging untuk menjahit ulang sayatan di perut Brisia, karena dia sudah curiga akan menjadi begini dan semua kecurigaannya benar.


Dengan cepat Zepania menyirami luka sayatan Brisia dengan ramuan herbal pembius yang Zepania buat sendiri, agar Brisia tidak merasakan rasa sakit saat Zepania menjahit lukanya dan tidak mendapatkan infeksi pada lukanya.


Dengan cepat dan cekatan Zepania membersihkan luka Brisia dan melakukan jahitan pada sayatannya, agar pendarahannya tidak terjadi lebih parah lagi, dengan cepat pula Zepania memerintahkan Tiara Angel datang untuk membantunya menyalurkan kekuatan spiritual dan energi Qi nya pada luka Brisia.


Zepania masih sadar kalau dia tidak bisa membuka kekuatan spiritual dan energi Qi nya disini karena ada banyak orang yang melihatnya. Hanya saja semua tabib, putra mahkota serta pangeran Pericles yang melihat cara Zepania menotok dan menjahit luka sayatan pada Brisia pun tercengang, karena tidak percaya jika sang putri mahkota bisa juga melakukan apa yang di lakukan oleh tabib wanita utusan langsung dari sang Queen Angel.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2