SANG QUEEN ANGEL.

SANG QUEEN ANGEL.
37. Balai Perguruan Naga Api.


__ADS_3

***Kerajaan Josh***


Pagi buta Zepania dan ke 4 gadis pengikut yang sudah menjadi temannya, berangkat bersama rombongan tuan muda dan nona muda keluarga bangsawan, ke ibu kota kerajaan Josh. Kini mereka sudah berada di perbatasan ibu kota kerajaan Josh, dimana istana kerajaan Josh berada? Mereka dengan mudah melewati gerbang ibu kota kerajaan Josh, dengan tanda pengenal yang di tunjukkan oleh salah satu tuan muda tampan, yang terlihat menjadi pimpinan kelompok khusus tersebut.


Zepania dengan tenang duduk di atas kudanya, melewati pasar ibu kota kerajaan Josh yang masih ramai. Saat ini dia memakai jubah baju hitam dengan topi yang menutupi sebagian wajah cantiknya, Zepania terlihat misterius dan susah untuk di dekati.


Tetapi anggota kelompok tersebut tidak ambil pusing, mereka cukup senang kalau banyak yang ingin bergabung pada kelompok khusus mereka. Karena itulah tujuan dari guru Agung yang memimpin mereka saat ini.


"kita akan istirahat dan makan siang di balai perguruan, karena sebentar lagi kita sampai." ungkap tuan muda yang kemarin mengajak serta Zepania dan ke 4 temannya.


"baiklah…" balas Tiara Angel, yang di perintahkan menjadi pemimpin kelompok mereka oleh Zepania. Karena Zepania tidak ingin banyak bicara saat ini, dia hanya akan mengamati situasi saja.


Mereka melajukan lari kuda mereka dengan kecepatan sedang, saat sudah keluar dari keramaian pasar ibu kota kerajaan Josh. Hingga akhirnya sampai pada sebuah balai perguruan, yang memiliki nama 'Naga Api' pada papan tulisan di atas gerbang balai perguruan tersebut.


Zepania hanya melirik sejenak papan yang ada di atas gerbang, kondisi masih terlihat aman. Zepania sudah memerintahkan pada Tiara Angel, untuk mengikuti kemana dan apa yang akan di lakukan oleh kelompok khusus tersebut?


Terlihat dua penjaga gerbang mendekati mereka, dengan cepat pula tuan muda tampan tersebut menunjukkan tanda pengenalnya. Mereka dengan mudah masuk ke dalam balai perguruan tersebut.


Saat masuk mereka melihat begitu luas halaman depan balai perguruan Naga Api tersebut, tembok yang menjulang cukup tinggi mengelilingi balai perguruan Naga Api. Mereka di sambut oleh beberapa penjaga, untuk mengurus kuda-kuda mereka.


Semua turun dari kuda, dan melangkah masuk ke dalam sebuah ruangan depan yang ada di sana. Terlihat ruang kosong kecil yang langsung tersambung dengan lorong panjang. Mereka melangkah melewati lorong panjang tersebut, keluar ke halaman yang lebih luas lagi dari halaman depan, terlihat seperti lapangan untuk latihan.


Mereka melihat beberapa Warrior yang memakai baju latihan khusus, Warrior yang terlihat rata-rata berwajah tampan dan cantik. Bukan wajah orang-orang biasa, mereka terlihat berwibawa dan anggun, selayaknya tuan muda dan nona muda para bangsawan. Terlihat jelas seperti surganya pria tampan dan gadis cantik.


Zepania dan ke 4 temannya, melihat para Warrior yang sedang berlatih semua kemampuan dan kekuatan yang mereka miliki. Terlihat jelas para Warrior berlatih dengan sungguh-sungguh dengan semua fasilitas yang sudah di sediakan di lapangan tersebut.


Kedatangan rombongan Zepania menjadi perhatian dari para Warrior yang sedang berlatih, mereka semua menghentikan gerakan mereka sejenak. Setelah puas melihat rombongan yang baru datang, para Warrior melanjutkan kembali latihan mereka. Setelah itu datang seorang penjaga yang menuntun mereka ke arah sebuah bangunan, yang berada dekat lapangan tersebut.


Semua masuk ke dalam ruangan yang terlihat seperti ruang kerja dengan 8 kursi kayu, mereka di persilahkan duduk oleh penjaga yang mengantar mereka masuk. Hanya Ivy dan Brisia yang berdiri karena tidak mendapatkan tempat duduk. Sesaat kemudian masuk seorang pria paruh baya, dengan hanfu putih polosnya. rambutnya yang sedikit memutih tersisir rapi.


Pria paruh baya tersebut duduk di balik meja kerjanya, pria tersebut berada di tingkat Warrior Dewa dengan kultivasi kaisar pertarung tingkat 3. Yang jelas bukan dia guru agung yang di maksudkan, oleh salah satu tuan muda yang ada di sana.

__ADS_1


"bisa perkenalkan diri kalian satu persatu…!!" ucap pria paruh baya tersebut.


Para tuan muda dan nona muda yang memperkenalkan dirinya terlebih dahulu, ternyata mereka adalan putra dan putri dari para bangsawan yang ada di bagian barat kerajaan Josh. Kini giliran kelompok Zepania mengenalkan dirinya, tetapi Tiara Angel yang berbicara sembari menunjuk kami satu persatu.


"saya Tiara, yang ini Maharani, Lilyana, Brisia dan Ivy, kami semua dari kerajaan Froska, perguruan Suci Putih, Warrior Pengobatan." ucap Tiara Angel memperkenalkan kelompoknya satu persatu. Zepania mengganti namanya dengan Maharani, karena nama Zepania adalah nama mantan Putri mahkota kerajaan Froska.


Nama Zepania Louise sudah banyak yang tahu, bahwa nama itu adalah nama mantan putri mahkota kerajaan Froska. Walaupun tidak semua orang tahu wajah asli dari Zepania Louise. Zepania hanya mengantisipasinya saja.


Nampak pria paruh baya tersebut melihat intens mereka berlima, terlihat jelas pria paruh baya itu menatap heran pada Zepania dan ke 4 temannya.


"kenapa kalian bisa di izinkan keluar dari perguruan Suci Putih?" tanya pria paruh baya itu.


"kami bukan keluar, tetapi kami di utus keluar untuk mengumpulkan bahan-bahan obat yang bisa kami dapatkan ke seluruh benua ini. Bahan-bahan obat untuk di pakai sewaktu perang nanti." balas Tiara Angel.


"bila benar kalian dari perguruan Suci Putih, apa kalian punya tanda pengenal dari perguruan tersebut?" tanya pria paruh baya itu ingin memastikan.


"tentu saja punya, kami masing-masing mempunyai ikat kepala dari perguruan Suci Putih, dan gelang kecil ini sebagai tanda." balas Tiara Angel sembari memperlihatkan ikat kepala putih dengan gambar bulan sabit emas, dan gelang mutiara putih dengan liontin giok berbentuk bulan sabit.


Gelang mutiara kecil yang di hiasi giok berbentuk sabit, adalah benda buatan dari sihir sang Queen Angel terdahulu, sebagai tanda pengenal para Warrior Pengobatan dari perguruan Suci Putih, perguruan yang di pimpin langsung oleh White Angel. Angel yang di anugerahi magic pengobatan dan memiliki kekuatan spiritual dan energi Qi dalam tubuhnya.


Zepania, Lily Angel, Brisia dan Ivy mengeluarkan tanda pengenal yang sama dengan milik Tiara Angel, dan memperlihatkannya. Zepania sudah tahu akan hal ini bisa saja terjadi, sehingga dia meminta pada White Angel langsung. White Angel memberikan 5 ikat kepala dan 5 gelang mutiara giok sabit, tanda pengenal dari perguruan Suci Putih.


White Angel sudah tahu apa yang ingin di lakukan oleh Zepania dan kedua Angel tertinggi para Angel. Tanpa banyak tanya White Angel mematuhi permintaan dari sang Queen Angel. Tentunya akan mengakui mereka adalah murid dari White Angel sendiri, bila ada yang menyelidiki nya ke perguruan Suci Putih.


Semua itu adalah rencana dan perintah dari sang Queen Angel, yang tidak bisa di bantah lagi. Para Angel inti murni hanya bisa mengikuti semua rencana dan perintah dari sang Queen Angel mereka. Mereka akan dengan senang hati membantu dan melindungi sang Queen Angel, dan itu sudah tugas serta kewajiban mereka para Angel inti murni.


"baiklah…kalian bisa bergabung untuk latihan di sini, sampai batas waktu yang kalian inginkan, aku akan beritahukan pada guru Agung, tentang kedatangan kalian yang berasal dari perguruan Suci Putih, murid dari White Angel." balas pria paruh baya tersebut tanpa curiga sama sekali.


"baik terima kasih." balas Tiara Angel.


Dalam benak Zepania semakin curiga, begitu mudahnya mereka di terima? ini semakin mencurigakan bagi Zepania, tetapi untuk saat ini Zepania masih akan diam saja.

__ADS_1


"baiklah…para nona muda akan menjadi satu ruangan, sedangkan tuan muda akan menjadi satu ruangan, satu kamar untuk 10 orang. Itu sudah ketentuan dari perguruan ini, siapapun kalian di sini di anggap setara." ungkap pria paruh baya tersebut, yang dapat di mengerti oleh mereka.


"penjaga tunjukkan kamar no 5 untuk para nona muda, dan kamar 7 untuk para tuan muda." perintah pria paruh baya tersebut pada dua penjaga yang berdiri di depan pintu.


"baik tuan." balas salah satu penjaga menerima perintah.


Kedua penjaga itu membawa mereka pada kamar yang sudah di tentukan, kamar para tuan muda terpisah dengan kamar para nona muda. Kamar mereka terletak pada bangunan yang berbeda. Satu bangunan untuk 6 kamar, satu kamar yang cukup luas untuk 10 orang.


Mereka masuk ke sebuah kamar yang luas, dimana ada 10 ranjang untuk 10 orang dan di samping ranjang ada lemari kecil, untuk meletakkan semua barang bawaan mereka.


"di dalam lemari kalian masing-masing, sudah ada pakaian khusus untuk latihan yang akan kalian pakai. Lemari yang sudah ada tulisan namanya berarti sudah ada pemiliknya, kalian juga tulis nama dan tempelkan pada lemari kalian masing-masing. Pelajari semua peraturan yang ada di pengumuman itu." tunjuk sang penjaga pada sebuah kertas pengumuman yang di tempel pada tembok kamar.


Mereka hanya mengangguk mengerti, lalu sang penjaga berlalu dari sana. Terlihat ada tiga lemari yang sudah memiliki nama, yang artinya sudah ada yang punya. Dua nona muda segera melangkah menuju ranjang yang mereka inginkan, sisa ranjang kosong menjadi milik Zepania dan ke 4 temannya.


Mereka menulis nama mereka pada kertas kosong yang sudah di tempel pada pintu lemari, di atas lemari sudah tersedia satu botol kecil tempat air minum, satu gelas, beberapa lembar kertas berukuran kecil dan satu pena bulu beserta tinta satu botol kecil.


"hai…para gadis, apa kalian benar bisa mengobati orang sakit?" tanya salah satu nona muda yang sudah duduk di atas ranjangnya.


Zepania dan ke 4 temannya melihat pada nona muda yang bertanya pada mereka. Luciana adalah nama nona muda yang bertanya, dan Thalita nama nona muda yang satunya lagi. Tertulis jelas pada kertas yang di tempel pada pintu lemari mereka masing-masing.


"tentu saja, hanya saja yang bisa dengan baik dalam ilmu pengobatan aku, Maharani dan Lilyana, sedangkan Ivy dan Brisia masih dalam tahap belajar." jawab Tiara Angel sembari menunjuk satu persatu, pada Zepania dan ke 3 temannya.


"wah kalian akan sangat santai dalam perang nanti, karena hanya akan mengobati dan tidak ikut dalam pertarung di saat perang." balas Thalita melihat pada Zepania dan ke 4 temannya.


Terlihat jelas kesedihan dari tatapan mata Thalita, sedangkan Luciana mendekati segera temannya, lalu membelai lembut pundak Thalita untuk membuat tenang temannya tersebut.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2